
Aku keluar dari rumah, memanggil Sada, Marina, mantan kepala desa demon, Enju melalui «Gem Necklace» yang aku berikan kepada mereka satu-persatu.
Memanggil mereka untuk berkumpul di rumah khusus tamu, cukup mereka tidak perlu membawa orang lain selain aku yang panggil.
Baiklah, sudah waktunya untuk berdiskusi kembali.....
Aku berjalan menuju rumah khusus tamu, berjalan dengan santai sambil memandang kawasan tempat ini yang semakin ramai dan indah.
*Dulu tidak seramai ini, hanya ada aku, Sada dan Marina saja. sekarang sudah ada lebih dari 3 yang tinggal dan ada banyak tempat yang dibangun.
Senang rasanya, aku berharap bisa membuat tempat ini menjadi lebih besar, seperti desa*.
Memandangi halaman sekitar sambil jalan santai, diberikan lambaian tangan oleh anak-anak demon yang bermain yang tentu aku membalasnya.
[Rumah khusus tamu]
Di rumah khusus tamu, di lobi.... semua orang sudah berkumpul di kursi masing-masing.
"Wow, kalian cepat sekali sampainya!.. bagus... bagus!.."
Mereka tersenyum karena dipuji oleh diriku, sangat senang hati. ada juga yang mengangguk saja.
"Baiklah, aku akan memulai pembicaraan penting dan serius ini!.."
Semua orang yang sedikit bercanda dan tidak serius, menjadi serius dan fokus dengan apa yang dibahas.
"Oke, pertama!... apa saja yang terjadi kemarin, setelah aku pergi ke desa hewan? aku melihat ada baju zirah khusus para penjaga!."
Tentu saja, ini mudah ditebak dan jawabannya tepat. apalagi aku belum memikirkan ide untuk membuat baju zirah untuk para penjaga apalagi mereka.
Sada mengangkat tangannya sebagai tanda, dia ingin berbicara dan memberitahu apa yang terjadi kemarin.
Aku mempersilahkan dan mengizinkan dirinya untuk berbicara.
"Iya, mungkin kamu bisa memberitahu apa yang terjadi di sini?"
Sada mengambil sesuatu dari sakunya, mengeluarkan dan meletakkan sebuah kertas yang berisi sesuatu.
"Kertas apa ini, dan bisa jelaskan?"
"Ini adalah kertas perjanjian menjadi sekutu dan dianggap teman wilayah Great Kingdom!.."
"Hmm.. jadi maksudnya?"
Jujur aku kurang paham, aku mencoba mendengarkan kata-kata Sada dengan seksama agar tidak meleset.
"Aku aja menjelaskannya, kemarin. setelah Daichi-sama dan Marina pergi ke desa hewan. ada utusan Great Kingdom yang ingin memberikan surat ini."
Sada memberikan surat itu kepada diriku, aku membacanya sambil mendengarkan pembicaraan tentang isi surat kemarin atau kejadiannya.
"Baiklah, aku akan memulainya.... kemarin, setelah Daichi-sama dan Marisa pergi ke desa hewan. ada utusan dari Great Kingdom, mereka berkelompok 3 orang. satu wanita kesatria, dan 2 prajurit penjaga."
[Hari Kemarin]
Pembangunan pemukiman demon, Sada dan Forza sedang berbicara penting mengenai pembangunan dengan Levantar.
"Begitu... baguslah, bisa lebih cepat untuk pembangunan pemukiman ini!.. aku turut senang mendengarnya!.."
"Iya, lagipula ini semua karena kalian berdua, bukan? nona Sada dan Daichi-sama sudah banyak membantu kami!.."
"Jadi, aku berterimakasih banyak!"
Levantar memberikan senyuman senangnya, orang yang humoris dan ceria.
Sada membalasnya dengan senyuman kecilnya yang mempesona.
Saat sedang berbincang-bincang, ada demon penjaga gerbang bernama Raito. mendatangi Levantar, Sada dan Levantar.
"Ternyata disini, nona Sada!..."
Sada melirik Raito yang seperti mencari-cari dirinya.
"Ada apa Raito? apakah kamu mencari diriku?"
"Iya, saya mencari nona karena ada orang yang ingin bertemu dengan nona."
Bertemu? siapa yah kira-kira!...
Sada memikirkannya sejenak sambil menyentuh dagunya.
"Baiklah, dimana dia sekarang?"
"Dia berada di depan gerbang, kami menahannya disana sebentar untuk memanggil anda!.."
Sada mengangguk paham dengan wajah yang lebih serius dan cantik.
"Oke, aku akan kesana!...."
Sada melirik Levantar, untuk mengucapkan kata pamitan kepada Levantar karena dia ingin mengurus orang yang mau bertemu dirinya.
"Levantar, aku pamit untuk menemui orang tersebut. maaf karena aku tidak bisa melanjutkan pembicaraannya sekarang, padahal ada banyak yang ingin aku bicarakan!..."
Sada merasa tidak enak hati karena meninggalkan pembicaraan secara mendadak.
"Hahahaha.... tidak apa-apa, aku mengerti dan kamu lebih baik.. menemui orang tersebut atau tamu tersebut!.."
Levantar orang yang pengertian, dia tertawa untuk membuat Sada tidak merasa tidak enak hati dalam dirinya.
Sada tersenyum lega, dia mengangguk dan berbicara.
"Kalau begitu, aku pergi dulu!.. ayo Forza!.."
"Baik, nona!.."
Sada dan Forza pergi bersama Raito menuju gerbang pagar utama untuk menemui tamu tersebut.
[Gerbang Pagar Utama]
Di depan pintu gerbang. ada wanita memakai baju zirah emas, rambut kecoklatan dan mata kuning, berwajah tegas dan serius tapi cantik manis.
Mereka beranggotakan 3 orang, satu wanita tersebut dan duanya adalah Kesatria full baju zirah perak. disebelah kanan membawa sesuatu yang terlihat seperti peti kecil.
Sada akhirnya sampai, dia menatap tamu tersebut dengan penuh hati-hati karena tamunya adalah manusia yang tentu musuh abadi Demon.
Sada mendekati dengan jarak yang cukup dekat untuk bisa berbicara dengan baik dan benar dengan mereka.
"Selamat datang di rumah kami, senang bertemu dengan kalian semua!..."
Grogi sekali!.. aku sedikit gugup tapi aku harus tenang dan memikirkan kata-kata yang lebih jelas untuk dikeluarkan!..
Wanita itu mengangkat tangannya, mengarahkan ke dada untuk melakukan perkenalkan.
"Senang bertemu dengan kalian, izinkan aku memperkenalkan diri. namaku adalah Reina Akiara, mereka berdua yang disebelah diriku adalah prajurit pengawal yang bernama Lay dan Ray."
Reina memperkenalkan diri dengan baik, kata-kata yang sopan dan penuh hormat yang tinggi. para prajurit di sampingnya juga ikut melakukan menunduk kepalanya sedikit dengan hormat.
"Nama yang bagus, namaku adalah Sada Aika . mereka berdua adalah penjaga gerbang bernama Gi dan Lu. sementara yang di belakang diriku adalah rekan kerjaku yang bernama Forza!.."
Mereka bertiga menunduk kepalanya sedikit dengan hormat, memberikan perkenalkan yang baik dan benar-benar bagus.
Sada memikirkan kata-kata yang tepat untuk melakukan pembicaraan dan memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu.
"Hmm.. aku ingin bertanya, dengan tujuan apa kalian ke tempat kami?"
Harusnya ini sudah bagus dengan langkah pertama untuk melakukan pertanyaan!.
Sada khawatir bakal menyinggung mereka tapi dia yakin dengan langkah pertamanya untuk bertanya.
"Soal itu, kami ke sini karena atas perintah raja kami dari kerajaan Great Kingdom!.."
Great Kingdom!. wow, hebat sekali dikunjungi oleh utusan mereka tapi perintah apa yang diberikan oleh raja mereka?
"Perintah yang diberikan oleh kami untuk datang ke sini, setelah mendengar informasi atau rumor yang beredar di kerajaan tentang tempat ini!..."
Rumor? mungkin ini yang dibicarakan oleh kepala desa tadi pagi bersama Daichi-kun!. ternyata kabar itu benar!..
"Kedatangan kami ke sini, untuk memastikan kabar itu benar dan sekaligus kontrak kerjasama kepada kalian berupa membayar pajak dengan hasil panen kalian yang berkualitas tinggi dan dapat nilai tinggi saat di jual dengan 10 persen saat setiap musim panen. imbalannya dapat perlindungan dari penjajah kerajaan atau pihak lain!. ditambah wilayah kalian adalah wilayah Great Kingdom!.."
Mendengar penjelasan itu, Sada berpikir dengan keras untuk tawaran tersebut. mereka semua bisa terlindungi oleh kerajaan secara langsung dan itu bisa melindungi kehidupan Demon yang terancam diburu.
Ini tawaran yang menguntungkan bagi kami, hanya membayar pajak sebesar 10% berupa hasil panen bisa dapat perlindungan dari kerajaan!..
Apalagi Great Kingdom adalah kerajaan terkuat yang memiliki prajurit atau kekuatan tempur yang kuat!. ini sangat menguntungkan dan bisa membantu Daichi-kun dalam menjaga kami semua!..
"Baiklah, kami setuju tapi dengan satu syarat!.."
"Apa syaratnya?"
"Syaratnya adalah... mengirimkan 12 prajurit untuk berjaga disini!.. tempat ini adalah tempat berbahaya yang penuh bintang buas yang berbahaya!.. tentu kami perlu perlindungan lebih ketat dan aman!.."
Ini adalah ide dan syarat yang bagus, meskipun ada banyak Demon yang bisa bertarung dan menjadi penjaga. apalagi ada perisai kubah Daichi-kun. ini tidak cukup untuk melindungi kami!...
Reina berpikir sejenak, memastikan keputusan dan jawaban yang tepat dalam hal ini karena jika di tolak, maka mereka tidak dapat untung.
"Baiklah, kami setuju!.. dengan begini kita bisa kerjasama!.."
Sada tersenyum senang, mengangguk dan melakukan jabatan tangan berdua yang tentu direspon oleh Reina dengan baik.
"Terimakasih banyak atas kerjasama, ini ada cinderamata untuk kalian!.. terimalah!.."
Lay memberikan cinderamata berupa peti kecil dan diterima oleh Lu dengan hati-hati.
"Terimakasih banyak, aku senang bisa bekerjasama dengan kalian dan kalian dipersilahkan untuk masuk. supaya bisa membuat kertas kontrak dan tanda tangan lebih nyaman!.."
"Baiklah!.."
Lu memberikan cinderamata kepada Forza untuk dibawa, Reina dan kelompoknya mengikuti Sada dari belakang. mereka sudah ada di halaman rumah yang tentu membuat Reina dan kelompoknya terkagum-kagum.
Melihat-lihat kawasan rumah yang damai, makmur dan indah karena demon tinggal dengan damai, tidak seperti legenda atau sejarahnya.
Reina sempat di sapa oleh anak-anak yang sedang bermain, tentu Reina merespon dengan baik , memberikan senyuman kecil.
[Rumah Khusus Tamu]
Mereka sudah ada didalam, Sada menandatangani kertas yang berisi kontrak kerjasama mereka.
"Oke sudah selesai, sekarang kita adalah sekutu atau teman!.. senang rasanya!.."
Sada memberikan kertas kontrak kepada Reina sambil tersenyum gembira, Reina menerimanya dengan lembut dan senyum kecil.
"Iya, aku senang rasanya dengan berakhir bahagia seperti ini!.. pada awalnya aku sedikit gugup dan takut karena kabar yang tersebar di kerajaan tentang tempat ini!.."
Reina berbicara dengan menghela nafas dan itu dia melepaskan ketakutannya.
Sada penasaran dengan rumor atau berita yang tersebar di kerajaan dan bertanya kepada Reina.
"Akiara!. memang berita apa yang tersebar di kerajaan tentang kami? jujur aku belum terlalu tahu detailnya!.."
"Tentang itu... yang aku dengar, bahwa salah satu desa demon yang berada di pulau ini!.. di serang oleh demon slayer!... akan tetapi para demon di selamatkan oleh seorang makhluk berbaju zirah emas!."
"Berita ini dari salah satu pedagang Demon yang berasal dari sini yang tentu dia adalah pedagang yang paling di sukai!.."
Wow, ternyata dia benar-benar disukai di luar sana sebagai pedagang!.. hebat sekali dan itu kabar yang baik!.
"Dia menceritakan kehebatan makhluk baju zirah itu yang bertarung melawan demon slayer dengan penuh detail dan menarik untuk didengar!. apalagi ceritanya berdasarkan fakta melalui luka bakar yang dia terima di kepalanya!."
Ternyata, itu yang membuat berita itu bukan sebuah kebohongan bagi orang diluar sana. hebat juga dia dengan membuat cerita pertarungan Daichi-kun menjadi fakta dengan luka bakarnya.
Daichi-kun pasti senang mendengar ini, karena dia menjadi hero dan makhluk yang dikenal baik.
"Karena beritanya terdengar ke kerajaan, raja memutuskan untuk mengutus diriku ke sini. melakukan kerjasama apalagi harga jualan pedagang Demon itu berkualitas tinggi dan harga yang tinggi juga!.."
Wow, aku sudah menduga untuk keuntungan mereka juga tapi ini menguntungkan kami juga.
"Oleh sebab itu, aku juga ingin memastikan kebenaran itu dan inilah tempatnya!.. lebih baik dari apa yang aku pikirkan."
Reina sedikit tertawa kecil, dan tersenyum kecil yang manis dilihat. Sada juga membalas hal yang sama.
"Iya, itu adalah hal wajar tapi tentu saja, khayalan dalam pikiran tidak sama dengan kenyataan."
"Kamu benar, kalau begitu aku pamit ke kerajaan kembali karena mau melaporkan kepada raja."
Sada mengangguk. mereka semua berjalan keluar dari halaman rumah dan berada di gerbang pagar utama.
"Oke, aku pamit pergi dulu, dan aku titip salam untuk Daichi atau seseorang yang mengalah demon slayer. sampaikan kata-kataku kepada dia, dia adalah orang yang hebat!.."
"Iyah, tentu saja dan sampai jumpa!.."
Sada memberikan senyuman manis dan melambaikan tangan kepada mereka bertiga yang pergi berjalan sambil melambaikan tangan juga.
Setelah pergi menjauh, mereka sudah tidak terlihat lagi dan akhirnya sudah pergi menuju ke Great Kingdom kembali untuk lapor tugas mereka kepada raja.