
Vanessa baru sampai di rumah dia melihat mobil dan sepeda motor di bagasi berarti teman teman nya lagi di dalam, Vanessa masuk dan dia sedikit terkejut mendapatkan Dava yang berada di tengah tengah teman nya
Alex yang melihat Vanessa pulang langsung menghampiri nya, mereka terlihat berbincang sambil jalan ke arah dapur, Vanessa duduk di pantry sedangkan Alex membuat sesuatu untuk Vanessa di dapur
" Alex,, sepertinya Vanessa akan ikut cara mu untuk ambil SKS rangkap, kalo bisa setahun udah siap semua "
Ucap Vanessa sambil mengambil telur dan sosis goreng dari tangan Alex
" Setahun apa gak terlalu bunuh diri Vanessa walaupun kemampuan loe lebih tapi kesehatan lebih penting kan "
Jawab Alex sambil duduk samping Vanessa
" Apa terjadi sesuatu, jangan bilang loe salah satu korban bullyan Vanessa, udah berapa lama heh "
Tebak Alex mulai panik
" Apa yang Udah mereka lakukan, kenapa gak bilang pada gue hmm, gua sahabat loe Vanessa, mereka benar benar cari mati, gue benaran akan bunuh mereka "
Kata nya emosi yang sudah bangun dari duduk sambil menatap Vanessa khawatir
" Haha.. udah ah, aku gak apa apa lagi, bagaimana mereka berani macam macam dengan ku kan,, makasih yaa udah begitu baik dan peduli "
Ucap Vanessa sambil tersenyum
" Aku hanya seperti bosan aja belajar, seperti gak ada tujuan aja "
Katanya lemas sambil makan
" Okey.. gue dukung keputusan loe tapi jangan segan minta tolong gue yaa "
Kata Alex yang mulai cemas dengan keadaan Vanessa yang gak seperti biasanya ceria
Dan itu gak luput seinci pun dari pandangan seseorang yang terus memperhatikan mereka
Jam sudah menunjukkan pukul 10.15 saat ini Suasana di ruang tamu mulai rame karena kedatangan delivery makanan, mereka makan rame rame sambil berbagi cerita kecuali Dava
Satu Jam Kemudian
Daniel dan Dimas pamit pulang ke hotel begitu juga dengan sahabatnya Vanessa dan Jessica yang sudah duluan pulang
Sekarang tinggal mereka berlima Mawar dan Lisa sedang membereskan ruang tamu di bantu Jessica, Vanessa sendiri sedang di dapur mencuci piring
Setelah menutup pintu rumah Dava berjalan ke dapur menghampiri Vanessa yang sejak tadi menghindari nya
" Perlu bantuan "
Tanya Dava yang berdiri disamping Vanessa
" Gak "
" Sini biar di bantu lap "
Katanya gak nyerah
Mawar dan Lisa yang melihat tuan rumah ikut kerja tentu gak tenang, mereka berdua langsung ambil alih semua kerjaan dan menyuruh mereka tidur untuk istirahat
Setelah membersihkan diri Dava keluar dari kamar mandi dia melihat Vanessa dengan piyama tidur nya dan rambut tergerai begitu saja, namun Vanessa membawa selimut dan boneka seperti orang mau minggat, jangan jangan ?
" Kamu kemana malam malam begini Vanessa ? kembali kemari dan tidur "
Ucap Dava
" Tidur aja aku mau tidur di ruang belajar "
Balas Vanessa
" Vanessa,, bisakah kita bicara baik baik "
Tanya Dava yang sudah di hadapan Vanessa
" Kamu gak capek terus marah marah gini, jangan kekanak kanakan begini "
Dava gak tau kali ini masalah nya apa, mengenai kabar beberapa hari ini atau masih masalah yang sama, jadi dia akan mendengar kan dulu Vanessa bicara
Dava semakin mendekatkan dirinya ke Vanessa dia menekan Vanessa ke pintu Dava mengunci tubuh Vanessa dengan dua lengan nya
Dava mulai menurun kan kepala nya sejajar dengan wajah istrinya saat sedikit lagi dia hampir mendapatkan nya Vanessa membuang wajah ke samping
Vanessa telat sedikit dan sekarang ketahuan, dia gak mau tidur dengan Dava gara gara di cium paksa pagi itu, dia harus menjaga jarak sejauh jauh nya dengan pria seperti Dava
Dan sekarang dia terkurung dengan tubuh Dava yang menurut Vanessa sangat besar dan kuat, Vanessa mulai gak tenang dengan pandangan Dava kepadanya dan sekarang apa ? berani nya dia
Setelah melihat kalo Vanessa menolak nya Dava semakin ingin menggoda nya, jadi dia menyelipkan tangan nya kesela sela telinga Vanessa sambil membelai pipi dan menyentuh telinga nya, Dava tersenyum melihat reaksi istrinya
" Mau apa kamu, minggir "
Vanessa sangat emosi dengan perlakuan Dava
" Aku mau kamu sekarang Vanessa.. pernikahan kita sudah jalan 5 bulan tapi kamu belum melakukan kewajiban mu sebagai seorang istri "
Ucap Dava dengan suara serak nya
Dava mulai mengecup pipi Vanessa dia memegang kedua pipi tersebut yang membuat wajah Vanessa sepenuhnya menghadap ke dia
" Jangan berani menyentuh ku lagi cukup sekali "
Vanessa mulai melawan dengan memukul Dava dan terakhir dia langsung menginjak kaki Dava dengan keras
Vanessa harus extra hati hati dengan makhluk satu ini. Vanessa yang melihat Dava mengaduh kesakitan karena kena injak tersenyum, lengan Vanessa di tarik dari belakang dan tubuh nya jatuh ke pelukan Dava
Vanessa terus memberontak dengan kegilaan Dava yang sedang cemburu
" Aku bilang lepasin ********, aku gak sudi "
Ucap Vanessa melihat tajam ke Dava
" ********, gak sudi, aku suami mu Vanessa apa pantas kamu ngomong begitu, dari awal pernikahan ini kamu gak pernah menerima ku kan ? umur bukan alasan katamu kan ? terus apa alasan nya aku mulai lelah Vanessa "
Kata Dava lemah yang melepaskan Vanessa
" Okey.. kita sama sama lelah jadi mari kita pisah. gak ada yang perlu di jalan kan.. aku gak bisa menerus kan pernikahan ini "
Kata Vanessa yang terkejut dan sedikit kecewa mendengar kata terakhir Dava sambil duduk di sisi ranjang
" Vanessa,, apa gara gara kabar itu, kamu percaya begitu saja, aku bukan lelah dengan hubungan ini Vanessa tapi lelah menghadapi sikap kamu, terima takdir mu sebagai istriku dan kita mulai dari awal, bukan seperti ini pernikahan hanya dalam buku tapi yang sesungguhnya. bisakah ? "
Dava menjawab yang sekarang sudah duduk di samping Vanessa
" Sikap ku, menurut mu kamu sudah benar dasar gak tahu diri "
Balas nya cepat
" Okey aku banyak salah nya, jadi kita bisa sama sama benarin. pisah itu bukan hal yang bagus "
Dava mulai membujuk Vanessa
" Tidak untuk mu tapi bagus untuk ku, aku mau tidur jangan berani macam macam "
Kata nya tajam
Vanessa berpikir percuma bicara dengan Dava, dia berjalan ke sisi lain ranjang namun lagi lagi Dava menarik nya untuk duduk kembali
" Kamu denger baik baik kataku Vanessa jangan pernah berharap untuk pisah. sampai kapan pun kamu istriku dan aku suami mu. ingat itu "
Kata Dava dingin
" Kalo aku bisa pisah dengan mu bagaimana ? "
Tanya Vanessa saat Dava ingin keluar kamar
Hyy maaf baru update kembali
mohon dukungan dan komen nya dong