
Sebelumnya, ada seorang pemburu monster peringkat Elite nomor 725 yang memiliki julukan sebagai The Rose Gold menantang diriku yang dihadapi oleh Sada karena tidak terima dengan hinaannya kepadaku.
Pada awalnya The Rose Gold ingin mengeluarkan teknik skill pedangnya akan tetapi ia melihat dan merasakan aura kematian dari dalam Sada tanpa diketahui Sada sendiri.
Aura yang mampu melumpuhkan targetnya sementara dan bisa membuat kematian jika tidak bisa menahannya. Aura yang tercipta karena penderitaan, rasa sakit, kehilangan, kesepian, kesedihan, pengkhianatan, dan amarah yang menjadi satu dalam diri Sada.
Aku mencoba membantu orang tersebut tapi kelompok mereka menolak dan memutuskan untuk membawanya pergi ke rumah sakit terdekat. cuman bisa melihat dari kejauhan saat mereka berjalan bersama membantu ketuanya kerumah sakit.
Saat itupun, ada seseorang yang mencoba mendekatiku.
"Hmm.. permisi, apakah saya boleh berbicara dengan kamu?"
Merasa ada yang memanggil, aku membalikkan badan untuk melihat dirinya dan merespon panggilannya.
"Iya.. boleh saja, tetapi siapa kamu dan ada urusan apa denganku?"
Dia adalah wanita berambut biru panjang sepinggang dengan ujung bergelombang. mata nila bersinar cantik, tubuh setinggi bahuku dan ramping, berpakaian penyihir dan perlengkapan senjata sihir yang lengkap.
Apakah dia orang eropa? wajahnya mirip-mirip orang eropa kalau dibumi!. apalagi bentuk matanya itu.
"Benarkah? senang sekali bisa berbicara dengan kamu!.."
"Dan hampir lupa, perkenalkan namaku Amelia Ariana. berprofesi sebagai pemburu monster peringkat Junior no 999, memiliki Role sebagai Wizard Supporter dengan alat tongkat sihir yang kamu bisa lihat digenggam tanganku ini!."
Amelia menunjukkan tongkat sihirnya yang terbuat dari besi panjang, ada kristal biru di ujung batang tongkatnya.
Aku sedikit terkagum dengan bentuk tongkat besi yang cukup bagus dan indah untuk dilihat.
"Nama yang bagus, dan indah. dan perkenalkan namaku Daichi Masahiro, cuman seorang yang kebetulan lewat saja karena undangan."
Ia tersenyum dengan pipi sedikit memerah karena pujian dan perkenalkan namaku sambil memberikan jabatan tangannya yang aku raih.
"Salam kenal, semoga kita bisa saling membantu satu sama lain dan kau memang benar orang yang mengalahkan Demon Slayer, yah?"
"Bagaimana kamu tahu tentang itu? apakah rumor itu sudah tersebar di kerajaan ini?"
Aku sedikit terkejut sambil melepaskan jabatan tangan, berpikir kalau rumor itu sepertinya sudah tersebar ke kerajaan ini.
"Tentu saja, rumor itu dengan cepat meluas ke berbagai kerajaan dan kota besar. apalagi ini disebarkan oleh demon berprofesi sebagai pedagang yang sudah dipercaya oleh masyarakat!.."
Sedikit terkejut dengan apa yang diberitahu oleh Amelia. Aku memahami tentang itu dan tahu siapa yang dimaksud oleh Amelia.
"Oleh karena itu, aku ingin bertemu denganmu karena aku tertarik dan kagum terhadap kehebatan yang kamu miliki!.."
Aku sedikit tersipu dengan apa yang ucapkan oleh Amelia sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalaku untuk menutupi rasa malu.
"Oh begitu, aku merasa tidak sehebat itu. mungkin hanya sebuah keberuntungan saja!.."
Daichi berbicara seakan-akan itu cuman keberuntungan yang pada dasarnya dia cuman merendah dan memang bisa mengalahkan Demon Slayer kapan saja diwaktu pertarungan mereka.
Daichi berbicara seperti agar tidak terlihat menarik dan kuat-kuat banget karena itu bisa menjadi pusat perhatian orang-orang..
"Tidak kok, aku yakin kamu kuat!.. keberuntungan memang ada tetapi itu tidak akan cukup untuk melawan salah satu Monster Hunter peringkat Global!.."
Dari ucapan Amelia saja, sudah terlihat kalau Giga memang orang yang di dalam mimpiku untuk mendapatkan tubuh manusia.
Mungkin memang dia adalah manusia yang terpilih oleh takdir untuk tubuhnya menjadi tubuh manusiaku.
Aku harus bisa membuat tubuh Giga menjadi milikku tanpa harus mengalahkannya kalau itupun dia mau di ajak diskusi sih.
"Oh begitu, aku paham mengapa itu tidak dianggap keberuntungan dan..."
Sebelum melanjutkan perkataan ku, Amelia sudah dipanggil oleh salah satu anggota kelompoknya untuk bergegas pergi.
"Amelia, cepatlah!.. kita harus mengantarkan ketua ke rumah sakit!.."
Aku baru sadar kalau Amelia adalah salah satu kelompok yang berada satu tim dengan The Rose Gold itu.
Amelia berbalik melihat salah satu rekannya yang memanggilnya.
"Baiklah, aku akan segera kesana!.. tunggu sebentar lagi, aku harus menyampaikan ini!.."
Teriak Amelia untuk bisa memberitahu rekannya untuk menunggu, rekannya menunggu sambil berdiri di pertigaan jalan.
"Sepertinya kamu sudah mau pergi, jadi apa yang ingin kamu sampaikan?"
Amelia berbalik melihat diriku untuk menjawab pertanyaanku.
"Soal itu, aku ingin melakukan pertemanan denganmu.. yah karena aku ingin tahu lebih banyak tentang dirimu!.."
Apa-apaan ini? dia ingin berteman denganku karena ingin tahu tentang diriku?
Tidak.. tidak, aku tidak boleh berpikiran berlebihan. mungkin dia memang ingin berteman saja!...
"O..oke, kita bisa berteman!.."
Amelia melihat diriku yang berbicara gugup dan patah-patah. dia sedikit terheran sambil menahan tawanya.
"Hehehe... baiklah, aku akan mengirimkan pertemanannya sekarang dan kamu terima, yah!.."
Amelia terlihat melihat sesuatu yang tidak terlihat, mengklik suatu tombol didekat matanya setelah meliriknya. setelah itu dia mengklik suatu tombol sejajar dadanya.
Dia tersenyum setelah menyelesaikan sesuatu yang aku sendiri tidak mengerti sama sekali.
Sesaat kemudian, ada sesuatu pesan dari simbol pesan di atas pojok kanan penglihatan ku layaknya penglihatan game vr.
Aku membukanya dengan cara yang dilakukan Amelia sebelumnya dan itu berhasil, membaca isi pesan itu yang merupakan persetujuan untuk menjadi teman.
Saat aku mengklik tombol yes, ada tanda merah di simbol pertemanan dan ada nama Amelia beserta ada level dan peringkatnya.
"Ini apa Amelia? aku baru tahu ada yang beginian walaupun aku sering melihatnya, tapi tidak tahu fungsi fitur lainnya!.."
Amelia menatap dengan terkejut karena dia baru tahu dan pertama kali ada seseorang yang tidak tahu tentang fitur di penglihatan tersebut.
"Sungguh? itu adalah fitur-fitur yang sudah ada semenjak kita lahir. biasanya disebut lobby!."
"Memiliki fitur melihat stastik sendiri, identitas, pertemanan, pesan dari sistem informasi, dan bisa mengetahui skill sendiri sampai bisa diupgrade!.."
Aku mendengar perkataan dan penjelasan Amelia yang begitu cukup aku mengerti. singkatnya ini seperti lobby game online yang ada banyak fitur yang diberikan.
Mirip-mirip juga game vr online yang dimainkan oleh Hideaki dulu, fitur lobby ini cuman ada di penglihatan kita saja.
Aku tidak menyangka, di dunia ini juga ada seperti. aku pikir cuman bisa melihat identitas dan stastik diri saja saat di gua dulu.
"Pertemanan/Friendship adalah fitur untuk membantu kita bisa berteman dengan orang lain. ini berfungsi bisa melihat lokasi, stastik dan keadaan teman kamu selalu!.."
"Ini juga bisa memanggil teman dalam fitur panggilan telepati dan bisa berbicara dari jarak jauh!.."
Aku paham, ini mirip dengan telepon jarak jauh menggunakan handphone atau ponsel. bedanya ini dalam pandangan kita saja dan Hideaki pernah menjelaskan ini dan juga ada game vr dia.
Tidak sia-sia aku memiliki pengetahuan tentang hal seperti digital ini dari Hideaki dulu.
"Oke, aku paham dengan penjelasan yang kamu berikan dan terimakasih banyak!.."
"Sama-sama dan kapan-kapan aku akan menghubungi kamu lagi, aku mau pergi dulu. sampai jumpa lagi Daichi-san!.."
"Baiklah, sampai jumpa lagi, Amelie-san.. aku harap bisa bertemu kamu lagi!.."
Dia tersenyum sambil pergi berjalan menuju temannya yang sudah menunggu. berjalan menuju rekannya yang sudah berdiri menunggu dan mereka pergi berdua menghilang masuk di pertigaan jalan.
Hmm.. mungkin dengan fitur ini, aku bisa berkomunikasi dengan mereka lebih mudah apalagi mengecek keadaan mereka semua!..
Dan aku bisa menghubungi Sada-chan yang lebih praktis saat dia sedang pergi cukup jauh!..
Setelah mereka pergi, aku berjalan menuju Sada dan Marina yang sedang berbincang-bincang sambil tersenyum kecil diwajah mereka.
Sepertinya mereka membicarakan hal yang cukup seru untuk dibahas dan candaan yang bisa bikin aku tertawa.
Aku menghampiri mereka yang sedang asik mengobrol bersama.
"Kalian sedang ngapain?"
"Oh tidak ada.. cuman tadi ada orang lewat memakai baju terbalik. hihihi..."
Marina berbicara sambil menahan tawanya dan tangan kanannya memegang perutnya.
"Hihihi.. iya, untung saja dia sadar dan paling lucunya. dia langsung pergi dengan buru-buru ke gang disebelah sana!.."
Mereka kayaknya tertawa hanya karena orang salah memakai baju, meskipun bagiku itu biasa aja tapi melihat wajah mereka yang tertawa.
Membuat diriku cuman terdiam melihat kecantikan dan kelucuan mereka sendiri.
"Mm.. ada apa? kamu diam saja dari tadi, Daichi-kun?"
Aku langsung tersadar, sedikit terkejut dengan kata-kata Sada dan menatapnya.
"T.. ti.. tidak, hanya saja aku memikirkan sesuatu tadi.. hehehe..."
"Begitukah? apa yang kamu pikirkan, Daichi-kun?"
Sada sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan dengan wajah yang penasaran dan tentu saja cantik menawan.
Aku sedikit mundur karena tidak tahan melihat tingkah Sada yang seperti itu.
"Y..yah.. itu.. hmm. na..nah.. apakah kalian sudah membeli buah tangan?"
"Oh... tentu saja belum, kami menunggu kamu selesai dengan sih the rose gold itu!."
"Hahaha.... iya dan dimana dia sekarang? aku lihat tadi, dia pingsan dan mengeluarkan darah dari hidungnya!.."
"Benarkah? itu benaran terjadi ke dia, Marina-chan?"
Sada sedikit terkejut mendengarnya, dia sepertinya tidak tahu kalau itu adalah ulahnya sendiri tapi memang, the rose gold mengeluarkan darah dari hidungnya setelah Sada aku suruh untuk menemani Marina.
Wajar saja Sada tidak tahu kondisi the rose gold setelah dia menemani Marina. lebih baik aku tidak memberitahu siapa yang membuat the rose gold terluka parah.
"Iyah, itu setelah kamu dan dia tatapan sekaligus dia mau mengambil pedangnya dari sarung pedang di pinggangnya"
"Begitukah? aku tidak terlalu ingat sih tapi memang aku bertatapan dengannya tapi dia langsung bergetar tubuhnya seperti mau pingsan!.."
"Apa terjadi sesuatu kepadanya hingga seperti itu! bagaimana menurut kamu?"
Sada berpikir dan mengingat kalau memang dia yang membuat sih the rose gold merinding dan terlihat ketakutan.
tetapi dia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
"Sudah.. sudah, lebih baik kita cepat-cepat membeli buah tangan. keburu sore hari ini!."
"Hmm.. benar juga, sebaiknya kita membeli buah tangan secepatnya!.."
"Iya sudah, tidak perlu buang-buang waktu lagi!.. ayo!.."
Marina langsung menarik tanganku dan Sada untuk mengikuti dia berlari menuju suatu tempat untuk membeli buah tangan.
Kemudian, kami semua membeli banyak dan pergi ke berbagai tempat di kota besar ini yang memiliki banyak penduduk dan tempat bisnis yang besar.
Ada banyak barang-barang yang dijual dan tertarik untuk dibeli, tetapi kami semua fokus ke satu tujuan.
Kami pergi ke toko buah-buahan dan makanan yang bisa dibawa untuk pulang sekalian barang hiasan kecil seperti gantungan kunci berbentuk kepala naga.
Sada dan Marina sangat asik saat berbelanja. aku membantu membawakan barang-barang yang mereka beli untuk orang yang ada dirumah.
Sedikit mengobrol akrab dengan pedagang dan warga disana hingga sore harinya kami dihantarkan oleh prajurit tadi pagi menuju gerbang kerajaan.
Kami bertiga memberikan ucapan terimakasih karena sudah disambut, setelah itu kami sama-sama melemparkan batu kuning yang berisi Elang Great Windstorm.
Batu-batu itu terlempar ke bawah dan saat bersentuhan dengan permukaan tanah. batu-batu bersinar terang dan berubah menjadi Elang Great Windstorm.
Tanpa pikir panjang, kami menaiki ketiga burung elang tersebut dimasing-masing elang. melambaikan tangan kepada dua prajurit tersebut sambil dibawa terbang elang menuju langit dan pulang.
Aku cukup senang apalagi Sada dan Marina karena hari ini mendapat keuntungan yang besar apalagi bisa jalan-jalan menikmati apa yang kamu lakukan di kota.
Elang membawa kami bertiga pulang dengan kecepatan tinggi, melewati lautan yang luas dan melihat cahaya matahari yang terbenam di laut.
Pemandangan yang indah dengan cahaya jingga kemerahan yang menyinari bumi sebelum terbenam. benar-benar indah bahkan bisa melihat burung-burung terbang berkelompok melewati laut.
Butuh 2 jam hingga akhirnya kami sampai dirumah, sebelum sampai di rumah dengan jarak yang cukup jauh. aku melihat ada cahaya merah yang berasal dari rumah apalagi ada asap yang terbang ke angkasa.
Apa yang terjadi? kenapa ada asap dan cahaya merah yang berasal dari arah rumah, mungkinkah?
Tidak, sebaiknya harus dicek dulu keadaannya untuk dipastikan!..
Batin Mereka bertiga secara bersamaan saat melihat kejadian yang aneh di tempat asal rumah mereka.
Kepanikan dan kekhawatiran yang menyelimuti mereka, bergegas terbang menuju rumah agar memastikan tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa para orang-orang yang tinggal dirumah mereka.