
Saat ini, kami semua sedang berada di dalam istana yang megah dan ada banyak barang-barang antik.
Lorong yang luas dan banyak sekali jalurnya, beberapa foto terpasang di dinding istana yang dicat warna kuning gold, pilar putih halus, lantai keramik bercorak kilau, lampu gantung mewah, dan vas bunga mewah yang berukuran besar di setiap dekat pilar tembok.
"Bagus yah, melebihi ekspektasi yang aku pikirkan. ini indah dan mewah seperti di mimpi saja!."
"Kamu benar Marina, tidak mengecewakan ekspektasi ku malahan ini melebihi apa yang aku bayangkan!."
"Iya..iya... jika tinggal disini, pasti aku bakal betah sekali apalagi ada pelayannya!. layak putri kerajaan saja, hehehe!..."
Keasikan mereka saat mengobrol sambil berjalan menuju ruangan raja, aku bisa mendengar perkataan mereka.
Sangat senang saat mereka bahagia, senyuman mereka yang paling bikin hati gembira.
"Prajurit, bisakah aku bertanya sebentar?"
"Silahkan, anda ingin bertanya apa Dachi-san?"
lebih baik aku bertanya tentang karakteristik raja terlebih dahulu, biar bisa berbicara lebih siap.
"Kira-kira, raja seperti apa orangnya? jujur saja aku belum bertemu beliau!."
"Oh... dia adalah orang yang paling bijaksana tetapi bisa humoris ketika sedang istirahat atau ada waktu luang. berpikir lebih kedepan dan lebih cepat ketimbang orang-orang biasa."
"Benar sekali, dia adalah raja yang paling baik, tidak mudah percaya jika tidak yang membuat dia tertarik dan belum diselidiki!."
"Selalu waspada, terhadap keadaan sekitarnya karena beliau tahu ia raja, jadi nyawa dia sering diincar musuh-musuhnya!."
Mereka berdua ini, benar-benar mengagumi raja mereka. sangat normal jika prajurit kagum dengan rajanya.
Mereka tidak akan menjadi prajurit atau menjadi abdi kerajaannya jika rajanya tidak disukai rakyatnya, apalagi sifat dan sikapnya yang menjadi salah satu faktor penting.
"Aku mengerti, aku jadi tahu seperti apa beliau ini dan bisa mempersiapkan untuk berbicara dengannya lebih sopan!."
"Terimakasih banyak, berkat kalian aku tidak gugup!."
"Sama-sama, itu sudah menjadi tugas kami untuk membuat anda tidak gugup atau grogi. tenang saja, kamu baik raja juga baik."
Sangat simpel, mirip denganku dulu. jika mereka baik kepadaku maka aku akan baik ke mereka dan sebaliknya jika mereka jahat kepadaku maka aku akan jahat ke mereka.
Prinsip yang mudah dan simpel, tidak perlu berlebihan.
"Oh ya... kalian sudah berapa lama menjadi prajurit kerajaan"
"Kami? kalau aku sih sudah 7 tahun kalau dia...."
"Aku sudah 10 tahun, bisa dibilang aku senior dia!. lebih lama menjadi prajurit kerajaan.
"Oh... apakah kalian berencana untuk pensiun diumur berapa dan apakah kalian sudah berkeluarga? maaf, aku bertanya sedikit pribadi!."
"Oh tidak apa-apa, malahan aku suka berbagi cerita hidup."
"Aku sih, umurku sekarang 28 bakal pensiun di umur 40 dan aku belum berkeluarga. masih dekat dengan calon istri sih. do'akan aku cepat menikah yah!."
"Tentu saja, aku do'akan untukmu, semangat mendapatkan calon istri!."
Ternyata, ada juga yah yang udah berumur 28 tahun tapi masih belum nikah. kalau aku sih mendingan nikah muda karena supaya saat tua bisa menikmati hidup.
Tapi keinginan orang-orang berbeda beda. aku tidak bisa memaksanya.
"Kalau kamu, bagaimana?"
"Aku sih di umur 55 pensiunnya, aku ingin lebih lama mengabdi kepada kerajaan apalagi keluarga istana. aku sudah berkeluarga, memiliki enam anak dua laki tiga perempuan satunya masih dalam kandungan dan 1 bulan lagi bakal lahir."
"Calon anakku, berjenis kelamin laki-laki. yah aku dan istriku menantikan kelahirannya...."
Wow, memiliki keluarga yang indah dan sempurna. apalagi sudah memiliki anak dan bakal menunggu calon anaknya yang akan lahir.
Kehidupan yang aku inginkan dan hampir mendapatkannya dulu, tetapi berubah ketika...
"Ada apa? kau terlihat termenung!. yah meskipun kau memakai helmet itu, aku bisa merasakan dirimu sedang bersedih."
"Heh? tidak ada, hanya memikirkan sesuatu saja. tidak perlu khawatir dan kamu hebat bisa tahu aku sedang memikirkan sesuatu!."
"Tentu saja, aku sudah banyak pengalaman apalagi selama menjadi prajurit. ada banyak rekanku yang menutupi kesedihannya dibalik helmet besi tetapi aku bisa tahu mereka lagi sedih!..."
"Benar sekali, Midori ini benar-benar prajurit berpengalaman. yah meskipun pangkatnya cuman letnan kolonel saja tetapi kehebatan dia seperti letnan jenderal, tahu!.."
Midori? ternyata itu namanya, aku lupa bertanya nama mereka tetapi entah mengapa aku bisa akrab dengan mereka tanpa tahu nama.
"Jadi itu namamu, nama yang bagus untukmu."
"Iya, dan aku lupa... untuk memperkenalkan diri!."
Midori menyenggol satu temannya dengan sikut, memberi isyarat untuk memperkenalkan diri.
"Oh.. i.. iya... maaf atas kesalahanku. namaku Hiroto. salam kenal!..."
"Namaku Midori, salam kenal!.."
Mereka langsung menundukkan kepalanya untuk memperkenalkan diri. Sada dan Marina melihat dari belakang dengan bingung.
Aku langsung menyuruh mereka untuk mengangkat kepalanya.
"Iya.. iya... salam kenal juga. angkat kepala kalian, aku merasa tidak enak."
Mereka dengan cepat, langsung mengangkat kepalanya sesuai apa yang aku suruh.
"Kalian memang benar-benar prajurit yang terhormat, kalau begitu ayo lanjutkan perjalanan."
"Baiklah!.."
Jawab tegas mereka berdua, kami melanjutkan perjalanan ke ruangan raja sesuai dengan undangan raja.
Melewati banyak lorong, menaiki tangga yang melewati 4 lantai. berjalan di lantai 5 yang merupakan tempat kamar keluarga kerajaan ada.
Di salah satu itu, ada ruang kamar raja, ada papan gantung di dekat pintu bertuliskan Ruang Kerja Raja.
"Sudah sampai, ini adalah ruang kerja raja. yang mulia sedang ada di dalam kamar ini. kami cuman mengantarkan sampai sini, sisanya kalian masuk ke dalam tanpa ada kami!."
"Oke, terimakasih bantuan... kelak kita bakal bertemu lagi.."
"Sama-sama, ini sudah menjadi tugas kami. kalau begitu kami pamit dulu. semoga beruntung semuanya!.."
"Iya, semoga beruntung juga untuk kalian!."
Midori dan Hiroto melanjutkan tugas mereka untuk menjaga istana dari penyusup. sebelum pergi mereka menunduk kepalanya dengan hormat dan berjalan meninggalkan kami.
"Mereka prajurit yang hormat sekali, dewa pasti memberkati mereka!.."
"Iya Sada-chan, aku juga yakin dengan itu. kita do'akan saja mereka yang terbaik sebagai balasan!.."
"Ide yang bagus Marina, dan sekarang... waktunya untuk masuk, aku ketuk pintu dulu!.."
Aku mengangkat tanganku untuk mengetuk pintu.
Tuk.. tuk.. tuk....
"Siapa disana!...."
Suara raja yang tegas dan kencang, bergema. bulu-bulu Marina menjadi berdiri semua termasuk ekornya karena kaget dengan suara raja.
"Seramnya itu suara, apakah dia benar-benar raja?"
Marina berlindung dibelakang Sada karena ketakutan dengan suara raja.
Saat aku mengucapkan namaku, tiba-tiba ada suara bising dari ruangan raja. beberapa menit menunggu kami untuk mendapatkan respon.
"Oh.. Daichi-san, silahkan masuk.. pintunya tidak dikunci, kok!.."
Kami saling bertatapan, mengangguk bersama untuk masuk ke dalam.
Krekk!...
Saat membuka pintu, terlihat ruangan raja yang berisi meja, kursi, jendela, hordeng jendela, rak buku dan lemari.
Ruangan yang rapi, aku berjalan masuk kedalam ruangan sambil bilang
"Permisi..."
Raja yang sudah melihat kami bertiga. ia langsung berdiri dari mejanya.
"Oh, Daichi-san, selamat datang di istanaku.. maaf karena aku tidak menyambut kalian di depan istana!.."
Nada yang lembut, ternyata benar kata Midori dan Hiroto. raja memiliki kepribadian yang baik.
"Tidak masalah, aku tidak keberatan malahan kalau begitu, aku bisa merepotkan yang mulia.."
"Aku di undang saja udah senang sekali, ini adalah kali pertama aku di undang oleh raja seperti anda!.."
Berbicara sambil menyentuh bagian dada kiri untuk menunjukkan rasa bersyukur.
Raja tersenyum kecil, dia melangkahkan kaki untuk berjalan mendekatiku.
"Kamu memang memiliki sikap yang sopan, aku tersanjung dan jika tidak keberatan, silahkan duduk di kursi sofa."
"Aku akan meminta pelayan untuk membuatkan minuman untuk kalian!.."
Raja mempersilahkan kami untuk duduk di sofa yang berada didepan meja raja untuk kerja.
Aku merasa tidak enak hati, mencoba menolak dengan melambaikan kedua tanganku.
"Ehh.. tidak usah, kami bisa berdiri saja. tidak enak sekali duduk di kursi sofa yang mewah ini!.."
Apa yang aku lakukan!... aku malah menolak, seharusnya aku menerimanya supaya raja tidak tersinggung dan merasa senang...
Apalagi, Marina dan Sada sudah berjalan cukup jauh yang sudah tentu butuh duduk. aduh..bodoh sekali!..
"Jangan sungkan, duduk saja ayo... aku siapkan minuman untuk kalian, pasti kalian lelah berjalan menuju istana!.."
Raja yang baik hati, dia mempersilakan kami duduk dengan dia duduk lebih dulu.
Aku yang merasa tidak enak hati, akhirnya memutuskan untuk duduk di hadapannya. Sada dan Marina duduk di samping kanan kiriku.
Mereka berdua tampak tidak berbicara, sepertinya mereka canggung apalagi Marina yang gemetar tangannya.
"Jadi, kalian mau minuman apa? biar pelayan saya yang menyiapkannya!."
"Kalau diperbolehkan, aku ingin teh hangat saja."
"Baiklah, bagaimana dengan kedua teman yang disebelah kamu?"
Sada dan Marina yang terkejut dan bingung untuk menjawab apa, mereka menjawab dengan grogi.
"Ehh.. itu... mmm.. saya disamakan saja dengan Daichi-kun."
"Iya... iya... saya juga sama seperti Daichi-sama, teh hangat tapi gulanya sedikit saja!.."
"Baiklah, aku panggilkan pelayan dulu."
"Pelayan!... dimana kamu!.. datang kesini, cepat!.."
Raja memanggil pelayan untuk datang dihadapannya. dalam waktu cepat, ada pelayan yang datang dari belakang lemari buku.
Aku melihat, dia seperti habis membenarkan pakaian pelayannya. tampak habis melepaskan baju dan mengenakannya.
"Saya disini yang mulia, ada yang mulia memanggil saya!.."
"Akhirnya, kamu datang Kanae. aku memanggil kamu untuk menyiapkan minuman."
"Oh, minuman apa yang harus saya siapkan?"
"3 teh hangat yang satunya gulanya sedikit dan saya mau kopi hitam saja.."
Pelayan itu mencatat semua pesan raja dipikirannya, bisa dilihat dari gerakan mulut dan matanya yang menghafalkannya.
"Baik yang mulia, saya segera menyiapkan pesanan anda!.. kalau begitu, saya pamit pergi ke dapur dulu!.."
"Baiklah, jangan lama-lama. cepatlah pergi!.."
Sebelum pelayan itu pergi, dia menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat, lalu dia keluar dari ruangan raja.
Saat dia membuka pintu untuk keluar, aku sekilas melihat ada cairan putih di paha kaki belakangnya.
*Aku tidak mau berpikir buruk, tetapi sepertinya dia habis melakukan sesuatu bersama raja sebelum kami masuk!..
Terbukti dari dia habis memakai pakaian dan dirapikan, ditambah ada cairan putih di dekat paha belakangnya yang dimana aku tahu itu cairan apa!..
Apakah, raja memiliki hubungan dengan pelayan ini? bisa saja dibalik kebijakan dan kebaikan beliau, ada sisi gelap yang tidak pernah diperlihatkan*!..
"Jadi, kalau boleh tahu... siapa nama kalian berdua?"
"Namaku Sada Aika dan dia adalah..."
"Marina, teman dan kucing peliharaan Daichi-sama!.."
Marina menjawab dengan gugup, Sada cuman tersenyum kecil dan aku menahan tawa.
Raja mengeluarkan ekspresi kaget dan seperti tidak menyangka akan sesuatu.
"Apakah, dek Marina ini... dari ras Inanital bangsa kucing?"
"Be.. benar sekali yang mulia. aku dari ras Inanital bangsa kucing, bisa dilihat dari telinga dan ekor kucingku ini!.."
Marina dengan lucu, menunjuk telinga dan ekor kucingnya yang di goyangkan.
"Oh begitu... memang benar-benar dari bangsa kucing, apalagi dari keimutannya terlihat jelas hahahaha....."
Raja sepertinya menggoda sekaligus memuji Marina yang tentu membuat dia tersipu sampai pipinya memerah.
"Kalau Sada pasti dari ras Demon, tidak perlu ditanyakan sebenarnya karena terlihat jelas dari tanduk iblis itu!."
"Benar yang mulia, anda memang orang yang teliti."
Jawab Sada dengan nada yang lemah lembut, aku terkagum dengan suaranya yang seperti itu dari dulu.
"Maaf yang mulia, jika saya memotong pembicaraan anda."
"Oh, tidak apa-apa. tidak masalah dan apa yang ingin kamu bicarakan?"
Sudah waktunya untuk ke inti dari pertemuan ini, aku tidak mau membuang waktu lagi.
"Tentang anda yang mengundang saya ke sini, saya yakin anda mengundangku untuk membahas sesuatu, bukan?"
Raja yang mendengarnya, terdiam sejenak seperti ragu untuk menjawab.
"Iya, ada perlu yang ingin aku bahas dengan dirimu, Daichi-san!.."