
"Bisakah kalian berdua jangan bertengkar di hadapan ku?? Gara-gara kalian selera makan ku menjadi hilang dan satu yang harus kalian berdua ketahui kalau aku tidak ingin kalian berdua membicarakan perempuan sialan itu di depan ku! Apapun itu keadaan nya! " teriak Harvey dengan suara agak keras sambil menatap tajam Marco dan Emily.
Emily mendengus kesal, sedangkan Marco tersenyum sinis sembari menyeringai kecil.
"Harvey... Harvey.. ! Aku sangat yakin kau akan menyesal telah mensia-siakan perempuan yang kau nikahi hanya demi ****** yang sesungguhnya! Aku akan tertawa paling keras ketika saat itu tiba! " batin Marco dengan menatap Harvey dalam diam.
Setelah menyelesaikan makan nya, Harvey langsung berdiri dan pergi meninggalkan temannya setelah meletakkan beberapa lembar uang tunai di atas meja.
Ia kembali berjalan keluar restoran menuju lantai atas hotel tersebut. Begitu lift yang membawanya ke lantai atas terbuka, ia langsung ke luar dan di sambut beberapa orang penjaga yang berjaga di depan sebuah pintu yang bertulis " Klub Nirwana ".
Sebuah klub papan atas yang anggota nya orang-orang berduit yang berkantong tebal dan punya komunitas yang tidak sembarang orang yang bisa masuk ke dalam nya.
Harvey masuk ke dalam klub tanpa menunjukkan kartu keanggotaannya karena ia pemegang saham terbesar di hotel tersebut.
Ia langsung menuju sebuah ruangan tertutup yang hanya ia saja yang bisa masuk karena kuncinya menggunakan password yang hanya dirinya yang tahu.
Harvey menghempaskan tubuhnya di sofa sambil membuka mantelnya dan melemparnya sembarangan. Ia membuka jas nya, serta dasi yang mencekik lehernya, dan seperti biasa menaruhnya sembarangan.
Ia membuka dua kancing atas kemeja nya, membuka kancing kedua tangan dan menggulung nya hingga ke siku.
Harvey Erick Anderson adalah putra sulung dari Tuan James Freddy Anderson dan mendiang istri terdahulunya Hannah Anne Atmadja. Dari mendiang istrinya, Tuan James punya dua orang anak yaitu Harvey Erick Anderson dan Helios Emir Anderson. Saat Harvey berumur 15 tahun, Tuan James menikah lagi dengan mantan kekasihnya Fransiska jhonson saat di sekolah dulu yang membawa dua orang anak perempuan bernama Scarlett jhonson dan Starla jhonson.
Harvey mempunyai kekasih yang sangat ia cintai bernama Clarissa Mahesa yang berprofesi sebagai seorang pengacara. Mereka menjalan kasih pada saat mereka sama kuliah di kampus yang sama dan memutuskan pacaran setelah mereka jalan beberapa kali.
Harvey sosok laki-laki yang bertangan dingin saat berbisnis. Didikan keras dari keluarga ayahnya membuatnya menjadi laki-laki yang tegas, kritis, angkuh, arogan dan dingin pada semua orang. Terlebih lagi ia selalu menampilkan wajah datar tanpa ekspresi setiap bertemu siapapun termasuk dengan keluarga nya. Ia juga di kenal sebagai pemimpin yang perfeksionis, tegas dan tidak menerima secuil kesalahan saat bekerja. Sehingga para bawahan nya di perusahaan agak takut jika sudah berhadapan langsung dengan nya.
Harvey tidak pernah menunjukkan perasaan cintanya pada sang kekasih Clarissa. Baginya jika sudah berkomitmen, ia tidak perlu lagi berbasa-basi dalam menunjukkan hubungan mereka pada semua orang. Untung saja Clarissa perempuan cantik yang menerima semua sikap Harvey apa adanya meskipun terkadang mereka sering berselisih paham karena Clarissa sering merajuk saat Harvey lupa akan janji mereka atau tidak bersikap romantis pada Clarissa.
Beberapa bulan yang lalu, kekasihnya Clarissa mengalami kecelakaan saat mengemudi bersama temannya hingga membuatnya terbaring koma di rumah sakit. Clarissa mengalami kecelakaan pada saat Harvey sedang melakukan perjalanan bisnis ke Belanda.
Harvey menatap fotonya bersama Clarissa dengan pose Clarissa mencium pipinya pada layar ponsel nya.
"Aku akan mengupayakan kesembuhan mu sampai kapanpun Rissa! Kau harus cepat sembuh dan bangun dari koma mu agar kita bisa menikah seperti keinginan mu selama ini! " ucap Harvey dengan wajah sendu sambil menatap foto Clarissa di layar ponsel nya.
"Aku menyesal karena selama ini tidak peka dan tidak peduli tentang keadaan mu Rissa! Aku terlalu cuek dan angkuh untuk menunjukkan perasaan ku padamu sehingga membuatmu harus mengalami hal seperti ini! Dan aku bersumpah akan membuat perempuan sialan itu menderita karena sudah membuat mu mengalami kecelakaan ini! Perempuan itu harus merasakan penderitaan yang lebih pedih hingga ia tidak bisa berkata-kata untuk meminta pertolongan. Ia akan berada di neraka yang aku ciptakan setiap hari hingga ia tidak bisa bernapas dengan leluasa! Aku berjanji padamu Rissa! Perempuan itu harus membayar semuanya sampai kau di nyatakan terbangun dari koma! " ucap Harvey dengan mata penuh dendam.
Ia kembali melihat foto kebersamaan mereka berdua, lebih tepat nya foto yang di ambil Clarissa sendiri karena Harvey pribadi yang tidak suka berfoto walaupun untuk simpanan pribadinya. Clarissa lah yang selama ini selalu ngotot untuk memotret dirinya pada saat mereka pergi makan malam ataupun pada saat mereka pergi ke pesta. Clarissa juga lah yang rajin memposting foto-foto kebersamaan mereka di jaring sosial nya sehingga dari situlah semua orang tahu jika mereka berdua adalah sepasang kekasih.
Tiba-tiba saja layar ponsel nya berbunyi dengan kencang hingga membuat Harvey reflek kaget.
"Kak.. ! Kau di mana? Kenapa kakak ipar sendirian di kamar pengantin kalian? Gara-gara kakak gak ada Dad marah dan meminta kakak untuk kembali ke hotel! " cerocos Helios dari seberang sana dengan suara kencang.
Harvey menjauhkan ponsel dari telinga nya karena suara kencang sang adik yang membuatnya semakin bad mood.
"Kak!! Kenapa kau diam saja?? Jangan bilang kau di rumah sakit sekarang ini?? " teriak Helios lagi dari sana.
"Jangan berteriak pada ku Helios! Bukan urusanmu aku ada di mana! Katakan pada Dad untuk tidak terlalu mencemaskan rumah tangga ku! Aku akan kembali ke hotel kapanpun aku mau! " jawab Harvey dengan nada dingin dan langsung mematikan ponselnya
Ia mengusap kasar wajahnya setelah mendengar perkataan adiknya tadi. Ia menggeram kesal dan semakin membenci perempuan yang sekarang berstatus sebagai istri nya.
"Dasar perempuan sialan! Pasti dia sudah bicara yang bukan-bukan pada Dad hingga Dad marah padaku! Awas saja nanti saat ketemu aku akan memberikan nya pelajaran yang tidak bisa ia lupakan seumur hidupnya! " ucapnya dengan geram sembari memukul tembok dengan buku tangan nya hingga tangannya memar kemerah-merahan.
Bersambung...