
"Alice.... " ucap Albert seraya membalikkan badannya.
"Iya ayah, ini Alice! Aku sudah bawakan sarapan untuk Nona muda ayah! " sahut seorang gadis dengan berpakaian pelayan dengan tersenyum ramah.
"Ya Tuhan, terimakasih sayang! Ayah baru saja hendak mengambilkan nya! " ucap Albert dengan tersenyum bahagia.
Ia mengambil nampan berisi berbagai makanan dan meletakkan nya di hadapan Lea.
"Nak Lea! Ini Alice anak saya satu-satunya! Silahkan makan sarapan nya Nak, mumpung masih hangat! " ucap Albert sambil memperkenalkan Alice pada Lea.
"Hai Alice..! Kau pasti tau namaku, jadi aku tidak perlu memperkenalkan diri! Senang berkenalan dengan mu! " sapa Lea dengan mengulurkan tangannya.
"Iya Nona muda, salam kenal! Jika Nona butuh sesuatu jangan sungkan memberitahu saya! " sahut Alice hormat.
"Oh come on Alice! Jangan terlalu kaku dan formal begitu! Sepertinya aku lihat kau lebih muda dari ku, jadi panggil saja aku kakak tanpa embel-embel Nona muda! Kau mengerti??? " ucap Lea tegas dengan gaya santai.
"I-iya Nona mu, eh kakak! Maafkan saya jika lupa karena ini pertama kali nya ada yang ramah kepada pelayan seperti saya! " jawab Alice dengan gugup dan tangan gemetar.
"Jangan khawatir, aku tidak akan memarahiku jika kau lupa memanggilku kakak! Saat berada bersama keluarga ini kau boleh memanggil Nona muda, tapi jika hanya kita berdua panggil aku kakak! Kau harus mengingat itu! " sahut Lea dengan santai tapi penuh akan ketegasan dalam bicara.
"Nah Alice, kamu temani Nak Lea sarapan karena ayah mau melihat pekerjaan para pelayan dulu! " ucap Albert dengan menepuk pelan bahu Alice.
"Iya ayah.. ! " jawab nya mengangguk patuh.
Albert pun pergi meninggalkan mereka berdua, kembali memasuki kediaman utama keluarga Anderson untuk melakukan tugas nya.
"Jangan berdiri di situ Alice! Duduk lah di sini bersamaku! Kita sarapan sama-sama! Aku tidak menerima penolakan! " ucap Lea dengan tatapan intimidasi yang tajam.
"Iya Kak.. ! " jawab Alice menurut dan patuh.
Ia duduk di samping Lea dan dengan tangan gemetaran mengambil makanan yang di sodorkan Lea padanya. Mereka mengobrol apa saja hingga situasinya tidak lagi canggung seperti tadi. Bahkan Lea terkadang tertawa kecil mendengar cerita Alice yang ternyata tipikal gadis yang gampang berbaur.
🍀🍀🍀
Sementara itu di belahan dunia yang lain, seorang pria patuh baya membanting ponsel yang di pegang nya setelah melihat kiriman video di ponselnya.
Brak...
"Keterlaluan mereka! Berani-berani nya mereka berbuat seperti itu di dalam kediaman ku! Kurang ajar! Aku harus segera pulang agar mereka tidak semena-mena pada menantuku! " teriaknya dengan wajah merah dan tangan terkepal erat.
Ia mengusap kasar wajah lelah nya sembari tegak pinggang melihat pemandangan di luar jendela kamar hotel.
Mendengar suara barang di lempar, seorang laki-laki yang baru saja selesai mandi langsung bergegas keluar dari kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi.
"Astaga Daddy.. ! Apa yang terjadi?? Kenapa ponselmu sampai hancur berkeping-keping seperti ini! " pekik laki-laki tersebut dengan muka heran.
"Alice mengirim video saat Siska dan Starla menghina dan membully Kakak ipar mu Naya! " jawab pria paruh baya tersebut dengan wajah datar.
"Apa??? Keterlaluan sekali mereka! Kak Harvey kemana sih, apa dia gak tau istrinya di buli di rumah nya sendiri ! " pekik laki-laki itu kaget dan merenggut kesal pada kakaknya.
"Entahlah, Daddy juga gak tau kemana kakak mu! Kau urus kerja sama kita di sini sampai selesai Helios! Daddy akan pulang ke Indonesia agar mereka tidak seenaknya pada Naya! " ucap pria paruh baya tersebut tanpa mau di bantah.
"Oke Dad! Serahkan saja semuanya padaku! Aku akan pulang setelah pekerjaan ku selesai! " jawab Helios mengangguk paham.
"Baik Dad.. ! " jawab Helios patuh.
🍀🍀🍀
Albert mendatangi Alice yang masih duduk di bawah pohon bersama Lea.
"Alice, waktu mu pergi ke pasar membeli bahan-bahan makanan! Ajak Surti dan Jaka juga! Ini catatan nya dan juga uang nya! "perintah Albert sembari memberikan kertas kecil dan beberapa lembar uang merah soekarno-hatta.
"Baik ayah! Kak, aku permisi dulu ya! Mau belanja dulu ke pasar! " jawab Alice patuh sembari pamit pada Lea.
Mendengar kata pasar, mata Lea berbinar bahagia.
"Wah, ini kesempatan ku untuk refresing keluar dari neraka ini mencari udara segar! Setidaknya cuci mata di pasar sebelum bertemu laki-laki sialan berkedok suami! " batin Lea menyeringai dalam hatinya.
"Aku ikut.. ! " teriak Lea kencang.
Albert dan Alice melotot kaget mendengar permintaan Lea yang juga mau ikut ke pasar.
"Aduh nak Lea! Pasar itu tempatnya kotor dan bau karena Alice akan pergi ke pasar tradisional bukan supermarket! " tolak Albert dengan nada lembut.
"Iya kak, nanti kalau aku ke belanja di supermarket aku akan ajak kakak! " sahut Alice ikut menimpali ucapan ayahnya.
"Gak.. ! Pokoknya aku mau ikut! Aku gak akan merepotkan Alice kok paman! Boleh ya paman?? Aku juga pengen cari udara segar dan gak terkurung di rumah besar ini aja! " ucap Lea keukeh dengan memberikan alasannya.
Albert berpikir sejenak menimbang baik buruknya mengizinkan Lea ke pasar mengikuti Alice.
"Baiklah kalau nak Lea bersikeras! Tapi ingat untuk jangan jauh-jauh dari Alice ya Nak! Paman tidak mau terjadi sesuatu yang membuat Tuan Muda murka sama paman! Alice, jaga Nona muda baik-baik! " ucap Albert pasrah dan mengingat kan Alice dengan tegas.
"Terimakasih paman! "
"Baik ayah! "
Lea pun segera mengikuti Alice masuk ke dalam rumah besar Anderson. Wajah nya berseri-seri karena ia punya kesempatan menghirup udara segar karena ia susah untuk keluar dari rumah ini jika tidak punya alasan yang jelas dan mendesak.
Alice menghampiri wanita paruh baya yang kelihatan nya masih berusia 40an. Mereka berbincang sebentar sebelum bersiap-siap pergi ke pasar melalui pintu samping yang langsung terhubung dengan garasi mobil khusus untuk pelayan ke pasar.
"No-nona muda juga mau ikut ka-kami ke pasar?? " tanya Surti pelan saat melihat Lea berjalan mengikuti nya dan Alice.
"Iya Mbok, emangnya kenapa?? Gak boleh ya?? " jawab Lea dengan nada sedih kembali bertanya.
"Bu-bukan gitu Non! Siapa yang bi-bilang gak boleh?? " sahut Surti dengan nada panik serta gelagapan.
"Ya udah, kalau gitu ayo kita jalan cepat! Lea janji gak ngerepotin kon Mbok! " ucap Lea kegirangan dengan memberikan senyum pepsodent nya.
"Baiklah.. ! Kalau Nona muda capek jangan sungkan untuk memberitahu saya dan Alice! " jawab Surti dengan tersenyum pasrah.
"Yey... come on Alice kita berangkat!! " teriak Lea penuh semangat.
Bersambung...