
Kediaman Dava
Dava masih menunggu Vanessa di ruang tamu,, saat telpon rumah berbunyi Dava mengangkat nya
" Ya Ma,,, hp Dava di kamar, Vanessa masih di kamar, kenapa Ma,,,?
Tanya nya curiga dengan suara serak Mama nya
" Aapa,, kapan Ma,, apa mereka baik baik saja, Dava cari Vanessa dulu Ma,, "
Dava berlari ke kamar Vanessa
" Tok Tok,,,, Vanessa buka pintu nya,, ini penting cepatt,,, Vanessaaaa,,"
Teriak Dava
Vanessa yang baru siap berganti pakaian merasa terganggu namun tetap tidak di hiraukan nya
" Vanessa,,,cepat buka pintu nya,, okey,,,!!! kak Dava tunggu di bawah cepatlah turun kita harus ke Kota A orang tua mu kecelakaan dan sekarang masih di rumah sakit,,cepat lahh "
Suruh nya kesal
" Aapa,, gak mungkin,, "
Vanessa langsung menghidupkan hp nya karena tadi di off kan,, begitu banyak panggilan dari orang tua nya dan Mama, Vanessa langsung berlari ke bawah mencari Dava dengan isakan tangis nya,,,
Dava yang melihat Vanessa turun langsung membawa nya ke mobil, di mobil Vanessa menangis histeris saat Dava menceritakan kronologis nya, sesaat kemudian Vanessa jatuh pingsan, Dava mengendong Vanessa ke atap gedung perusahaan nya mereka akan menggunakan Jet pribadi,,
Di Kota A Rs Brahmana
Tuan Rules dan istrinya sedang duduk termenung sesaat setelah mendapatkan kabar dari Dokter yang keluar dari ruang UGD,, mereka sudah di rumah sakit 2 jam yang lalu setelah mendapatkan telpon dari istrinya Pak Bagus yaitu Asisten Pak Brahmana yang sekarang telah ikut pergi bersama majikannya
" Pa hiks,, hiks,, bagaimana ini hiks ,, apa yang harus kita sampaikan pada putri mereka, Mama gak tega dengan Vanessa,,dia masih terlalu muda untuk di tinggal kedua orangtua nya Pa hiks,,, hiks,, "
Ucap Mama Jessy sambil menangis, namun tiba tiba dia terdiam melihat Tuti dan putri nya menangis histeris
Di dalam Jet
Dava baru mendapatkan kabar dari Papa nya,,Dava terkejut dia menangis sambil menatap wajah Vanessa yang masih pingsan,,
" Bagaimana ini huhh ,, apa yang harus aku lakukan,,?? Vanessa Vanessa kamu harus kuat yaa,, aku janji akan terus bersama mu Vanessa,, "
Ucap nya sambil menahan tangis
Saat tiba di Kota A Jet langsung mendarat di atap Rumah Sakit Bramana, Vanessa yang sudah sadar begitu turun langsung berlari ke lift,, dia memencet no lantai yang menuju ke ruang inap khusus Brahmana,,
Dava ketinggal cepat dengan Vanessa saat dia sampai di lift pintunya udah tertutup, Dava berlari lewat tangga darurat, saat sampai di lantai khusus Bramana dia melihat Vanessa terduduk lemas di lantai, sepertinya kelelahan berlari kesana kemari namun yang di cari tidak ada, Dava duduk depan Vanessa ingin memeluk nya namun perkataan Vanessa membuat dia mematung
" Kak Dava,, puas sekarang menipu ku,,?? puas bercanda atas nama orang tua ku,,,?? puas bermain sekarang hahh,, jawab akuu,, dimana Papi Mami ku,, ?? kenapa diam Hahh ,,??
Bentak Vanessa sambil memukul mukul Dava
" Vanessa sudah yaa,, aku minta maaf,,, kita ke bawah yaa ada Mama dan Papa juga sedang menunggu kita,, "
Ucap Dava sambil menarik Vanessa kepelukan nya mereka berdua menangis
" Ma,, Vanessa dan Dava sedang di atas kita tunggu di sini aja yaa,,? "
Tanya Tuan Rules kepada istrinya
" Paa, hiks,, hiks apa yang harus kita bilang hiks,, Vanessa hiks "
Tangisan nya kembali pecah
Nita yang mendengar kalo Vanessa sedang di atas dia langsung mengelap wajah nya,,
" Ma,, kita harus kuat supaya Vanessa gak merasa sendirian yaa "
" Fuhh,,,,, ya sayang Kita harus kuat demi Vanessa "
kata Tuti membuang nafas nya
Di Lantai Khusus Brahmana
" Vanessa,,dengarkan aku yaa,, apa pun yang terjadi kamu harus ikhlas dan kuat yaa,, kamu gak sendiri ada aku suami mu hmm,,, aku akan terus bersama mu ini janji ku,,, sekarang kita turun yaa,, "
Dava memengangi kedua pipi Vanessa
" Ke keenapa harus turun hiks,, ada apa di bawah,,?? jawab aku ?? dimana Papi Mami ku hiks,,,,,?? kenapa kamu gak jawaaabb hiks,,,Mami,,, Papi,,, dimana kalian ,,, Vanessa gak mau be beginiiii hiks,, hiks,,,, Mamiiii,,Papiii,,,
Vanessa berteriak memanggil orang tua nya dia mulai berlari kesana kemari, Dava gak kuasa melihat nya tangisan nya pun mulai pecah kembali, Dava bangun dan langsung mengendong Vanessa yang mulai lemas kembali
Dava keluar dari lift langsung ke tempat orang tua nya yang sedang menunggu mereka
Tuan Rules dan istrinya begitu melihat kedatangan putra dan menantu mereka langsung mendatangi mereka
" Gimana keadaan Vanessa nak,,dia sudah tau " Ucap Papa
" Belum Pa,, dia histeris Pa,, Dava gak tau gimana bilang nya,, "
" Gak pa pa nak,, biar Papa yang kasih tahu,,kita harus membawa mereka ke kediaman Brahmana "
Ucap Papa
" Baik Pa,, tapi keluarga yang laen gak ada Pa cuman ini aja,,? "
Tanya Dava sambil melihat ke Bibi Tuti dan putri nya
" Iya nak,,, cuman ini keluarga mereka, nanti Papa beritahu tahu kamu,, sekarang kita harus cepat "
20 Menit Kemudian
Di kediaman Brahmana semua para karyawan menunggu majikan mereka dengan sesegukan,, ini musibah terbesar buat mereka apalagi saat melihat nona mereka tergolek lemas dalam gendongan Dava mereka mulai gak kuasa menahan tangisan
" hiks,,, nonaaaa,,, hiks,,, "
kata mereka serempak
Iya,,,,memang gak ada keluarga laen selain satu keluarga yaitu kakak dari Bramana Hendra berlima dengan istri dan anak anak nya yang sedang duduk santai di ruang tamu, sedangkan sebelah Mami Vanessa bukan keluarga kandung dan mereka baru sampai karena tempat tinggal mereka yang terlalu jauh
Dava mengantar Vanessa ke kamar dia menyuruh Nita untuk menemani istrinya karena dia harus membantu Papa nya di bawah
Vanessa terbangun langsung tersadar dan berlari mencari orangtuanya ke kamar namun kosong, dia berlari lagi di jalan dia bertemu dengan pelayan,,,
" Hhhhh,,,mbak liat Mami dengan Papi gak lagi di ruang mana,,, cepat mbak,,, Vanessa mau ketemu mereka,, "
Kata Vanessa ngos ngosan
" Nonnn,,, yang sabar yaa hiks,, non harus tetap kuat yaa hikssss,,,?"
Ucap pelayan itu menangis karena gak kuasa melihat nona kesayangan mereka dengan penampilan sangat hancur
" Mbak,, bawa Vanessa ke tempat Mami Papi yaa,,,hmm ""
Melas nya
Vanessa berjalan di samping pelayan tersebut dengan jutaan pertanyaan dan keheranan dalam dirinya
" Mbak,, kenapa rame begini dan kenapa dengan pakaian mereka ??? "
Tanya Vanessa heran
Vanessa di bawa pas ke depan sepasang suami istri yang sedang terlelap dengan di kelilingi beberapa orang pria yang membacakan ayat alQur'an