I'm not stupid wife

I'm not stupid wife
Siapa sebenarnya perempuan itu?



Harvey yang mendengar jawaban Albert langsung menuju kamar nya dengan tertatih-tatih akibat menahan sakit pada perut nya.


Begitu sampai di dalam kamarnya, ia mengumpat habis-habisan dengan wajah merah padam.


"Brengsek, sialan!! Hari ini aku benar-benar sial! Daddy sampai begitu membela perempuan itu hingga tidak terima kalau perempuan itu tersakiti! Dan sekarang bisa-bisanya Daddy memberikan kamar Mommy pada perempuan itu! Kamar yang selama ini tidak boleh di masuki orang lain termasuk Tante Siska sekalipun, tapi sekarang perempuan itu akan menempati kamar itu! Ini sungguh mengejutkan! Apa yang di lihat Daddy pada perempuan itu! Akhhh... Sial!! Sakit sekali perutku! " umpat Harvey meluapkan kekesalannya namun diakhir ia meringis kesakitan karena gerakan nya membuat perutnya kembali sakit.


Sementara itu Siska mondar mandir di kamarnya sambil marah-marah mengumpat dan menghina keberuntungan Lea menempati kamar mendiang istri suaminya. Bahkan ocehan kekesalan Siska membuat Starla mau tidak mau menutup kupingnya karena panas dan berisik mendengar nya.


"Ma.. !! Gak capek apa mondar-mandir dari tadi kayak setrikaan?? Mama mau ngomong apa pun semua udah kejadian?? Emangnya Mama mau jadi sasaran kemarahan Daddy kalau Mama protes perempuan murahan itu yang memakai kamar itu? Nggak kan?? Jadi gak usah banyak protes deh Ma, mendingan Mama cari aja rencana untuk kembali menyiksa sialan itu tanpa sepengetahuan Daddy! " tegur Starla dengan agak kesal pada Mama nya.


"Habisnya Mama kesal banget sama perempuan itu Starla!! Rasanya pengen Mama bejek-bejek tuh muka sombongnya biar jelek sekalian! Kesal banget Mama sama itu orang! " sahut Siska dengan wajah begitu kesal.


"Ya udah, untuk sekarang kita diam aja selama Daddy masih di rumah ini! Setelah Daddy pergi lagi baru kita balas perempuan itu biar dia tahu siapa yang berkuasa di rumah ini! " ucap Starla dengan seringai nya.


"Benar juga kata kamu! Ya udah, sekarang Mama akan bersabar sampai Daddy mu pergi lagi keluar kota! Mama udah gak sabar mau menyiksa perempuan sialan itu sampai ia pergi sendiri dari rumah ini! " sahut Siska dengan wajah sedikit melunak.


"Nah gitu dong! Sekarang ini biarkan saja perempuan itu duduk manis menjadi tuan putri, karena tidak lama lagi dia akan menjadi upik abu sesuai derajat nya! Aku punya rencana brilian untuk menyiksanya nanti! " ucap Starla dengan tertawa devil.


"Hahahaha... Mama tidak sabar menunggu saat itu tiba sayang.. Seneng banget Mama punya anak pintar kayak kamu sayang! " sahut Siska tertawa bahagia.


Di kamar yang berbeda, Lea yang ketiduran setelah makan siang akhirnya terbangun dengan keadaan linglung melihat langit-langit kamar yang ia tempati berubah drastis.


"Astaga! Gue lupa kalau gue udah pindah kamar! " ucapnya sambil menepuk pelan keningnya sendiri.


Ia lalu duduk dan memindai isi kamar yang sangat luas tersebut dengan pandangan kagum. Ia pun turun dari tempat tidur dan menjelajahi isi kamar dengan decakan kagum yang tidak berhenti keluar dari mulut mungilnya.


"Gila.. Keren banget ini kamar, udah luas, kamar mandinya ada bath up mewah seperti di hotel bintang lima, walk in closet sendiri, dan ada balkon nya lagi! Ckckck.. Keren banget dah! Tapi, ngomong-ngomong ini kamar siapa ya?? " ucap Lea dengan begitu takjub sambil bertanya-tanya sendiri.


"Aha.. Paman Albert! Ya Paman Albert yang bisa menjawabnya! " seru Lea dengan bertepuk tangan ceria.


Ia semakin bahagia melihat isi lemari di walk in closet udah berisi pakaian nya yang ada di koper. Sambil bersenandung, Lea masuk ke kamar mandi untuk segera mandi sambil berendam terlebih dahulu dengan hati bahagia.


Di lantai bawah, Tuan besar Anderson sedang memberikan instruksi nya pada Albert untuk selalu mengawasi gerak gerik Siska dan Starla agar tidak menyakiti Naya. Tidak ada seorangpun menyadari jika yang menjadi menantu mereka bukan lah Queen Naya Azura Wijaya tetapi Queen Nara Azalea Wijaya. Selama ini James hanya tau namanya saja dan belum pernah sekalipun bertemu dengan orang nya, hanya mendiang istrinya yang pernah bertemu dengan Naya setahun sebelum ia meninggal dunia.


James menoleh bersamaan dengan Albert, lalu mereka berdua tersenyum ramah kepada Lea.


"Sore sayang.. "


"Sore Nona.. "


"Daddy.. !! Kapan Daddy pulang? Katanya lagi di Jerman ada pertemuan penting.. " seru Lea dengan penuh semangat berjalan ke arah James.


Ia langsung menyalami tangan James yang membuat James tertegun sesaat. Ia tidak menyangka jika akan mendapatkan perlakuan sopan dari Lea, pasalnya tidak pernah anaknya sekalipun mencium tangan nya dengan hormat dan santun seperti ini. Tidak hanya itu, hati James menghangat saat Lea memberikan kecupan di pipinya sebelum ia duduk di samping James.


"Daddy pulang tadi siang sayang.. ! Gimana istirahat kamu?? Nyenyak.. ??" jawab James dengan mengacak surai Lea dengan gemes.


"Nyenyak lah, orang kasurnya empuk banget! Oh ya Daddy, ngomong-ngomong itu kamar siapa yang Lea tempati?? Luas banget kamarnya! " tanya Lea dengan memperlihatkan wajah imutnya.


"Itu kamar Mommy Hannah, ibunya Harvey dan Helios! Kamu suka menempati kamar itu? " jawab James sambil bertanya.


"What??? Jadi itu kamar Mommy Hannah??? Lea suka Dad... Tapi apa gak papa Lea yang menempati kamar itu?? Lea gak mau bikin Harvey dan Helios marah karena menempati kamar Mommy mereka! " pekik Lea kaget dan langsung memasang wajah sedihnya.


"Its oke sayang.. ! Kalau Mommy Hannah masih ada pasti ia senang sekali kamu menempati kamar nya! Harvey dan Helios tidak akan keberatan akan hal itu! Setelah Mommy Hannah pergi, kamu lah yang berhak menempati kamar tersebut! " sahut James menenangkan hati Lea.


"Thankyou Daddy.. I love you so much Daddy.. ! " ucap Lea girang sembari menghamburkan diri kedalam pelukan James dengan sukacita.


James terkekeh kecil melihat betapa manjanya Lea padanya dan itu semua di saksi kan Harvey dari lantai atas dengan kedua tangan terkepal serta wajah memerah menahan amarah. Entah kenapa interaksi hangat Lea dan Daddy nya membuat tubuhnya terbakar terutama hatinya yang tidak rela Lea bermanja-manja pada sang Daddy.


Albert yang berdiri di dekat mereka tersenyum bahagia melihat Lea bermanja-manja dengan Tuan besar nya dengan begitu hangat. Matanya tidak sengaja melirik ke atas dan melihat wajah tidak senang Harvey melihat keakraban istri dan Daddy nya itu. Harvey tidak menyadari jika Albert melihat raut kesal pada wajahnya yang masih babak belur itu.


"Tuan muda! Akui saja kalau Tuan Muda panas dan cemburu melihat keakraban Nona muda dengan Tuan besar kan?? Jangan terlalu gengsi Tuan Muda karena hal itu bisa membuatmu kehilangan batu berlian seperti Nona muda! " seringai Albert dalam hatinya..


Bersambung...