I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Tak pernah akur



"Nona?"


Aku benar-benar tidak salah lihat, aku melihat sosok bayangan tadi yang berdiri di depan taman.


"Nona, anda melihat apa di luar?" ikut melihat ke arah jendela


"Itu... aku tadi lihat sesosok bayangan yang berdiri di depan taman, ketika aku melihatnya dan dia menyadari tatapanku dia langsung menghilang seperti tertiup angin!!"


"Nona ada-ada aja, mana ada. nona lihatlah ada prajurit yang menjaga malam ini sambil berkeliling"


"T-tapi tadi... itu apaan?!"


"Nona mungkin mengantuk jadi anda berhalusinasi, nah sekarang nona minum coklat panas yang saya bawakan. dan setelah ini kita tidur"


Vanessa menerima coklat panas yang di buat Marie dan meminumnya sedikit-sedikit karena agak panas, apa dirinya memang halusinasi karena memang mengantuk. atau memang itu sesosok bayangan


Mungkin memang ya aku berhalusinasi, coklat panas ku juga sudah habis. aku harus tidur, karena jadwalku mungkin akan sedikit sibuk


...****...


Pagi cerah, burung-burung menangkring di dahan pohon dan mereka mulai bersiul menyambut pagi cerah. di dalam sebuah ruangan terdapat dua gadis yang masih tertidur lelap tidak itu adalah guling yang terselimuti.. seorang gadis yang masih tertidur dalam larutan mimpi dan dia di bangunkan oleh seseorang dengan di cipratkan sebuah air pada muka putihnya.


"Aduh... Marie kenapa kamu menyiratkan air, aku masih mengantuk?!" ucapnya terganggu


"Ssttt" ucap Davide kepada Marie, untuk tidak memberi tahukan kalau itu dia. dan Marie di suruh untuk seolah-olah dia yang melakukannya


"Eee... nona segera bangun, atau saya akan menuangkan semua airnya"


"Marie kamu sudah mulai keterlaluan yah" Vanessa langsung bangun dengan posisi duduk dan mulai membuka mata dan di lihatnya Davide yang memegang sebuah gelas berisikan air


Kalau bukan Marie berarti kakakku yang satu ini dong sudah jelas bukti gelas di tangannya. dia mengajakku perang yah


"Kau kenapa membangunkanku. apa kau ingin mengajak perang hah?!"


"Aku sedang tidak ingin, aku membangunkanmiu karena bukannya saat ini kamu mempunyai jadwal padat?"


"Ah benar juga, Marie apa jadwalku sekarang?"


"Nona anda hari ini ada kelas"


"Bukannya sekarang masih libur?"


"Memang seharusnya anda libur, tapi oleh tuan Duke libur kelas di cabut. mungkin karena melihat anda bermalas-malasan. jadi tuan Duke memutuskan untuk anda kembali belajar"


Apa ayah memandangku sebelah mata, apa dia tidak tahu kalau aku kemarin aku minum teh bersama kakak ipar terus setelah itu pergi ke perpustakaan membaca buku sejarah dan keluarga kerajaan. di mulai jam 9 sampai jam 11, dan setelah itu aku pergi dengan ibu ke acara minum teh dengan bangsawan lain sampai jam 2. setelah itu pun aku membantu kakak seperti biasa itu pun jadwal membantunya untuk menemaninya belajar


Walaupun terdengar aneh tapi itu di masukkan jadwal olehnya. setelah itu baru aku diam di kamar dan ayah baru selesai pekerjaannya dan memeriksa kedalam kamar dan melihat aku diam sambil memakan makanan ringan dan juga teh dan dia pikir aku sedang malas-malasan


Aku melakukan ini tidak ada yang lihat, aku melakukan itu juga tidak ada lihat tapi setelah semuanya selesai dan ayah melihatku dia pikir aku tidak melakukan apa-apa.


"Ayah memang memandang jadwal padat ku sebelah mata rupanya. Marie sekarang kelasnya siapa?"


"Sekarang kelasnya nyonya Alice guru tata Krama anda"


"Kenapa harus dia sekarang!!. guru galak itu"


"Sebaiknya anda harus cepat, atau tidak anda akan kena ceramah nya 1 jam sebelum pulang"


"Ah ya, ya siapkan gaunku. kakak kau keluar lah dan terimakasih telah membangunkanku"


"Ya kau memang seharusnya berterimakasih padaku" Davide keluar kamar dengan meminum air yang di pegangnya


"Jorok sekali dia, itu kan bekas tangannya yang di masukkan kedalam air itu. memang aneh dia"


...****...


Akhirnya selesai juga, aku harus mendapatkan ceramahannya tadi, seharusnya aku tidak terlambat. tapi ini juga salah ayah mendadak sekali


"Nona setelah ini kita akan kemana?"


"Mungkin kita bisa membaca buku ke perpustakaan"


"Apa anda tidak ingin istirahat dulu setelah kelas tadi?"


"Tidak usah, kalau aku istirahat akan memperlambat waktuku. sekalian saja"


"Kalau begitu saya akan membawakan teh untuk anda" ucap marie dan pergi mengambilkan teh untuk nona nya


"Ya, terimakasih"


"Kita buka buku keluarga kerajaan, aku kemarin baru sampai 289. tebal juga ini buku"


Vanessa tidak menyadari bahwa di perpustakaan bukan dia sendiri melainkan ada seseorang di sudut ruangan samping meja Vanessa. siapa lagi kalau bukan sang kakak Davide


"Dia tidak menyadari kehadiran ku?, baguslah" Davide mengendap-endap menuju belakang vanessa


"Serangga ini lagi, apa tidak bisa datang" ucap Vanessa mengipas-ngipas tangannya ke arah lalat


"Apa dia menyadari aku ada di sini, tidak mungkin! dia kan aneh. dia kan selalu berbicara sendiri"


Saat itu pun dia berbicara pada burung yang menangkring di atas pohon dan di ajaknya berbicara. entah dia bicara apa, aku mengintip dari kejauhan tapi aku yakin burung itu merasa tertekan dengan kehadiran makhluk aneh di sampingnya


Apa lagi dia pernah berbicara pada tak kasat mata, aku tidak tahu adikku mempunyai kemampuan melihat sesuatu yang di sebut hantu. tapi yang pasti orang yang melihatnya pasti mengira kalau dia sudah tidak waras lagi, syukurlah aku yang melihatnya bukan orang lain


Aku akan mengendap-endap dan aku tidak boleh bernafas, kenapa?. karena aku takut ketahuan


"Oh jadi seperti itu... emm" ucap Vanessa membaca buku dengan teliti


Dia benar-benar tidak menyadari kehadiranku di belakangnya ini, bleee 😜. Vanessa jelek, Vanessa tidak laku. dia tidak bisa mendengar kanku karena aku berbicara dalam hati


Cukup untuk menjelek-jelekkannya. 1...2...3!


Darr!!


"Astaga naga Davide jelek banget!!. ih kakak, nggak ada kerjaan banget!, cuma jahilin adiknya setiap saat" ucap Vanessa kesal sembari cemberut


"Hehe, aku juga tidak tahu tapi seru rasanya. kau tadi bilang aku apa...? pas kau kaget?"


"Pas aku kaget... kalau tidak salah, astaga naga Davide jelek banget... ah itu! yang aku bilang"


"Kau bilang aku jelek?!, kamu tidak menyadari kakakmu ini tampan matamu buta apa?"


"Aku tidak buta!, tampan dari mana menurutku jelek yang ada"


"Jelek!, ibu dan ayah bilang aku tampan seperti ayah dulu"


"Memang kau pernah lihat foto ayah sewaktu muda?"


"Eee... tidak. tapi kau juga belum lihat kan!"


"Sok tahu... aku sudah lihat!, ayah lebih tampan darimu"


Tok...tok...tok


Suara ketukan pintu terdengar tapi tidak dengan mereka, mereka masih beradu mulut. saat Marie masuk ini lah katanya


"Nona ini teh nya..."


"_@)(?;;)#))@+$-+$"


"$@###(+ ??!!*)+"


Anggap saja mereka sedang bertengkar


"Tuan muda di sini... seharusnya aku tidak meninggalkan ruangan ini. dan aku harus membersihkan perpustakaan ini, karena mereka akan saling berperang. sungguh adik kakak" ucap marie sambil geleng-geleng kepala



Tolong dukung like, komen dan vote


Terimakasih ><