I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Minta maaf



"Nona apa anda khawatir dengan tuan muda?"


"Tidak..."


"Anda masih saja melihat ke arah jendela, tuan muda sudah pergi"


Ya dia sudah pergi untuk membunuh seekor monster di hutan, dia pasti baik-baik saja. dia kan kuat


"Marie tolong buatkan aku kopi"


"Kopi!. nona... Anda tidak biasanya meminta kopi yah. baik akan saya buatkan" ucap Marie pergi meninggalkan kamar untuk membuatkan susu untuk nonanya


Aku pernah mendengar sedikit tentang monster di hutan timur di katakan bahwa monster itu suda ada 2 abad yang lalu dan monster itu berhasil di kalahkan oleh seorang master. aku tidak tahu siapa dia, tapi monster itu hanya kalah saja dia masih hidup. orang yang bernama master itu menyegel monster itu dengan sihir yang dia miliki dan menyimpannya di bawah tanah hutan itu


Kalau cerita itu benar, lalu siapa yang membuka segel monster itu, masa aku bisa menyebutkannya "kadaluarsa"?. sungguh lelucon yang bagus.


"Nona ini kopi yang anda minta?" ucap Marie mengetuk pintu dan memberikan kopi yang di bawa ke Vanessa


"Rasanya enak!, terimakasih!"


"Apa ada masalah nona?"


"Tidak, tidak!" ucap vanessa sambil tersenyum


"Oh ya!, nona apa anda tahu!. tadi saat saya membawa kopi dan akan kembali. saya mendengar beberapa prajurit mengatakan bahwa dari salah satu mereka melihat seseorang berjubah hitam malam hari. karena sosok itu mirip bayangan dia mencoba menggosok matanya, dan setelah dia menggosokkan matanya sosok itu hilang beriringan dengan angin"


"Bukankah yang aku katakan hari itu benar!"


"Yah sepertinya ceritanya itu sama dengan yang nona ceritakan waktu itu, waktu itu saya tidak percaya saya kira anda mengkhayal karena mengantuk"


Yah jadi semua itu benar, aku juga berpikir saat itu bahwa aku mengantuk


"Kalau begitu beritahu mereka cari orang tersebut"


"Baik nona, saya permisi"


Apa aku mempunyai musuh? sampai dia menerorku hari itu, aku orang baik-baik lho aku tidak punya kejahatan. atau mungkin aku punya dulu hehe. tapi kurasa tak separah itu


2 hari yang lalu di kediaman Caesar


"Yang mulia, dari tadi anda merenung. ada apa ceritakan pada hamba?"


"Aku pun tidak tahu kenapa merenung, aku tidak salah..."


"Ya! anda tidak pernah salah. lalu ada apa?"


"Dan aku tidak mengerti maksudnya"


Maksudnya mati kedua kalinya, apa?. aku tidak mengerti


"Dan kau tahu siapa dia! hiks... hiks itu dirimu!!. kau membunuhku!"


Aku membunuhnya? apa aku menyakitinya. ya jujur dulu aku tidak suka dia karena dia selalu menempel dan aku pernah menyeburkannya sampai dia berubah dia tidak pernah datang lagi ke kerajaan


Mungkin itu yang membuatnya sedih, tapi apa maksudnya mati kedua kalinya, itu tidak masuk akal. waktu itu saat ku ceburkan dia seperti nya pingsan saja


"Roy, kalau seseorang mempunyai salah dan dia menangis dan orang itu tidak mengerti apa yang dia bicarakan. apa orang itu harus minta maaf?"


"Apa yang mulia?, kalau seseorang mempunyai salah dan dia... menangis? padahal orang itu tidak mengerti maksud dari perkataan dia? begitu?"


Caesar mengangguk pelan dia tidak tahu apa harus minta maaf atau harus bagaimana


"Yang mulia kurasa orang itu harus tahu secara detail maksud si dia itu. setelah itu orang itu harus minta maaf. mungkin seperti itu??, saya juga tidak mengerti maksud cerita anda?"


"Harus minta maaf ya... baiklah!" Caesar bangkit dari mejanya dan berjalan


"Anda mau kemana yang mulia?"


"Aku harus pergi sebentar, lalu setelah itu aku akan pulang" ucap Caesar sambil mengenakan jubah hitamnya dan pergi melalui jendela


"Ada apa ini?" ucap Roy menatap kepergian majikannya secara tiba-tiba


Aku harus minta maaf walau aku tidak mengerti, dan aku akan minta maaf atas perbuatanku saat itu.


Caesar sampai di kediaman Duke dirinya sedang mengamati sekitar di atas pohon


Sekarang larut malam kemungkinan semua orang tidur, aku sudah memakai jubah hitam seperti seorang penjahat yang diam-diam menculik sang putri saja, tapi kenapa aku harus seperti ini. bukankah aku tinggal memakai baju seperti biasa dan masuk kedalam kediamannya dengan sopan dan langsung meminta maaf


Tapi lampunya masih menyala, lampu kamar orang tuanya sudah mati berarti sudah tidur. kenapa dia yang belum tidur. aku akan naik


Caesar yang akan hendak naik melihat prajurit yang keluar dari dinding sisi kiri dan kini ia melihatnya.


Dia melihatku!, aku harus kabur sebelum aku di curigai sebagai penjahat. batin Caesar


"Hem?, bukankah tadi dia berada di dekat jendela nona. tiba-tiba hilang!, apa aku salah lihat, mataku ini" ucapa prajurit itu menggerutu


Syukurlah aku segera menghilang dari pandangannya, seperti nya malam ini tidak bisa . aku akan datang secara formal lain kali


Clek!


"Hem?. yang mulia!... yang mulia! anda dari mana?!" ucap Roy


"Haishh!, sudah kubilang aku pergi sebentar. sudahlah pergi dari pandanganku" ucap Caesar kembali duduk


"Sepertinya suasana hati Anda sedang buruk"


"Kalau kamu tahu keluarlah aku sedang tidka ingin di ganggu"


Haishh yang mulia ada apa hari ini, dia menjadi pemarah bukannya dia di juluki malaikat. yang mulia mengusirku, biasanya aku selalu menemaninya sekarang tidak, apa aku membuatnya menjadi bad mood?


Normal POV


"Makan yang banyak ya Vanessa" ucap duchees


"Baik ibu"


Mereka sedang makan siang sekeluarga, hanya 1 anggota keluarga yang tidak ikut makan untuk pertama kalinya.


"Ayah kapan kakak pulang?"


"Baru saja kakakmu pergi, kamu sudah merindukannya saja. mungkin 3 hari lagi"


"Hemmm.... lama sekali"


"Kamu khawatir?"


"Khawatir?, oh tentu tidak karena kakak kan hebat dalam berpedang jadi jangan khawatir. hanya saja aku... bosan, karena tidak ada dia untuk mengajak ribut, maksudku bermain!" ucap vanessa cemberut


"Mengajak ribut? Hem. kamu bisa main dengan anak teman ibu" ucap duchees


"Siapa?, apa dia sejahil kakak?"


"Mungkin?, dia sebaya denganmu. mungkin kamu akan suka"


"Perempuan atau pria?"


"Perempuan. besok kamu ikut ibu ya, sekalian ibu mau mampir kesana"


Malam hari


"Oh jadi nona akan ikut nyonya duchees pergi ke kediaman teman beliau"


"Ya, semoga saja aku bisa akrab dengannya nanti"


"Nona sampai kapan anda akan membiarkan saya di kamar anda?" ucap Marie


"Menginaplah~" ucap manis vanessa dia sudah menyiapkan makanan ringan untuk mereka


"Tapi nona..."


"Aku tidak punya teman ngobrol"


"Ah nanti saya ikutan gadang lagi dengan anda"


"Tidak~, hehe"



Tolong dukung like komen dan vote


Terimakasih ^^