
Di kota distrik 5 atau kota paling pusat di dekat istana. aku saat ini sedang menemani Sada dan Marina yang ingin membeli buah tangan untuk dibawa pulang.
Kami mengelilingi kota untuk mencari sesuatu yang pas untuk dibeli. memilih dari toko ke toko lain sambil melihat keramaian kota.
Di kota pusat selalu ramai ternyata, aku belum pernah melihat keramaian seperti ini sejak pertama kali aku bereinkarnasi.
Ada banyak orang yang berjualan dengan bisnis mereka masing-masing. mereka juga ramah-ramah dan beberapa ada berkelompok orang yang memakai perlengkapan persenjataan.
"Hmm.. kalian berdua, menurut kalian.. kelompok yang dilengkapi senjata itu, apa yang ingin mereka lakukan?"
Marina dan Sada yang sedang asik mengobrol di depanku sambil berjalan. berbalik melihat diriku setelah aku bertanya.
"Oh... mereka adalah sekelompok orang yang bekerja sebagai pemburu monster."
"Benar sekali, mereka akan memburu monster diberbagai tempat sesuai misi mereka tapi kebanyakan di hutan, sih!.."
Jawab mereka berdua yang menjawab pertanyaanku.
Aku berpikir kalau ini mirip seperti buku-buku fantasi yang dimana, ada organisasi yang mempekerjakan orang-orang untuk menjadi pemburu.
Coba aku tanyakan ke mereka, mungkin saja mereka tahu lebih banyak dan sepertinya menarik untuk dicari tahu.
"Hmm.. apakah mereka dipekerjakan oleh suatu organisasi yang bakal membayar mereka setelah menyelesaikan misi?"
Sada memikirkan hal itu sejenak dengan mata melihat ke atas, sementara Marina mengangguk.
"Itu benar, mereka dipekerjakan oleh organisasi bernama Guild World!. organisasi yang beroperasi diseluruh bagian dunia!.."
Guild World? jadi itu nama organisasinya, dan dugaan ku benar... ini mirip-mirip dengan buku fiksi fantasi.
"Oh aku mengerti tetapi bisakah kamu menjelaskannya lebih detail? yah dari organisasi dan orang-orang yang bekerja disana atau sistemnya!.."
Aku harus tahu seperti apa mereka ini, mungkin bisa menjadi keuntungan untuk menghasilkan uang nantinya.
"Tentu saja, aku akan menjelaskannya!.."
Marina menghirup nafas untuk bisa menjelaskan lebih detail kepadaku dan Sada juga ikut mendengarkan.
"Aku mulai dari Guild World, Guild World adalah organisasi yang beroperasi diseluruh belahan dunia. mereka membuat organisasi ini untuk bertujuan memburu seluruh monster yang mengancam umat manusia!.."
"Mereka memberikan kesempatan bagi orang-orang yang memiliki bakat dalam sihir,, fisik, pedang atau apapun yang bisa membantu memburu monster dan melindungi manusia!.."
"Guild World telah di bangun dari 100 tahun yang lalu, dimana monster merajalela di dunia saat itu dan banyak korban yang berjatuhan di era itu. oleh karena itu seluruh kerajaan sepakat untuk membuat organisasi ini untuk kepentingan bersama."
Aku tidak menyangka, ada era dimana monster merajalela. ternyata mereka bisa seganas itu dan aku belum pernah melawan monster yang kuat saat ini.
Palingan monster kecil-kecil yang aku jadikan bahan makanan sebelum ada ternak, yah walaupun tetap memburu mereka karena dagingnya yang lembut.
"Mereka mau mendanai organisasi ini untuk bisa membayar jasa orang-orang yang mau menjadi pemburu monster!.."
"Setelah beberapa tahun, keganasan monster bisa di atasi meskipun mereka masih terlalu kuat bahkan selevel dengan ras demon."
Sada sedikit terkejut saat Marina menceritakan para monster yang bisa selevel demon. dia penasaran dan ingin bertanya.
"Marina, apakah mereka benar-benar bisa mencapai level demon?"
Marina mengangguk karena itu adalah kebenarannya yang bikin aku juga terkejut.
Berpikir kalau mereka bisa menjadi salah satu ancaman besar, ternyata aku belum sepenuhnya mencari informasi tentang dunia ini.
"Begitu yah!.. mereka bisa menjadi ancaman, jika dibiarkan saja!.."
"Kamu benar, apalagi mereka bisa berevolusi menjadi lebih kuat. Guild World telah memberikan tingkat ancaman setiap monster dan juga ada peringkat setiap pemburu monster!.."
"Benarkah? apa saja tingkatan mereka?"
"Sekitar ada 9 peringkat ancaman, yaitu:
Weaker«Fairly Weak«Weak«Standard«Above average«Strong«Above Strong«Super Strong«Beyond Limit..."
"Masing-masing bisa mengancam sesuatu, yaitu: 1. bisa membunuh anak remaja, 2. ancaman bagi orang dewasa biasa, 3. berbahaya bagi prajurit biasa, 4. bisa dilawan oleh orang ahli bertarung, 5. mampu merusak bangunan besar 6. Kehancuran gunung dan kerajaan, 7.Benua menjadi abu, 8. Kiamat dunia, 9. Pembawa bencana alam semesta!..."
Dari penjelasan Marina, bisa disimpulkan kalau monster adalah ancaman yang tidak main-main dan kemungkinan susah melawan mereka.
Aku harus memasang banyak pelindung saat sampai dirumah, agar membuat mereka terlindungi.
"Mereka benar-benar kuat, apalagi dari Strong sampai Beyond Limit!.. mungkin aku sekalipun bakal kewalahan!.."
Marina dan Sada menggelengkan kepala mereka seperti tidak setuju dengan pernyataan yang aku berikan.
"Bagiku, Daichi-kun bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Absolute adalah ras tertinggi dan puncak dari segala melampaui batasan!.."
"Benar sekali, meong... monster-monster itu masih bisa dikalahkan oleh para top 20 manusia terkuat!.."
Mereka memujiku dengan senyuman dan yakin akan hal itu, mereka tidak ragu sama sekali.
Tapi sepertinya memang begitu, cuman memang aku bakal kewalahan karena belum bisa mengendalikan dengan baik sihir yang aku miliki.
"Kalian terlalu memuji diriku dan bagaimana dengan peringkat di Guild World untuk pemburu monster?"
"Aku hampir lupa, hehehe... maaf yah, mungkin karena belum ngemil sesuatu!.."
Marina tertawa kecil, dia beralasan kalau dia menjadi pelupa karena lapar.
Dia berhenti sejenak untuk membeli sesuatu di salah satu warung yang menjual daging bakar yang sudah ditusuk.
"Sada-chan, apakah Marina selalu begini saat dirumah?"
Bertanya kepada Sada untuk mencari kebiasaan Marina yang tidak aku tahu, kami berdiri bersampingan menunggu Marina selesai membeli jajanannya.
"Yah begitulah Marina, dia sebenarnya ingat apa yang kamu katakan cuman beralasan untuk makan dulu!.."
"Dia memang selalu mudah lapar, mungkin karena dia bangsa kucing?"
"Aku juga berpikir seperti itu, kalau tidak salah.. kucing memang memiliki nafsu makan yang tinggi!.."
"Tidak heran, Marina selalu ingin makan dan cepat lapar meski sudah banyak makan..."
Kami tertawa kecil dengan kebiasaan Marina yang cukup unik, saat sedang melihat Marina sedang membeli jajanannya.
Ada sekelompok orang yang berjalan mendekati kami, mereka memakai baju zirah dengan pedang berada di pinggang mereka.
Tidak hanya itu, ada seorang penyihir juga di kelompok itu.
"Wah.. wah... ada orang aneh yang berada di kota kita ini!.."
"Hmm.. maaf, apakah yang kalian maksud, itu aku?"
Saat menunjuk diriku sendiri, mereka tertawa terbahak-bahak kecuali wanita penyihir yang ada dibelakang mereka.
"Hahahaha... dasar bodoh, tentu saja kau bodoh!.. udah berpenampilan aneh, bodoh pula!.."
"Hahahaha... benar sekali kapten, mungkin dia bisa menjadi bawahan yang cocok untuk kerjain?"
"Wah, ide yang bagus... hahaha..."
Mereka semua tertawa dengan mengejek-ejek diriku, merasa diri mereka sudah di atas segalanya.
Aku cuman diam saja, ingin tahu seberapa sombong mereka dan sepertinya Sada sedikit risih.
"Maaf, mohon kalian bisa berbicara dengan lebih sopan?"
Sada meminta mereka untuk menghormati diriku dan dia tidak suka melihat aku di ejek atau dihina-hina.
"Kenapa!... kamu tidak suka, Hahh? dasar demon sampah, makhluk rendahan!.."
Orang itu menghina Sada dengan nada marah dan risih saat Sada meminta dia lebih sopan.
Sambil mengepalkan tanganku yang geram kepada mereka, Sada menghentikan diriku agar tetap tenang.
"Sada-chan.."
"Tahan amarah kamu, biar aku yang urus ini. oke?"
Aku cuman mengangguk, Sada tersenyum tipis dan berbalik menatap mereka yang berkelompok 6 orang.
Sada memerhatikan kalau orang yang menghina dia adalah ketua dari kelompok ini. dia cukup tenang.
"Hahaha.. kenapa kamu tidak membiarkan dia saja? apakah kamu merasa lebih hebat, hah?"
"Tidak, hanya saja kalian tidak pantas melawannya!.."
Sada memberikan senyuman yang cukup mengerikan, membuat mereka sedikit merasa merinding.
"Cih, jangan meremehkan aku.. aku adalah pemburu monster peringkat Elite yang berada di nomor 725, mendapatkan julukan the rose gold ingat itu!.."
Sambil berbicara, dia memegang genggaman pedangnya untuk bersiap di tarik dan berencana untuk menyerang Sada.
Dia tidak tahu bahwa aku memiliki mata untuk menyerang jiwa!... dengan ini dia akan kalah!...
The Rose Gold mengeluarkan aura emas dibawahnya yang melingkarinya sambil melakukan kuda-kuda untuk menarik pedangnya dan menyerang.
Rasakan ini, dasar demon!.. ehhh?
Apa-apaan ini!.. terlalu kuat!..
The Rose Gold merasakan ketakutan yang mendalam saat melihat sesuatu di dalam diri Sada yang hanya berdiri.
Matanya melihat sesuatu yang mengerikan, wajah yang pucat dan tangan yang bergetar. hanya diam tidak melakukan gerakan.
Arghhh!..
"Ketua!.."
Hmm apa yang terjadi, kenapa dia tiba-tiba mengeluarkan darah dari hidungnya, apakah terjadi sesuatu?
Aku mencoba memahami situasi, hanya berada disamping Sada yang hanya diam berdiri. sementara ada banyak orang-orang yang melihat kami disini
Mereka semua penasaran dengan apa yang terjadi, perhatian mereka tertuju kepada kami semua.
Sial, aura mengerikan apa ini!.. penderitaan, rasa sakit, kehilangan, kesepian, kesedihan, pengkhianat, dan amarah yang menjadi satu!..penderitaan, rasa sakit, kehilangan, kesepian, kesedihan, pengkhianat, dan amarah yang menjadi satu!..
Di dalam penglihatan The Rose Gold saat melihat Sada yang hanya diam berdiri, ternyata ia melihat aura mengerikan dan mengganas.
Bermuka seram, garis-garis merah hitam mata putih tajam dan senyuman yang mengerikan. itu mampu menyerang jiwanya secara perlahan.
Kondisi tubuh yang semakin terpuruk, aura yang semakin kuat yang mampu menyerang jiwa dan menyebabkan kematian, jika diteruskan.
"Ehh.. kamu baik-baik aja? kenapa tiba-tiba mengeluarkan darah?"
Tanya Sada yang sedikit khawatir dengan kondisi the rose gold dan heran tiba-tiba bisa begitu.
Padahal Sada cuman diam dan tidak bergerak sama sekali layaknya menunggu serangan saja.
"Dia pingsan, sialan kalian.. apa yang kalian lakukan?"
"Hmm.. aku tidak melakukan apapun, dia terjatuh sendiri!.."
Jika Sada disini terus, ia hanya menjadi domba hitam saja dan aku memutuskan untuk membuat dia pergi.
"Sada-chan, lebih baik kamu ke tempat Marina. dia terlihat membutuhkan bantuan kamu!.."
"Oke, tapi bagaimana situasi ini?"
"Tenang saja, biar aku yang urus. sana, bantu Marina!.."
"Oke, kalau begitu aku pergi dulu."
Akhirnya Sada berjalan mendekati Marina yang sedang memilih makanannya untuk dibeli.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi aku terpaksa menggunakan «Absolute Technique: Thought Content Vision»
Aku menggunakan kemampuan itu untuk melihat isi pikiran the rose gold dan ingin mengetahui apa yang terjadi.
Tidak mungkin, ini adalah... aura of death!.. salah satu aura yang mampu membuat targetnya mati tanpa ada alasan jelas dan mampu menyerang jiwa musuhnya.
Sedikit terkejut dengan apa yang aku lihat ini, aku tidak menyangka Sada mempunyai aura yang kuat dan mengerikan. apalagi suasana disitu begitu gelap dan menakutkan.
Hmm, dia merasakan hal itu selama ini?.penderitaan, rasa sakit, kehilangan, kesepian, kesedihan, pengkhianat, dan amarah yang menjadi satu!..
Dia merasakan semua ini hingga menjadi aura of death? aku tidak pernah tahu, mungkin dia tidak menyadarinya.
Setelah melihat itu, aku melihat ke arah Sada yang sedang tersenyum manis saat bercanda dengan Marina di tempat warung.
Sada, aku tidak pernah menyadari perasaan yang kamu rasakan. kamu sungguh kuat bahkan semua hal negatif itu menjadi aura of death.
Aku bersumpah atas namaku, aku tidak akan membiarkan kamu merasakan hal itu kembali.