I Reincarnated Into The Absolute

I Reincarnated Into The Absolute
Chapter 35: Rencana



Kebun buah-buahan, aku akhirnya berhasil menemukan Sada yang sedang duduk di bangku kayu panjang disebelah pohon mangga.


Dia sedang mengupas mangga dengan lembut dan santai, aku yang melihatnya langsung berjalan mendekatinya.


"Sada-chan, selamat siang. hihihi.."


"Oh, selamat siang juga, Daichi-kun!. apa yang kamu lakukan disini?"


Sada bertanya dengan nada lembut kepadaku, menunggu jawabanku.


"Tentu saja, aku kesini karena ingin menemui mu. ada hal yang ingin aku bicarakan!."


"Oh.. oke, duduklah disamping sini jika kamu mau berbicara denganku. sekalian, kita makan mangga bersama!."


Tangan Sada mempersilahkan aku duduk disampingnya, tentu saja aku langsung duduk disampingnya.


Sada memberikan mangga yang telah dia kupas kepadaku, aku menerimanya.


"Jadi, apa yang kamu mau bicarakan?"


Tanya Sada sambil memotong mangga dengan pisau menjadi kotak-kotak.


"Hmm.. soal itu, aku sudah mendapatkan surat dari raja dan... dia mengundangku ke istana!."


Berbicara sambil menghisap mangga secara perlahan-lahan dengan membuka portal kecil ditangan kiri ku dan mangga ditangan kananku.


"Wahh.. bagus dong, kamu diundang raja. jarang loh ada yang bisa diundang raja langsung ke istana!.."


Ucap Sada yang senang dan sedikit memuji diriku. apalagi ekspresi yang sekilas terkejut sebentar.


"Iya, sih... tetapi.. aku tidak yakin bisa berbicara baik didepan raja, jujur saja aku gugup."


"Belum lagi, rencana yang belum aku pikirkan dengan matang, dimana rencana ini... bisa membuat mereka menjadi sekutu akrab!."


Jujur, memang tidak yakin dan tidak percaya diri. penuh kegugupan di hati apalagi mental. padahal Amaya sudah percaya kepadaku.


Sada mendengarkan sambil memikirkan sesuatu yang pasti itu solusi untukku.


"Hmm.. memang sulit, tetapi tenang saja. aku ada rencana atau apa saja yang harus dilakukan!."


"Benarkah? wahh.. terimakasih banyak, tidak salah aku berbicara kepadamu!."


Saking senangnya aku, tidak sadar menggenggam tangan kanannya yang sedang memegang garpu untuk makan mangga.


Sada tersipu, pipinya sedikit memerah apalagi hatinya berdebar saat tangannya dipegang secara mendadak.


"Ehh.. i... iya.. sa.. sama-sama... hehehe.. senang rasanya membantu!."


Aku menyadari dia berbicara gugup, lucu sekali saat dia gugup seperti itu.


Aku cuman menahan tawaku agar dia tidak salah paham.


"Kamu lucu saat gugup seperti, loh!."


"Eehhh.. a... apa.. mak.. maksudmu? mmm..."


Sada semakin gugup saat aku memberikan kata-kata godaan kepadanya. memalingkan wajahnya ke samping.


Aku cuman menahan tawa saja saat melihat Sada gugup dan malu.


"Sudahlah, lebih baik sekarang. kita membicarakan untuk persiapan ke Great Kingdom!."


Sada dengan cepat, kembali menjadi normal.


"Iya, kalau begitu. aku akan jelaskan persiapannya."


Lalu, Sada menjelaskan persiapan untuk ke istana. dimulai dari kosa kata, bahasa baku yang baik. sikap dan perilaku harus sopan dan selalu rendah hati.


Rencana topik pembicaraan, berawal dari tanya beberapa tentang raja, Sada menjelaskan kalau itu salah satu kunci untuk bisa mendapatkan kepercayaan raja.


Dilanjutkan dengan membahas, kenapa raja mengundang mereka untuk ke istana. Sada memprediksi, kalau raja bakal bahas tentang kita semua seperti asal usul apalagi konteksnya lebih ke diriku.


Sada menyarankan, untuk sedikit terbuka kepada raja saja. tetapi menutupi beberapa informasi penting seperti kekuatanku karena itu data terpenting agar tidak diketahui sebelum menjadi sekutu seutuhnya.


Sada menambahkan, raja pasti bakal membicarakan soal sesuatu penting seperti keinginan kita, tujuan, dan apakah mau menjadi sekutu. ini bisa terjadi karena berita besar tentang diriku yang melawan salah satu manusia terkuat yang dijuluki Demon Slayer.


Nah sementara itu, Sada dan Marisa bakal keliling istana. Sada merencanakan untuk mendapatkan hati ratu atau setidaknya putri kerajaan.


Setelah semua berhasil seperti mendapatkan kepercayaan mereka. maka dipastikan kita mendapatkan sekutu kuat untuk jadi batu loncatan membuat desa seperti keinginanku.


"Sudah, sampai disitu saja. bagaimana, kamu paham?"


Tanya Sada yang sudah selesai menjelaskan rencananya.


Aku berpikir dengan tangan kanan memegang dagu.


"Hmm.. jujur saja, itu rencana yang sempurna... malahan dikatakan lebih sempurna tetapi aku tidak tahu apakah aku bisa melakukan itu!."


Sada yang menyadari diriku tidak percaya diri, mendekati diriku. meraih tangan kananku untuk digenggam.


"Hei, kamu tidak perlu seperti ini. aku yakin kamu bisa, percaya diri adalah salah satu jati dirimu!."


"Kamu selalu begitu, bukan? mau siapapun itu, kamu selalu percaya diri kepada dirimu sendiri!. maka dari itu, kamu sekarang bisa melakukannya!."


Ucap Sada yang membuat aku sadar akan hal itu. aku melupakan diriku yang selalu percaya diri.


Aku menatapnya, tersenyum meskipun tidak ada mulut tetapi hatiku mewakili ku.


"Terimakasih, kamu memang penyemangat dan penasehat yang cocok denganku!."


Sada tersipu, pipinya memerah layaknya tomat, matanya melebar, mulutnya seperti grogi, hatinya berdebar kencang.


Dia seperti pusing saat aku memujinya, dalam waktu singkat. dia menundukkan kepalanya kebawah dan kembali menatapku dengan tersenyum manis.


"Sama-sama Daichi-kun!. aku senang jika bisa menjadi penasehat untukmu!."


Senyuman yang membuat aku meleleh, luluh dan diam saja. apa apaan ini? dia sungguh manis dan cantik, sial. aku tidak bisa bergerak.


Perasaan apa ini? jantungku berdetak kencang, aku belum pernah seperti ini setelah sekian lamanya...


Aku harus cepat mengontrol diriku, sial. pesonanya terlalu kuat.


"Ehh.. hmmm... Sada-chan, le.. lebih.. ba.. ba..baik kita makan mangga nya belum tidak manis asam lagi!."


"Mmm.. iya, benar juga."


Sada melepaskan genggaman tangan kami berdua, melihat mangga yang ada di pahanya dengan tatakan kain putih di pahanya.


Dia menyantap mangga tersebut kedalam mulutnya, mengunyah dengan rasa lembut dan manis asam.


"Mmm.. ini enak sekali, kamu harus cepat makan ini Daichi-kun!.."


Sada terlihat menikmati mangga itu, aku senang saat dia tersenyum menikmati rasa mangga.


"Iya, aku akan makan mangga nya. selamat makan!."


Aku juga ikut makan mangga itu dengan seperti biasanya karena tidak memiliki mulut.


Tapi bisa menikmati rasanya yang tetap ada setiap penyerapan. jujur, mangga salah satu buah yang aku sukai.


Kami berdua menikmati makan buah mangga bersama di kursi panjang dekat pohon mangga. menyantap mangga dengan penuh nikmat dan sangat santai tanpa ada gangguan.


Suasana yang nyaman dan tenang, Sada menceritakan beberapa tempat yang ingin dia datangi saat sampai di Great Kingdom.


Dia menceritakan sedikit tentang Great Kingdom yang memiliki tempat-tempat paling disukai diberbagai kerajaan ataupun desa.


Seperti pemandian air hangat, air terjun, sungai dengan berbagai ikan langka, hutan yang memiliki alam indah, Medan pegunungan yang cocok untuk di daki, dan barang-barang yang dijual manusia disana.


Sada juga menceritakan barang yang dia inginkan di sana, barang yang dia idamkan dan ingin langsung membelinya. apalagi ada festival musim semi berupa festival tema bunga yang diadakan di Great Kingdom langsung.


Dia tersenyum sepanjang menceritakan hal itu, apalagi setelah selesai makan bersama dan melanjutkan tugasnya dengan aku membantunya.


Dia tetap berbicara tentang hal itu. aku mendengarkan saja sambil menatapnya yang tersenyum dan hati yang bahagia.


"Hihihi... tapi kamu harus tahu, bunga kupu-kupu merah itu benar-benar langka, jujur saja aku menginginkannya!."


"Maka dari itu, dengan ada festival itu. bisa saja aku mendapatkannya! bagaimana, kamu mau bantu aku?"


"Boleh saja, selama kamu mau. aku ikut dan siap bantu."


"Wahh.. terimakasih, Daichi-kun. aku tidak sabar untuk ke sana, jadi kapan kita kesana?"


Aku memikirkan hari yang tepat untuk kesana, apalagi festival musim semi tema bunga. bakal di adakan pada hari esok, mungkin besok!.


"Besok bisa saja!. hari yang tepat untuk menemui raja sekalian membeli bunga kupu-kupu merah itu!."


Sada yang mendengarkan itu, tersenyum kecil dan bersyukur karena bisa membeli bunga itu.


"Oke, berarti besok kita harus siap-siap!."


Sada membuat tangan bertepuk, tersenyum manis saat menghadap ke depan.


Lalu, kami melanjutkan tugas kami untuk memeriksa dan memetik buah yang sudah matang.


Mengelilingi kebun buah yang luas dengan pohon-pohon yang lebat. kami memasuki banyak buah ke ranjang kayu tipis atau rotan.


Buah seperti apel, mangga, manggis, pisang, jeruk, jambu, sirsak, dan lemon. itu semua ada di ranjang yang dirangkul oleh Sada.


Setelah semua selesai, kami memutuskan untuk pulang tetapi sebelum itu, buah-buahan yang sudah matang.


Disimpan di gudang atau lemari es, tapi ada juga untuk bahan makan malam. semua orang mulai bersiap-siap untuk makan malam dan para pelayan mulai memasak makan malam.