
Harusnya tadi aku tidak datang kesini, tapi marie tetap memaksaku. kaisar dan anaknya sedang berbincang dan aku hanya mendengar mereka, kaisar adalah ayah mertuaku di kehidupan lalu, ia sangat baik padaku ia pun tahu kalau aku tidak pernah mendapatkan cinta dari caesar. suatu hari beliau sakit, aku selalu menemani kaisar yang sedang sakit. hingga ajal pun menjemputnya. aku sangat sedih waktu itu di acara pemakaman, caesar hanya menunduk tanpa ekspresi aku tahu dia sedih tapi dirinya tidak bisa mengekpresikan rasa sedih
Aku selalu melihatnya murung, sedih dan selalu berdiam di kamar. aku selalu datang dan menanyakan kabar atau menghiburnya dia hanya menjawab seadanya dan dia menyuruhku pergi meninggalkannya. yah aku tahu kehilangan orang yang kita sayangi itu menyakitkan dan aku pun merasakannya di tinggal juga oleh dirimu
Entah kenapa peristiwa itu masih menjanggal di hatiku, walau aku sekarang akan menikah untuk kedua kalinya. aku tidak ingin berharap kematian, aku ingin kebebasan dan mendapatkan cinta sesungguhnya, aku tidak mau ikut campur dengan cinta caesar dan mina nantinya.
"Ayah, aku akan membawa nona vanessa. keruanganku. ada hal yang harus kami bicarakan untuk pernikahan" hah? dia mengajakku untuk keruangannya, dia mau membunuhku di sana!?
"Baiklah"
"Ayo nona vanesaa" aku hanya mengangguk. aku menoleh ke arah kaisar meminta pertolongan tapi sepertinya kaisar tidak mengerti, ia hanya tersenyum gembira
Sampailah kami di ruangannya, hanya kami berdua. marie ada di luar menjaga pintu
"Nona vanessa, sepertinya anda tahu kalau saya tidak ingin menikah" katanya sambil menopang dagunya dengan tangan
"Ya, tentu saya tahu. dan saya pun tidak ingin menikah dengan anda, tapi karena mengingat kaisar sangat baik pada saya. saya tidak akan menolak"
"Jadi anda menyuruh saya untuk kesini, untuk apa?"
"Pertanyaan yang bagus, saya berencana... bagaimana kita menikah kontrak saja"
Ko-kontrak!?, tapi pernikahan itu bukan main-main. aku harus mengerti apa maksud dari pria di hadapanku ini
"Kita akan menikan kontrak selama 3 tahun, aku akan mengangkatmu menjadi ratu selama 3 tahun dan setelah kontrak berakhir kita cerai bagaimana?"
"3 tahun?, tapi pangeran caesar pernikahan bukan main-main dan bagaimana kalau kaisar tahu kita menikah kontrak"
"Jangan di beritahu lah, bodoh" caesar menjentik jarinya ke dahi vanessa
Apa-apaan dia!. "Kalau begitu anda harus membuat surat pernikahan kontraknya"
"Benar, aku belum membuatnya. akan ku buat nanti, jadi bagaimana keputusan nona"
Dia membuatku bingung harus memilih, tapi vanessa ini hanya 3 tahun setelah kontrak berakhir kamu bebas!, benar baiklah akan ku lakukan
"Akan saya pertimbangkan, tapi ada syaratnya!"
"Syarat apa itu?" tanya caesar
"Pertama, selama kontrak anda mau pun saya boleh mempunyai kekasih. kedua, kita tidak boleh seranjang, ketiga dari antara kita tidak boleh ada kata cemburu, yang keempat untuk tidak bersentuhan fisik. mungkin sudah hanya 4 saja"
"Baiklah, saya akan mengikuti syarat dari nona vanesaa"
"Dan tolong panggil saya vanessa saja" aku tidak ingin di panggil nona oleh mu
"Oh baiklah, vanessa. kamu juga panggil aku caesar dan berbicaralah santai"
"Baiklah, caesar. kalau begitu aku pamit" aku menunduk dan sedikit mengangkat gaunku
"Gadis ikan koi itu belum menyadari kalau aku lah orang yang membeli puding itu" caesar tertawa pelan dan mengerjakan berkas-berkas
"Nona apa anda sudah selesai?" tanya marie
"Sudah, ayo kita pulang" sepertinya aku harus menghindarinya dan jangan sampai jatuh cinta
...***...
Bukannya dia harusnya dingin seperti di kehidupan lalu, tapi kenapa sekarang dia menjadi menyebalkan dan suka menggodaku. tapi tetap aku tidak hanyut dalam ekspresinya
"Nona makanlah pelan-pelan" panik marie melihatku makan secara buru-buru dengan ekspersi marah
"Kau tahu, aku benci dirinya!. dia sangat menyebalkan hari ini" ucapku dengan makanan penuh di mulut
"Apa maksud nona adalah putra mahkota"
"Ya"
"Dia itu, sangat aneh tidak seperti biasa. selalu dingin padaku sekarang dia berubah 360 derajat!" apa dia mempunyai muka dua atau mempunyai sifat ganda
"Mungkin semakin hari orang akan berubah sama halnya dengan putra mahkota" ucap marie sambil menuangkan teh pada cangkir
"Mungkin begitu!" apa yang dikatakan marie mungkin benar orang akan berubah seiring waktu
"Nona sekarang jam makan malam" marie lagi-lagi mengingatkan tuannya untuk makan
"Ya ayo, aku sudah lapar" ucapnya memegang perutnya
"Seperti biasa kau yang terakhir datang vanessa" ucap davide
Apa dia sedang mengejekku karena selalu datang terlambat! "Kau juga!, selalu datang paling akhir di acara kerajaan"
"Aku datang terakhir karena mempunyai urusan" kakak siapa sih dia!. "Aku juga datang terakhir karena ada urusan!"
"Urusan apa?" kenapa dia sangat ingin tahu sekali. "Kak davide sangat ingin tahu sekali, tapi aku tidak akan memberi tahunya :b"
"Sudah, sudah. vanessa ayo duduk dan makanlah" ucap duchees memberhentikan mereka, kalau mereka tidak di hentikan istana ini akan runtuh dan rusak
"Vanessa, ayah mendengar tadi kaisar mengundangmu minum tea dan berbincang hal"
"Ah ya, ayah. kami berbincang sampai putra mahkota datang, dan nasib pun di mulai" keluhku
"Nasib?"
"Yah nasib, kaisar menyuruh pangeran caesar untuk menjadi suamiku nanti" aku menggaruk kepalaku dengan wajah datar
"Baguslah!, kamu menikah dengan putra mahkota. kamu ini memang cocok nak" terharu duchees dan memeluk anaknya
Kalian terharu dan merasa senang, aku merasa terpuruk dan terbebani walau hanya menikah kontrak
"Tanpa ayah beritahu pun, kaisar sudah mengetahuinya" ucap duke. "jadi kapan kalian menikah?"
Aku belum menanyakan pada caesar kapan akan di laksanakan pernikahan. "Eee... tidak tahu ayah, kaisar masih belum memberi tahu pastinya"
"Oh, baiklah semoga hari dekat" kalian sangat menginginkan ku mati yah :')
"Tidak terasa anak kita akan menikah" ucap duchees sembari menoleh suaminya
"Yah kamu benar, tapi... seharusnya yang lebih tua harusnya menikah duluan dan nanti giliran yang muda. harusnya begitu" oh ayah menyindir kakak, bagus!. kakak memang harus segera menikah, kakakku ini lajang tampan idaman semua gadis bangsawan
"Ayah apa kau menyindirku?" tanya davide melirik pada ayahnya yang tertawa
"Ya, aku menyindirmu. nak segeralah menikah karena nanti kaulah yang akan menjadi duke selanjutnya" ucap duke mengusap kepala anaknya dengan lembut
"Kalau kamu belum menemukan pasangan, ayah akan menjodohkan kamu"
"Sepertinya aku harus menyerah sekarang, ayah selalu menanyakan kapan aku akan menikah. terserah ayah mau menjodohkan aku dengan siapa, jadi aku tidak akan mendengar omelan ayah" katanya sambil menutup kedua telinganya
"Kamu ini, nanti ayah dan ibumu akan memilih pasangan mana yang cocok untukmu"
"Wah!, kakak akan menikah. aku tidak menyangka kakak yang lajang tampan dan di idami banyak gadis bangsawan ini. akan segera mempunyai pasangan" aku menutup mulut seolah aku terkejut
"Jangan menggodaku!, atau mau ku pukul kepalamu" seram juga mengajak kakak bercanda. "Aku hanya bercanda, jadi jangan memukulku hehe"
"Syukur saja kalau kau adikku, kalau bukan kamu habis malam ini"
"Kakakku ini sangat seram yah" aku bergidik ngeri dan melanjutkan makan
Tolong dukung like, komen dan vote
Terimakasih ><