I Reincarnated Into The Absolute

I Reincarnated Into The Absolute
Chapter 43: Penyerangan



Elang Great Windstorm terbang dengan kecepatan tinggi saat aku, Sada dan Marina meminta mereka untuk terbang lebih cepat.


Saat terbang menuju rumah, aku dapat merasakan ada kekacauan dan api yang berasal dari rumah.


Khawatir dengan mereka karena takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa mereka.


...----------------...


[Rumah]


Kami bertiga mendarat di halaman rumah, melihat-lihat kawasan sekitar rumah yang terbakar oleh api merah dan asap tebal.


"Apa yang terjadi, kenapa bisa banyak api yang membakar kawasan rumah?"


Kekhawatiran Sada melihat kekacauan tersebut dan kaget.


"Marina, apakah semua orang selamat dan masih hidup?"


Marina mengendus aroma para warga dan prajurit penjaga dengan penciuman hidung yang tajam.


"Tenang saja, aku bisa mencium orang-orang disini. mereka masih hidup dan bernafas!.."


"Syukurlah, sekarang tidak ada gunanya berdiam diri. Sada-chan, aku mau kamu menolong warga dan mengobati mereka!.."


"Baiklah Daichi-kun.. aku pergi sekarang!.."


Fuuhh!.. Whoosh!...


Sada terbang dengan kedua sayapnya pergi menuju para warga yang masih selamat.


"Great Windstorm!.. kalian bertiga terbang lah ke atas untuk melihat keadaan dari atas, aku akan meminjam penglihatan kalian!.."


Mereka bertiga mengangguk, bersiap untuk terbang ke udara atas.


Fwiii!..


Terbang ke atas dengan kecepatan tinggi, terbang di sekeliling atas kawasan rumah atau kubah perasai yang aku ciptakan.


"Bagus, sekarang Marina... kamu ikut aku!.."


"Kita bakal kemana, Daichi-sama?"


"Kita harus mencari dalang dari kekacauan ini, aku yakin prajurit penjaga sedang melawan mereka!.."


"Aku bisa melihat dari penglihatan mata Great Windstorm. di selatan dengan pesisir pantai, ada pertarungan disana!.."


"Baiklah, aku ikut!.. mungkin aku bisa melacak mereka dengan penciuman tajamku!.."


"Oke, ayo berangkat!."


Marina mengangguk setuju, sebelum pergi aku menggunakan skill «Absolute Technique: Cloning» dengan menggunakan kedua kristal punggung tanganku.


Membuat kloningan dariku untuk tetap tinggal dan menjawab kawasan rumah agar tetap aman.


Setelah itu aku dan Marina pergi dengan berlari cukup cepat ke arah selatan untuk mengecek keadaan di pesisir pantai.


Whoosh!..


Gelombang suara yang cukup kuat saat kami berdua sedang berlari dengan kecepatan tinggi melewati kedalaman hutan yang lebat dan penuh kabut.


 


[Pesisir Pantai Selatan]


Slash!... Bomm!..


Set!.. set!..


"Percuma saja, kau tidak akan pernah mengenai diriku!..."


"Aku tidak akan menyerah!.."


Terjadi pertarungan antara prajurit penjaga yang berusaha menebas dan memberikan serangan beruntun kepada manusia bertubuh pucat.


Orang tersebut dengan mudah menghindari banyak tebasan tanpa terluka dan terkena sedikitpun.


"Kali ini, kau tidak akan lolos!.."


"Oh benarkah? tunjukkan padaku!.."


Sambil tersenyum untuk bersiap menerima serangan dari prajurit tersebut.


"«Second Sword Technique: Continuous Thrust.»!... rasakan ini!.."


Prajurit penjaga memberikan tusukan cepat secara beruntun tanpa memberikan celah sedikitpun. kecepatan ayunan tangan yang benar-benar cepat layaknya kilat menciptakan bayangan ayunan tangan menusuk dengan pedang.


Sementara orang berkulit pucat tersebut, menghindari dengan santai tanpa terkena sedikitpun, bahkan menghindarinya dengan tubuh yang dimiringkan ke samping.


Pertarungan mereka ditonton olah pasukan masing-masing, kemampuan yang luar biasa hingga membuat gelombang angin dan getaran yang hebat.


Tidak mungkin, dia bisa menghindari semua tusukan pedangku!... bahkan bayangan tubuhnya yang menghindari tusukan.


Lebih banyak dibandingkan bayangan tusukan pedangku!...


"Hei.. hei.. hei!.. kamu tidak bisa mengenai ku!.. membosankan!.."


"Biar aku tunjukkan, serangan teknik yang akurat dan tepat!.."


Swoosh!..


Apa!...


Orang itu menangkis dan menghempaskan pedang prajurit berputar ke udara, gerakan yang cukup cepat dan prajurit juga ikut sedikit terhempas kebelakang.


Dia mengaktifkan bayangan kabut hitam biru, ditangan kirinya. menekuk lutut kanannya dan bersiap-siap mau melemparkan skillnya.


"«Black Shadow Technique: Annihilating Fireball»!.."


mengayunkan tangan kirinya ke atas dan melemparkan bola api biru ke arah prajurit yang terlihat slow karena kecepatan orang tersebut dan bola api yang terlalu cepat.


Gawat, inilah akhir hidupku!...


Prajurit itu cuman bisa menatap saat bola api itu melesat ke arahnya dan bakal meledakan dirinya.


Bomm!....


Ledakan yang cukup besar sehingga gelombang angin kuat menghembus kencang.


Orang itu tersenyum dan menduga prajurit penjaga sudah tewas, akan tetapi...


Bola api tersebut memantul kembali ke arahnya dengan kecepatan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.


"Apa!.."


Terkejut dan langsung membela bola api dengan satu tangan kanannya yang diayunkan ke bawah dengan mudahnya.


"Cih, apa yang terjadi!.. bagaimana bisa bola api pemusnah malah kembali ke arah diriku!.."


Mencoba melihat apa yang terjadi dibalik asap yang tebal, pasukan orang berkulit pucat itu juga menatap asap tebal yang berasal dari tempat prajurit penjaga.


Saat asap itu tertiup angin, terlihat ada lingkaran perisai emas yang mengandung cermin berkilau, melindungi prajurit penjaga yang terpukau diam.


"Kapten!.. kapten tidak apa-apa?"


Teriak para pasukan yang berlari ke arah kapten prajurit yang berdiri diam saja.


Penuh cedera dan luka, mereka tidak menghiraukan itu dan tetap berlari ke arah kapten prajurit penjaga.


Whoooosh!.. Whoosh!.. Whoooosh!..


3 bola energi sihir emas melesat melewati kapten prajurit penjaga tanpa sadar saat ia sedang melihat pasukannya yang berlari kearahnya.


«Absolute Technique: Destruction Energy Ball»


3 bola energi penghancur melesat kearah orang berkulit pucat itu dengan cepat.


Orang itu melihat dengan jelas dan mengayunkan tangan kanannya ke sisi kanan yang memunculkan 3 api biru melayang didepan, lalu mengayunkan tangan kirinya ke sisi kanan mengenai 3 api biru tersebut sambil berbicara.


"«Shadow Technique: Sharp Fire Spikes»"


Ketiga api biru itu memanjang berbentuk paku setiap ujungnya tajam dan melesat dengan cepat.


Bomm!...


Dua skill yang bertabrakan, daya ledak yang cukup kuat untuk membuat hembusan angin yang kencang dan pasir yang hancur meleleh sekaligus getaran tanah yang kuat.


Dua pihak menutupi mata mereka dengan lengan sambil tetap mengintip apa yang terjadi.


"Kuat juga, skill teknik apa itu? begitu kuat dan cepat sekali!.."


Ucap pria itu dengan tatapan waspada dan memerhatikan dibalik asap tebal hasil ledakan kuat.


"Ini cuman sebagian kecil saja!.. «Absolute Technique: Chain of Absolutes»"


Kata-kata yang aku ucapkan tetapi membuat pria itu mencari-cari sumber suaraku dan tidak waspada terhadap sekitarnya termasuk pasukannya.


"Darimana suara itu berasal, dan kenapa aku cukup merinding?"


Sedang memperhatikan sekitar, ada lingkaran sihir yang berada dibawah mereka semua kecuali para prajurit penjaga.


Mereka cuman terkejut dan belum sempat menghindar, rantai emas yang keluar dari lingkaran sihir tersebut muncul dan mengikat mereka semua dari kaki, tangan, leher, dan perut.


Apa-apaan ini? bukannya ini rantai legendaris itu!, yang dikatakan mampu mengikat dewa sekalipun!...


Dia terkejut dengan apa yang terjadi dan apa yang dilihat, semua pergerakannya diikat termasuk pasukannya.


"Oh, pantas saja bisa mengeluarkan rantai legendaris ini!.. ternyata yang melakukannya adalah pemimpin mereka!.."


Berbicara dengan sedikit nada mengejek.


"Terimakasih atas pujiannya, tetapi apa yang kalian lakukan disini dan kenapa menyerang rumah kami?"


"Itu benar, padahal kami tidak melakukan apapun kepada kalian, kenapa malah diserang?"


Suara keras Marina yang mengomeli mereka.


"Hahaha... aku tidak bermaksud lain, cuman mau melihat kemampuan orang yang diberitakan mampu mengalahkan Demon Slayer!.."


Apakah mereka datang dan menyerang rumah cuman untuk mengetahui kemampuan diriku? cukup mengesankan.


"Begitu yah, aku mengerti apa yang coba kamu lakukan!.. tetapi, sayangnya kalian bukan dilevel diriku!"


Daichi berbicara dengan nada yang cukup menekankan batin, aura yang menakutkan bagi mereka dengan sedikit tatapan tajam.


"Hahaha... memang benar, seperti memang benar. maaf jika membuat kekacauan!.."


"Tidak semudah itu untuk minta maaf, kalian harus bertanggung jawab dengan apa yang kalian lakukan!..."


Omelan Marina layaknya memarahi anak kecil.


"Baiklah, kami akan bertanggung jawab!.. tetapi itu bisa terjadi kalau kami masih disini!.."


"Hah? apa maksudmu!.."


Pria itu tersenyum dengan tubuhnya mulai menjadi bayangan kabut asap beserta pasukannya juga sama.


"Selamat tinggal, aku harap kalian bisa datang ke Majapahit Kingdom!.. kami akan menyambut kedatangan kalian terutama Daichi-san!.."


Marina, aku dan prajurit penjaga seketika bingung dengan apa yang terjadi karena mereka menghilang secara perlahan.


"Ini adalah «Shadow Technique: Eye Illusion». skill teknik yang mampu membuat ilusi tubuh mereka sendiri dari kejauhan!.."


"Benarkah, kapten Yori?"


Tanya Marina yang penasaran.


"Iyah, kemungkinan skill ini bisa aktif semenjak saat mereka mulai di rantai. jadi saat mereka mau di rantai secara bersamaan juga mereka skill teknik ini aktif dan membuat mereka yang asli menjadi transparan untuk kabur!.."


"Oh, aku paham kapten!.. tetapi kira-kira, dimana mereka sekarang?"


"Saya yakin Daichi-sama, mereka belum terlalu jauh!.. setidaknya skill teknik ini cuman sejauh 1 Km saja!.."


Aku mulai berpikir untuk menemukan mereka agar tidak kabur, Marina juga berusaha berpikir dan para prajurit juga ikut.


Saat sedang berusaha memikirkan sesuatu, aku bisa merasakan ada sesuatu yang bergerak cepat dan berenergi besar yang melesat ke arah kami.


Itu berasal dari arah laut, aku tidak tahu itu apaan tetapi itu energi sihir yang cukup kuat untuk memusnahkan para prajurit.


Whoooosh!...


Fwwwwiiiiiih!..


"Berlindung!.."


Aku mencoba memperingati mereka akan tetapi


Bommm!..


Serangan berbentuk laser memanjang meninggalkan bekas, bercahaya biru gelap layaknya asap biru.


Energi sihir yang kuat, mampu mendidihkan air laut sekali kena bahkan pasir yang meleleh. air laut sempat kebelah dua tetapi kembali menjadi satu.


Ledakan yang bisa menghancurkan permukaan dengan cukup parah. hembusan angin yang meniup air laut menjadi gelombang besar dan pepohonan yang tertiup kencang.


Pria itu dan pasukannya melihat hal tersebut dari kapal kayu besar di ujung depan ada meriam kepala naga. mereka ditengah lautan yang berjarak 1 km dari pesisir pantai.


"Sudah aku duga. mereka tidak akan menyadari skill teknik kita semua!.."


"Hahaha, benar!.. aku kira mereka kuat dan hebat, ternyata cuman orang yang tidak pintar saja!.."


"Hei, kamu jangan meremehkan mereka!.. sekelas Demon Slayer saja dia bisa kalahkan apalagi kita semua!.."


"Hahaha, aku tidak yakin. mungkin dia cuman hoki dan beruntung saja!.."


"Sudah-sudah, lebih baik kalian diam dulu!. dan sekarang waktunya untuk melaporkan misi ke ratu!.."


[Pesisir Pantai]


"Huuk.. huuk!.. kalian tidak apa-apa?"


"Kami tidak apa-apa kapten, apa yang terjadi?"


"Aku kurang tahu yang pasti kita selamat berkat Daichi-sama!.."


Mereka melihat diriku yang sedang memasang «Absolute Technique: Energy Shield» untuk melindungi mereka semua.


Kekuatan yang mengerikan, jika aku tidak menahannya. mungkin mereka sudah mati karena energi sihir yang super panas.


Mereka tidak bisa aku anggap remeh, dan mereka ternyata serius juga!...


Marina melihat diriku dan merasakan kalau aku sedang bersemangat dan tersenyum meskipun tidak memiliki mulut.


"Kamu sepertinya bersemangat banget, Daichi-sama!.. apa yang membuat kamu bersemangat seperti itu?"


"Oh, tidak ada cuman ada yang ingin aku perlihatkan saja!.."


Aku mulai mengumpulkan LE dengan mengaktifkan kristal merah di punggung tanganku. mulai mengangkatnya ke atas dengan bersama LE milikku berputar di sekelilingku ke atas.


LE yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang berada di dekatku termasuk orang yang berada di pulau. mereka merasakannya.


LE yang berada diatas kepalaku. berwarna emas, titik merah dan sedikit petir yang menyambar berputar menjadi satu titik.


Hembusan angin yang kencang meniup pepohonan dan gelombang laut, Marina dan para prajurit terdiam kagum.


"LE yang dipusatkan ke satu titik, terkumpul secara konsisten dan konsentrasi penuh. menciptakan sebuah titik yang terkumpul menjadi bola raksasa."


"«Absolute Technique: Annihilation»!..."


Bola emas raksasa yang ada diatas kepalaku yang diangkat dengan kedua tangan yang di kepalkan. sumber LE yang besar terkumpul dan berputar hebat.


Petir bermunculan dan menyambar ke segala arah, getaran dan suasana yang berbahaya dan gelap dengan sumber cahaya terang berasal dari «Absolute Technique: Annihilation».


"Terima ini sebagai hadiah kalian!.."


Aku melemparkan bola raksasa itu ke laut menuju kapal para manusia berkulit pucat yang aku duga mereka adalah orang-orang berkulit pucat yang sama dengan apa yang aku inginkan selamatkan.


Bola pemusnahan yang berputar cukup kuat, mampu membelah laut dan menciptakan gelombang laut yang besar saat melintas air laut.


"Perasaan apa ini? aku merasa ada sesuatu yang berbahaya mendekati kami!.."


Pria itu menoleh ke arah pesisir pantai, melihat dengan kaget karena ada bola pemusnah emas milikku yang melesat ke arah mereka.


"Gawat, semuanya!.. lakukan secara bersamaan untuk membuat kapal menjadi tembus objek!."


"Ini penting, ada serangan dari pihak musuh yang mengarah kita semua!.."


Dia berteriak untuk memperingati pasukannya dan bersiap-siap.


Mereka akhirnya menyadari hal tersebut. secara bersamaan mereka melakukan skill bersama-sama dengan cepat.


"«Black Shadow Technique: Translucent Objects»"


Mereka berbicara secara bersamaan dan melakukan skill teknik bersamaan, saat itu juga skill teknik aktif.


Kapal mereka menjadi objek yang bisa menembus objek lain tetapi tetap bisa mengapung di atas permukaan laut.


Whoooosh!...


Bola emas pemusnah melewati kapal mereka yang menjadi tembus terhadap objek. bola pemusnah tetapi meleset dan bentrokan dengan laut.


Blaaammm!..


Ledakan besar terjadi, daya ledakan yang besar setara nuklir. menciptakan gelombang angin, suara dan panas yang meluas di laut.


Jamur raksasa yang menjulang tinggi ke udara, karena ledakan besar itu menciptakan gelombang besar laut yang menjadi tsunami dan menghantam kapal mereka tetapi tetap nembus.


Jamur raksasa tersebut bisa dilihat oleh orang-orang pesisir dan sumber cahaya terang. radiasi yang berterbangan bersamaan dengan hembusan angin super kencang.


"Kekuatan yang besar, apa-apa itu!.. dahsyat dan bisa menjadi alat pemusnah masal!.."


Ucap kapten yang terkejut, semua orang yang di pesisir pantai juga terkejut.


"Mungkin aku sedikit berlebihan, dan aku cuman mau memberikan sedikit hadiah!.."


"Dan sepertinya sudah diterima, kalau begitu ayo kita kembali sebelum tsunami setinggi 50 meter menghantam kita!.."


"Eh? benaran? kalau begitu, ayo cepat Daichi-sama!.."


Marina terkejut dan meminta cepat-cepat untuk pergi.


"Oke,oke!.."


Aku membuka «Absolute Dimensional Portal» dengan kedua kristal merah di punggung tanganku.


Kami semua langsung masuk dan aku menutup portal dimensi sebelum dihantam tsunami, aku juga sempat memasang


«Absolute Technique: Dome Expansion»


Kubah perisai transparan yang berbentuk persegi melindungi seluruh isi pulau yang cukup luas. ini agar tidak lagi ada yang menyusup dan menyerang tiba-tiba.