
Di ruang raja, saat ini aku, Sada, Marina dan raja sedang membicarakan tentang syarat yang kami berikan masing-masing atau diskusi.
Suasana yang dalam keadaan serius karena ini pembicara yang penting dan menguntungkan bagi kedua pihak.
"Baiklah, sekarang aku juga bakal memberikan syarat atau kesepakatan bersama kepada kalian!."
Raja memberikan sebuah tawaran yang kemungkinan bisa membuat keuntungan bagi pihak kami.
Tapi kesepakatan apa itu? aku harap itu baik untuk kami semua termasuk orang-orang yang berada di pulau.
"Aku mengerti, jadi kesepakatan apa yang mulia berikan? aku yakin kesepakatan ini menguntungkan kita berdua!.."
Tetap optimis dan yakin dengan pikirannya. Sada dan Marina yang berada di sampingku, mereka tegang dan grogi.
Raja terdiam sebentar seperti memikirkan sesuatu untuk kesepakatan yang ingin dia berikan. wibawa yang terlihat sekali saat kedua tangannya menampung dagunya.
"Baiklah, aku ingin memberikan kesepakatan berupa.... pembelian seluruh hasil buah-buahan, sayuran, madu, daging dan beberapa benda yang kalian hasilkan!.."
"Sebelumnya kalian memang membayar pajak 10% dari hasil panen kalian tetap ini berbeda. kesepakatan ini aku yang membelinya keseluruhannya."
Kami bertiga langsung terkejut dengan pernyataan raja tentang kesepakatannya.
"Tentu saja tidak perlu khawatir, aku akan membelinya dengan harga tinggi karena barang yang kalian hasilkan itu berkualitas."
Aku mencoba memikirkan terlebih dahulu, ini memang menguntungkan tapi aku harus memanfaatkan keuntungan ini jauh lebih baik.
Sepertinya aku mendapatkan ide yang cemerlang, memang otak Absolute ini benar-benar luar biasa.
"Aku setuju, tetapi bisa aku ajukan kesepakatan baru setelah anda membeli barang hasil kami?"
Raja sempat ragu dengan pertanyaan itu, tetapi di dalam pikirannya dia tidak mau kehilangan keuntungan dan kesempatan ini.
"Boleh saja, apa yang ingin kamu ajukan?"
"Kalau bisa, setelah kamu membeli barang-barang kami dan menjualnya kembali ke berbagai daerah. aku ingin hasil keuntungan penjualannya itu dibagi ke kami sebesar 15% saja!."
"Tidak hanya itu, aku ingin mendapatkan laporan setiap penjualannya atau hasil yang di dapatkan oleh anda!.. mungkin ini sedikit lancang tapi aku ingin tahu, bagaimana barang-barang kami laku saja!."
"Jadi bagaimana ,anda mau menerima kesepakatan itu?"
Raja memikirkan hal tersebut lebih seksama, dia berpikir dengan matang dan harus tahu apakah itu menguntungkan dirinya.
Dia tidak mau mengambil langkah yang salah, raja salah satu orang yang pintar dalam soal dagang dan bisnis seperti ini.
Sada sedikit ragu dan cemas, dia takut raja bakal menolaknya tetapi berusaha untuk yakin dengan rencanaku.
Marina juga demikian, ekornya menjadi tegang karena cemas yang berlebihan tetapi dia mempercayai Insting kucingnya.
Setelah lumayan lama memikirkannya lebih cermat dan teliti. akhirnya raja mau berbicara.
"Aku setuju dengan kesepakatan itu. cukup masuk akal karena kamu produsennya dan pihak kerajaan cuman membantu menjualnya!.."
Raja tersenyum setuju. sesuai dugaan ku kalau dia tidak bakal menolaknya karena ini merupakan tawaran yang menguntungkan.
Sada dan Marina bernafas lega, mereka bisa lega dari keterangannya karena takut kesepakatan yang aku buat itu ditolak.
Raja memberikan kode tangan ke pelayan yang berdiri dibelakang raja. sepertinya ia sedang disuruh atau diberikan kode untuk melakukan sesuatu.
Pelayan itu pergi ke meja raja untuk mengambil sesuatu dari laci meja tersebut.
sementara raja sedang meminum airnya dengan santai.
"Rasa kopi hitam ini, benar-benar nikmat dan membuat pikiran menjadi tenang"
Raja menikmati kopi hitamnya, meminumnya disetiap tenggorokan selalu merasakan kenikmatan kopi.
Sada dan Marina juga ikut minum untuk melepaskan kecemasan mereka sebelumnya dan supaya bisa lebih tenang.
Butuh waktu untuk akhirnya pelayan Kanae akhirnya mendapatkan sebuah kertas di laci meja raja. ia berjalan kembali kebelakang raja dan berbisik seperti membicarakan sesuatu dan memberikan sebuah kertas.
Kami bertiga melihat kertas dengan rasa penasaran tentang apa isinya, menebak-nebak kalau itu sudah kesepakatan.
"Sepertinya kalian penasaran sekali untuk tahu tentang isi kertas ini, yah?"
Raja menyadari rasa penasaran kami bertiga yang sudah tentu setelah diketahui, kami mengangguk setuju dan sedikit senyuman tipis.
"Tenang saja, ini adalah surat kesepakatan kita berdua!... aku sudah membuat ini untuk kita berdua!.."
Raja menaruh kertas itu di atas meja untuk menunjukkan isi surat yang agar cepat di setujui.
"Ini surat kesepakatan yang sudah dilapisi «Magic Engineering: Covenant» mirip-mirip dengan sihir «Promise» cuman ini versi lebih kompleks dan sempurna."
"Kamu bisa membacanya terlebih dahulu sebelum di tanda tangani untuk menyetujui kesepakatan kita!"
"Baiklah yang mulia, aku akan membacanya terlebih dahulu!."
Aku mengambil kertas itu dari atas meja, membuka kertas itu dengan Sada dan Marina juga ikut membaca suratnya.
Surat berisi tentang kesepakatan kami berdua yang dimana "Sebagai kesepakatan kami berdua yang dimana itu adalah Daichi Masahiro, ia akan menjadi kepala desa baru dan mendapatkan keuntungan penjualan yang dihasilkan kerajaan sebesar 15%"
"Oleh karena itu, sebagai gantinya dia harus bisa menjual sebagai besar hasil panen ladang, perkebunan, daging, telur ayam-bebek, kulit, bulu, madu, beberapa benda sebagai alat membantu militer kerajaan!.."
Tidak buruk, dan ini menjadi keuntungan yang besar yang telah kami capai. dengan menandatangani kesepakatan ini, aku resmi menjadi kepala desa...
Sada dan Marina juga ikut membaca, mereka turut senang dengan isi suratnya karena bisa mendapatkan keuntungan yang besar.
"Aku sudah selesai membaca, dan aku menyetujui kesepakatan ini!."
"Tapi sebelum itu, apakah ada konsekuensi, jika kita melanggar kesepakatan ini?"
Aku bisa berpikir seperti itu karena surat ini dilapisi «Magic Engineering: Covenant» yang sudah tentu ada konsekuensinya atau akibatnya.
"Tentang itu, sudah tentu ada. konsekuensinya berupa kehilangan kekuatan sihir atau LE!."
"Ini bersifat mutlak, sudah hukum dan tatanannya sudah seperti itu. tidak bisa dibatalkan kecuali persetujuan dari kedua pihak yang membuat perjanjian itu dan jika tidak dibatalkan, maka akan terus terikat oleh kedua belah pihak itu!."
Ini sedikit berisiko tinggi, jika aku melanggarnya saja.... mungkin bakal kehilangan sihir dan LE yang aku miliki...
Ini tidak bisa dianggap remeh, apalagi hukumannya sudah mutlak dan tidak bisa dibatalkan kecuali persetujuan aku dan dia.
Aku berpikir untuk hati-hati untuk tidak melakukan kesalahan sedikitpun sekalian mempelajari konsep teknik sihir ini atau cara kerjanya.
Mungkin saja bisa menemukan cara untuk melepaskan hukum itu yang bersifat mutlak sekalipun.
"Aku sudah menguatkan tekad ku untuk tetap maju"
Hati yang membara, sangat bersemangat hingga seperti terbakar api semangat yang besar dalam diriku.
Sada dan Marina terpesona dan kagum dengan kegigihan dan tekad yang telah aku lakukan meskipun baru langkah pertama.
"Kalau begitu, aku tanda tangani dulu!."
"Oh, oke silahkan..."
Aku menandatangani surat tersebut atas namaku bergantian dengan raja yang ikut tandatangani dengan atas namanya.
Setelah selesai semuanya, surat atau kertas kesepakatan itu menjadi partikel cahaya dan menghilang dalam sekejap.
"Hmm.. apa yang terjadi?"
"Oh, hebat sekali... benar-benar teknik sihir yang tinggi. memang teknik sihir ini, sudah peringkat berapa?"
"Teknik Sihir ini, sudah berada di peringkat S. dikarenakan sifatnya yang mutlak. hukum mutlak yang tidak bisa dibantah atau dibatalkan dengan cara apapun kecuali dari pihak tersebut yang mau membatalkannya!.."
"Oh, aku mengerti... memang layak sihir ini bisa mencapai peringkat itu!.."
Benar-benar sulit untuk menemukan cara melepaskan, bukan karena aku mau mencoba melepaskannya dan melanggar aturan sesuka hati.
Cuman untuk menjadi persiapan agar bisa melindungi diriku sewaktu-waktu raja bisa menjadi pengkhianat.
"Akhirnya, selesai juga... aku ingin cepat pulang, nih!.."
Marina sepertinya sudah ingin mau pulang, dia terlihat merindukan rumahnya dan kangen walaupun baru meninggalkan rumah sekitar 2 jam lebih.
Dia sudah menggoyang tubuhnya ke kanan kiri dengan kedua kaki yang di ayunkan dan menggoyangkan kepalanya ke kanan kiri.
"Hehehe... sepertinya, Marina ini orang yang tidak betah untuk berada diluar kawasan rumah, yah?"
Raja berbicara sambil menahan tawanya karena kelakuan Marina yang lucu dan imut.
Seolah-olah kucing yang jauh dari kandangnya.
"Tentu saja, rumah adalah tempat dimana aku bisa bersenang-senang!.."
"Sulit untuk jauh dari rumah, yang mulia!.."
"Oh begitu, aku mengerti sih tetepi.... kalau bisa, aku mau kalian tetap tinggal disini sebelum matahari terbenam?"
"Yah, sekalian jalan-jalan mengelilingi istana atau kota pusat Great Kingdom!.. mungkin kalian bisa menemukan sesuatu yang baru, bukan?"
Hmm.. sepertinya raja ingin aku tetap disini untuk waktu yang lebih lama. apakah ada sesuatu dibalik itu? tapi aku tidak boleh berpikiran buruk.
Aku harus berpikiran baik, itu salah satu pemikiran pemimpin dan aku membutuhkan pemikiran itu nanti.
"Boleh, itu ide yang bagus... ada yang ingin aku cari di kota sekalian membelikan sesuatu untuk buah tangan ke rumah nanti!.."
Sada setuju dengan ide itu dan berencana untuk membeli sesuatu untuk buah tangan ke rumah.
Ia tersenyum kecil dan terlihat tidak sabar untuk membeli sesuatu. menatapku dengan rasa ingin mengajak juga.
"Oke, aku juga ikut dan sebelum itu... yang mulia!.."
"Iya, ada apa Daichi-san?"
"Aku ingin tahu, kapan peresmian desaku dilaksanakan?"
"Soal itu, kemungkinan akhir pekan karena di hari itu aku tidak sibuk dan bisa datang ke tempat anda!.."
"Baiklah, aku akan menunggu kedatangan anda akhir pekan. kalau begitu...."
Aku berdiri dari sofa diikuti dengan Sada, Marina dan raja yang juga ikut berdiri.
"Aku mohon pamit pergi dulu, mau menemani mereka berdua untuk membeli buah tangan!.."
Memberikan jabatan tangan untuk salam perpisahan, ini merupakan sopan santun untuk pamit pergi kepada orang yang terhormat.
Raja meraih tanganku untuk menjabat tangan juga, sungguh berwibawa saat dia melakukan jabatan tangan.
"Iya, hati-hati dijalan... aku harap kalian bisa bersenang-senang di kota dan aku berterimakasih atas kedatangan kalian!.."
"Eeehhh.. tidak perlu berterimakasih yang mulia, harusnya aku yang berterimakasih karena anda mengundang saya ke sini!.."
"Aku tersanjung dan penuh kehormatan saat anda mengundang kami ke sini!. terimakasih karena mau bekerjasama, yang mulia!."
Sedikit menunduk untuk memberikan hormat yang benar-benar tulus kepada raja sebagai salah satu rakyatnya.
"Dengan senang hati..."
Raja tersenyum tipis, kami melepaskan jabatan tangan karena memiliki urusan masing-masing.
"Kalau begitu, aku mau ke meja kembali... ada beberapa tugas yang belum selesai. kalian semoga bersenang-senang!.."
"Terimakasih banyak, kami semua mohon pamit dulu!.."
Kami bertiga berbicara serentak kepada raja atas kebaikan hatinya dan pamit pergi keluar ruangan untuk ke kota.
Krekk!..
Pelayan yang berdiri di dekat pintu, membantu membukakan pintu untuk kami bertiga yang sudah tentu aku tersanjung.
Kami melangkahkan kaki keluar dari ruangan dan sudah berada di lorong atau depan ruangan raja.
"Akhirnya.... selesai juga, yah!.."
"Kamu benar, apalagi cukup melelahkan saat berbincang-bincang dengan raja!.."
Marina merenggangkan badannya yang kaku karena duduk di sofa dalam waktu cukup lama.
Sada juga ikut merenggangkan tangannya yang terlihat lelah dan butuh istirahat.
"Kalian cukup kelelahan, yah?"
"Eh.. iya Daichi-kun... meskipun kamu yang berbicara dengan raja, tetapi entah mengapa... tubuhku yang malah menjadi lelah!.."
"Iyah, seperti ada sesuatu yang membuat tubuhku kelelahan seperti ini. padahal cuman duduk doang!."
"Benar sekali!.."
Hmm... bisa seperti itu, yah? apakah ada sesuatu di ruangan raja yang membuat mereka kelelahan?
Jujur saja aku tidak merasa begitu, mungkin karena tubuhku yang anti lelah.
Disisi lain, di dalam ruangan raja. raja saat ini sedang duduk di dekat mejanya dengan pelayan yang berdiri disampingnya.
Mereka seperti mengobrolkan sesuatu berdua.
Gebug...
Raja menggebukan mejanya sambil mengambil nafas dalam-dalam, wajahnya yang terlihat ketakutan berat.
"Huh... huh... huh... aura yang benar-benar kuat sekali, rasa gemetar, ketakutan dan merinding berada diseluruh tubuhku!..."
"Jika saja tadi aku tidak melawan dengan aura tidak kasat mata, mungkin aku bisa mati karena tidak kuat menahannya!.."
Raja berbicara dengan nafas berat dan ngos-ngosan. ia seperti orang yang bertemu sesuatu yang menakutkan.
"Maaf yang mulia, apakah memang ia adalah orang tersebut? salah satu demon yang merupakan avatar Queen of Demon?"
"Iyah, itu benar.. ternyata informasi dari buku itu ada benarnya... Sada Aika, jika bukan karena ada dia tadi!. mungkin aku bisa menolak kesepakatan yang merugikan diriku!.."
"Apakah dia benar-benar menakutkan seperti itu?"
"Iyah dan kita harusnya sudah menjadi sekutunya yang bisa dipercaya, jangan sampai menjadi musuhnya karena dengan modal aura saja, dia bisa membunuh orang-orang disekitarnya!.."
"Baiklah yang mulia, aku mengerti!"
Pelayan itu menunduk kepalanya dan mengangkatnya kembali. ia setuju dengan penjelasan rajanya dan raja masih mengambil nafas dalam-dalam atau mengatur nafasnya.