
Vanessa menunggu hari gelap baru keluar dari gudang, dia gak mau di lihat orang dengan penampilan seperti ini,
Saat gelap Vanessa keluar dari gudang dan berjalan ke arah toilet untuk membersihkan diri baru pulang, dia gak mau Jessica tau kalo dirinya di bully
" Mungkin sedikit pembalasan gak akan jadi masalah,, mari kita lihat apa yang bisa kalian lakukan dengan hadiah cuma cuma dari ku,,, "
Kata nya pelan sambil tersenyum
Setelah berbenah Vanessa langsung pulang ke rumah, sampai di rumah dia langsung naik ke kamar nya untuk membersihkan diri
20 Menit Kemudian
Vanessa sedang duduk depan laptop nya memperhatikan setiap gambar di video tersebut
" Halo,, kamu sudah mencari tahu, okey !!! aku beri waktu 10 menit "
Suruh nya pada seseorang di sebrang telpon
" Kalian menyentuh rambutku, kepalaku, pakaianku, tasku, hpku, duitku, dan saat ini aku masih merasa sakitnya, bersiap siap lah kalian "
Kata nya dingin sambil menanda setiap wajah di layar laptop nya
Tok tok tok ( suara ketukan pintu )
Vanessa yang mendengar menutup laptop nya dan berjalan ke pintu
" Vanessa,, kamu udah lama pulang ?? hp mu kemana ?? aku menghubungi mu tapi gak bisa, kamu gak apa apa kan,, ?? "
Tanya Jessica khawatir
" Aku baik baik aja, hp ku hilang tadi, apa sedang ada masalah ,,? Tanya Vanessa
" Untunglah,, aku takut banget, tadi siang Papa telpon katanya kak Dava masuk rumah sakit dan sampai sekarang belum sadarkan diri, besok pagi aku balek kesana apa kamu ikut,,?? " Jelas Jessica
" Aku besok ada kelas jam pagi cuman 2 jam, gimana kalo aku nyusul aja, karena besok ada praktikum " jawab Vanessa
" Okey,,, aku tunggu aja, kita barengan, kalo begitu aku mau tidur dulu byy " Balas Jessica sambil berjalan ke kamar nya
" Hahh,, mank sakit apa sampai gak sadarkan diri " Ucap nya pelan setelah menutup pintu
Vanessa kembali ke depan Laptop dan menghidupkan kembali, ada pesan masuk Vanessa yang melihat mu tersenyum
" Hanya anak karyawan biasa tapi berani menindas ku " Katanya
" Halo,,, sekarang kirim kan hadiah kecil dari ku untuk setiap rumah mereka, dan mulai besok bekerja lah di kampus masih banyak yang seperti mereka "
Vanessa menutup laptop nya dan naik ke ranjang nya, dia sama sekali gak memikirkan Dava yang terbaring tak sadarkan diri disana, Vanessa benar benar ingin pisah dengan Dava, namun untuk menghormati Papa dan Mama dia hanya mengikuti jalannya waktu saja, tanpa perasaan apa pun
Pagi Hari
Vanessa berjalan di koridor kampus dan masuk ke kelas nya, seperti biasanya tanpa menghiraukan apa pun
" Apa itu benar ?? jadi bagaimana nasibnya ?? kasian yaa harus berhenti kuliah ?? "
Kata salah seorang mahasiswa
" Yang aku dengar bukan hanya dia saja, tapi satu geng nya, bukan kah mereka senior tingkat 5, kasian banget keluarga nya yaa,, dan kejadian nya hanya semalam "
Kata salah seorang lagi
Di kelas mulai bergosip masalah beberapa senior tingkat 5 yang di keluar kan dari kampus, tidak hanya itu keluarga nya juga berimpas
Sudut bibir Vanessa terangkat sinis mendengar hasil dari kerja bawahan nya
Jam 10.15 Vanessa dan Jessica sudah berangkat ke bandara, saat tiba mereka di jemput awak pesawat dan langsung masuk ke lift, namun sebelum benar benar masuk ke lift seseorang sedang tersenyum senang karena dia bisa menemukan orang yang di cari nya selama ini
Di jalur kedatangan Bandara Angel baru keluar dengan membawa koper dan tas nya, dia sedang menunggu jemputan, Angel mencari cari namun siapa sangka dia menemukan sesuatu yang di cari nya selama ini, Vanessa katanya pelan, Angel mengikuti arah mereka dan mencari tahu tujuan kepergian Vanessa Kota D bisiknya
Dava yang baru sadar tadi pagi kini sedang di suapin makanan oleh Mama nya,
" Mulai sekarang jaga kesehatan mu, jangan sampai drop kayak gini lagi yaa,, atau pulang kerumah saja yaa,,"
Mama mulai dengan kata-kata nya
" Jessica dan Vanessa udah sampai, Ma,, Diva jemput dulu yaa,, "
Kata Diva
" Yaa,, hati hati yaa, sebelum kemari tanya kan dulu mereka udah makan apa belum, kalo belum langsung bawa makan dulu yaa nak "
Ucap Mama
" Okey Mama,, Diva jalan yaa"
Pamit nya
Saat sampai di lobby rumah sakit Vanessa dan Jessica sudah di tunggu oleh kak Diva
" Hay hay princess nya kak Diva udah tiba,, sini peluk, kakak kangen banget dengan kalian,, hehee "
Kata nya sambil memeluk mereka berdua
" Kak Diva,,udah ah,, sesak tau,,yuk Vanessa "
Ucap Jessica yang menarik tangan Vanessa
" Hey hey anak kecil,, mulai gak sopan yaa dengan orang tua, kakak nya di sini main pergi pergi aja, kita makan dulu yok,, lapar kan ?? Kak Diva bayarin bebas milih yuk,, "
Katanya
" Beneran ne,,?? bebas yaa ??
Mereka bertiga naik mobil kak Diva yang menyetir, mereka akan makan di pusat kota di Cafe terkenal di sana CAFE VP
Mereka makan sangat banyak dengan menu yang berbeda beda, Vanessa sempat izin sebentar membeli hp baru
Di rumah sakit dalam ruangan Dava sedang di temani oleh sahabat sahabat nya, mereka sempet terkejut mendengar Dava yang sempet gak sadarkan diri walau hanya semalam
" Maka nya bro hidup itu harus di nikmati, jangan di bawa kerja terus pada demo kan anggota tubuh minta istirahat, setelah sembuh gimana kalo liburan hemm "
Ucap Dimas
" Ke Pulau baru loe gimana ?? "
Tanya Evan
" Ok Deal yaa,,, huhh andaikan ada pujaan hati pasti gue ajak " Kata Evan
Saat mereka sedang membahas pujaan hati Evan pintu ruangan tiba tiba terbuka dan pandangan mereka beralih ke arah yang datang, mereka terpaku lama seolah olah pandangan mata mereka telah terkunci dan gak bisa lepas, tepat nya pesona dan kecantikan seorang Vanessa yang indah di pandang
Vanessa memakai sabrina dress dengan bertelanjang bahu yang hanya selutut warna hitam dan sepatu sneakers putih yang menambah kesan seksi nya, Vanessa sengaja berpakaian begini untuk memperlihatkan pada Dava kalo kekasihnya itu gak ada apa apa nya sama Vanessa pikirnya sombong
" Hayy Vanvan,,, baru aja di omongin,,nama nya berjodoh begini yaa,, "
Kata Evan senyum tanpa melepaskan pandangan nya dari Vanessa
" Ehh Kak Evan disini,, heheeee,,, ada ada aja "
Jawab Vanessa sambil tersenyum
Dan akhirnya Vanessa hanya menanyakan keadaan Dava sebentar lebih nya dia asyik bersenda gurau dengan sahabat Dava
Dari awal Dava sudah gak suka istrinya jadi pusat perhatian apalagi dengan pandangan memuja mereka, Dava sangat kesal, bersama lelaki laen Vanessa bicara sangat banyak apalagi kenapa harus tersenyum begitu, tapi coba dengan nya