
Malam Hari Di Kota K
Vanessa dan Jessica baru tiba di rumah, mereka berangkat tadi sore dan sekarang mereka sedang sibuk sendiri di kamar masing masing
Sekitar jam 9 malam Vanessa izin keluar sendiri dia membawa mobil nya yang jarang keluar, sebelum berangkat dia menganti pakaian nya dulu dengan balutan serba hitam di dalam mobil, gaya nya yang cool dan berkesan dingin bisa menarik perhatian para ladies
Vanessa menuju pusat kota dia berhenti pas di depan Kasino X, yang rata rata pengunjung nya orang orang kalangan atas, selain ada bar mewah di dalam nya ada apartement juga, Vanessa masuk setelah memperlihatkan kartu identitas nya, karena waktu keperluan nya masih 40 menit lagi Vanessa masuk lift dan menekan no lantai 8
Ting
Pintu lift terbuka Vanessa keluar dan berjalan kearah salah satu pintu dengan no 220, setelah menempelkan jari nya dia masuk
" Wuahhh,, welcome Vanessa,, kangen nya udah berapa bulan gak jumpa hemm,,, cup cup cup,,, "
Ucap Vanessa kegirangan sambil melompat lompat di atas kasur dan menciumi boneka nya
Apartement ini adalah salah satu tempat rahasia nya, dulu saat masih duduk di bangku SMA seminggu sekali dia akan kemari,,
Vanessa masuk ke setiap ruang memeriksa, dan terakhir dia berada di ruang Lab dia mengambil sesuatu yang dia perlukan, saat melihat jam tangan dia bergegas bersiap untuk aksi nya
Di Bar Kasino X
Di salah satu meja beberapa lelaki berjas sedang melakukan pertemuan resmi dengan klien nya, mereka seperti membicarakan sesuatu hal yang penting
" Aku butuh beberapa orang orang mu, bocah itu sangat sulit di temukan padahal ini sudah jalan 2 bulan, semua aset di bekukan bahkan ke hal kecil sekalipun, untuk apa semua nya bisa beralih ke tangan ku kalo gak bisa aku kuasai "
Kata seorang lelaki berumur itu
" Bukankah kamu gak jauh beda dari seekor anjing yang menjaga rumah di saat pemilik nya keluar hahahaaaa "
Tambah seorang lelaki gemuk sambil ketawa
" Kamu hanya butuh orang orang ku saja, imbalan nya apa,,?? "
Tanya seorang lelaki yang jauh lebih muda dari mereka
" Sama seperti yang aku katakan saat di telpon kemarin "
Jawab lelaki pertama ngomong tadi
" Bukan nya masih seorang siswi, dan bagaimana aku bisa percaya dengan anak anak sekarang "
Tambah lelaki muda lagi
" Tenang saja, belum tersentuh dan tahun ini bocah itu sudah 19 tahun, tinggal setahun lagi, dan aku hanya butuh sidik jari saja, untuk bocah itu ambil lah untuk mu hahahaaa aku yakin kamu gak akan nyesal hahaaa "
Vanessa duduk pas di belakang mereka dengan dua orang gadis di sisi kiri dan kanan nya, dia mendengar semua nya
" Lakukan tugas kalian, waktu nya uji nyali "
Katanya berbisik kedua gadis itu
" Okey,, sampai berjumpa bulan depan "
Balas nya dengan mengedipkan mata manja
Setelah kedua gadis itu pergi Vanessa keluar menuju mobil nya, di kepala kecil nya penuh dengan rencana
" Hendra kamu terlalu ambisi, padahal aku berencana membiarkan dulu putri mu, kamu yang memesan sendiri, tentu saja aku harus mengantar kan nya bukan,,?? duduk dan tunggu lah pesanan mu ?? "
Ucap Vanessa sambil menatap sebuah mobil yang baru di naiki Hendra dengan senyuman sadis
Vanessa menjalankan mobil nya mengikuti arah mobil tersebut, Vanessa menelepon seseorang
" Sekarang " Ucap nya
Brakk💥💥
Thum thum ckitttt
Detik itu, di depan matanya sendiri terjadi lah kecelakaan 2 mobil tetabrak, beberapa menit kemudian orang orang pada ramai, polisi dan ambulans pun mulai bekerja dengan bagian masing masing, sedangkan Vanessa sudah hampir sampai kerumah nya
" Vanessa,, baru pulang ?? ada bawa makanan gak,, ?? laper "
Kata Jessica di ruang tamu yang sedang menonton
" Ini ayam goreng mau gak,,?
Jawab Vanessa sambil memperlihatkan bungkusan di tangan nya
Mereka pun makan sambil nonton padahal sudah larut malam
Keesokan Harinya
Terhembus kabar dimana mana tentang putri Brahmana mengalami kecelakaan tadi malam, dan yang menjadi topik nya adalah orang yang menabrak nya ternyata paman nya sendiri
Angel mengalami luka yang parah di wajah dan tubuh nya, sedangkan Hendra nasib naas menunggu nya, selain kaki nya yang belum bisa di gerak kan, dia sudah jadi tersangka pembunuhan berencana terhadap keponakan nya sendiri
Vanessa tertawa senang mendapatkan laporan dari bawahan nya, apalagi berita yang mereka buat
" Pertarungan ayah dan anak, dalam drama paman dan keponakan hemm,,, ini baru di mulai "
Bicara nya sendiri
Hari ini Vanessa masuk kelas malam jadi jam 10 malam baru selesai, dia jalan kaki menuju komplek rumah nya, namun dia merasakan seperti ada suara sepatu dari belakang nya, Vanessa gak peduli sambil terus jalan, tapi suara sepatu sudah hilang
" Hallo,, aku akan kesana "
Vanessa menerima panggilan masuk dan dia memutar kembali jalan nya
Di belakang kampus dalam gudang bekas, empat orang mahasiswa sedang di ikat dan mulut di lakban, dua orang gadis berpakaian serba hitam hanya duduk memperhatikan mereka
Drtttttt
" Iya nona "
Salah seorang dari gadis itu menjawab telpon sambil bangun dari duduk nya berjalan kearah pintu
Vanessa masuk masih dengan pakaian nya yang tadi, dan itu membuat keempat mahasiswa tadi kaget
" Hai Kakak kakak senior !!!! kenapa kalian bisa disini ?? terus kenapa terikat ??? "
Ngomong Vanessa dengan wajah polos
" Bukain lakban nya, kakak kakak senior mau jawab "
Suruh nya, dua gadis itu pun bangun membuka lakban di mulut mereka
" Lepaskan ini juga " Suruh salah satu mahasiswa itu
" Yang mana ?? biar aku yang lepasin "
Kata Vanessa sambil bangun dan berjalan ke arah mahasiswa tadi
" Arggh,, ke kenapa kamu menginjak tangan ku, cepat bukain "
Suruh nya pada Vanessa
" Siapa kalian, dan apa mau kalian ??
Tanya mahasiswa yang lain
" Kalian gak tau siapa aku, tapi kalian mengikuti ku dan berniat jahat padaku, aku gak akan tanya siapa yang menyuruh kalian, karena kalian yang melakukan nya berarti balasannya untuk kalian juga "
Balas Vanessa sambil membuka kacamata nya
" Bagaimana informasi tentang mereka, berikan padaku,, "
Tanya Vanessa kepada dua gadis itu
" Hoho,, berasal dari keluarga miskin, tinggal di asrama kampus, bekerja di beberapa tempat untuk sebiji nasi, memanfaatkan wajah untuk menipu wanita, bukan kah kehidupan kalian sulit ??
Tanya Vanessa
" Kalo iya kenapa,, kamu gak beda jauh dari kami, berasal dari kampung dan menjual diri ke orang tua kaya, gak perlu sombong kamu, sekarang bukain ikatan ini pelac,,,
Bugh
..
Belom selesai kata kata nya tapak sepatu dua gadis itu sudah mendarat duluan di mulut nya
" Jangan terlalu kasar, kasihan mereka gak ada uang untuk berobat, karena kita bertemu untuk pertama dan terakhir kali nya, jadi saya akan perkenalkan diri, saya bukan dari kampung, ini semua Atm pribadi dari orang tua ku, satu kartu isi nya gak banyak mungkin hanya 10M, ini Mbanking nya aku gak suka bohong, jadi mana orang tua yang kalian sebutkan tadi dan kampung mana ?? kalian berempat akan di lepasin cuman dengan syarat tunjukkan padaku apa yang kalian bilang tadi,, kalo gak ada riwayat hidup kalian sudah tamat, lakukan sesuka hati kalian "
Setelah menyerah kan kepada kedua gadis itu, Vanessa cabut pulang
Hari yang melelahkan