I'm Queen

I'm Queen
Vanessa



Di Puncak


Hari sudah mulai gelap lampu lampu dari perumahan warga mulai menyala dengan indah nya, tetapi semua keindahan itu gak nampak di pandangan Vanessa, pandangan yang kosong wajah yang penuh kesedihan


Mama terus saja membujuk menantu nya ini untuk makan, namun Vanessa terus menolak, Dava sedang menelepon seseorang


" Apa kata mu,,? seseorang mulai mencari keberadaan Putri Brahmana, seperti yang aku tugas kan pada mu, kamu harus tahu apa yang harus kamu lakukan sekarang,,"


Perintah nya


Dava mulai mengkhawatirkan keadaan istrinya, bisa aja dia membawa nya pulang ke Kota D, namun Vanessa gak akan mau ikut dalam keadaan masih begini, terpaksa tetap harus menghadapi nya


Dava berjalan kearah mereka dan melihat Mama nya yang frustasi karena menantu nya gak mau makan,,


" Ma,, kita pulang yok,, nanti di mobil biar Dava yang bujuk lagi, udah malam gini gak bagus juga, Vanessa,, kita pulang yaa,,!!! "


Ajak nya


" Mama beres kan dulu barang barang ini, kalian naik lah ke mobil "


Suruh Mama


" Biar saya aja nyonya, nyonya masuk lah ke mobil di luar mulai dingin "


Kata Pak supir


" Oh ya udah,, makasih ya pak "


Balas Mama


Dalam mobil Dava sedang menyuapin nasi untuk Vanessa, mobil mulai berjalan ke arah Kediaman Brahmana


" Kak,, tolong turun lah ke lobby jemput Vanessa bawa ke kamar nya nanti Dava nyusul yaa "


" Okey,,, "


Saat mobil memasuki lobby kak Diva sudah menunggu di sana


" Vanessa,,sekarang pakai ini dan naik ke kamar dengan kak Diva yaa,,, nanti kak Dava nyusul "


Suruh nya ke Vanessa sambil memakai kan jas ke tubuh Vanessa


Vanessa nurut aja di bawa pergi oleh kak Diva, semua anggota keluarga masih di rumah ini, tapi, keluarga Rules hanyalah ikatan sahabat Brahmana tidak ada ikatan darah, jadi mereka sedikit susah untuk bergerak melindungi Vanessa


Sesuai perjanjian pernikahan anak mereka akan di umum kan ke publik di umur Vanessa 20 tahun


Keluarga pihak Mami ikut serta saat pernikahan Vanessa tapi Hendra kakak nya Brahmana sama sekali gak tau kecuali Angel,


Saat tiba dikamar nya Vanessa di bantu kak Diva untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, setelah itu Vanessa langsung tidur tanpa bicara apa pun lagi


Kak Diva, Jessica dan Tara ikut tidur di kamar Vanessa, sedangkan Dava dan kedua orangtua nya harus menginap dihotel, Hendra yang mengusir mereka semua termasuk keluarga Mami dan para karyawan di Kediaman Brahmana mulai besok harus keluar karena tidak ada yang menggaji mereka lagi


" Pa,, sepertinya bukan hal yang bagus untuk meninggalkan Vanessa dengan Paman nya itu, ntah kenapa perasaan Dava gak bagus aja sama Paman itu "


Kata nya sesaat sampai di hotel


" Tapi kita bisa apa, mungkin anak anak itu bisa menjaga sebentar, karena Vanessa


sedang dimana emosi nya gak bisa di ganggu dulu, kalo kita maksa takut nya bisa mempengaruhi kejiwaannya,,"


Kata Papa


" Biar Papa pikirkan gimana caranya yaa,, istirahat lah nak,, besok kita temui Vanessa "


Dava masuk ke kamar hotel dan membersihkan diri, malam ini dia gak bisa tidur, di pikiran nya di penuhi oleh Vanessa


Keesokan Harinya


Kak Diva yang sudah terbangun membangunkan Jessica mereka bertiga tidur di sofa semalam,, namun mata Jessica menangkap seseorang yang sedang berdiri di samping ranjang Vanessa, di lihat lihat itu bukan postur kak Dava, ini lebih kurus dan berkulit sedikit gelap, saat tangan lelaki itu ingin menyentuh wajah Vanessa, sontak Jessica langsung berteriak supaya Vanessa terbangun


Tanya kak Diva yang kaget


" Diam "


Terdengar suara bentakan yang keras


Tara terbangun dan ikut terkejut apalagi kak Diva dan Jessica


" Kalo kalian berani teriak lagi, aku bunuh kalian, sekarang karena kalian sudah bangun keluar lah selagi aku masih baik, jangan mengganggu ku yang ingin bersenang senang dengan si cantik ku,, keluarrr "


Teriak nya lagi


Mereka bertiga mulai panik, mereka gak akan meninggalkan Vanessa yang masih terlelap tidur


Kak Diva bangun dan berjalan kearah lelaki tersebut dia akan menerima apa pun konsekuensi untuk menjaga adik ipar nya


" Dasar ********, berani nya dengan wanita lemah, kamu yang harus keluar dari sini,, "


Tantang Kak Diva


" Hahaaaa,,, sepertinya kamu memilih mati yaa,, okey,, aku kabul kan "


Balas nya sambil mengambil sesuatu dari kantong nya


Jessica sedang melakukan panggilan ke kakak nya, dia sangat berharap kakak nya cepet kemari


Di sisi lain, Dava yang terus terpikir dengan istrinya dia mengendap gendap masuk ke kediaman Brahmana dengan bantuan seorang security Brahmana


Karena para karyawan di sini sangat menyanyangi Vanessa, jadi mereka gak akan biar kan siapa pun menyakiti nona mereka, security itu pun mengantar Dava langsung ke depan kamar nya Vanessa


Dava membuka pintu tersebut dengan kunci yang dulu di berikan Papi pada nya


Clek,,,


Pandangan mata Dava pertama begitu masuk adalah tiga gadis yang terikat di lantai, Dava tersadar kalo Vanessa gak ada dia melihat ke atas ranjang, Vanessa masih menutup matanya, Dava langsung melepaskan ikatan mereka


" Dava,, cepat bawa Vanessa pergi sebelum ******** itu kembali, cepat,, "


Kata kak Diva panik


Dava langsung berlari dan membawa Vanessa ke gendongan nya


Clek....


Pintu kamar mandi terbuka mereka semua terkejut


" Oh,, ada tamu baru,, letak kan si cantik di atas ranjang, aku akan melepaskan mu, jangan bilang kamu suka si cantik juga,, biarkan aku puas bermain dulu nan,,,,


" Diam,, " Bentak Dava emosi


" Kamu berani membentak ku,,


" Dava,,bawa kemari Vanessa bunuh saja ******** itu "


Kak Diva langsung membawa Vanessa


Tanpa aba aba Dava sudah menghajar lelaki itu, saat lelaki itu jatuh terpental ke lantai Dava langsung menginjak injak mulut lelaki itu dengan sadis nya


" Ini karena kamu berani melihat wajah istriku, ini kamu berani menyebut istriku dan ini kamu berani berniat jahat terhadap istriku,,,"


Dava sudah di kuasai emosi nya dia terus menginjak sampai lelaki itu berhenti bersuara


Dava membiarkan lelaki itu begitu saja, Dava membawa Vanessa dan seluruh para karyawan keluar dari kediaman Brahmana, tentu dengan semua kendaraan milik Brahmana


Hendra yang baru bangun mendengar keributan diluar, dia mau keluar namun seseorang memanggil nya ke atas tepat nya ke kamar Vanessa, dia melihat putra nya di lantai dengan darah di wajah nya, hendra langsung membawa putra nya ke rumah sakit, tanpa di ketahui nya Vanessa dan seluruh karyawan dan semua kendaraan di lobby sudah di bawa pergi


Saat keluar dari kediaman Brahmana mereka langsung berpencar namun dengan satu tujuan