
Ilusi sihir yang berbentuk alam semesta di ruangan penelitian Mata dan Hari. Alam semesta yang cantik, menawan dan indah untuk dilihat dengan mata.
"Cantik... ini benar-benar indah dan menawan, bagaimana kalian berdua bisa membuat ilusi sedetail ini?"
Tanya Sada terpukau dengan ilusi alam semesta yang dipenuhi galaksi, nebula dan bintang-bintang.
"Sedikit sulit, karena kami berdua harus melihat lebih jauh alam semesta atau luar angkasa melalui teleskop saja!.."
"Butuh bertahun-tahun dan ini belum semuanya!.. terlalu luas untuk dipelajari karena terus meluas secara tidak terbatas dan baru 1% dipelajari dan dipahami."
Sada terkesan mendengarnya,, terkejut juga karena kemampuan mereka berdua yang bisa meneliti dan memahami alam semesta sebanyak 1%.
"Itu adalah hal yang bagus, jarang sekali orang yang seperti kalian!.. apalagi memahami alam semesta yang luas ini!.."
Mereka tersenyum gembira karena dipuji oleh Sada dengan tulus.
"Iya, lagipula ini adalah cita-cita kami, sekaligus mewujudkan impian kami untuk semua para Demon!..."
"Impian apa itu?"
Aku bertanya karena penasaran dengan impianku Mata dan Hari.
"Impian kami? tentu saja impian kami adalah... membawa ras demon untuk mendapatkan planet yang baru layak huni!..."
"Menyelamatkan ras demon dari para human dan memulai kehidupan baru di planet baru juga!.."
Wow, impian yang tinggi dan besar!... memiliki tanggungjawab yang besar apalagi tekad untuk melakukannya....
"Impian yang penuh perhitungan dan tekad tinggi!. aku salut dengan impianmu dan tentu aku akan membantu kalian untuk mewujudkan impian kalian secara bertahap-tahap."
Mereka berdua senang mendengarnya, menyukai apa yang aku bicarakan dan tersenyum gembira.
"Wahh, terimakasih banyak Daichi-sama!.. kami berjanji untuk bisa mewujudkan impian kami!.."
Aku mengangguk setuju, Sada juga senang mereka berdua senang.
"Oh iya, omong-omong!.. apakah kalian bisa meneliti lebih lanjut batu ini?"
"Tentu saja, kami bisa dan batu ini belum 100% di teliti karena ketidak terbatasnya yang sulit untuk diteliti dengan lengkap tapi kami bisa melakukannya!.. mungkin bisa menemukan sesuatu yang menarik nanti!.."
"Begitu yah, aku mengerti dan aku akan memberikan batu ini kepada kalian berdua!.."
Aku menggerakkan tanganku ke batu itu, menggeser posisi tangan ke samping dengan diikuti batu yang menjadi dua.
Mereka berdua terkejut dan kaget, bertanya-tanya dalam pikiran mereka dengan apa yang aku lakukan.
"Bagaimana, tuan bisa melakukan itu yang tentu hal mustahil?"
Tanya Mata yang penasaran dan terkagum.
"Oh, mudah saja!. dengan sihir skill «Duplication» yang mampu menduplikasi sebuah benda apapun itu!.. emangnya kenapa aku bisa melakukan ini?"
Mata menjawab dengan kegirangan karena ini hal menakjubkan.
"Tentu saja!.. batu ini seperti yang aku katakan sebelumnya. memiliki kekuatan, energi, sihir, spiritual, dan pancaran cahaya kehidupan yang tidak terbatas, tentu menduplikasi batu ini adalah hal paling mustahil dan tidak mungkin bisa!..."
Mata berbicara dengan penuh keterkejutan dan aneh karena aku bisa menduplikasi batu ini.
"Begitukah? tapi bagiku mudah sekali!.."
Mereka hanya bisa terdiam dan kaget, menyadari kalau aku adalah seorang Absolute yang tentu bisa melakukan hal tidak mungkin menjadi mungkin yang tidak ada menjadi ada.
Aku mengambil batu itu dan memberikan kepada mereka berdua untuk diteliti yang tentu saja mereka menerimanya.
"Tolong yah, jika ada sesuatu yang baru!.. kasih tahu aku atau Sada saja!.."
Mereka mengangguk setuju, aku dan Sada memutuskan untuk pergi keluar dari rumah mereka dan mempercayakan batu itu kepada mereka berdua untuk diteliti dengan membawa batu satu lagi digenggam tanganku.
Setelah diluar, Sada ingin bertemu orang yang ahli dalam membuat alat benda yang berguna dari peralatan ladang, pertanian, air, dan senjata.
Aku hanya mengikuti dia saja. kami menemui orang tersebut yang bernama Carli. Carli mempelajari struktur, komponen dan materi yang ada di batu ini.
Dia bilang kalau bisa membuat alat untuk membantu masyarakat dengan energi batu ini. peralatan masak, pertanian, ladang, alat irigasi, lampu, senter, dan beberapa senjata jarak jauh maupun dekat.
Dia meminta waktu 5 hari dalam membuat dan mencoba menyatukan energi batu ini ke dalam benda-benda yang dia sebutkan tadi. tentu saja ada teman-temannya yang membantu dengan imbalan aku akan memberikan mereka alat-alat kebutuhan yang lebih baik untuk membuat benda-benda lainnya.
Urusan telah selesai, kami memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar dan berbincang untuk melakukan apa hari ini.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang, Daichi-kun?"
Tanya Sada yang ingin tahu apa yang harus kami lakukan bersama untuk mengisi waktu luang.
Aku mencoba memikirkan hal yang paling menyenangkan tapi menantang.
"Mungkin berburu sambil menjelajahi hutan yang luas ini? aku belum terlalu tahu isi dan Medan di hutan ini!... mungkin setelah menjelajahinya bisa mendapatkan hal unik!.."
Meksipun aku sudah tahu isi semua planet ini, tetapi mengunjungi langsung lebih menyenangkan apalagi pura-pura tidak tahu tentang apa yang aku ketahui.
"Ide yang bagus... kalau begitu, kita lebih baik mempersiapkan peralatan untuk berburu dan menjelajah hutan ini!.."
Sada tersenyum manis kepadaku, tatapan yang ceria dan bersemangat untuk melakukan pemburuan.
"Baiklah, tapi aku simpan dulu batu ini didalam dimensi milikku!.. agar aman dan tidak dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab!.."
Aku membuka portal dimensi absolute ku dalam ukuran kecil dan memasukkan batu ini ke dalamnya agar aman.
"Oke, aku sudah siap pergi!.."
"Bagaimana penampilanku? cocok tidak?"
Sada menunjukkan pakaian berburunya yang memakai celana panjang hitam dengan baju tetap terlihat mewah merah, putih dan hitam.
"Cocok sekali, kamu terlihat cantik dan elegan..."
Memuji sambil menatap dirinya, Sada sedikit tersipu karena dilihat olehku dengan tatapan mata yang seperti melihat sesuatu yang indah.
"Terimakasih banyak, kamu juga tetap keren meskipun memakai baju zirah sekalipun, hihihi!..."
Tawa kecil pelan Sada yang lucu, aku cuma diam tanpa berkata-kata.
"Kok kamu diam?"
Tanya Sada dengan menata diriku yang diam dan bengong saja.
"Eh.. hehh.. iya, ada apa?"
"Kamu diam saja!. ada dengan dirimu?"
"Oh, aku tidak apa-apa!.. ayo kita pergi!.."
Sada tersenyum mengangguk setuju, kami berjalan bersama menuju hutan untuk berburu.
Berbicara dengan akrab dan mengenal satu sama lain. memburu banyak hewan seperti kelinci death, rusa angry, burung fast dan banyak lainnya.
Kemampuan memanah Sada yang takjub dan akurat kena dibagian fatal mereka hingga hewan yang kami buru sekali panah langsung mati.
Sada lebih sering tersenyum ketimbang waktu kami bertemu pertama kali. berbicara dengan lebih banyak dan akrab membuat aku nyaman dengan disampingnya.
Kami juga saat di hutan, di hadangan beruang strength, ular berkepala tiga dan serangga raksasa kalajengking beracun.
Aku yang melawannya dengan jarak dekat menggunakan pedang tajam yang di bantu oleh Sada dengan tembakan panah jarak jauh.
Kombinasi dan strategi memburu yang hebat, menyimpan barang-barang hasil buru di ruang dimensi absolute.
"Hahahaha... saat itu juga, mereka memanggil ayah mereka untuk membantu diriku... karena aku meminta bantuan mereka!.."
Aku mendengarkan cerita Sada sambil menatap dan berjalan bersama di hutan.
"Setelah itu, membuat aku menjadi lebih mudah untuk melakukan pekerjaanku!.."
Sada semakin hari semakin cantik jelita, rambut perak yang berkilauan dengan tanduk iblis dan mata merah yang indah...
Wajah yang benar-benar mirip Saori, entah mengapa mereka berdua mirip saat berada di sisiku...
"Apalagi, mereka juga baik untuk memanggil ibu mereka membantu Amaya yang kesulitan untuk membawa hasil panen sendirian karena hukum yang kamu berikan, loh!.."
"Benarkah? aku sedikit lupa tentang itu!.."
"Iya, itu benar sekali!.. yah mungkin kamu lupa atau tidak tahu kejadian ini, sebab kamu sedang ada di peternakan!.."
"Oh begitu, mungkin bisa seperti itu!.."
Kami berbicara dengan santai, tidak ada rasa canggung dan menikmati cerita Sada yang enak didengar.
Saat kami berjalan di area pepohonan, melewati gua yang berbunyi cukup menyeramkan. membuat kami mendengar suara angin yang berhembus di dalam gua itu.
"Hmm, suara apa itu?"
Aku menyadari suara mengerikan itu, Sada yang santai dan polos. tidak terlalu tertarik dengan suara itu dan menjawab pertanyaanku.
"Oh.. itu adalah suara gua yang lorongnya ditiup angin. menciptakan suara mengerikan apalagi malam hari.
"Oh begitu..."
Sepertinya Sada sudah tahu tentang gua ini. terlihat ekspresinya yang tidak kaget dengan gua ini meskipun aku tahu gua ini tapi aku sudah banyak melupakan apa yang telah aku ketahui.
"Sepertinya.. kamu sudah tahu tentang gua ini?"
"Menurutmu, begitu?"
"Iya, terlihat jelas dari ekspresi kami yang tidak kaget!.."
Sada memikirkan jawaban yang tepat.
"Mungkin tidak, karena aku sudah terbiasa di dalam gua selama ratusan tahun lamanya jadi sudah terbiasa!.."
Sada berbicara dengan santainya, aku yang mendengarnya sedikit merasa kasihan dan teringat saat pertama kali aku menemukan dirinya yang di ikat rantai.
"Maaf, jika aku menyinggung masa lalu mu!.."
Sada menggeleng kepalanya dari sisi ke sisi lainnya.
"Mmm.. tidak apa-apa, aku mengerti kok!.."
Dia tersenyum palsu, terlihat dari senyumannya yang jelas berbeda dengan senyuman aslinya.
"Baiklah dan mau mencoba masuk ke dalam gua ini? aku merasakan aura positif di dalam gua ini!.."
Iya, dari tadi gua itu mengeluarkan energi positif yang baik untuk di rasakan.
"Ide yang bagus, kalau begitu ayo kita pergi ke sana!.."
Sada bersemangat untuk masuk ke gua. aku dan dia berjalan memasuki gua yang gelap tetapi dengan bantuan sihir menghasilkan bola cahaya kecil sebagai senter. kami bisa menjelajahi gua tanpa kesulitan melihat kegelapan ini.