
Lea dan rombongan nya tidak menyadari jika kepulangan mereka di tunggu dua mak Lampir dengan wajah penuh amarah. Albert yang berdiri di belakang mereka menatap sendu akan nasib Lea di tangan dua orang yang berdiri tegak di hadapan nya.
Sebuah mobil van memasuki halaman besar kediaman Anderson yang mana membuat Siska dan Starla tersenyum menyeringai.
"Ayo Ma.. ! Waktunya kita memberi pelajaran pada perempuan miskin itu! " ajak Starla penuh semangat menarik tangan Siska ke arah samping rumah itu.
"Iya Starla, iya.. ! Gak perlu kamu tarik juga tangan Mama ini, toh perempuan itu juga bakalan masuk ke rumah ini kok! " sahut Siska agak jengah dengan sikap tidak sabaran anaknya.
Albert mengikuti mereka berdua dari belakang sembari komat kamit berdoa agar Lea tidak apa-apa.
"Ya Tuhan.. Tolong nak Lea dari amukan dua manusia jahat ini?? Tuan muda Harvey, cepatlah pulang dan tolong nona muda! Cepatlah pulang Tuan!! " batin Albert berdoa agar ada yang menolong Lea.
Starla dan ibunya Siska menunggu di balik dinding pintu masuk samping tempat pelayan keluar masuk. Lea yang tidak menyadari adanya bahaya yang mengancam, masih tersenyum ceria bercanda dengan Alice dan Surti saat akan memasuki rumah.
Begitu kaki Lea menjejakkan lantai rumah, ia langsung di dorong Starla hingga jatuh tersungkur di lantai.
"Nona... !! " pekik Alice dan Surti barengan dengan wajah kaget dan shock.
"Berhenti kalian!! Jangan ada yang membantunya atau kalian juga akan mengalami hal yang sama dengan sampah ini! " bentak Siska dengan menunjuk Alice dan Surti.
"Dasar sialan!! Beraninya perempuan miskin dan sial seperti kamu pergi jalan-jalan tanpa seizin kami hah!! Kau pikir siapa dirimu! Kau hanya benalu yang di bawa kakakku!! Sampah kotor yang bersegel istri dan menantu keluarga kami!! " teriak Starla dengan menginjak jemari Lea.
"Aarrrggghhhhh sakiiiitttt.... " teriak Lea kencang dengan linangan air mata.
"Nona.. ! Kakak.. ! Nak Lea.. !! " bisik Surti, Alice dan Albert dengan lirih dan mata terpejam.
"Sakit ya?? Ini belum seberapa sialan!! Ma, bantu Starla bawa sampah ini ke kamar mandi!! " ucap Starla dengan menarik lengan Lea atau lebih tepatnya menyeret Lea.
Memegang sisi kiri, Siska membantu Starla menyeret Lea ke kamar mandi di dapur hingga membuat pelayan yang melihatnya menjadi kasihan terutama Alice dan Albert. Alice bahkan mengepal tangan nya hingga buku-bukunya memutih saking kuatnya menahan amarah.
Mereka berdua membawa Lea masuk ke kamar mandi dan tanpa perasaan memasukkan kepala Lea ke dalam bak air dengan kedua tangan di tahan mereka berdua.
Lea gelagapan berusaha melepaskan tangan nya namun tidak berhasil karena Siska dan Starla memegang nya dengan erat.
Merasa cukup, Starla mengeluarkan kepala Lea dalam bak air dan terus melakukan nya lagi hingga Lea lemas karena hidung dan mulutnya kemasukan air.
"Kau pikir siapa dirimu hingga seenaknya saja keluar dari rumah ini dan tanpa meminta izin pemilik rumah!! Apa yang aku lakukan masih kecil untuk sampah seperti mu!! Aku bisa saja menenggelamkan tubuh kotor mu ke dalam bak ini agar kau cepat mati!! Tapi aku tidak akan melakukan nya karena menyiksa mu sedikit demi sedikit membuat hatiku menjadi senang!! Hahahaha... " ucap Starla dengan wajah senang dan tertawa terbahak-bahak.
Lea batuk-batuk dan bersin-bersin karena hidungnya sakit kemasukan air. Usai berkata demikian, Starla di bantu Siska mengguyur Lea dengan air hingga tubuhnya basah kuyup duduk di lantai kamar mandi.
Surti dan Albert menangis dalam diam melihat Lea di siksa Siska dan Starla tanpa ampun. Sedangkan Alice masih tetap menahan amarahnya hingga wajah nya memerah dan matanya panas.
"Kakak!! Apa yang kakak lakukan?? Kenapa kakak tidak melawan?? Bukankah tadi di pasar kakak kuat memukul pria yang badannya lebih besar dari kakak?? Kenapa kakak diam saja dan tidak melawan seperti perempuan lemah?? Ayo kak bangun dan lawan iblis itu!! Aku mohon bangkit Kak!! Balas perlakuan mereka pada kakak!! Jangan diam saja tanpa perlawanan!! " batin Alice dengan menatap Lea dengan penuh tanda tanya.
"Iya Ma!! Ayo keluar!! Aku juga udah enek lama-lama berinteraksi dengan sampah ini!! Bikin mood ku berantakan aja!! " sahut Starla dengan suara angkuhnya.
Mereka berjalan keluar kamar mandi dan berhenti di hadapan Albert.
"Kau!! Kurung sampah itu di kamar mandi hingga nanti malam!! Jangan pernah kalian beri sampah itu makan siang dan makan malam!! Jika aku sampai melihat kalian memberinya makan, maka kalian akan merasakan akibatnya!! " tunjuk Siska dengan muka garang pada Albert.
"Siapa yang kau kurung di kamar mandi Siska??? " tanya seseorang dengan suara berat di belakang mereka.
Tubuh Siska dan Starla menegang sempurna mendengar suara berat yang mereka kenal hingga membuat bulu kuduk mereka berdua berdiri karena ketakutan. Siska memejamkan matanya untuk menormalkan detak jantung nya yang berlari kencang karena ketakutan dengan orang yang berdiri di belakang nya.
"Kenapa kau diam saja?? Starla, siapa yang di kurung Mama mu itu?? " tanya orang itu lagi dengan suara di tinggikan.
"Nona muda Tuan besar!! Mereka berdua mengurung dan menyiksa Nona muda di dalam kamar mandi!! " jawab Alice dengan tegas tanpa merasa takut.
Albert geleng-geleng kepala melihat keberanian putri nya. Ia menatap miris Alice dengan mata berkaca-kaca. Sedangkan Alice menganggukkan kepala nya seakan-akan berkata ia baik-baik saja.
Begitu mendengar jawaban Alice, James Anderson langsung berjalan ke kamar mandi melewati Siska dan Starla. Saat melihat keadaan menantunya, wajah nya menggelap dengan sorot mata tajam melihat ke arah istri dan anaknya itu.
James mendekati Siska dan tiba-tiba sebuah tamparan melayang ke pipi Siska hingga membuat Siska dan Starla sama-sama kaget dan shock.
"Sayang/Daddy...!!! " pekik mereka berdua dengan wajah tidak percaya.
"K-kau me-mukul ku hanya karena perempuan sampah ini?? " ucap Siska dengan suara bergetar memegang pipinya yang panas.
"Perempuan sampah kau bilang hah!! Dia bukan perempuan sampah tetapi dia menantu pertama di rumah ini!! Sekali lagi kau menghina menantu ku akan aku robek mulut busuk mu itu!! " teriak Tuan besar Anderson dengan suara menggelegar.
Siska kembali shock mendengar perkataan suaminya yang terang-terangan membela perempuan yang ia benci. Tanpa mereka semua sadari, Lea yang di kamar mandi tersenyum menyeringai sambil menunduk.
"Kalian berdua!! Bawa menantuku ke kamarnya!! " perintah Tuan besar Anderson pada Alice dan Surti.
Alice dan Sutri cepat-cepat masuk ke kamar mandi untuk membantu Lea keluar dari sana. Saat mereka memapah Lea dan berjalan menuju kamar Lea, Tuan besar Anderson kembali berteriak pada mereka berdua.
"Mau di bawa kemana menantu ku!! Bawa dia ke kamar nya!! " teriak Tuan besar Anderson keras.
"Ka-kami akan membawa Nona muda ke kamarnya Tuan besar!! " jawab Albert dengan menundukkan kepala.
"Iya Tuan besar!! Kamar Nona muda ada di belakang dekat kamar ayah!! " jawab Alice lagi dengan lantang.
"Apa???? "
Bersambung...