
Vanessa baru turun dari kamar nya, dia melihat pagi pagi begini semua pelayan sangat sibuk, gak biasa nya, dia langsung berjalan keruang makan tapi, kenapa gak ada siapa siapa disini kemana Papi dan Mami yaa,,
" Bik, Papi dan Mami udah sarapan yaa ???
Tanya ku sama bik dewi yang sedang nyiapin sarapan aku
" Oh ya Non, Nyonya sekarang masih lagi di dapur, kalo Tuan tadi keruang kerja nya, oh iya Non,,,,Nyonya tadi pesen kalo Non sudah sarapan Non langsung siap siap aja, kata nyonya " jelas Bik dewi
" Siap siap,,??? mank sekarang jam berapa ??? bisik ku bingung
" Maaf Non sekarang jam sepulu... h
" Aa pa jam 10, kenapa gak ada yg bangunin vanessa sihh ???? """
Vanessa melihat kearah Bik Dewi yg terkejut krn omongan nya terpotong oleh ku, kan aku terkejut juga
" Eh eh maaf Bik yaa, tiba tiba maen potong aja, tadi Vanessa terkejut banget "
" Gak apa apa Non, silahkan sarapan nya Non " Kata Bik Dewi sambil tersenyum
" O ya !!! makasih Bik "
Sesudah sarapan vanessa langsung balek ke kamar nya, dan di atas ranjang udah ada paper bag pasti dari Mami dan isi nya sebuah maxi dress corak bunga merah muda sangat cantik senyum ku senang.
Setelah mandi Vanessa buru buru bersiap karena Mami nya dah manggil manggil di pintu, salah sendiri kan berendam sampai lupa waktu (berendam adalah salah satu kesukaan nya Vanessa )
Akhir nya Vanessa hanya sempet menyisir rambut dan dibiarkan tergerai dg sedikit lipgloss di bibir nya, karena tamu udah dateng Vanessa langsung turun dan berjalan kearah ruang tamu dg ditemani Mami tercinta.
Diruang Tamu
Sudah ada Papi nya Vanessa dg empat orang tamu, seorang pria seusia Pak Brahmana yaitu Pak Divano Rules di samping nya ada wanita cantik nyonya Jessy Rules sedangkan disofa samping nya ada gadis imut cantik Jessica Rules bersama seorang pria muda tanpa ekspresi Dava Sebastian Rules lengkap dengan wajah dingin nya.
" Ayo diminum dulu, sambil menunggu dua bidadari saya, seperti nya akan lama karena terjun ketempat favorit mereka "
Kata Papi Vanessa membuka obrolan dan akhir nya mereka larut dalam obrolan nya
" Kalo Nessa dapur favorit nya jadi bagaimana dg tuan putri nya, apa dapur juga ???? "
Tanya Nyonya Rules semangat
" Ohh hahahaaa,,,,, gak gak gak dapur adalah musuh besar nya "
Timpal Papi sambil ketawa lucu dan bercerita sambil mereka tertawa, tentu saja gak semua ikot tertawa
Dava Sebastian hanya diem heran melihat orang tua nya dan Pak Brahmana tertawa, apa yg harus ditertawakan dg gadis yg takut dapur, sungguh kasian pria yang akan menjadi suami nya nanti ( kata nya dalam hati) sambil kepala nya geleng geleng dan mata nya menatap kebawah , tapi tiba tiba suasana jadi sepi dan Dava pun mengangkat kembali mata nya kedepan dan pas di depan nya apa yang diliat mata nya dia terdiam seribu bahasa.
Setiba Diruang tamu Vanessa dan Mami langsung menyapa tamu, Mami nya langsung memeluk sahabat karib nya, dan aku melihat ada gadis seumuran dg ku, dia melihat ku sambil tersenyum dan Vanessa ikut tersenyum sambil menyapa sopan,
Vanessa duduk ditengah Papi Mami nya tp sebelum duduk mata nya menangkap seseorang yg sedang memandangi nya fokus dan mata nya seolah olah terkunci disana.
Saat Malam
Ditaman belakang terdengar kebisingan keluarga Brahmana dan keluarga Rules tak mau ketinggalan dg semua para pekerja brahmana mereka sedang pesta barbeque.
Vanessa sangat senang karena malam ini Jessica dan Nita akan tidur dikamar nya, Vanessa gak berhenti tertawa dan tersenyum dg semua tingkah para Mbak pelayan yg ambil kesempatan untuk ngambil hati para security dan gak terlewatkan kakak nya Nita jd sasaran empuk mereka,tapi itu hanya sekedar senda gurau biasa hanya lempar kata saja.
Tapi Vanessa merasa risih sendiri sejak dari ruang tamu ruang makan malahan sekarang dia terus pandangin vanessa, * tampan * ( bisik hati nya ) dan sekarang Vanessa yg curi curi pandang karena pria itu sedang mengangkat telpon yg kelihatan sangat serius.
Jam 01.09
Suasana Rumah Brahmana sepi karena para penghuni nya tengah terlelap mimpi,
Tapi tidak dengan satu kamar di atas ranjang seorang pria sedang duduk menatap layar hp nya, tp pikiran nya sedang berkelana dg wajah seorang gadis yg ditemui nya tadi, tidak ada percakapan apapun hanya pandangan, dan Dava ingin terus memandang nya seolah olah kalo sedetik terlepas dari pandangan dia akan kehilangan nya.
Dava benar benar frustasi mata nya gak bersahabat dg pemilik nya, dia gak bisa tidur
Jam 09.00 pagi
Vanessa dg Orang tua nya tengah mengantar keluarga Rules ke mobil mereka akan kembali ke kota D tp katanya malam ulang tahun ku mereka akan kembali kemari, berarti aku akan bertemu lagi jd gak sabar.
Tante Jessy memeluk ku sambil bilang untuk malam ulang tahun Vanessa harus dandan sangat cantik yaa,,,,,Vanessa hanya balas dengan senyuman
Setelah Keluarga Rules pulang Vanessa dan Mami pergi belanja, dan belanja nya sangat banyak, seperti biasa setiap ulang tahunnya vanessa akan berbagi ke kampung para pekerja Brahmana dan itu biasa nya di bantu dg karyawan dari rumah sakit dan hotel milik Papi nya, dan keluarga Brahmana langsung turun tangan sendiri.
Malam Ulang Tahun
Malam yg di nanti pun tiba, Vanessa mondar mandar depan cermin dia harus secantik mungkin malam ini, mereka akan bertemu lagi
Di lain tempat seorang pria sedang senyum senyum sendiri, ' Vanessa ' kata nya pelan kita akan bertemu kembali masih dengan wajah senyum nya,,
** Yang mereka gak ketahui kejutan besar yg sedang menanti **
Vanessa turun dari tangga pelan pelan karena lampu nya mati, dia jalan dg bantuan sinar hp nya
1 2 3 happy birtday Vanessa,,,,,,,
Vanessa dibuat terkejut tiba tiba lampu hidup dan apa yang terjadi mereka semua ada di bawah tangga semua mata menatap ke arah ku.
Vanessa sangat cantik malam ini, karena gak pernah dandan jd sekali nya dandan bak princess di negeri dongeng, dg gaun Halter berwarna biru tosca rambut tergerai yg membuat semakin mempesona.
" Non Vanessa,,,selamat ulang tahun,semoga makin cantik setiap harinya da tercapai cita cita nya dan selalu baik kepada kami,,ini adalah hadiah dari kami semoga Non Vanessa suka, Nona kami yg tercantik kami sayang Nona,,, hiks hiks "
Kata kepala security mewakili semua pekerja disini, mereka semua menangis Vanessa mengambil hadiah nya satu kotak kecil seukuran kotak hp, dan berjalan ke arah para pelayan
" Makasih atas hadiah nya atas sayang kalian terhadap Vanessa, satu hal yg harus kalian tahu Vanessa selalu sayang kalian, hiks hiks "
Vanessa langsung memeluk para mbak pelayan suara tangisan kebahagiaan pun pecah di kediaman Brahmana tanpa kecuali semua menetaskan air mata nya,,,,,,,,.....