I'm Queen

I'm Queen
Keputusan Dava



Hari ini Dava merasa Vanessa sangat aneh, istrinya sering menangis dan bersikap kurang sopan menurut nya,, tapi dia tetap mengajak istrinya ngobrol walau di balas dengan sarkas


Semalam dia gak bisa tidur sambil menatap wajah istrinya, pagi nya Dava mengajak Vanessa jalan ke pusat kota hanya berdua tapi Vanessa menolak karena sudah janjian dengan Jessica dan kak Diva


Dava menghabiskan waktu nya di ruang kerja dengan dokumen yang menumpuk, saat siang dia kembali ke kamar namun ada telpon masuk dan itu dari Angel, mereka mengobrol lama dikarenakan Dava mengakhiri hubungan mereka dan Angel gak terima begitu saja


Dava memilih melanjutkan pernikahannya dan mengakhiri hubungan nya dengan Angel, karena sangat sulit memberi pengertian ke Angel jadi dia membujuk Angel dengan oleh oleh dan kata kata lembut.dan Dava tidak mengetahui kalo istri nya yang tidak sengaja mendengar beranggapan sebaliknya.


Setelah telponan Dava tersenyum senang dan gak sabaran menunggu Vanessa, malam ini dia ingin dinner dengan istrinya merayakan kelulusan dan keputusan memilih Vanessa untuk menemani sisa hidup nya, walau harus menunggu 2 tahun kedepan Vanessa baru seutuh nya menjadi milik nya dia sabar.


Namun saat dia keluar untuk menyiapkan dinner untuk Vanessa dia melihat Jessica sedang kumpul di taman dengan keluarga, Dava mencari keberadaan Vanessa namun gak ada, mungkin sedang bersama si kembar


pikir nya, Dava melanjutkan misi nya


Jarum Jam menuju kan angka 17.40 Dava sedang berada di dapur Hotel, untuk dinner pertama Dava memilih memasak sendiri dan di Hotel sendiri, banyak dari karyawati nya mulai terpesona dengan Pemilik tempat kerja mereka, sudah sangat tampan perhatian pandai memasak dan sekarang menyiapkan dinner sendiri dan mereka sangat penasaran dengan sosok yang terus membuat wajah tampan itu terus tersenyum


Dan khusus malam ini Restoran Hotel di tutup untuk umum


Drttttt Drtttttt Drtttttt ( bunyi panggilan masuk )


" Ya Mami,,, Dava sendiri, bukannya Vanessa udah balik juga, apa di sana gak ada,,? coba Dava cari di kamar dulu ya Mami,, "


Ucap Dava dia langsung mencari no Vanessa namun gak aktif, Dava berlari ke kamar nya meninggal kan dapur begitu saja


Saat tiba di kamar dia memanggil manggil Vanessa sambil mencari ke semua ruang dan hasil nya gak ada, Dava mulai panik takut terjadi yang gak gak sama istrinya, Dava kekamar kak Diva dan Jessica bertanya kepada mereka kenapa Vanessa gak ikut pulang dengan mereka


" Dava,, kakak tau kamu khawatir tapi tadi kami beneran pulang bareng cuman berpisah di pintu kamar aja,, atau jangan jangan Vanessa balik lagi ke galeri buku "


Ucap kak Diva


" Ya udah kak,, maksih yaa,, Dava coba cek cctv dulu,, bagaimana pun ini tempat asing buat Vanessa "


Kata Dava sambil pamit pergi


Dava menelepon suruhan nya ke galeri buku untuk mencari istrinya kesana, setelah itu menghubungi Arief untuk mengkosongkan ruang keamanan


Dava keruang keamanan dan meminta diputarkan rekaman cctv beberapa jam yang lalu, karena masalah privasi di ruangan hanya ada dia dan Arief kepercayaan nya di Hotel SAKURA


Dava sangat frustrasi di buat dia sangat takut sampai beberapa kali dia menjambak rambutnya sendiri,


" Arief,, masih butuh berapa lama, atau sebenarnya kamu gak bisa heh "


Kata Dava yang emosi sampai saat ini belum ada jejak Vanessa


" Maaf Pak Dava,,, saya akan berusa,,,, gadis ini ya Pak,,? "


" Benar,, itu istriku cari dimana posisi nya "


Dava sedikit lega saat melihat video istrinya tapi tiba tiba mata nya menangkap video lain di salah satu layar monitor


Degh,, apa ini,,,??? di sana istrinya sedang berjalan dengan seorang pria sambil bersenda gurau, sedang kan di sini dirinya seperti orang gila


Dava langsung keluar dari ruang keamanan sambil membanting pintu, sedangkan yang di tinggal terkejut dan takut karena baru kali ini melihat Pak Dava emosi gak karuan begini,,


" Apa nasib ku juga akan berakhir hari ini,, apa tadi kesalahan ku sangat besar,, bagaimana ini,,??? "


Arief bicara sambil mengelus dada nya


Di Dalam Kamar


Vanessa melirik jam di tangan nya yang menujukan jam 19.57 dia buru buru masuk takut keluarga nya mencari untuk makan malam, kenapa sangat gelap namun saat tangan nya mau menghidupkan lampu tiba tiba terdengar suara dalam gelap dan suara itu berasal dari atas ranjang


" Baru pulang atau baru tau jalan pulang,,, " Ucap Dava dingin menahan emosi yang siap meledak, dia sudah duduk sampai 20 menit lebih dan Vanessa baru kembali ke kamar


Kling ( bunyi lampu di hidupkan )


" Kak Dava,,kenapa duduk dalam gelap,,? "


Tanya Vanessa biasa


Kata Dava sambil berjalan kearah Vanessa


" Kak Dava kenapa bentak bentak lagian aku hanya ketemu teman "


Balas Vanessa gak terima di bentak


" Kak Dava,,Vanessa mau mandi, tolong minggir sedikit, sebentar lagi makan malam, kak Dava gak ganti pakaian ini udah kusut "


Vanessa bicara tanpa melihat kearah Dava


Dava minggir dan membiarkan Vanessa pergi, dia sangat emosi tapi percuma bicara dengan Vanessa, Dava pun melihat penampilan nya ke cermin sangat hancur.


Setelah siap mereka keluar kamar dan berjalan ke arah ruang makan, disana keluarganya sedang bersenda gurau, mereka pun bergabung


Saat ini mereka semua berkumpul di taman Flower, mereka sedang membahas tentang hari kepulangan yang berarti liburan sudah usai,,


" Liburan kedepan giliran keluarga Brahmana, saya akan kirimkan tempat dan lokasinya nanti bisa pilih kemana tujuan kita akan berkumpul kembali,,,"


Ucap Papi


" Gak terasa yaa,,, padahal masih ingin bersama tapi lusa kita akan pisah "


Kata Mama sedih


" Kita masih bisa ngumpul kok, pas kita berkunjung kerumah Dava nanti kan,, "


Balas Mami


" Iya ya,,, berarti harus sering berkunjung yaa "


" Gak boleh sering sering,, oh yaa !!! Dava gimana dengan Vanessa udah deal di sini kan, kan gak terlalu jauh juga cuman 2 jam penerbangan ke Kota D "


Ucap Papi


" Kenapa Nak Dava gak sekalian ikut tinggal di sini, kan disana udah ada Daniel juga, lagian pulang pergi gak masalah kan nak ,,? "


Ucap Mama


" Papa setuju dengan Mama kamu nak,, bagaimana pun juga Vanessa adalah prioritas utama kamu sekarang nak,,, "


" Makasih Papa Mama Mami dan Papi, tapi Dava harus bicarakan dulu dengan Vanessa, untuk keputusan nya nanti kami kabarin,,,"


Ucap Dava memberi pengertian kepada para orang tua


" Ya sangat bagus Dava,, Papi bangga punya kamu untuk putri Papi,,kalo butuh bantuan jangan sungkan yaa,, apa lagi mengenai putri kami,,"


" Makasih Pi " Ucap Dava


" Vanessa juga ya sayang yaa,,, tanya aja ke Mama Mami Kak Katrin boleh dengan kak Diva juga,,, ke siapa nyaman nya ya sayang,, ingat kalian masih keluarga baru masih harus banyak belajar yaa "


Ucap Mama sambil mengusap kepala menantu nya


" Iya Ma,, makasihh banyak,, "


Ucap Vanessa singkat


Malam itu seperti malam yang panjang buat Dava dan Vanessa


Malam ini lagi lagi Dava di tinggal tidur sendiri, Vanessa tidur dengan Mami nya walau sudah dilarang oleh Mami nya tapi Vanessa beralasan kalo bertemu dengan orang tua nya akan lama,,,,,


Hayy hyyy konflik di mulai saat di bangku kuliah nya Vanessa


Apakah akan mempengaruhi nilai kuliah nya


sampai kapan terus bersabar dengan istrinya