I'm Queen

I'm Queen
Nyonya Muda Rules



Kediaman Rules


" Tok Tok Tok Ma Pa ada di dalam gak, Dava masuk yaa ??? "


Dava mengetuk pintu kamar orang tua nya


" Masuk aja nak "


Suruh Mama nya


" Dava nganggu gak Ma, Papa mana Ma ???


sambil berjalan ke sofa


" Papa di ruang kerja nya, kamu udah siapan semua keperluan kamu nak ?? atau perlu bantuan Mama hmm ????


" Ooh, udah Dava siapin Ma, Ma,,,,apa harus dilanjutin, bukan nya malam itu putri mereka udah nolak, ya walaupun akhirnya tetep tunangan juga, dia masih pelajar dan usia kami terpaut jauh banget,, apa gak bisa di batalin aja ???


Dava mencoba mengeluarkan sisi keberatannya


" Dava untuk yang satu ini tolong nurut Mama yaa, selama ini Mama gak pernah maksa apapun sama kamu kan, ya Mama tau Vanessa masih pelajar dan itu alasan dia nolak malam itu dan itu hal yang wajar sayang "


Jawab Mama nya menjelaskan sambil duduk di samping Putra nya


" Wajar gimana Mama jelas jelas gak sopan "


" Dava,,,, Vanessa sangat menghargai diri nya sendiri sebagai perempuan, gadis yang membatasi diri dari laki laki jelas shock kan tiba tiba dijodohkan "


" Vanessa gadis terbaik untuk mu Dava dan seharusnya kamu bangga bisa jadi pria pertama yang hadir di hidup nya dalam hubungan sakral, bukankah kamu bertanya kenapa kami tidak merestui hubungan kamu dan kekasih mu itu, jawaban nya kekasih mu itu tidak bisa menghargai diri nya sendiri "


Kata Papa nya tegas yang tiba tiba keluar dari ruang kerja nya


" Papa,,, dia juga menjaga harga dirinya Pa, bukan nya Mama bilang kalo dia baik sopan ???


mencoba membela kekasihnya


" Dengan menjadi kekasih mu itu sudah tidak menghargai diri sebagai perempuan Nak, jadi sekarang sudah waktu nya kita berangkat dan malam ini kamu harus istirahat cukup biar gak terlalu tegang pas Ijab Qabul nya "


Jawab Papa nya lembut mengakhiri pembicaraan


Keesokan Hari Di Kediaman Brahmana


" Selamat ya sayang, jadilah istri yang lembut patuh pada suami, Mami cinta kamu putri ku hiks... hiks... "


Kata Mami sambil memeluk ku, Vanessa sekarang masih dalam kamar nya ditemani Mami dan Mama Mertua nya


" Sayang nya Mama yg cantik jangan nangis lagi yaa ntar make up nya rusak lohh, kamu bener bener cantik sayang dan liatlah kebaya yang kamu pakai sangat cocok, bukankah suami mu itu pintar sayang ????


Tanya Mama yang melihat penampilan ku


Iya juga sihh baju kebaya yg Vanessa pakai pilihan Dava yang sekarang resmi jadi suami nya berwarna piece putih longgar dan sangat tertutup


Sebenarnya Vanessa dari tadi sangat kalut dan tegang tapi dengan kehadiran Mami dan Mama yang menemani agak sedikit rileks, dan tiba tiba pintu kamar nya terbuka Angel masuk tapi Vanessa menyadari wajah terkejut Angel dan kemudian berubah biasa kembali


" Angel kenapa baru dateng, bukankah harus nya semalam nginap bareng Vanessa "


Rajuk Vanessa ke Angel


" ohh itu,,, maaf Vanessa aku ada urusan dadakan semalam bukankah sekarang Angel di sini, oh yaaa hampir lupa,, selamat yaa penganten baru semoga samawa, sini sini Angel peluk "


Ucap Angel sambil memeluk Vanessa


" Waktu nya menemui suami tercinta princess Vanessa !!!!!!


teriakan Nita dan Jessica yang entah kapan masuk


Mulai ngerocos Nita


" Gak boleh !!!!!! no no no hanya Mama dan Mami yang boleh,,, ayok sayang "


Ucap Mama sambil langsung memegang kedua tangan ku


Akhir nya Vanessa turun dengan di apit dua bidadari kiri dan kanan nya tentu saja Mami dg Mama mertua dan di belakang nya para sahabat tercinta


" Mami,,,, Vanessa gak usah turun aja yaa,,, malu Mami "


Rajuk Vanessa yg hampir menangis karena malu dan takut tiba tiba


" Sayang gak apa apa kan ada Mami dan Mama lagian tamu yg hadir hanya keluarga sayang, coba liat thu,,,, "


Kata Mami tenangi Vanessa


Saat tiba diruang tengah semua tamu masih duduk di atas ambal, Papi langsung bangun berjalan kearah Putri tercinta nya


" Putri Papi udah besar sangat cantik ...."


Kata Papi sambil memeluk Vanessa


" Sstt gak boleh nangis yaa ntar cantik nya hilang , ayok Papi antar "


Bujuk Papi sambil menggenggam jari jari Vanessa


Vanessa Dituntun oleh Mami dan Mama untuk salaman dengan seorang pria yang dari tadi tidak melepaskan pandangan dari Vanessa


Dava terpesona kembali dengan kecantikan Vanessa oh gak gak sekarang adalah istrinya, dan lupa dengan penolakan nya kemaren kepada orang tua nya


Dava terkejut tiba tiba dia tersadar dari lamunan nya Vanessa sudah duduk di depan nya, sangat cantik istriku ( bisik nya dalam hati )


Vanessa sangat tegang dan gemetar untuk pertama kalinya dia menyentuh tangan pria selain tangan Papi nya apalagi saat tangan Dava menyentuh kepala nya lama. Vanessa hampir pingsan


Setelah acara foto foto sekarang acara salam salaman dan ini sangat membuat capek setengah mati, Dava duduk berdampingan dengan Istrinya Vanessa sesekali dia mencuri pandang ke arah istri nya yg nampak kelelahan, Dava mendekatkan kan bibir nya ketelinga Vanessa dan berbisik


" Apa kamu mau istirahat sejenak, lagian keluarga akan ngerti "


" Ahh ngg gak usah aku disini saja "


Vanessa dibuat shock oleh Dava yang terlalu deket dengan nya


" Istirahat lah,,, simpan energi mu untuk nanti malam "


Suruh Dava tegas lengkap dengan sorotan mata dingin nya


" a aku gak apa apa "


Balas Vanessa takut takut ( siapa juga mau nurut dari tadi kata kata nya sangat lah ambigu menurut Vanessa yg semakin di buat takut oleh sikap Dava )


Dava kesel, karena Vanessa yang gak terpengaruh oleh perhatian nya dan malah gak nurut


( Ini adalah kesalahfahaman kedua mereka yang berujung kesakitan untuk mereka )


Dava menelusuri setiap bagian kamar Vanessa yang mulai sekarang menjadi kamar nya juga, wangi mawar Dava suka sangat tenang pantesan pemilik kamar tertidur indah begitu, Dava berjalan kearah istrinya dan berhenti pas di depan nya dia sejenak memandang kembali wajah indah istrinya yg tenang, sebelum melangkah ke koper dan masuk ke kamar mandi


Setelah mandi Dava merebahkan dirinya disamping Vanessa, jujur Dava sangat lelah semalam dia gak bisa tidur karena takut dan tegang yg memikirkan ijab Qabul, dia heran padahal dia sendiri yang gak menginginkan pernikahan ini tapi saat gadis ini memenuhi isi kepalanya dia sendiri yg berjalan kearah nya, dan memandangi wajah nya seperti saat ini sudah jadi kebahagiaan tersendiri buat Dava * ( Nyonya Muda Rules )* bisik Dava yang akhirnya tertidur dengan wajah menghadap istrinya.


Dava benar benar lupa akan kekasihnya bukan kah pesona Vanessa sangat besar untuk hati Dava


Hey hey novel ini dibaca saat luang aja yaa, ikuti terus yaa sampai episode hijrah nya seorang Vanessa