I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
9 | Sekolah Baru



Hari ini adalah hari pertama Yun Yiyi bersekolah, sudah lewat beberapa minggu sejak keluarga He mengunjungi kediaman keluarga Yun. Berita pertunangan Yun Yiyi dan He Weifei juga sudah diberitakan. Semua orang merasa iri dengan keluarga Yun karena bisa menjalin hubungan dengan keluarga He, banyak keluarga yang mulai mengirimkan undangan untuk Yun Yiyi menghadiri pesta yang mereka adakan. Yun Yiyi semakin terkenal sejak pertama kali ia diperkenalkan sebagai putri asli keluarga utama Yun, selain kecantikannya yang sangat memukau ia juga sekarang telah menjadi tunangan dari He Weifei, penerus dari keluarga He.


“Halo kakak Fei” Yun Yiyi sedang berbicara dengan He Weifei di telpon


“Yiyi, kau bersekolah hari ini kan” He Weifei berbicara dengan nada lembut. Ia tersenyum saat mendengarkan suara indah Yun Yiyi.


“Iya, aku akan bersekolah hari ini. Kakak akan mengantarku. Setelah ayah, ibu dan kakak berselisih semalam soal siapa yang akan mengantarku, ntah dengan cara apa akhirnya kakak yang menang haha”


“itu hal yang wajar. Aku bahkan sangat ingin mengantarmu juga. Yiyi aku merindukanmu” Yun Yiyi yang mendengar ini tersipu malu, wajahnya memerah dan ia hampir menjatuhkan HP nya


“Yiyi apakah kau mendengarkan ku?”


“A.. aku.. argh kakak Fei kau tak tahu malu” Yun Yiyi menjawab dengan sedikit berteriak


“Apa yang salah, aku hanya merindukan tunangan yang sudah sebulan tak ku temui. Aku sungguh sedih karena tunanganku tak merindukanku seperti aku merindukannya”


“A..Apa.. yang kau bicarakan. Kakak Fei aku akan pergi ke sekolah. Sampai jumpa” Yun Yiyi segera mematikan teleponnya. Sejak pertunangannya dengan He Weifei resmi diumumkan, ia sudah sering kali dibuat tersipu. Bahkan saat ini detak jantungnya sudah tak beraturan. Ia menormalkan detak jantungnya dan bersiap untuk berangkat kesekolah.


Disisi lain He Weifei yang melihat Yun Yiyi mematikan panggilan teleponnya tertawa keras. Ia menemukan hobi barunya, yaitu membuat Yun Yiyi malu. Ia bahkan semakin merindukan Yun Yiyi saat ini. Jika bukan karena jarak dan pekerjaan, ia mungkin akan menemui Yun Yiyi setiap malam.


Setelah mematikan hp nya, Yun Yiyi kembali bersiap. Sebenarnya masih terlalu pagi untuk dirinya berangkat sekolah, tetapi ia sudah terbiasa untuk bangun pagi karena menurutnya bangun pagi membuat tubuhnya lebih segar dan bersemangat.


Setelah bersiap-siap dengan seragam dan keperluan sekolahnya, Yun Yiyi berjalan menuju dapur. Ia berencana membuat sarapan untuknya dan keluarganya.


“Selamat pagi” Yun Yiyi menyapa para pekerja yang ada di dapur


“Selamat Pagi nona, seperti biasa nona selalu bangun terlalu pagi” kata seoarang pelayan sambil tersenyum lembut


“Haha, aku sudah terbiasa bangun di jam ini, rasanya kepala ku akan pusing jika terlalu lama tidur”


“Apakah nona ingin memasak juga hari ini?” tanya salah satu pelayan, para pelayan di mansion Yun sudah sangat menyukai Yun Yiyi, siapa yang tidak suka dengan majikan cantik dan juga baik hati. Selain itu nona muda mereka sangat pandai memasak, masakannya tidak pernah gagal dalam hal rasa maupun penampilan.


“ah iya, hari ini aku juga akan membantu kalian memasak, maaf jika aku merepotkan kalian”


“Tidak nona, kami bahkan sangat bersyukur bisa merasakan masakan nona, selain itu kami juga bisa belajar menu-menu baru yang nona buat” jawab salah satu koki yang selalu membantu Yun Yiyi membuat masakannya


“Baiklah terima kasih kepala koki, oke ayo kita mulai memasak”


“Nona, hari ini anda akan memasak apa?”


“hmm.. bagaimana jika hari ini sarapan nasi goreng saja” mendengar hal itu para pelayan mengangguk dan menunggu arahan dari Yun Yiyi


“kalian tolong bantu untuk memotong bawang, beberapa sayur dan juga sosis. Ohya jangan lupa untuk menggoreng telur”


“Baik nona” Yun Yiyi dan para pelayan juga koki mulai memasak, Selain nasi goreng Yun Yiyi juga membuat sup ringan karena ayahnya sangat menyukai sup buatannya. Bahkan saat ia sarapan dengan roti ia tetap mencari sup.


Tidak butuh waktu lama untuk masakan Yun Yiyi siap. Ia menyuruh pelayan untuk menyiapkan sarapan di meja. Tidak lupa menyuruh para pelayan untuk memisahkan untuk diri mereka. Awalnya para pelayan akan memakan sisa dari makanan yang tidak di makan keluarga Yun, tetapi setelah Yun Yiyi muncul, ia menyuruh para pelayan untuk memisahkan makanan dan tidak usah ada terlalu banyak makanan di meja makan.


Di meja makan sudah ada keluarga Yun. Awalnya keluarga Yun tidak mengizinkan Yun Yiyi untuk terus memasak, tapi karena Yun Yiyi berkata bahwa memasak adalah hobinya dan ia ingin memasak untuk mereka akhirnya keluarga Yun membolehkannya dengan syarat bahwa ia harus hati-hati agar tidak terluka.


“Ayah, ibu, kakak selamat pagi. Apakah kalian menunggu lama?”


“Selamat pagi Yiyi. Kami tidak menunggu lama. Seperti biasa kau juga memasak hari ini?” ibu Yun bertanya sambil mengusap rambut anaknya


“Iya ibu. Aku bangun terlalu pagi. Karena itu aku membantu koki dan pelayan menyiapkan makanan”


“Aku tak sabar untuk menikmati makanan yang Yiyi buat”


“Benar sekali ayah, aku rasa akhir-akhir ini berat badanku bertambah karena masakan adik terlalu enak”


“Hahaha, aku senang kalian menyukai masakanku. Aku akan membuat masakan yang lebih enak lagi”


“kami sangat diberkati memiliki putri seperti Yiyi. Baiklah ayo mulai sarapan agar Yiyi tidak terlambat untuk berangkat kesekolah”


“Baik bu”


Setelah selesai makan, Yun Heng mengantar Yun Yiyi kesekolahnya. Yun Yiyi sebenarnya tidak sabar menunggu hari ini. ia tak sabar untuk bertemu Yun Xia lagi. Selama ini keluarga utama Yun melarang Yun Xia masuk kedalam kediaman mereka karena mereka khawatir Yun Xia akan mengganggu Yun Yiyi.


Keluarga Yun khawatir karena Yun Yiyi sangatlah baik dan murni, padahal aslinya tidak seperti itu.


Butuh 20 menit dari kediaman Yun untuk sampai di sekolah Yun Yiyi. Sekolah Yiyi adalah sekolah dengan banyak siswa berprestasi didalamnya. Kelas mereka ditentukan berdasarkan hasil nilai ujian mereka.


Selain tempat untuk para siswa berprestasi, sekolah ini juga mempunyai satu kelas untuk para siswa kaya yang membayar untuk masuk kedalam sekolah ini. di novel seharusnya Yun Yiyi masuk kedalam kelas ini. tapi kali ini berbeda karena jiwa Yiyi sekarang diisi oleh Sera yang kepintarannya tidak diragukan lagi.


“Yiyi kita sudah sampai. Ayo kakak antar keruangan kepala sekolah”


“Apa kakak tidak terlambat kekampus? Aku bisa sendiri untuk keruang kepala sekolah”


“Aku tidak terlambat. Aku akan mengantarmu sendiri agar aku tenang. Ayo.”


Yun Heng akhirnya mengantar Yun Yiyi dan berjalan menuju ruang kepala sekolah. Beberapa siswa melihat Yun Heng dan Yun Yiyi terpesona dengan visual adik kakak ini. banyak siswa yang mengenal Yun Heng karena sebelumnya Yun Heng banyak menyumbangkan prestasi di sekolah ini bahkan fotonya masih terpajang di mading khusus untuk lulusan terbaik.


Disisi lain Yun Yiyi juga tentu menarik perhatian, karena sejak awal muncul Yun Yiyi sudah beberapa kali menjadi trending, terlebih lagi saat ini ia menjadi tunangan dari He Weifei.


“Wah bukankah itu senior Yun Heng. Dia semakin tampan”


“Iya kau benar, dan disebelahnya pasti adiknya Yun Yiyi. Kau lihat dia bahkan terlihat lebih cantik dari pada di fotonya”


“kau benar dia sangat cantik. Sebelumnya aku berfikir Yun Xia adalah murid tercantik tapi sekarang sepertinya Yun Yiyi yang akan mengambil predikat siswa tercantik”


“Huhh apa gunanya cantik jika kau tak punya otak. Aku dengar dia tak pernah bersekolah sebelumnya. Ia pasti membayar untuk masuk kedalam sekolah ini”


“itu benar, dia tidak sebanding dengan Yun Xia yang selain cantik, dia juga pintar”


“Kau tahu apa jika Yun Yiyi bodoh? Sebelumnya juga ada berita yang mengatakan ia jelek tapi kau lihat jika itu jelek berarti kau buruk rupa”


“haha betul sekali. Kita akan melihat Yun Yiyi akan masuk ke kelas apa. Jika ia membayar untuk masuk pasti dia akan masuk kekelas itu kan”


Penilaian murid-murid sudah menjadi 2 kelompok, ada yang mendukung Yun Yiyi dan ada juga yang mendukung Yun Xia. Yun Yiyi yang mendengar itu mengabaikan pembicaraan mereka. Sedangkan Yun Heng rasanya ia ingin berteriak kepada orang-orang yang mengatakan adiknya bodoh. Ia ingin memarahi mereka tetapi Yun Yiyi menahannya.


Tok..tok..tok. Yun Heng dan Yun Yiyi mengetuk pintu ruangan kepala sekolah


“Silahkan masuk” terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan mereka masuk


“Permisi pak”


“Iya ada ap… wahh ternyata kau Yun Heng. Aku sudah lama tidak melihatmu” kepala sekolah senang saat melihat Yun Heng. Murid ini sangat berprestasi. Selama 3 tahun ia sudah menyumbangkan banyak penghargaan untuk sekolahnya. Bahkan saat ujian kelulusan ia mendapatkan nilai tertinggi dan membuat sekolah mereka semakin terkenal.


“Hahaha aku baru saja meninggalkan sekolah tahun lalu pak, apa kabar bapak baik?”


“Hahaha apakah baru setahun yang lalu? Kurasa kau sudah sangat lama lulus. Belum ada yang bisa menjadi penerusmu lagi disekolah ini. aku cukup berharap pada adikmu Yun Xia dia cukup pintar. Ohya kau ada urusan apa?” Yun Heng yang awalnya tersenyum seketika menjadi datar saat mendengar nama Yun Xia, ia masih sangat membenci gadis licik itu


“pak apakah bapak tidak melihat berita? Yun Xia bukan adikku. Perkenalkan ini adik kandungku namanya Yun Yiyi. Aku mengantarnya karena hari ini hari pertama dia bersekolah disini” kepala sekolah melihat wajah Yun yiyi yang sangat mirip dengan nyonya keluarga Yun


“Maafkan aku, aku jarang melihat berita akhir-akhir ini. dan aku baru ingat bahwa akan ada murid baru. Wah berarti kau yang menjawab soal tahun ketiga itu saat tes masuk?” mendengar perkataan itu Yun Yiyi tersenyum sambil mengangguk


“Wah keluarga Yun benar-benar diberkahi. Akhirnya kita menemukan penerusmu Yun Heng” kepala sekolah tersenyum senang. Sebelumnya ia diberitahu oleh guru pengawas bahwa ada siswa yang mengikuti ujian masuk susulan dan ia menjawab semua soal tahun ketiga dengan cepat dan hebatnya jawaban nya benar semua. Kepala sekolah sebenarnya sudah diberikan data siswa itu, tapi ia lupa untuk memeriksanya karena sangat sibuk.


“Tentu saja pak, adikku sangat pintar” Yun Heng tersenyum kearah Yun Yiyi, ia senang adiknya di puji.


“Baiklah aku akan mengantar adikmu kekelasnya, tentu saja ia akan masuk di dalam kelas unggulan”


“Baiklah aku mohon bantuannya pak. Yiyi kakak harus kekampus sekarang. Kau harus dengarkan perkataan gurumu, dan jangan lupa menghubungiku jika ada yang menganggumu”


“Baik kakak. Hati-hati dijalan” Yun Yiyi memberikan senyuman kepada Yun Heng yang pergi meninggalkan Yun Yiyi bersama kepala sekolah.


“Baiklah Yun Yiyi kan? Ayo bapak antar kekelasmu”


“baik pak”.