
Raja, aku, Sada dan Marina saat ini sedang duduk di ruang kerja raja. raja ingin membahas hal yang penting kepadaku sejak awal.
Raja sebelumnya ingin membahas hal penting tapi sekarang cuman diam, kedua tangannya menahan kepalanya dari dagu.
Suasana yang canggung sepertinya raja memikirkan kata-kata yang tepat atau sesuatu.
Aku cuman menunggu saja. Sada dan Marina juga melakukan apa yang aku lakukan, menunggu raja berbicara.
Canggung dan sunyi sekali, aku ingin berbicara lebih dulu tapi takut itu tidak sopan....
...----------------...
Beberapa menit kemudian, pelayan yang disuruh raja untuk membuatkan minuman untuk kami semua. akhirnya datang.
"Maaf atas keterlambatan saya...yang mulia, ini minuman untuk anda dan tamu anda."
Pelayan itu menaruh segelas air yang kami pesan sebelumnya. Marina yang tidak perlu lama-lama dan tidak memikirkan hal lain.
Ia langsung meminum segelas teh itu, menelannya melewati lidah dan tenggorokan yang sudah tentu rasanya manis.
"Marina!.. kami ini tidak sopan!..minum air lebih dulu ketimbang yang mulia raja, kita harus menghormati dan menghargai yang mulia!.."
"Iya.. iya... maaf, maaf atas kelancanganku!.."
Marina termenung dengan wajahnya menunduk kebawah selepas dinasehati oleh Sada.
"Tidak apa-apa, aku tidak masalah soal ini, lagipula itu adalah hal normal karena pasti kamu sangat haus, bukan?"
Marina mengangguk dengan tetap wajahnya menunduk kebawah.
Marina meratapi kesalahannya, raja terkekeh kecil saja. aku memutuskan untuk bertanya kepada raja tentang sebelumnya.
"Yang mulia, maaf jika aku bertanya tetapi barusan, anda ingin membahas sesuatu yang penting, jadi tentang apa itu?"
"Oh, maaf. aku baru ingat setelah kamu memberitahu hal itu."
"Maaf yah, maaf... hahaha..."
Raja tertawa dengan tangan mengusap kepala belakangnya.
"Sudah, bercanda... aku jadi malu dan sekarang aku ingin membahas sesuatu."
"Kalian sudah siap?"
Aku dan Sada mengangguk setuju, supaya lebih cepat karena aku ada urusan di rumah.
"Baiklah, aku akan memulainya..."
Raja terdiam sejenak, kedua tangan yang menampung dagu raja sambil menatap kami bertiga.
"Ada suatu kelompok manusia yang memiliki bentuk dan ciri-ciri yang berbeda dengan manusia normal. mereka berkulit putih pucat, mata biru dan badan yang benar-benar lesuh."
"Mereka adalah manusia yang mengisolasi diri mereka dari peradaban atau dunia luar, bahkan sebelum terjadinya War of the Two Races yang membuat kekacauan di seluruh belahan dunia!."
Sepertinya... yang dimaksud raja adalah manusia gua itu, dimana aku menemukan sejarah mereka di reruntuhan gua dekat rumah.
Sada juga berpikir kalau itu adalah manusia yang sama seperti di dalam sejarah reruntuhan kuno di gua.
"Perang itu, melibatkan banyak pihak dan perbudakan seperti manusia yang aku maksud adalah Abris Sous Roche. manusia yang tinggal di gua mirip manusia purba dulu sebelum mereka diberikan kecerdasan oleh pencipta Queen of Demon!.."
Ternyata, ada manusia purba juga seperti dibumi. meskipun itu baru teori ilmuwan tetapi cukup masuk akal untuk dibahas.
"Kenapa mereka diperbudak dan siapa yang memperbudak mereka?"
Tanya Marina secara tiba-tiba, raja dan aku kaget dengan pertanyaan Marina.
Marina bertanya tanpa ragu dan percaya diri untuk mengetahui jawabannya.
"Pertanyaan yang bagus, mereka diperbudak karena alasan kekuatan mereka yang merupakan teknik «Shadow Black». Teknik tingkat tinggi sekelas S!."
"Apalagi teknik ini susah dipelajari apalagi dikuasai, dikatakan teknik ini hanya ada untuk keturunan Abris Sous Roche saja!."
"Jika benar, itu kejam sekali apalagi mereka sesama manusia juga!. kenapa bisa melakukan itu?"
Raja yang mendengarnya, terdiam sejenak yang sepertinya tersinggung karena dia juga manusia.
Tetapi Marina ada benarnya juga, padahal sama-sama manusia, tapi malah saling memperbudak satu sama lain cuman karena beda kelompok dan mempunyai kekuatan berbahaya.
"Yah begitulah manusia, mereka makhluk tidak sempurna yang diciptakan oleh Queen of Demon. padahal mereka makhluk yang lebih rendah dibandingkan Demon tapi malah merasa paling tinggi!.."
"Perang Dua Ras itu saja, mereka melawan pencipta mereka sendiri yang menciptakan mereka dari segumpal darahnya, memberikan kecerdasan dari sel otaknya, memberikan tempat untuk tinggal bahkan oksigen atau udara untuk membuat mereka tetap hidup!.."
"Manusia tidak akan paham arti kedamaian dan kebersamaan, jika belum merasakan penyesalan dan penderitaan yang sama!.."
Kata-kata yang sebagai besar adalah fakta yang nyata, di bumi saja manusia tidak saling mengerti jika belum merasakan penderita yang sama...
Bahkan di bumi, mereka susah sekali damai dan saling mengerti karena keegoisan dan kerakusan mereka yang tinggi!..
"Aku mengerti, maaf jika perkataan ku menyinggung yang mulia!.."
Marina meminta maaf dengan tulus karena tahu perkataan dia bisa menyinggung perasaan raja yang manusia juga.
"Tetapi, siapa yang memperbudak mereka semua?"
Raja mengangkat kepalanya, dia seperti lebih cerah ketimbang sebelumnya yang lesuh.
"Nah, ini pertanyaan yang bagus karena ini masuk ke inti pembicaraan!.."
Glug... glug...glug..
Raja meminum teh hangatnya sebelum melanjutkan berbicaranya. rasa manis yang ada di tenggorokan membuat dia bisa berbicara dengan lancar.
"Daichi-kun!.."
"Iya, ada apa Sada-chan?"
Sada berbisik didekat ku agar tidak didengar oleh orang lain.
"Apakah manusia yang dimaksud raja adalah manusia yang ingin kita tolong itu?"
"Iya, itu yang aku duga karena ciri-ciri dan sejarah yang diceritakan raja. sama persis seperti yang ada di ukiran itu!."
Sada mengangguk, dia mengerti apa yang aku bicarakan dan sedikit tersenyum manis.
"Sebenarnya, aku ingin minta bantuan kalian!.. ini untuk mencari dan menyelamatkan mereka dari perbudakan di suatu tempat diluar sana!.."
Sada bertanya untuk memastikan keberadaan mereka, ini juga bisa menjadi bukti keberadaan mereka secara pasti.
"Untuk saat ini, masih dugaan dan penyelidikan saja.. akan tetapi ini bisa menjadi salah satu petunjuk kalau mereka saat ini, ada di Majapahit Kingdom!.."
"Kerajaan yang besar dan padang rumput kering yang luas, sungai yang mengalir disana sangat langka. memiliki orang-orang berkulit hitam berbadan kekar dan perkasa!."
"Kerajaan itu memiliki ideologi yang kuat dan besar adalah pemenangnya, sementara yang lemah harus menjadi budak!.. aturan-aturan disana apalagi gaya hidup disana benar-benar keras!.."
Marina dan Sada terkejut dengan apa yang dikatakan raja termasuk diriku.
Kami baru mengetahui kalau Majapahit Kingdom memiliki gaya hidup yang susah dan keras, kekurangan air mungkin menjadi faktor untuk melahirkan ideologi seperti itu.
Benar-benar mirip seperti dibumi yang tepatnya di benua Afrika, orang-orang Afrika kekurangan air apalagi air bersih, ditambah karakteristik mereka sama.
"Itu benar-benar mengejutkan, ternyata mereka memiliki kehidupan yang keras juga apalagi lingkungan mereka!.."
Sada benar-benar terkejut kali ini, dia sedikit simpati terhadap manusia yang ada di Majapahit Kingdom.
"Benar sekali, tetapi ideologi mereka membuat mereka tidak perlu dikasihani, dan aku balik lagi ke topik!.."
"3 mata-mataku sudah menyelidiki disana, 2 orang laki-laki dan satu perempuan selama 2 tahun lamanya. tetapi ada musibah yang menimpa sih perempuan!.."
"Musibah apa itu yang mulia? terjadi sesuatu yang besar kepadanya?"
Marina bertanya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan keadaan wanita itu.
"Dia dinyatakan menghilang setelah ketahuan salah satu orang di suku sana, 1,5 tahun yang lalu."
"Rekannya yang merupakan salah satu suaminya, mencari perempuannya itu selama 5 bulan tetapi setelah ditemukan, dia dalam keadaan sudah menjadi budak dan sudah hamil berusia 5 bulan!.."
"Aaaapppppaaaa!.."
Mereka berdua berteriak karena kaget dengan apa yang terjadi kepada mata-mata tersebut.
Begitu kejamnya mereka menjadi mata-mata itu budak dan menghamilinya apalagi dia sudah memiliki suami.
Sada hampir muntah mendengar cerita itu, dia mual karena sulit menerima itu, dia menutup mulutnya sambil memegang perutnya termasuk Marina.
Aku mengelus-elus punggung untuk membuat dia tenang.
Raja juga terlihat lesuh dan sepertinya juga sama keadaannya dengan Sada dan Marina.
Mereka benar-benar kejam, dan keji. meskipun kehidupan mereka termasuk harus di simpati tetapi perilaku mereka harus hajar habis-habisan.
"Terus, bagaimana dengan keadaan suaminya saat ini dan istrinya itu?"
"Awalnya suaminya kaget berat, tetapi dia tahu istrinya itu dipaksa jadi dia membunuh orang yang membuat istrinya diperbudak dan dihamili saat malam hari atau dalam keadaan tertidur."
"Dia berhasil membawa istri pulang ke kota pusat, pada awalnya suaminya kau mengugurkan anak orang bejat itu!.."
"Tetapi... terlalu berisiko karena jika di gugurkan, maka istrinya bisa meninggalkan apalagi kondisi tubuhnya setelah jadi budak itu benar-benar drop dan butuh pemulihan full."
Baguslah, mereka baik-baik saja dan kembali bersama tetapi... mungkin hati sang suami itu sangat sakit karena istrinya mengandung anak bukan anaknya.
"Oh, baguslah dan apakah mereka sekarang sudah menjadi keluarga normal dan makmur?"
Aku harus tahu kelanjutannya seperti apa, ini bisa menjadi bukti untuk kewaspadaannya saat disana!..
"Baik-baik saja, mereka menjadi keluarga yang utuh. aku memberikan mereka prestasi dan hadiah rumah di pinggir desa."
"Anak haram itu juga sudah lahir sehat, sekarang dia memiliki adik 2 kembar. sang suami menerima keberadaan anak haram itu meskipun rasa sakit hati masih melekat dihatinya."
Mendengar akhir yang bahagia, Sada dan Marina bernafas lega dan tenang kembali.
Turut senang saat Sada dan Marina kembali seperti biasa, mereka memiliki mental yang lemah terhadap cerita yang cukup kelam.
Mungkin karena kehidupan mereka sebelum bertemu denganku memang termasuk kelam, terutama Sada.
"Oleh karena itu, aku ingin meminta bantuan kalian untuk membantu menyelidiki Majapahit Kingdom bersama 1 mata-mataku disana!.."
"Dua hari yang lalu, dia memberikan informasi kalau dia butuh bantuan karena sedikit kesulitan menyelidiki sendiri setelah dua orang sepasang suami-istri itu pensiun."
"Tentu saja, aku akan melakukan hal itu tetapi ada satu keinginan atau syarat yang harus wujudkan olehku!.."
Dengan ini, aku bisa mewujudkan untuk membangun desa dan mencapai impianku untuk memimpin mereka.
Dari sini juga, aku bisa mendapatkan perhatian yang jauh lebih besar dari banyaknya kerajaan dan desa.
"Oke, aku mengerti atas keputusan mu... kamu memang tipikal orang yang mencari untung juga, aku suka itu!.."
"Terimakasih banyak, semua orang pasti melakukan hal yang sama seperti diriku!.."
"Hahaha.. kamu benar, aku juga sama seperti itu dulu!.."
Tertawa terbahak-bahak, suasana yang lebih santai dan humoris.
Dia memang raja yang humoris dan bisa membuat suasana berubah dalam waktu singkat.
"Jadi, apa yang kamu inginkan sebagai syaratnya?"
Keputusan yang harus dipilih oleh Daichi, keputusan yang bisa mengubah kehidupan keluarganya dirumah.
Perlu hati-hati dalam memilih karena ini adalah kesempatan yang bagus dan momen yang dicari-cari.
"Aku ingin, tempat yang aku tinggali di Chaos Storm Island itu... menjadi sebuah desa baru di wilayah Great Kingdom ini!.."
"Ini salah satu impianku, untuk membangun desa yang dimana seluruh ras bisa hidup bersama sekaligus menjadi teman peristirahatan bagi nelayan yang berlayar disekitar pulau tersebut!.."
Kesempatan yang tidak datang dua kali, menjadi momentum yang harus di capai sedemikian rupa.
Daichi-kun... dia hebat dan gagah saat berbicara seperti itu!.. terlihat seperti pemikiran yang sesungguhnya....
Deg.. deg.. deg...
Ehh.. apa ini? jantungku berdebar kencang dan perasaan aneh apa ini?....
Perasaan yang belum Sada rasakan, membuat dia tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik.
Jantung yang berdebar kencang karena suatu alasan yang bisa membuatnya seperti itu.
"Baiklah, aku setuju dengan persyaratan itu akan tetapi... aku juga memiliki syarat tertentu untuk kalian juga!.."
Nada suara yang serius, mereka semua dalam keadaan serius dan suasana menjadi lebih tajam dan tekanan yang hebat.