
Hari ini Vanessa sangat kesal, marah dan jengkel dengan Dava, gara gara kejadian tadi pagi Vanessa telat sampai di ospek dan berakhir dengan di suruh lari mutar halaman depan kampus dengan 10x putaran
" Hahh,,, Hahh,, gila yaa para senior, aku tandai mereka, hukuman ya hukuman tapi kalo begini ada dendam bersyarat thu,, tega amet hampir copot ne kaki "
Kata Jessica sambil duduk
Sedang kan Vanessa didalam hati terus mengerutu untuk Dava, lari bukan hal sulit buat nya, tapi dia gak pernah suka jadi pusat perhatian, apalagi di perhatian kan dengan tatapan merendahkan begitu, hari pertama jadi tontonan gratis buat anak anak kampus
Saat siang hari Vanessa dan Jessica baru mengikuti ospek sampai sore dan itu sangat melelahkan, sebelum pulang mereka para senior memberikan tugas kepada junior baru untuk membawa coklat dengan variasi rasa yang berbeda beda untuk besok, dan bagi yang tidak membawa nya hukuman sudah menanti
Vanessa dan Jessica sampai ke rumah hari mulai gelap, di ruang tamu mbak Lisa dan mbak mawar sedang menunggu mereka
" Nona sudah pulang,,, pasti capek banget yaa,, mau di pijitin gak,, ??? "
Tawat mbak mawar
" Gak apa mbak,, tapi kami boleh minta tolong gak,,?? temani kami ke Mall yaa,, untuk ospek besok kami di suruh bawa coklat dengan rasa beda beda "
Kata Jessica
" Coklat,,? untuk besok,, gimana kalo mbak buat aja hemm,,? Tawar mbak Lisa
" Boleh boleh mbak, makasih mbak,, " Ucap Jessica senang
" Minta tolong ya mbak,, makasih banget yaa,, " Kata Vanessa tersenyum
Setelah berpamitan mereka berdua naik ke kamar masing masing, mereka benar benar lelah setelah membersihkan diri langsung tertidur tanpa makan malam
Keesokan harinya mereka membawa coklat yang di buat mbak Lisa, sama seperti kemarin ospek nya berjalan sampai sore, dan begitu lah perjalanan ospek mereka sampai seminggu, gak ada yang menarik buat Vanessa yang gila belajar, menurut Vanessa buang buang waktu aja
Sebulan Kemudian
Vanessa sedang berada di kantin bersama Tara dan Nita, mereka bertiga sedang belajar sedangkan Jessica sedang ada kelas
" Vanessa,, minta tolong yang ini yaa, ohh ya !! hampir lupa, minggu depan jurusan ku ada praktek keluar, jadi kita gak jumpa yaa, kalian gak ada praktek ??
Jelas Nita sambil memberikan buku ke Vanessa
" Jurusan ku bulan depan mungkin, ne dah siap "
Jawab Vanessa sambil mengembalikan buku Nita
" Woww,,, sahabatku secepat itu kah siap nya, perasaan tadi aku liat Nita hampir gila dengan tugasnya, coba liat sini,, aku penasaran dengan tingkat kebodohan Nita,, "
Kata Tara ikut nimbrung sambil melihat buku tugas Nita
" Hahahaaaa,,,, sepertinya sahabatku yang satu ini butuh bantuan, bukan kah kadar bodoh nya sudah sampai titik akut hahaaaa,,, "
Tambah Tara lagi sambil tertawa puas
" Ketawa terus sampai puas, ingat nanti malam jangan minta aku temanin tidur "
Ancam Nita
" Yahhh,,, maaf maaf okey,,, gak lagi, janji !!!! temanin lagi nanti malam yaa,,,"
Melas Tara
Di Kota D
Dava sedang berada di rumah, hari ini dia gak ke kantor karena kurang sehat, dari pagi dia hanya tidur sedangkan badan nya mulai semakin lemas karena belum mengkonsumsi apa pun sejak dari semalam
Daniel yang khawatir sepulang kantor dia menyusul ke rumah Dava, Daniel sudah berdiri lebih dari 20 menit di depan pintu sambil memecet bel namun gak ada pergerakan apa pun
Daniel menghubungi Pak Rules dan bertanya tentang keberadaan Dava, Pak Rules yang khawatir dengan putra nya langsung memberikan pin pintu pada Daniel
Tin tin tin ( suara kode pintu )
Daniel mencoba memanggil namun gak ada respon sama sekali, dia langsung ke arah ruang kerja Dava namun kosong juga, dia memberanikan diri ke kamar pribadi Dava karena bagaimana pun kurang sopan aja apalagi Dava sudah beristri, dia masuk pelan pelan sekalian mencari cari keberadaan tuan rumah
Daniel yang melihat Dava tertidur pun mulai lega, Daniel menghampiri Dava yang di atas ranjang, dia sangat terkejut melihat keadaan Dava yang pucat dan di wajah nya banyak keringat, dia memeriksa suhu tubuh tanpa mengulur waktu dia langsung menelepon Pak Ari untuk membantu nya membawa Dava ke rumah sakit
Dava terlalu kelelahan dengan aktivitas nya tanpa peduli dengan istirahat dan makan nya akibatnya sampai di rumah sakit dia gak sadar diri
Diruang Inap VVIP Papa dan Mama sedang menjaga putra mereka yang terlelap, Doni yang baru tiba melihat wajah sedih kedua orangtua nya pun mulai menyemangati
" Pa Ma,,,Dava gak kenapa napa, kita berdoa aja biar Dava cepat sadar yaa,, Papa dan Mama istirahat lah biar Doni yang gantian jagain Dava yaa,, "
Ucap Doni
" Mama mau di sini aja,, Papa pergi makan dulu sana tadi belum sempat makan kan,,?? kamu udah makan Nak,,?? pergilah makan dengan Papa mu yaa,, "
Kata Mama menyuruh Doni untuk makan
" Ya udah,, ayo nak,,!!! Mama kami tinggal yaa,, "
Jawab Papa yang mengerti maksud istrinya
Selepas mereka pergi Mama terus memandangi tubuh Dava, ini sudah lewat dari 8 jam namun gak ada pergerakan sama sekali dengan putra nya
Mama terduduk lemas dia takut sangat takut kalo terjadi sesuatu dengan putra nya, Mama mulai menangis sendiri sambil menggenggam tangan putra nya
Di tempat lain Papa dan Doni sedang berada di sebuah Restoran dekat Rumah sakit, mereka baru siap makan Papa mulai membuka pembicaraan dengan menanyakan kabar cucu cucu nya
" O ya Pa,,, kita gak hubungi Vanessa,,?? "
Tanya Doni
" Tadi udah Papa hubungi namun gak di angkat tapi Papa udah kabarin ke Jessica, nanti Papa hubungi lagi mungkin tadi ada kelas "
Jelas Papa
" Ohh, Jessica gak nangis Pa, biasa dia yang paling histeris kalo dirumah ada yang sakit,,?? Pa,,, Dokter bilang apa tentang Dava "
Tanya nya Khawatir
" Hahaa,,, adek mu sudah dewasa sekarang, namun adek mu yang satu ini sangat keras kepala hahh "
Ucap Papa yang nampak frustasi
Doni yang mengerti pun langsung diam dan mengajak Papa nya untuk kembali ke ruang Dava
Kampus
Saat ini di sebuah gudang bekas perpustakaan dulu, seorang gadis terduduk di lantai yang kotor tengah di kerumuni oleh beberapa senior perempuan, tak hanya itu mereka mengacak pakaian dan menjambak rambut nya, ada yang berani menendang juga, sedangkan tas gadis itu sudah di bakar oleh mereka sekalian dengan isi nya kecuali hp dan uang
Biasanya mereka hanya memalak saja, namun hari ini mereka menjebak nya untuk datang kemari dan langsung menghajar nya
Gadis itu adalah Vanessa yang sudah jadi target mereka selama sebulan ini.
Vanessa hanya duduk diam menerima semua perlakuan kasar mereka, dia gak bisa melawan karena Vanessa gak mau mencoreng nama baik Papa dan Mama
Vanessa mendaftar ke kampus ini atas perwakilan Papa dan Mama karena dia harus menutupi identitas asli nya