
Sudah cukup lama aku berada di dunia baru ini, kehidupan yang damai dan yang aku inginkan.
Pekerjaan layaknya orang sederhana seperti petani, tukang kebun, peternak, pemimpin orang-orang disini, melakukan aktifitas yang sederhana.
10 Hari telah berlalu setelah kejadian aku dan Sada di gua tersebut. setelah kami pulang kerumah.
Tentu aku mengadakan rapat penting dan memberitahu rencana baru kami untuk menyelamatkan para manusia gua bayang. itu sebutan mereka yang diberikan Sada.
Memberikan lokasi mereka yang berada di Majapahit Kingdom. berlokasi di selatan yang menyebrangi lautan luas.
Berada di benua yang besar. informasi yang diberikan Enju kalau benua itu beriklim subtropis dan sedang.
Memiliki 200 desa yang tersebar, ditengah Benua rata-rata adalah pegunungan yang menjulang tinggi, membuat pemukiman berada di bawah gunung atau di pesisir pantai.
Ditambah ada Gunung dengan permukaan diselimuti oleh kristal biru yang bercahaya terang dan aktif.
Enju dan beberapa orang yang aku undangan untuk rapat, akhirnya memutuskan untuk memulai rencana penyelamatan dalam satu bulan kedepan.
Dikarenakan untuk mengumpulkan pasukan yang lebih banyak dan membuat kami lebih akrab dulu dalam hubungan bersama Great Kingdom agar bisa dapat bala bantuan.
Semua orang setuju dan mulai melakukan persiapan dalam waktu sebulan.
Kembali ke masa kini, aku menyambut para prajurit baru yang berasal dari Great Kingdom.
Melihat-lihat mereka yang memiliki baju zirah perak yang berkilauan dan berpakaian rapih dengan tas di punggung mereka.
"Selamat datang kalian semua... akhirnya kalian sampai juga dalam keadaan selamat!.."
Sada menyambut ramah mereka dan tersenyum kecil.
"Terimakasih banyak atas sambutannya... kami tersanjung dan senang bisa di sambut baik!.."
Sepertinya dia adalah ketua dari kelompok ini.. terlihat dari perlengkapan dan ada tanda ketua di baju zirah miliknya.
"Tentu saja, kalian semua pasti kelelahan dan kami telah membuat jamuan untuk kalian!.."
Para prajurit itu menjadi lebih ceria dan bersemangat mendengar jamuan.
Yah ini rencana Sada untuk mendapatkan kepercayaan mereka, agar tidak dicurigai dan bisa berbaur lebih mudah.
"Wah terimakasih banyak... kami menerimanya dengan baik!..."
Mereka bersorak secara bersamaan, tersenyum lebar dan berjalan bersama kami ke dalam rumah khusus mereka atau prajurit.
[Rumah Prajurit]
Kami duduk bersama di meja makan, tentu saja diruang makan.
Mereka melihat jamuan yang mewah, macam-macam disediakan seperti sup Borscht, Miso, Steak pedas, Dimsum, Kimci, dengan teh manis.
"Wahh... ini semua untuk kami?"
"Iya, benar sekali.."
Mereka menatap makanan dengan penuh kelaparan di perut, ekspresi tidak bisa berbohong.
"Silahkan di makan, keburu sudah dingin nanti!.."
"Baiklah, selamat makan!.."
Mereka mengucapkan selamat makan kayaknya budaya di Jepang. apakah budaya itu sampai ke dunia ini juga?
Mengunyah dan melahap dengan puas, kenikmatan, lezat dan lembut di mulut. memakan semua telah di hidangkan.
Wajah yang senang dan gembira, perut yang terisi setelah 10 hari melakukan perjalanan ke sini dengan bekal makanan terbatas.
"Mereka lahap sekali, ternyata benar mereka melakukan perjalanan sejauh ini?"
Aku berbisik kepada Sada, agar tidak didengar oleh mereka atau menganggu makan bersama mereka.
"Tentu saja, kamu bisa lihat tubuh mereka saat pertama kali datang!.."
"Kurus dan kurang gizi, menjadi lemah karena asupan gizi atau makanan."
Sada membalas bisikan dariku.
"Mmm... enak, ini enak... belum pernah aku memakan makanan ini!.."
Sorak senang salah satu prajurit dengan di ikuti yang lainnya. menikmati makanan dengan baik.
"Sada, apa yang akan kita lakukan setelah ini kepada mereka?"
Berbisik untuk bertanya dengan langkah kedua, karena rencana ini dibuat oleh Sada dan aku tidak ingin mengetahui tanpa dia beritahu.
"Tunggu saja, aku memiliki sesuatu yang menarik."
Aku hanya bisa menerima hal itu, penasaran dengan apa yang dilakukan Sada kepada mereka.
Oh iya, di tempat ini adalah pelayannya juga. aku sengaja memberikan tugas untuk mengurus tempat ini.
Ini bisa mempermudah dan mendapatkan kepercayaan prajurit itu. ini bisa mendapatkan citra baik. mendapatkan nama baik agar dipandang orang-orang yang tidak buruk.
Setelah makan, kami semua berjalan menuju halaman. mengikuti apa yang Sada lakukan dan para pelayan membersihkan piring dan gelas kotor.
[Halaman depan]
"Oke, kalian sudah pada kumpul... jadi aku bisa memberitahu informasi penting lebih mudah."
Mereka dengan sigap, berdiri ditempat dengan gagah perkasa.
"Baik, kami siap mendengarkan informasi penting!.."
Wow, mereka bisa hormat dan patuh seperti ini. prajurit kerajaan emang berbeda level.
Kagum kepada sikap mereka yang patuh dan sempurna. prajurit yang gagah dan berwibawa.
"Oke, dengarkan baik-baik. di sini ada peraturan.. tentu saja ini khusus kalian semua!.."
Mereka mendengarkan dengan seksama dan cermat agar tidak lupa ataupun ketinggalan saat Sada menjelaskan.
"Aku langsung ke inti saja, pertama kalian harus berjaga-jaga di dalam halaman atau di luar seperti perbatasan parit."
"Kedua, kalian wajib makan pagi, siang dan malam dan aku sudah atur jadwalnya. ini yang terakhir adalah kalian harus rendah hati, ramah, dan sopan."
Mereka heran dengan peraturan tersebut, entah apa yang mereka pikirkan.
"Benarkah seperti itu? bukannya terlalu mudah?"
Mudah? iya sih itu ada benarnya, tapi ini semua tergantung Sada saja.
"Begitu yah? aku kira ini umum saja, tapi jika mau ditambahkan... bisa saja, kalian ingin tambahan peraturan apa?"
Tanya Sada yang membuat mereka berpikir untuk menambahkan peraturan yang pantas.
"Silahkan, apakah kamu sudah berhasil mendapatkannya?"
"Iya, bagaimana jika ditambah, Push up, Sit up, Squat, Pull up, dan lari 100 km setiap pagi jika ada yang terlambat bangun?"
"Wah.. ide yang bagus, ini bisa menambah kedisiplinan dan semangat bangun pagi!.. bagaimana dengan kalian?"
Mereka semua setuju dengan ide Kira, prajurit wanita bermata atau mirip keturunan Rusia, yah itu kalau di bumi. matanya merah dengan rambut bergelombang.
"Oke, itu bisa ditambahkan dalam peraturannya. ada lagi?"
Sada bertanya kembali, sepertinya mereka suka peraturan yang menguntungkan diri sendiri meskipun itu hukuman.
"Kalau begitu, mungkin.... jika tidak ada disiplin atau melanggar aturan, maka mendapatkan hukuman berupa... tidak menggunakan perlengkapan saat melakukan tugas penjaga, bagaimana?"
Saran dari salah satu prajurit bernama Kor. ide bagus tapi bisa membuat hal cukup beresiko tinggi.
Sada memegang dagunya untuk berpikir tentang saran tersebut, dia tahu ini bisa beresiko ditambah monster-monster disini paling berbahaya dibandingkan diluar pulau.
"Tidaklah berbahaya? ini terlalu beresiko untuk bisa di setujui!.."
"Tidak, ini sudah paling bagus. lagipula kami sudah terlatih, jadi sudah terbiasa."
Sada mencoba memikirkan dengan baik-baik dan mengambil keputusan yang tepat.
"Oke, baiklah tapi ada syaratnya, yaitu harus dilapisi sihir «Healing Protector» kepada kalian yang terkena hukuman ini!.."
Mereka bersorak setuju. Sada akhirnya memutuskan untuk membawa mereka keliling-keliling agar tahu tempat-tempat yang harus di jaga dan harus kemana saja patrolinya.
Aku cuman mengikuti dari belakang, memerhatikan saja karena ini adalah tugas Sada.
Rambut perak yang berkilauan, mata merah yang melebar, tersenyum sentiasa, jauh lebih ceria dan tidak kalem seperti dulu.
Layaknya bunga mawar putih dengan campuran mawar merah. cantik alami, elegan, menawan dan indah.
Kami berkeliling ke berbagai tempat dan menyapa orang-orang di pertanian, ladang, kebun, peternakan, orang-orang yang sedang bermain, dan akhirnya ke pemukiman warga demon yang sudah selesai.
Mengunjungi banyak tempat di sana. seperti pandai besi, laboratorium, pengolahan tanaman, pengolahan makanan seperti daging, sayur, buah dan rempah-rempah.
Sapa dengan ramah dan baik oleh mereka, berbaur dengan cepat. apalagi Kira menjadi salah satu perempuan yang disukai para demon setelah Sada, dan Amaya.
Saat di ladang sebenarnya Amaya mau mengerjai para prajurit ini tetapi tentu aku menghalangi dia dengan mengikat pergerakan dia di pohon sampai tugas Sada selesai.
Saat ini kami berada di pemukiman demon yang baru, berbincang-bincang untuk mengenal satu sama lain.
"Haha.... mereka benar-benar lucu, ternyata lebih lucu dibandingkan cerita dari komandan Raina.."
Tawa Kira saat berbicara tentang anak-anak demon disini bersama Sada dan yang lainnya.
"Benar sekali, jika kamu memberikan mereka cemilan manis, ekspresi senang mereka menjadi lucu dan imut, loh!.."
"Wah, benarkah? aku ingin mencobanya.."
"Coba saja, nanti aku tunjukkan kok!.."
Cepat sekali akrabnya... ini jauh lebih baik dari dugaan ku. yah meskipun aku susah untuk berbaur dengan mereka.
"Permisi... apakah saya boleh berbincang dengan anda?"
Tanya salah satu prajurit yang ingin berbicara dengan diriku. dia gugup atau grogi? sepertinya kedua-duanya.
"Boleh, mau tanya apa dan kamu kalau tidak salah namanya....hmm..."
Sial, malah lupa nama prajurit baru sendiri. ini bisa dipandang buruk, tahu!..
"Razi, itu nama saya!.. semoga anda mengingatnya!.."
"Iyah.. maaf aku lupa dengan namamu, lagi banyak pikiran jadi lupa!.."
Alasan yang harusnya cocok, tapi yah memang aku tidak tertarik dengan mereka jadi mudah lupa nama mereka.
"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?"
Riza menghela nafas dan memberanikan diri untuk berbicara kepadaku.
"Hmm.. ini permintaan raja, aku di utus untuk menyampaikan pesan ini!.."
"Hmm, pesan apa itu?"
Jadi penasaran, kira-kira pesan apa yang diberikan oleh raja kepada diriku?
"Pesan dari raja adalah Aku raja Great Kingdom, setelah kita menjadi sekutu. aku mengundang anda ke istana, ada hal yang penting untuk dibicarakan kepada dirimu!. Begitu pesan raja, Daichi-sama!.."
Aku kaget dengan pesan itu, penuh penasaran dan malahan tertarik dengan tawaran itu.
Mungkin saja, ini bisa menjadi langkah untuk mendapatkan kepercayaan raja lebih cepat. ini bisa mendapatkan keuntungan dan bala bantuan.
"Aku menerimanya, tetapi mungkin aku akan datang besok."
"Dimengerti, saya akan memberi tahu kepada raja tentang informasi ini!.."
Riza dengan sigap dan patuh, langsung menulis pesan di kertas. menyelesaikan pesan yang aku berikan dan menggulungnya hingga di ikat di salah satu elang penyampai yang mereka bawa.
"Jadi, itu adalah elang penyampai?"
Riza yang sedang mengikat surat di kaki elang, menoleh kepadaku.
"Iya, elang yang sudah banyak berjasa diperlakukan dengan baik."
Aku kagum dengan elang tersebut, mampu memberikan surat pesan ke berbagai benua atau tempat dalam jarak yang jauh tapi kira-kira berapa hari untuk sampai. itu isi pikiranku.
"Begitu, tapi berapa kira-kira untuk sampai ke tempat yang di tuju atau ke istana?"
Razi yang mendengarnya, melepaskan burung elang untuk menyampaikan surat kepada raja di istana.
"Kira-kira untuk ke istana, nanti malam bakal sampai dan rata-rata tidak sampai lebih dari satu hari karena burung elang Windstorm bisa terbang dengan kecepatan tinggi!."
"Wow, berapa kira-kira?"
Riza memikirkan jawaban yang tepat tentang kecepatan elang Windstorm.
"Kira-kira, atau menurut data statistik hewan-hewan adalah 5.584,44 km/jam."
Cepat sekali, melebihi kecepatan suara atau 4,5 Mach!..
Kami melihat burung elang yang terbang di udara, terbang seperti berputar. elang itu bersiap-siap untuk terbang dengan kecepatan tinggi.
Poooooosh!...
Elang terbang dengan melebihi kecepatan suara atau supersonik... efek suara yang bisa didengar dan hembusan angin yang kencang.
Melihat elang itu terbang melaju dengan kencang dan menjauh dari kami untuk ke istana dengan jarak yang jauh untuk ditempuh.