I Reincarnated Into The Absolute

I Reincarnated Into The Absolute
Chapter 25: Hubungan yang membaik



Sada sedang menceritakan kejadian kemarin dengan detail. kami semua mendengarkannya dengan baik dan seksama, aku menangkap dan mengerti apa yang dia ceritakan.


Sada akhirnya selesai bercerita dan kembali duduk di bangkunya dengan elegan yang tentu aku melihatnya.


"Bagus sekali, itu adalah keputusan yang bagus!. apalagi dari yang aku dengar!... kamu memberikan syarat yang setimpal dengan kontrak kerjasama mereka, bukan?"


Sada mengangguk dan berbicara untuk menjawab pertanyaan dariku.


"Iya, itu benar!.. syarat yang merupakan, penjagaan prajurit langsung ke sini untuk melindungi kita, dan itu tentu memperkuat pertahanan kita!.."


Sada menjelaskan dengan bijaksana, optimis dan luar biasa. memiliki kecerdasan dan susunan kata-kata yang bagus saat berdiskusi ataupun menjelaskan sesuatu.


"Hebat, dan memang itu adalah keputusan yang tepat!.. apalagi di hutan ini penuh hewan buas!."


Yah itu yang aku tahu, dengan skill «Omniscient» ditambah informasi Enju dan beberapa warga desa. pulau atau hutan itu dijuluki Eternal Mist karena pulaunya selalu diselimuti kabut tebal disekitarnya....


"Kamu memang hebat, kalian semua beri tepuk tangan kepada Sada, karena berkat kemampuan kesepakatan dia. kita mendapatkan untung yang tinggi!.."


Aku, dan beberapa orang di ruangan. memberikan tepuk tangan kepada Sada karena keputusan dan kehebatan kesepakatan dirinya.


Tentu Sada sedikit malu dan tersipu, pipinya sedikit memerah dengan matanya yang melirik diriku dan tersenyum kecil.


Aku tidak tahu apa apa maksud dari lirikan matanya, tapi entah bagaimana perasaan diriku sedikit senang dan gembira melihatnya.


"Oke, aku lanjutkan kembali.... kembali ke topik, kapan para prajurit tersebut datang ke sini?"


"Hmm... kurang pasti, akan tetapi bisa 2 atau sampai 5 hari, bisa saja 10 hari karena perjalanan ke pusat istana Great Kingdom dengan pelabuhan menuju ke pulau ini cukup jauh!.."


Sada mencoba mengingat-ingat kembali kata-kata Reina kemarin, saat Sada bertanya tentang berapa lama waktu untuk Reina dan kelompoknya datang ke sini.


"Kalau kata Reina, dari istana atau kota pusat ke pelabuhan. butuh 3 hari dengan menaiki kendaraan kuda dan berjarak 50.260 km."


Hmm... ini kurang masuk akal, kecepatan kuda bisa menempuh jarak 50. 260 km dalam waktu 3 hari?


Lebih baik aku bertanya, berapa kecepatan kuda tersebut.


"Kelihatan cepat sekali, berapa kecepatan kuda hingga 50.260 km saja bisa ditempuh 5 hari saja?"


Sada mencoba mengingat-ingat kembali kata-kata Reina, saat Sada mencoba mengingat. Enju menjawabnya sambil mengangkat tangannya.


"418,83 km/jam.. itulah kecepatan kuda menurut buku tentang data-data stastik para hewan di dunia ini!.."


Aku terkagum, terkejut dengan kecepatan kuda yang tinggi seperti kereta fuxing yang mencapai 400 km/jam sampai 420 km/jam, dan membayangkan kereta fuxing di dalam ingatannya.


"Luar biasa, itu adalah hal paling hebat yang aku dengar, kira-kira... Marisa untuk sampai ke istana Great Kingdom, butuh waktu berapa lama?"


Mendengar hal itu, mereka semua termasuk aku berpikir untuk membayangkan dan mendapatkan jawaban dari pertanyaanku yang cuman acak.


Marisa dengan semangat dan percaya diri, mengangkat tangannya dan memberikan jawaban atas dirinya sendiri.


"Tentu saja, dalam waktu 0,1 detik aku akan sampai di istana sana!.. dengan kecepatan kilat!. itu hal yang mudah untuk aku tempuh!."


Marisa berbicara dengan bangga, berwibawa dan percaya diri tinggi. kami semua terdiam karena kagum.


"Wow... itu hebat, kecepatan kilat salah satu kecepatan yang paling aku idamkan!..."


Aku berbicara penuh dengan terkekeh, berharap memiliki kecepatan yang sama seperti Marisa.


"Tentu saja, Daichi-sama bisa melakukannya jika kamu mau, bukan?"


"Hmm...kamu benar Enju, mungkin lain kali aku akan menggunakan kecepatan seperti Marisa!..."


Mereka semua hanya bisa tersenyum sambil menahan tawa karena Daichi tidak mengingat dirinya bisa melakukan hal sama saat bertarung melawan demon slayer. bahkan lebih cepat secara berkali-kali lipat.


Daichi-kun ini!.. dia memang pelupa atau memang tidak tahu kalau saat dia melawan demon slayer, kecepatan dia sudah melebihi kecepatan kilat yang tentu lebih hebat dari Marisa!... {Sada}.


Sada hanya bisa tersenyum kecil kepada Daichi dan menatapnya karena melihat Daichi begitu semangat dalam dirinya.


"Kalau begitu, rapatnya sudah selesai!.. aku ingin melanjutkan tugas dan tugas kita kembali!.. sudah 1 hari tidak melakukan aktifitas!.."


Mereka semua mengangguk setuju, semuanya berdiri dari kursi, berjalan keluar dari ruang rapat dan melakukan tugas masing-masing.


Marisa melanjutkan tugasnya menjaga anak-anak bermain, Enju mengurus peternakan, kepala desa demon ingin melakukan ritual penyembuhannya, Sada dan Forza saat ini tidak memiliki tugas kecuali mengawasi mereka semua.


Hmm, mungkin waktunya untuk memisahkan mereka sebentar!.. Iyah, aku ada ide. hehehe.....


Aku mendekati mereka berdua yang sedang berdiri santai, mereka melihat diriku yang berjalan mendekati mereka berdua.


"Sada-chan!.. sepertinya kamu saat ini sedang tidak ada pekerjaan, bukan?"


"Ehh... ehh... iya.... saat ini.. aku sedang tidak ada pekerjaan, karena pekerjaan diriku sudah selesai!.. paling... paling, mengawasi mereka semua!.."


Sada berbicara dengan gugup, dia agak malu dan tersipu dengan nada suara yang pelan dan lembut.


Forza sudah bersiap untuk melakukan tugas dariku, dia orang yang patuh sebenarnya tapi aku kurang suka dengan dia yang terlalu dekat dengan Sada.


"Aku ingin kamu, membantu Amaya melakukan tugasnya. aku lihat tadi dia kesulitan karena teman-temannya sudah menyelesaikan tugasnya dan berkumpul di tempat pembangunan rumah atau pemukiman untuk kalian!.."


Heh!. dengan ini, dia bisa lebih jauh dari Sada dan aku bisa bersama Sada lebih lama!.. mudah sekali untuk memerintahkan dirinya.


"Baiklah, Daichi-sama!.. saya akan menjalankan perintah!.."


Dia menundukkan kepalanya dengan hormat yang besar kepada diriku dan Sada, berjalan keluar untuk ketempat Amaya yang sedang mengurus perkebunan sayur dan buah di ladang.


Aku melirik kembali ke Sada yang sedang menutup mulutnya karena menahan tawa. aku kebingungan melihatnya yang seperti itu.


"Ada apa? ada yang lucu?"


"Hehehehe.... tidak ada... hanya saja... aku tahu, kenapa kamu memberikan dia tugas!.."


"Yaaaahhh.... tentang itu!....."


Aku memalingkan wajahku karena ingin menyembunyikan niat dan tujuan asliku.


Sepertinya aku ketahuan, memang aku terlihat banget saat memberikan perintah kepada Forza dengan ada niat lain?


Aku bertanya-tanya dalam diriku, sambil memalingkan wajahku yang tentu Sada tersenyum manis melirik diriku dengan memajukan tubuhnya kedepan dan kedua tangan di belakang tubuhnya.


"Hihihi...."


Sada terkekeh dengan tangan kirinya berada di depan mulutnya, karena melihat Daichi yang memalingkan wajahnya.


Aku meliriknya kembali, tidak ingin ditertawakan oleh Sada, suara yang sedikit murung.


"Yah, aku tahu!... aku melakukan itu karena ada niatan lain!.."


Aku tidak bisa berbohong karena senyum dan tawa kecil Sada yang mempesona diriku, mengingatkan Saori. almarhum Istriku tercinta.


"Hehehe, aku sudah menduganya... jadi, apa yang ingin kamu lakukan bersamaku?"


Sada berada diposisi yang tegak, tangannya tetap dibelakang dan melirik diriku dengan rasa ingin tahu jawabannya.


"Soal itu, aku ingin berbicara dengan dirimu dan tentu saja lebih baik sambil jalan-jalan melihat pemandangan, bukan?"


Sada mengangguk setuju, kami berjalan bersama untuk mengelilingi kawasan rumah dan berbincang-bincang.


Aku belum mau berbicara karena Sada berjalan sambil melirik diriku yang membuat diriku tersipu karena pesonanya.


Aku mengumpulkan keberanian, dan memutuskan berbicara dengan dirinya saat sambil berjalan bersama.


"Sada-chan.... maaf!.."


Sada terkejut kecil dan terheran, dia tidak mengerti apa yang dimaksud diriku yang berkata minta maaf.


"Minta maaf, untuk apa?"


"Maaf tentang.... saat aku melakukan hal cuek dan tidak peduli terhadap dirimu kemarin!.."


Sada teringat dengan kejadian kemarin, yang dimana Daichi sangat cuek dan tidak peduli dengan Sada saat mau berbicara.


"Tentang itu.... tentu saja bukan salahmu melainkan aku rasa itu adalah salahku karena tindakanku yang membuat dirimu seperti itu dan aku tidak tahu apa-apa!..."


Sada sedikit menunduk tatapan ke bawah, dia merasakan dirinya yang salah sepenuhnya dan tidak ingin kesalahannya terulang lagi.


Aku melihat tatapan kesalahan di matanya dan dibenaknya, untuk menenangkan dirinya aku menepuk pundaknya.


"Tenanglah, ini bukan salahmu karena ini adalah murni, akibat kecemburuan dalam diriku saat kamu bersama Forza!.. dan yang lalu sudahlah menjadi suatu kisah yang tenggelam...."


Sada terdiam, matanya bersinar dan melebar dengan wajah yang lebih segar. menatap pandangannya ke Daichi saat dia terkejut dengan kata-kata Daichi.


"Cemburu? maksud kamu?"


Aku sadar dengan kata-kataku barusan, melepaskan sentuhan pundak dan dengan cepat mencari alasan yang jelas.


"Ehhh .. hahhh... soal itu, aku.... tidak.... lupakan saja..."


Daichi tersipu, menutupi kata-kata dia barusan dan berjalan lebih cepat yang berada didepan Sada.


Sada hanya tersenyum kecil kepada Daichi yang berjalan cepat di depan, meliriknya dengan rasa lega dan nyaman.


Daichi-kun, entah ini takdir atau tidak!. aku tidak peduli dengan itu, dan yang aku inginkan hanya berada di sisimu untuk membalas kebaikanmu!...


Sada berjalan lebih cepat untuk menyusul Daichi yang berjalan cukup cepat menuju tempat pembangunan pemukiman penduduk demon.