
Dirumah sakit, ayah Yun menunggu istri dan anak laki-lakinya. Ia memperhatikan gadis yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Perasaan sedih menyelimuti hati ayah Yun, putrinya yang asli telah menderita selama 16 tahun, ia bahkan memberikan cintanya kepada putri orang yang menyiksa anaknya. Melihat luka memar yang ada ditubuh Lin Yiyi ayah Yun tak dapat menahan air mata nya.
“Bahkan dengan tubuh seperti itu, kamu masih bisa berfikir untuk menyelamatkan orang lain. Gadis yang sangat baik” ayah Yun mengatakan ini sambil mengelus kepala gadis yang tengah tertidur. Dan semakin merasa sedih saat merasakan bahwa rambut gadis ini sangatlah kasar. Ia bahkan memberikan semua jenis perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki kepada Yun Xia, tetapi tak tahu bahwa putri kecilnya yang asli sangat menderita.
Besoknya, istri dan putra laki-laki ayah Yun sampai dirumah sakit. Mereka mengira bahwa ayah Yun yang terkena kecelakaan dan masuk kerumah sakit, tetapi saat mereka tiba, ia melihat ayah Yun baik-baik saja dan duduk di samping tempat tidur sambil mengelus kepala seorang gadis.
“Ayah, kau tak apa-apa?” Tanya Yun Heng sambil melihat ayahnya dan belum terlalu memperhatikan gadis yang berbaring itu.
“Ya, aku baik-baik saja. gadis ini yang terluka karena menyelamatkanku” Ibu Yun dan Yun Heng akhirnya tersadar dan melihat kearah gadis itu, mereka sangat berterima kasih. Tetapi detik berikutnya mereka terkejut saat memperhatikan wajah gadis itu.
“Yun tua, siapa gadis ini” Ibu Yun bertanya dengan ekspresi terkejut
“Dia adalah putri kita yang asli, namanya adalah Lin Yiyi aku telah memastikannya dengan tes DNA”
Mendengar ini Ibu Yun dan Yun Heng sangat terkejut. Setelah itu tanpa menunggu mereka berdua bernafas dengan benar, ayah Yun menceritakan semua hasil penyelidikan asistennya kemarin tak lupa dia juga menceritakan tentaang Yun Xia yang mengetahui gadis ini dan ingin menjebaknya. Mendengar serangkaian fakta ini, ibu Yun dan Yun Heng tak bisa menahan air mata mereka. Mata mereka tertuju pada gadis kecil ini.
“Yun tua, apakah kau yakin dia putri kita?” Tanya ibu Yun sambil menangis dan memperhatikan gadis kecil yang tengah tertidur ini. Ayah Yun hanya mengangguk kemudian tangis ibu Yun pecah dan memegang erat tangan gadis itu
“Ya Tuhan, apa yang telah terjadi. Kenapa putriku menderita seperti ini. Aku bahkan sangat menyanyangi putri yang ada dirumah, namun ternyata putri asliku sangat menderita sedemikian parah” ibu Yun menangis sangat keras, ia tak tega melihat putrinya yang berumur 16 tahun ini tapi sangat kurus seperti anak berusia 12 tahun, ia bahkan merasa makin sakit saat melihat banyak luka memar di tangan dan tubuhnya, bahkan ada luka sayatan ditubuhnya.
“Penderitaan macam apa yang dialami putriku selama ini” Ibu Yun masih menangis dan terus bergumam minta maaf kepada gadis kecil itu. ayah Yun yang melihat itu berusaha menenangkan ibu Yun dan tak bisa menahan air matanya. Sedangkan Yun Heng, masih belum tersadar dengan segala macam fakta yang menamparnya hari ini. Ia sangat menyanyangi adik perempuan yang ada dirumah, tetapi ternyata itu adalah adik palsu. Adik yang menangis saat ia menginjak seekor semut itu bahkan dengan berani berusaha melukai seseorang dan orang itu adalah adik kandungnya, sejak kapan orang itu berubah menjadi rubah licik. Kemarahan muncul di hati Yun Heng, melihat keadaan adik kandungnya yang sangat buruk sedangkan orang dirumahnya menikmati segalanya.
“Dengan tubuh penuh luka itupun dia masih berfikir melindungi orang lain, sebaik apa hati adik kecilku ini. Kedepannya kakak akan menjagamu” Yun Heng mendekati ayah dan ibunya yang masih menangis dan melihat banyaknya luka ditubuh adiknya kemarahan di hati Yun Heng semakin besar.
Sudah 3 hari Lin Yiyi tak sadarkan diri. Keluarga Yun tetap berada dirumah sakit menunggu gadis ini sadar. Kemarin mereka banyak menangis dan merasakan rasa bersalah, penyesalan, hingga kemarahan. Yun Xia beberapa kali menghubungi mereka tetapi tak ada satupun dari mereka menjawabnya. Kemarahan mereka semua tertuju pada Yun Xia, Yun Xia tahu bahwa dia bukanlah putri dari keluarga Yun tetapi bukannya memberitahukan kepada mereka tetapi dia malah berusaha untuk menyakiti putri asli. Semua kebaikan yang dilakukan Yun Xia selama ini langsung sirna di mata mereka. Mereka berniat untuk mengusirnya dari kediaman Yun jika mereka telah kembali. Dan memberikan kebahagiaan untuk putri kecil yang asli.
Lin Yiyi mulai tersadar dan saat ingin membuka mata ia berusaha untuk menyesuaikan cahaya di matanya, kepalanya pusing dan tenggorokannya juga kering. Saat ia masih berusaha untuk sadar, ia mendengar suara seseorang
“Ayah, Ibu. Adik, adik, dia sadar!” mendengar itu ayah dan ibu Yun terkejut dan tersenyum senang, mereka segera menuju samping tempat tidur. Putri kecil mereka akhirnya sadar.
Lin Yiyi POV
“sepertinya rencanaku berhasil” Aku bahagia karena pengorbananku tak sia-sia, aku tersenyum dalam hati tetapi tak memperlihatkannya. Aku hanya menampilkan ekspresi kaget.
“Nak, apakah kau mengingatku?” Tanya ayah Yun kepadaku
“Ya Tuan, apakah anda baik-baik saja?” dapat kulihat ekspresi ketiganya saat mendengar pertanyaanku. Aku harus berusaha tampil baik dan rendah hati dihadapan ketiganya, agar dimasa depan mereka hanya mempercayaiku.
“Gadis bodoh, kau bahkan sudah 3 hari tak sadarkan diri tetapi kau masih mengkhawatirkan orang lain” kali ini ibu Yun yang bersuara. Aku hanya tersenyum memberikan tanggapan.
“Ah, tidak apa-apa nyonya. Aku baik-baik saja, ini hanyalah luka kecil aku sudah terbiasa terluka. ohya terima kasih sudah membawaku kerumah sakit.” Aku tersenyum dan sengaja membahas soal aku yang sering terluka, dapat kulihat ekspresi sedih mereka saat mendengar perkataanku. Aku sisa menunggu mereka membawaku kembali ke keluarga Yun, dan bertemu dengan rubah licik itu.
Author POV
Keluarga Yun sangat sedih mendengar perkataan gadis itu, dia terluka tapi masih bisa tersenyum seperti itu. rasa bersalah kian muncul dihati mereka.
“Nak, apakah luka ditubuhmu karena orang tuamu yang memukulimu” mendengar ayah Yun menanyakan ini Lin Yiyi langsung menggeleng
“Tidak.. tidak.. itu, itu, itu bukan mereka. A..ku, aku dipukuli oleh preman di desa. Ya aku dipukuli preman, itu bukan salah orang tua” Lin Yiyi menjawab dengan menundukkan kepalanya dan tubuhnya terlihat sedikit bergetar. Melihat ini keluarga Yun sangat sedih, gadis ini bahkan masih berusaha melindungi keluarga yang telah menyiksanya. Ntah mengapa api kemarahan mereka bertiga ditujukan kepada Yun Xia, jika mereka tidak tertukar atau jika Yun Xia memberitahu mereka sejak awal tentang Lin Yiyi, gadis kecil mereka tidak akan menderita sedemikian rupa. Ibu Yun sudah tak bisa menahan diri, ia memeluk tubuh Lin Yiyi. Sambil terus menangis. Dapat ia rasakan bahwa Lin Yiyi terkejut dengan pelukannya
“Maaf, Maaf, maafkan ibu nak” Lin Yiyi menunjukkan ekspresi terkejut
“Itu, Nyonya. Kenapa anda menangis, apakah aku melakukan kesalahan?” Lin Yiyi bertanya dengan suara yang sedikit bergetar seperti orang yang ketakutan. Ayah Yun menyadari bahwa Lin Yiyi takut, memberitahu istrinya dan memintanya untuk melepaskan pelukannya.
“Yiyi, sebenarnya kami adalah keluargamu. Aku ayahmu ini ibumu dan yang disana adalah kakakmu. Maafkaan kami karena kesalahan kami yang membuatmu seperti ini”
“Tapi, orang tuaku ada didesa”
“Mereka adalah orang jahat dan bukan orang tuamu. Kamu adalah anggota keluarga Yun. Besok kita akan kembali bersama. Apakah kau bersedia pergi bersama kami?” Ibu Yun menggunakan nada suara yang sangat lembut takut ia akan menakuti Lin Yiyi. Lin Yiyi yang masih menunduk kemudian mengangguk dan itu membuat 3 orang keluarga Yun tersenyum bahagia. Lin Yiyi yang masih menunduk menyembunyikan senyuman diwajahnya.