
Kami telah sampai di Great Kingdom, kerajaan yang luas dengan penduduk paling terbanyak di dunia ini.
Wilayah terluas sekaligus kaya akan sumber daya alamnya yang alami seperti blue energy crystal, red magic stone, stone upgrade, destructive purple stone, flash yellow stone, root green stone dan lain-lainnya.
Memiliki tempat-tempat yang cocok untuk jadi pariwisata seperti gunung tertinggi, gunung dengan kawah terbesar, hutan hijau seluas pulau besar, danau ombak cincin, sungai aliran deras dan beberapa hewan yang unik.
Benar-benar kerajaan layaknya surga untuk tempat ditinggalin. aku tidak sabar untuk melihat isi kerajaan secara langsung.
Elang Great Windstorm mendaratkan kami di depan gerbang kerajaan, di sana ada dua prajurit yang sepertinya menunggu kami.
Saat mendarat, kepakan sayap elang Great Windstorm terlalu kuat hingga membuat hembusan angin kencang, meniup para warga kerajaan yang sedang berjalan didekat kami mendarat.
Elang Great Windstorm mendarat dipermukaan tanah. kami turun dari punggung elang dan menghadap kepada dua prajurit tersebut.
Mereka mulai berjalan mendekati kami dengan langkah panjang layaknya prajurit pada umumnya.
"Selamat datang di Great Kingdom, senang kalian semua selamat sampai ke sini!."
Wow, sapaan hormat yang bagus. mereka terlihat seperti prajurit yang terlatih sekali.
"Terimakasih atas sambutannya. aku senang bisa disambut seperti ini, apalagi sambutan sederhana ini."
Aku berbicara dengan tangan kanan menyentuh dada kiri untuk memberikan rasa terimakasih.
"Sama-sama, kami ke sini memang untuk menyambut kalian sekaligus menjadi pengawal kalian menuju istana raja!."
Sada mendekatiku, berbicara didekat bagian telingaku meskipun aku tidak memiliki telinga dan dia berbisik.
"Aku rasa, raja benar-benar menganggap kita adalah tamu terhormat. kalau begini, kita bisa mendapatkan hati raja dan bersahabat dengan mereka!."
Berpikir sejenak dengan apa yang dikatakan Sada.
"Kamu benar juga, mungkin dia juga tidak mau ambil resiko karena berita tentang diriku yang mengalahkan Demon Slayer!."
Aku yakin sekali, raja bisa seperti ini juga karena dia tidak mau ambil resiko dengan membuat aku kesal atau disambut secara tidak layak. apalagi dengan didukung ada Sada yang merupakan Demon yang tidak terlalu kenal dengan Great Kingdom yang sudah tentu mereka bakal tidak suka.
Beliau memang sosok raja yang penuh perhitungan, aku akui itu dan aku harus banyak belajar dengan dia sebagai pemimpin nanti.
Penuh semangat dan percaya diri, hatiku bergejolak layaknya api yang membara dan cahaya dalam diriku meluap-luap.
"Kalau begitu, kalian berdua. tolong pengawalnya ke istana!. aku minta bantuannya."
Mereka yang mendengarnya secara langsung melakukan berdiri tegak dan memberikan hormat kepadaku.
"Baik!. mohon bantuannya juga!."
Aku senang bisa di kawal, setidaknya kami di anggap tamu. awalnya aku berpikir bakal tidak ada kawalan dan berjalan bertiga menuju istana sendiri.
Aku risau, Sada bakal ditatap dengan tatapan kurang suka dan itu menyeramkan.
Kemudian, mereka semua berjalan bersama menuju istana melewati gerbang kerajaan terlebih dahulu.
Daichi mengubah Elang Great Windstorm menjadi sebuah batu kuning dengan gambar burung elang tersebut dan diberikan kepada Sada dan Marina untuk menyimpannya dan memakainya kapan saja.
Mereka berjalan melewati gerbang kerajaan atau gerbang utama yang juga memiliki dinding kerajaan yang besar dan kokoh.
Sada yang penasaran saat di jalan menuju istana, bertanya ke prajurit tentang sejarah dinding kerajaan tersebut.
Para prajurit menjawab kalau dinding itu dibangun oleh leluhur mereka untuk melindungi dari marabahaya yang bisa membuat kekacauan di kerajaan.
Dinding tersebut juga bisa menjadi pembatas antara kota pusat, kota pinggiran dan desa yang berada diluar dinding.
Dinding yang melingkar seluas 7.000 km. masing-masing bagian ada gerbang kerajaan seperti utara, selatan, barat dan timur. dinding setinggi 30-35 meter yang memiliki bahan bebatuan kokoh yang tahan daya hancur setara bom penghancur gunung.
Di jalan, Marina juga bertanya tentang apakah ada distrik di kerajaan ini atau di kota dekat istana raja.
Kedua prajurit menjawab, di kota pusat ada 5 distrik diluar dinding atau didekat dinding ada 10 distrik dan di desa sekitar ada 30 distrik tersebar di dekat area kaki gunung.
Prajurit juga menambahkan, kalau kota pusat bernama kota Holy yang berarti kota Suci. diberikan nama oleh tuan raja pertama dulu.
Mereka bertiga, terkagum dengan cerita atau sejarah kota pusat Great Kingdom yang mungkin unik di baca lebih dalam.
Dari penjelasan prajurit, aku mendapatkan kesimpulan kalau kerajaan memiliki tata letak distrik yang sempurna dan tahu setiap distrik ada fungsinya. apalagi ini mirip Jepang juga.
Kami melanjutkan perjalanan menuju istana, melewati banyak sekali orang yang dagang bahan pokok. Sada dan Marina sempat membeli beberapa bahan pokok dan jajanan untuk orang-orang dirumah.
Mereka langsung mudah akrab dengan warga sekitar saat berbelanja, warga kerajaan juga ramah ke mereka berdua dan senang saat berbicara dengan mereka.
Para prajurit juga memberikan penjelasan tentang beberapa tempat setiap kami lewati. ini semacam pengawalan sekaligus pemandu seperti pariwisata.
Aku melihat, jalannya atau jalurnya terbuat dari beton halus, lampu jalan disetiap pinggir jalan. ada juga beberapa air mancur yang kami lewati apalagi ada juga sekolah untuk kanak-kanak.
Setelah melewati banyak jalur dari distrik 3 sampai distrik 5, akhirnya kami sampai di gerbang utama istana yang besar dan luas.
"Wahh... apakah ini istananya?"
Aku bertanya sambil melihat istana yang memukau, apalagi bisa melihat dibalik pintu gerbang besi yang berbentuk kotak. terdapat taman yang luas dengan ada aliran air yang tenang.
"Iya, ini adalah istana Great Kingdom atau disebut Istana Sky light...."
"Sesuai namanya, istana ini memiliki tower yang menjulang tinggi ke langit untuk sebagai tandanya kalau istana ada disini!."
Marina dan Sada juga terpukau, mereka menatap istana dengan kagum.
"Kira-kira, berapa lama untuk membangun istana ini?"
Tanya Marina yang penasaran dan rasa ingin tahu dibenaknya.
"Setidaknya 5 abad, di zaman itu masih kekurangan orang apalagi teknologi untuk membangun bangunan di waktu itu belum secanggih sekarang!."
"Benar sekali, di waktu itu juga ada banyak orang yang jatuh sakit karena kerja keras dibawah kepemimpinan raja pertama."
Sejarah yang lumayan suram tetapi juga penuh perjuangan, mereka kerjasama dan gotong royong untuk membangun istana.
Layak dipuji dan harus dikenang jasa mereka yang membangun istana indah ini.
"Tetapi, apakah mereka dibayar saat pembangunan istana?"
Sada bertanya untuk mengetahui lebih dalam juga, dia sepertinya ingin mempelajari lebih lanjut.
"Tentu saja dibayar, sehari bisa dibayar 30 koin perak yunan. dulu pakai mata uang yunan tetapi setelah usai perang dua ras... sekarang memakai mata uang nordi di zaman sekarang!."
"Memiliki perbedaan nilai jumlah uang, 30 perak yunan setara 30 emas nordi. mata uang nordi digunakan dari daerah utara atau kerajaan yang memenangkan perang."
Hmm... mirip seperti sen dan yen, memiliki sejarahnya dalam mata uang. sen masih bernilai tetapi yunan tidak bernilai lagi.
"Oh... aku paham, ternyata memiliki sejarah dalam mata uang juga. itu keren dan layak untuk diketahui lebih lanjut."
Sada sedikit tersenyum dan senang bisa mendapatkan pengetahuan yang belum dia ketahui.
"Apa ada pertanyaan lain? kalau tidak ada, maka kita akan masuk ke istana untuk menemui raja yang sudah menunggu."
"Tidak ada, sudah cukup bagi kami. mungkin nanti bisa bertanya ke raja langsung jika memiliki pertanyaan nanti!."
Lebih baik langsung menemui raja biar tidak membuang waktu, aku harus memanfaatkan keadaan ini untuk bisa akrab dengan raja.
"Kalau begitu, mari ikut kami masuk!. kami bakal mengawal kalian ke raja."
"Oke, baiklah!."
Jawab kami bertiga dengan kompak. dua prajurit tersebut memimpin jalan, gerbang istana terbuka ke atas dan kami melewatinya.
prajurit penjaga gerbang memiliki sikap gagah dan patuh peraturan.
Saat kami masuk ke dalam halaman istana, betapa indahnya istana ini. memiliki taman bunga indah dan luas. tanah berumput yang hijau apalagi air mengalir seperti sungai tenang.
Sada dan Marina melihat-lihat dengan menggerakkan kepalanya ke kanan kiri. melihat dengan kagum apalagi terpesona.
Benar-benar indah, ada juga tempat untuk minum teh, piknik dan lapangan rumput luas. jalur jalan yang terbuat dari batu berbentuk prismas segitiga yang dijejerkan.
Sebentar lagi, bakal ketemu raja. aku harus siap dengan situasi apapun itu yang bahkan mengancam nyawa.