I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Pencuri



"Marie, aku baru sadar ketika membersihkan mejaku, kertas habis dan tinta juga habis"


"Kalau begitu saya akan ke ibu kota, untuk beli kertas dan tinta"


Ibu kota, sudah lama aku tidak keluar dan sudah lama aku tidak kesana, aku ikut Marie deh


"Marie aku ikut ya"


"Tapi nona... Anda kan sedang sakit, bagaimana kalau sakit anda kambuh?"


"Tenang aku sudah sehat kok, semua berkat obat pahit itu"


"Baiklah, tapi kalau nona merasa tidak enak badan beritahu saya"


"Baik, ayo kita pergi!" ucap Vanessa, gadis itu bersemangat ingin keluar kesekian kalinya


Ibu kota


Suasana di kota thopiasus sangat indah dan makmur, ekonomi yang maju dan pertambangan yang melimpah, semua orang bercukupan tidak ada yang kelaparan


"Nona ayo kita masuk" Marie dan vanessa memasuki toko benuansa coklat dengan papan bertulisan 'Toko serba ada'


"Oh nona Marie anda kemari lagi" ucap pak tua itu mengenal marie


"Ya saya kemari untuk membeli kertas dan pena untuk nona saya ini" ucap Marie


Pak tua itu melihat seseorang perempuan di samping marie. "Apa anda nona Vanessa, maaf kelancangan saya, saya tidak mengenal anda" pak tua itu segera menunduk


"Tidak apa-apa, saya kemari menemani Marie membeli kertas dan pena untuk saya"


"Saya mempunyai banyak kertas dan tinta" pak tua itu mengambil banyak kertas dan tinta


"Ini nona"


"Terimakasih pak"


"Tolong datang lagi" pak tua itu melambaikan tangan mereka berdua membalas lambaian nya


"Nona saya rasa sudah, mari kita pulang"


"Pak tua itu memberi kita banyak kertas dan pena, baik sekali ya"


Di sisi mereka banyak orang yang berkerumun dan mereka saling berbisik, mereka sedang melihat seorang pria dengan roti di tangannya dia di pukuli oleh penjualnya karena mencuri


"Dasar pencuri!, kembalikan rotiku" penjual roti itu menendangnya membuat pria itu tersungkur tapi dia malah menghampiri roti itu dan melindunginya


"Pencuri itu tidak tahu malu ya"


"Lihat penjualnya saja sampai marah besar"


Vanessa yang penasaran melihat kondisinya dia mencoba menyelip di antara kerumunan dan pada akhirnya dia melihat seorang pria dipukuli dia memegang roti, bajunya robek-robek


Dia hanya ingin makan, dia kelaparan


Tapi tiba-tiba pria itu bangkit dan memukul perut penjual itu, dia membuat penjual itu marah besar dia luncurkan anak buahnya untuk memberi pelajaran pada pria yang memukulnya, pria itu sangat gesit dia menghindari semua serangan dan memukul mereka satu persatu


"Wow... dia sangat hebat" ucap Vanessa kagum pada pencuri itu


Anak buah penjual itu mundur karena kesakitan, pria itu berjalan mendekati penjual itu


"Jangan pukul dia, sudah hentikan" teriak Vanessa menghampiri pria pencuri itu


Pencuri itu mundur menuruti perintah Vanessa


"Tolong jangan pukuli dia, a-aku akan membayar roti yang dia pegang itu" Vanessa memberi 5 koin perak kepada penjual itu


"Terimakasih, tolong jaga dia jangan seperti ini lagi" penjual itu pergi dengan senang dan anak buahnya berjalan dibelakang nya


Semua orang di sana bubar, karena sudah tidak ada yang perlu dilihat lagi


"Apa kau tidak apa-apa"


"Aku lapar..." ucap pria itu memegang perutnya dan memakan roti yang dia pegang dengan lahap


Baru permata kali ini aku lihat pencuri yang tidak kabur malah diam, tapi dia tadi memukuli penjual itu bahkan dia sangat gesit ketika di serang oleh anak buahnya, dia seperti sudah pernah belajar sebelumnya


"Rumahmu dimana, aku akan mengantarmu?"


"Rumah?, makhluk apa itu..."


"Makhluk?" ucap Vanessa kebingungan, apa dia tidak tahu apa itu rumah


"Apa kau tidak punya tempat tinggal?"


"Aku tidak tahu harus kemana...."


"Kalau begitu siapa namamu?"


"Namaku Ashlan"


Dia tahu namanya, tapi dia tidak tahu apa itu rumah, sebenarnya dia ini dari mana dan dia ini siapa


"Apa itu rumah yang kau maksud??"


"Rumah adalah tempat tinggal yang dimana penuh kehangatan dan kenyamanan, kita bisa berkumpul dengan keluarga"


"Keluarga..." tiba-tiba setelah mengatakan itu pria itu memegang kepalanya


"Nona dia kenapa?"


"Aku tidak apa-apa, aku lapar lagi..."


"Kau lapar... bagaimana kalau kau ikut aku kerumahku?"


"Rumahmu..."


"Ya, aku akan memberikan mu puding cokelat"


"Nona!!"


"Kenapa?"


"Apa anda yakin?, saya khawatir tuan dan nyonya tidak akan menyukainya"


"Jangan khawatir, mereka pasti akan menyukainya" tentu saja, karena Ayah pasti tertarik dengan bakatnya


Kamar Vanessa


"Nah ini puding cokelat yang kubilang, makanlah"


Ashlan tampak ragu karena makanan dihadapannya ini berbentuk bundar tidak seutuhnya bundar juga, tapi kalau dia pegang puding itu bergerak kanan kiri


"Kenapa kau memainkan pudingnya?"


"Apa ini makanan?" ucap Ashlan. dia menyentuh puding itu dengan wajah penuh Tanda tanya


"Tentu ini makanan, kau baru melihatnya bentuknya pasti aneh bagimu, tidak bagiku"


"Apa ini terbuat dari lumpur?"


"Bukan ashlan!!, kan sudah kubilang itu cokelat, mana ada terbuat dari lumpur!?" ucap Vanessa dirinya emosi, tapi maklum anak di depannya ini tidak tahu apa-apa


"Maaf, aku akan memakannya"


Nah begitu, makan saja mana mungkin aku tega memberimu racun, aku tidak membunuh orang


"Bagaimana rasanya?"


Ashlan terdiam, dia masih mengunyah puding dengan suapan besar. "Ini sangat enak!, makanan kenyal ini sangat enak"


"Tentu, itu buatan koki aku pun menyukai puding tapi yang rasanya stoberi!" ucap Vanessa, dia juga menyukai puding sama seperti ashlan


"Apa aku bisa meminta lagi?" tanya ashalan, dia menyukai puding yang baru saja ia makan


"Boleh, tapi kau harus segera mandi terlebih dahulu, nanti aku akan kasih lagi"


"Mandi..."


"Ya mandi kau akan dibantu oleh marie, benarkan Marie?"


"Benar nona, saya akan membantu anda tuan ashlan"


"Jadi sana nanti kau bisa makan lagi, mandi dulu ya, kau bau badan" Vanessa menarik tangan ashlan dan mendorongnya menuju kamar mandi


"Memangnya aku sebau itu..., padahal aku sudah mandi di sungai"


"Di sungai... mandi lagi saja bajumu kotor dan sudah tidak layak untuk dipakai, aku akan meminta pelayan memberikan baju untuk pria"


"Baiklah... kalau kau mengatakan aku masih perlu mandi lagi" ashlan pergi ke kamar mandi sendiri dan di susul oleh Marie


10 menit kemudian


"Tuan ashlan kenapa anda lari!" Marie keluar dari kamar mandi mengejar ashlan


Ashlan bersembunyi dari kejaran Marie di balik Vanessa yang sedang berdiri karena mendengar keributan


"Ashlan kenapa kau berlari begitu, bagaimana kalau kau tergelincir dan jatuh??"


"Dia tadi menuangkan sesuatu ke kerambutku!, lakukan sesuatu"


"Maksudmu minyak?, itu minyak itu bagus untuk rambutmu, itu bukan barang berbahaya yang bisa melukainu"


"Tapi aku tidak mau!!" ashlan mendorong vanessa dan meringkuk beberapa meter dari mereka


"Rambut birumu kotor terkena debu tadi, dan rambutmu bau sekali, aku tidak menyukainya"


"Kau tidak menyukai rambutku..." ashlan mendongkak dan menyentuh rambut birunya apakah memang sangat kotor dan bau


"Aku menyukai rambut birumu yang seperti laut dan langit, tapi rambutmu kotor dan bau, aku akan menyukainya kalau kau membasuh rambutmu"


"Benarkah? kau akan menyukainya"


Vanessa mengangguk, dia tidak berbohong dia sangat menyukai warna biru langit dan laut yang dimiliki ashlan. ashlan yang berpikir sejenak pria itu berdiri dan melangkah menuju kamar mandi


"Aku akan membasuh rambutku, sehingga kau akan menyukainya" ucap ashlan sebelum masuk ke kamar mandi


Baiklah, baiklah terserah kau saja pada akhirnya dia membasuh rambutnya, aku mengira dia akan keras kepala tapi sekali aku mengatakan bahwa aku tidak menyukainya atau aku membencinya, dia langsung menurutinya


Tolong dukung like komen dan vote


Terimakasih ^^