I'm Queen

I'm Queen
Papi Mami Vanessa Rindu,,,



Vanessa berjalan lemas ke arah sepasang suami istri yang sedang di cari nya itu, sesampainya disana dia sangat shock,,ini gak mungkin,,, dia sengaja gak memberi kabar ke orang tua nya tentang kepulangan nya untuk kejutan,, sekarang mereka yang memberikan kejutan kepada putri nya


" Gak hikss,, gak hikss,, Papi hikss Mami hiks,,kenapa begini hiksss,,bagaimana Vanessa tinggal sendiri hiks,,, "


Vanessa berada di samping jenazah kedua orangtua nya dia terus menggelengkan kepala sambil menangis


" Sayang,,,harus rela yaa,, jangan begini,, Vanessa ada Papa Mama ada kami semua, semuanya untuk Vanessa yaa,,, "


Kata Papa yang mengusap kepala Vanessa


Mama Jessy pingsan karena gak kuat melihat menantu nya,, Jessica Nita Kak Diva berjalan menemani Vanessa yang masih berganti pakaian ke kamar nya, sedangkan Dava tadi yang membawa Mama nya ke mobil


Di dalam kamar Vanessa duduk terpatung dia gak tau harus apa,, andaikan ini mimpi,,


" Vanessa,, kak Diva bantuin ganti baju nya,, ?? "


Kata Kak Diva


Setelah selesai mengganti pakaian Vanessa keluar dari ruang ganti dan melihat Dava udah berganti pakaian juga,,


" Vanessa,,kak Dava temani ke Pemakaman yaa,, tapi kita hanya sebentar lihat nya gak bisa lama lama,,Vanessa gak bisa terlalu deket nanti dengan acara Pemakaman nya,, Vanessa,,,sebenarnya,,,,,,,,,"


Dava sudah menyuruh detektif untuk mencari informasi dan terduga ini masalah pembunuhan berencana dan dia sekarang mencoba menyembunyikan satu satu nya keluarga Brahmana yang tertinggal, Dava takut kalo mereka sedang mengincar Vanessa juga


" Gak,, Vanessa akan ikut mengantar, Vanessa gak mau jauh jauh hikss,,, Vanessa mau ikut Mami Papi hiks,,,, lepass "


Mencoba melepaskan diri dari pegangan Dava


" Vanessa,,kamu nurut aja ya sayang,,apa yang dikatakan Dava buat kamu juga yaa,, "


Kata kak Diva membujuk


" Kenapa,,?? aku putri mereka hikss,, jangan larang larang aku,,, hiks,, hiksss,,, "


Balas Vanessa sambil terduduk di lantai


Dava memeluk istrinya sambil terus mengecup kepala Vanessa


" Untuk sekali ini aja yaa,, kita duduk bersama Mama dalam mobil,, ini untuk keselamatan kamu Vanessa,, aku mohon yaa hmm,,, "


Kata Dava sambil terus menahan tangis nya


" Keselamatan hikss,,apa Papi Mami di bunuh hikss ,,?? jawab aku,,?? kenapa mereka gak membunuh ku juga hikss,, hikss,, biar Vanessa pergi biar mereka bunuh Vanessa juga hikss,,, Vanessa mau ikut Mami Papi hikssss,,,"


Ucap nya lemas sambil memukul mukul dada Dava


" Sstt,, gak boleh bicara begitu sayang hiksss,,,Papi Mami gak suka juga dengar kalo putri mereka bicara seperti ini,, "


Bujuk Kak Diva


Pintu kamar terbuka masuk lah Tara dan Jessica, Dava membawa Vanessa turun dari pintu lobby yang langsung ke mobil, Dava dan Papa nya sengaja melakukan ini untuk keselamatan Vanessa


Hari Pemakaman di langsung pada sore hari, dan terdengar desas desus bahwa putri dari Bramana jatuh pingsan dan gak bisa menghadiri Pemakaman orang tua nya


Padahal sebagian dari tamu yang datang ingin melihat wajah dari putri Brahmana yang sangat di rahasia kan itu


Namun,,,!!!!


Dalam sebuah mobil MPV mewah seorang gadis sedang meronta ronta minta dilepaskan, saat dia melihat dari kaca mobil kedua orangtua nya di turun kan ke dalam tanah ( lahat )


" Lepaskan,,,Vanessa mau pergiii hikssss,, jangan bawa Papi Mami ku hikss,, hiks,,, Vanessa ikut hiksss,,,, "


Mama Jessy melihat putra nya yang kewalahan menangani Vanessa gak lagi dengan bekas cakaran diwajah dan tubuh nya dimana mana, namun dia hanya bisa menenangkan Vanessa


Vanessa mulai kehilangan suara nya dan itu membuat Mama dan Dava sangat panik,,Vanessa sudah menangis dan berteriak sepanjang hari ini dan sekarang suara nya benar benar hilang


Untung mobil keluarga Rules kedam suara teriakan Vanessa tadi gak ada yang tahu, karena seseorang sedang mencari tahu tentang keberadaan si putri Brahmana


Di Area Pemakaman


Keluarga Tuti beserta anak anak nya juga di Pemakaman yang sama, di posisi yang dekat juga


Sedangkan keluarga Vanessa dari pihak Mami nya ada Oma dan sepupu Mami nya yang lain ikut di area Pemakaman juga, mereka berniat setelah pemakaman mereka akan membawa Vanessa ikut mereka


Sedang kan tidak jauh dari area Pemakaman seseorang yanh berpakaian serba hitam sedang mengangkat telpon genggam nya


" Iya tuan,, saya sudah periksa namun putri mereka benar benar gak ikut ke acara Pemakaman orang tua nya "


Ucap kepada seseorang di seberang sana


" Baik tuan,, saya akan suruh dia untuk masuk ke kamar putri mereka "


Katanya lagi lalu menutup telpon dan menelepon seseorang lagi


Di Kediaman Brahmana


Dalam kamar Vanessa Jessica berpura pura jadi Vanessa yang pingsan, disamping nya ada kak Diva dan Tara yang sedikit menutupi wajah nya Jessica, tapi sedikit aman karena Dava mengutus beberapa orang pengawal di depan pintu dan sekeliling kamar Vanessa


Ada banyak orang ingin punya kesempatan melihat wajah putri Brahmana dan tanpa di duga kediaman Brahmana sudah di kedatangan para wartawan juga tanpa tahu siapa yang mengundang mereka


Di Tempat lain


Di sebuah ruangan yang gelap berdiri seseorang bertubuh tegap dia menghadap ke arah luar jendela namun di belakang nya seseorang sedang berlutut


" Cari tahu semua jangan tinggal setitik pun tentang kejadian Bramana dan istrinya yang mengalami kecelakaan, dan mengenai Vanessa suruh orang untuk terus memantau nya,, "


Perintah nya


" Baik Bos " Jawab orang yang berlutut


" Secepatnya saya ingin besok pagi sudah ada kabar orang di balik kejadian keluarga Brahmana, sekarang pergilah "


Setelah bawahan nya pergi, dia menggertak kan gigi nya, mengingat Wajah Vanessa yang hancur di tinggal orang tua nya, Tenang Vanessa aku akan membalas mereka yang membuat ada air mata di wajah indah mu itu,, setelah itu kita akan menghabiskan sisa sisa hidup ini bersama Vanessa sayang ku hahaaa,,, kata nya pelan sambil tersenyum kesenangan memikirkan hidup bersama dengan orang yang terus mengacaukan tiap malam tidur nya


Untuk seorang Vanessa dia mengusir puluhan wanita yang melempar kan diri untuk nya,, hanya Vanessa yang dia mau


Di Dalam Mobil MPV


Dava menyuruh sopir untuk membawa mereka ke puncak, di atas sana mereka bisa melihat lautan dan danau, di tengah jalan Dava menyuruh sopir nya membeli makanan karena mereka belum makan dari semenjak di Kota A


Sesampai di atas puncak Mama keluar dari mobil menyiapkan tempat untuk mereka makan di bantu oleh sopir, Dava menuntun istrinya turun dari mobil


" Vanessa,,kita makan dulu yaa,, belom makan dari tadi kan,, kak Dava suapin yaa "


Bujuk Dava pada Vanessa yang menatap kosong kedepan


" Vanessa,, mau Papi,,Mami,, rindu,,Papi Mami "


Ucap Vanessa serak dengan suara terputus putus air matanya turun deras tanpa izin dari pemilik nya