I'm not stupid wife

I'm not stupid wife
Olahraga membawa sial



Hari ini Harvey bangun pagi-pagi sekali karena pagi ini klien pentingnya akan datang dari Macau dan mereka akan menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan tersebut.


Ia melirik sekilas kamar mendiang Mommy nya saat akan turun ke lantai bawah yang ternyata masih tertutup rapat.


"Cih, perempuan itu sama saja dengan yang lainnya! Pasti ia masih molor pagi-pagi begini! " cibir Harvey dengan nada sinis.


Ia langsung turun ke lantai bawah dan menuju ruang makan. Sesampainya di sana rupanya sudah tersedia susu putih yang tidak tampak berwarna putih karena lebih seperti agak butek.


"Tumben mereka menyediakan aku susu lagi! Padahal sudah 10 tahun aku tidak meminum susu di rumah ini! " gumam Harvey pelan seraya mendudukkan diri di kursi meja makan.


Ia pun membuka tutup gelas yang berisi susu tersebut dan meminum nya sedikit hingga membuat kening nya berkerut.


"Kenapa rasanya beda ya?? Tapi enak banget dan tidak ada aroma amis dari susu ini! " gumamnya lagi dan kembali meneguk susu tersebut hingga habis tidak bersisa.


"Hmm, sepertinya ini akan menjadi susu kesukaan ku mulai sekarang! " ucapnya sambil mengelap mulutnya dengan tisu.


Setelah meminum habis susu yang ada di atas meja tersebut, Harvey meraih jas yang ia letakkan di sandaran kursi dan memakainya di tubuhnya. Lalu ia meraih kunci mobilnya karena ia akan menyetir sendiri tanpa membawa sopir.


Beberapa pelayan menunduk hormat saat Harvey berjalan keluar rumah melewati mereka yang bekerja dengan tugas nya masing-masing. Saat memasuki mobil dan menghidupkan mesinnya, matanya terbelalak kaget melihat perempuan yang menjadi istrinya sedang olahraga bersama sang Ayah di depan Paviliun.


Hatinya panas dan tangannya terkepal erat, bagaimana hatinya tidak panas saat melihat istrinya berolahraga di luar rumah hanya memakai bra sport dan celana leging pendek hingga semua tubuh molek nya bisa di lihat semua orang.


"Brengsek itu perempuan! Bisa-bisanya ia keluar memakai pakaian seperti itu! Sialan.. ! Aku tidak rela tubuh indah istriku di lihat orang lain walaupun itu Daddy ku sendiri! Eh istriku... " umpat Harvey kesal dan menyadari ia menyebutkan perempuan itu istrinya.


Ia memukul dashboard mobilnya karena rasa kesal yang bersarang di dadanya hanya karena pakaian istrinya itu.


Entah di rasuki roh halus atau semacam nya, Harvey tiba-tiba keluar dari mobil nya dan berjalan cepat ke arah istri dan Daddy nya yang sedang berolahraga itu.


"Hai Son... ! What... " ucapan Daddy James terputus saat melihat Harvey tanpa berkata mengangkat tubuh Lea seperti karung beras.


"Hei.. ! Turunkan aku! Turun kan aku brengsek ! Apa yang kau lakukan padaku! " teriak Lea dengan memukul punggung Harvey dengan kesal.


Kepalanya pusing karena posisinya saat ini terbalik akibat pria yang berstatus suaminya itu menggendongnya tiba-tiba seperti karung beras di bahu lebar nya itu.


"Plak... Plak.. " pukul Harvey pada bokong sintal Lea karena Lea terus meronta ingin turun.


Pemandangan ini di lihat oleh semua orang termasuk Albert dan Alice yang ternyata ada dekat Lea olahraga tadi. Bisik-bisik terdengar di telinga mereka berdua dengan diselingi tawa cekikikan para pelayan di kediaman itu.


"Aduh... ! Apa yang kau lakukan padaku sialan?? " pekik Lea sambil memegang bokongnya yang sedikit sakit meskipun terkena kasur.


Ia berusaha berdiri karena ingin meluapkan kemarahan nya atas tindakan seenaknya dari laki-laki yang berstatus suaminya ini.


"Apa hhhhmmmppp.. " ucapan Lea terpotong karena bibirnya di ***** Harvey dengan kasar.


Tangan kiri Harvey menahan tengkuk Lea agar tidak bisa terlepas dan tangan kanannya memeluk erat pinggang ramping Lea yang membuat bulu keteknya meremang, eh salah bulu kuduk nya meremang saat kulit tangannya menyentuh kulit lembut milik Lea.


Harvey menggigit bibir bawah Lea agak keras hingga membuat Lea membuka mulutnya lebar-lebar. Mendapat kesempatan lebar tidak di sia-sia kan Harvey, ia mengeksplorasi semua isi mulut Lea dengan meng hisap, mem belit dan menyedot lidah Lea hingga membuat Lea memukul dada Harvey dengan keras.


Tubuh Lea lemas seperti jelly pada saat ini karena ulah Harvey yang terus meng hisap bibirnya bagian atas dan bawah secara bergantian meskipun tidak ada balasan dari Lea karena Lea amatiran dalam hal berbau mesum. Ia menghentikan ciuman dan luma tan nya pada bibir Lea yang akan menjadi candu nya hingga membuatnya khilaf seperti ini.


"Ini peringatan pertama untuk mu! Aku tidak suka melihat mu memamerkan tubuh mu pada semua orang termasuk pada Daddy sekalipun! " ucap Harvey dengan nada datar sembari mengusap sisa-sisa saliva nya pada bibir Lea yang bengkak dengan ibu jarinya.


Setelah mengatakan itu ia mengecup sekilas bibir Lea sebelum meninggalkan Lea yang masih mematung dengan seringai iblis miliknya.


"Manis sekali... " gumamnya tersenyum miring sambil berjalan keluar dari kamar itu.


Sedangkan Lea langsung luruh ke lantai setelah Harvey keluar dari kamar nya sambil memegang bibirnya yang bengkak di makan pria itu.


Begitu kesadarannya kembali, ia memaki-maki Harvey dan merutuki tindakan semena-mena pria itu padanya.


"Dasar pria mokondo! Buaya darat! Kucing garong! Penjahat mesum! Huaaaaa.. Mama, Papa.. ! Bibir Nara udah gak perawan lagi! " maki-maki Lea hingga ia menangis kejer meratapi nasib bibirnya.


Untung saja pintu kamar nya sudah tertutup rapat jadi tidak ada yang akan mendengar sumpah serapah yang ia layangkan untuk suami sialan nya itu.


Ia lalu berdiri kembali sambil mengusap air mata nya dan berdiri di depan cermin.


"Apa laki-laki brengsek itu sudah gila?? Apa-apaan dia melarang ku pakai pakaian olahraga kayak gini! Aku kan mau olahraga bukan mau ke pengajian! Ya kali olahraga pakai gamis tertutup! Lagi pula kita kan gak sedekat ini sampai mau melarang ku begini! Aku menikahinya hanya karena tidak rela Naya menjadi bulan-bulan laki-laki bodoh bin tolol hanya karena perempuan lampir kayak gitu! Dasar olahraga membawa sial!! " omel Lea dengan menatap wajah nya di cermin.


Orang yang di maki-maki Lea malahan sedang senyum-senyum sendiri sambil menyetir mobil. Semenjak keluar dari kamar istrinya itu, Harvey tidak henti-hentinya menebar kan senyuman hingga membuat para pelayan di kediaman nya mendadak ketakutan pasalnya putra sulung kediaman itu tidak pernah tersenyum selama ini pada siapapun.


"Ternyata bibir perempuan itu manis banget! Kenyal juga dan bikin hasrat ku menjadi naik! Oh shitt... " ucap Harvey sambil mengumpat karena sesuatu di balik celana bangun hanya karena mengingat manisnya bibir Lea.


Bersambung..