I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
7 | Ujian Masuk



Saat ini sosial media tengah dihebohkan dengan berita tentang pesta keluarga Yun. Yang pertama, Yun Xia bukanlah putri kandung keluarga utama Yun, melainkan keponakannya, yang kedua, rumor tentang Yun Yiyi benar-benar salah, dia adalah gadis cantik dan sangat elegan, dan yang terakhir adalah, He Weifei yang merupakan kepala keluarga He mengenal Yun Yiyi dan meminta Yun Yiyi untuk menjadi tunangannya. Saat ini banyak tersebar foto Yun Yiyi dan He Weifei di internet. Banyak dari mereka yang iri dan ada juga yang mendukung pasangan ini.


Saat ini He Weifei sedang berada di kediaman Yun untuk berbincang dengan ayah Yun. Saat ia membuat kehebohan semalam, keluarga Yun mengundang He Weifei untuk berbincang lebih lanjut. Mereka terlalu terkejut dengan kejadian tadi malam, sehingga tidak bisa langsung menjawab ajakan pertunangan He Weifei.


“Tuan He apakah anda serius dengan perkataan yang semalam” Ayah Yun bertanya untuk memastikannya kembali.


“Aku serius tuan Yun, dan anda bisa memanggilku Weifei tak usah berbicara formal kepadaku. Bagaimanapun anda lebih tua dariku” He Weifei menjawab sambil tersenyum


“Aku senang bahwa kau meminta putriku untuk menjadi tunanganmu, tetapi aku menyerahkan semua keputusannya kepada putriku. Aku tak mau memaksanya, bagaimanapun dia sudah banyak menderita selama ini”


“Aku paham tuan Yun. Aku juga tak akan memaksa jika nona Yun tidak ingin. Jadi bisakah aku berbincang berdua dengannya sekarang?” Ayah Yun yang mendengar ini tersenyum, bersyukur bahwa He Weifei tidak memaksa mereka menerima pertunangan ini.


Ayah Yun memanggil Yun Yiyi agar mereka bisa berbicara berdua. Tak lama Yun Yiyi muncul dengan menggunakan kaos putih polos dan celana panjang berwarna hitam. Ia mengikat rambutnya. Penampilannya sangat sederhana tetapi tetap terlihat cantik. He Weifei yang melihat Yun Yiyi tersenyum lembut memandangi gadis kecil ini. Yun Yiyi duduk di kursi yang menghadap ke arah He Weifei.


“Nona Yun, maaf aku menganggu waktumu. Seperti yang kukatakan semalam. Apa kau bersedia untuk menjadi tunanganku? Aku telah meminta izin kepada ayahmu dan dia berkata semua keputusan ada padamu”


“Tuan He, aku berterima kasih karena telah memilihku. Tapi aku masih berusia 16 tahun dan aku baru saja kembali ke keluargaku. Aku juga ingin fokus bersekolah”


“Jika aku tak salah ingat, sepupu perempuanmu juga berumur 16 tahun dan sudah bertunangan dengan tuan muda Xiao, kita tidak akan langsung melaksanakan pernikahan sehingga kau masih bisa tinggal bersama keluargamu dan melanjutkan sekolahmu dulu. Kita bisa saling mengenal dulu”


“Tuan He, kau pasti memiliki banyak wanita yang menyukaimu. Kau tinggal memilih salah satu dari mereka”


“Tapi aku hanya tertarik kepadamu. Aku juga berhutang nyawa padamu. Aku ingin membalasnya dengan melindungimu. Menjadikanmu milikku adalah cara terbaik dipikiranku. Dan aku tidak pernah merasa tertarik pada wanita sebelumnya, aku kaya dan umurku baru 20 tahun, aku bisa menunggumu sampai kau lulus sekolah. Pikirkanlah dengan baik, kau bisa memamerkanku sebagai tunanganmu sehingga tak ada orang yang menghinamu lagi seperti semalam, dan aku bisa memanfaatkan keberadaanmu untuk menjauhi wanita yang tidak kusukai. Tolong berikanlah aku kesempatan” He Weifei memandangi Yun Yiyi dengan serius, Yun Yiyi juga merasa bahwa kesepakatan ini cukup menguntungkan. Ia bisa menjauhi laki-laki yang ingin mendekatinya dan ini juga bisa menjadi tamparan untuk Yun Xia.


“Baiklah tuan He, aku akan memikirkannya. Tapi sebelum pertunangan aku ingin bertemu dengan keluargamu dahulu. Jika mereka tak menyukaiku aku akan menolak tawaranmu. Aku terlalu malas untuk berdebat dengan anggota keluargamu”


“Kau tenang saja, mereka akan menyukaimu. Aku akan mengatur jadwal pertemuan 1 minggu lagi. Dan kau bisa memanggil ku kakak Fei dan aku akan memanggilmu Yiyi. Terlalu formal rasanya saat kau memanggilku tuan He” He Weifei tersenyum, ia merasa senang bahwa gadis kecil ini menerimanya. Ia yakin keluarganya menyukai Yin Yiyi.


Keesokan harinya…


Yun Yiyi bersama Ibu Yun sedang menuju ke salah satu sekolah negeri yang terkenal di kota itu untuk melakukan tes masuk. Mereka telah mengurus semua persyaratan untuk masuk sekolah. Beberapa hari sebelumnya Yun Yiyi mengikuti ujian mandiri untuk mendapatkan ijazah SD, SMP dan mendapatkan nilai sempurna. Awalnya ayah dan ibu Yun ingin membayar saja agar anak mereka bisa masuk kesekolah itu, tetapi melihat hasil ujian Yun Yiyi sebelumnya, mereka yakin anak mereka dapat lulus ujian masuk ini.


Yun Yiyi mengerjakan soal itu dalam waktu singkat, guru pengawas pun memandangi Yun Yiyi dengan tatapan menghina. Ia awalnya mengira bahwa Yun Yiyi mengerjakan soal itu asal-asalan, tetapi setelah melihat jawabannya ia sangat terkejut, karena semua soal dijawab dengan benar. Ia bahkan dengan sengaja memberikan soal sulit karena ia telah diberitahu oleh Yun Xia bahwa gadis ini bodoh dan tak pernah bersekolah dan dia mengikuti ujian hanya untuk formalitas saja, dan ia akan membayar untuk masuk ke sekolah mereka. Pengawas ini membenci siswa yang masuk dengan bantuan uang orang tua mereka, biasa nya yang membayar adalah siswa bodoh tetapi kaya.


“Nona Yun anda luar biasa. Ini bahkan soal untuk tahun ketiga. Anda bahkan menjawabnya dengan sempurna” sikap Pengawas itu berubah. Ia menyukai siswa yang pintar. Ibu Yun yang mendengar perkataan pengawas itu tersenyum lebar. Ia sudah menduga bahwa anaknya cerdas.


“Soal tahun ketiga? Kenapa aku diberikan soal tahun ketiga?” ia sengaja menanyakan ini walaupun ia sudah tahu jawabannya, di novel Yun Xia sengaja mengatakan ke pengawas bahwa dia bodoh dan meminta pengawas untuk membuat soal yang sulit untuk mempermalukan Yun Yiyi. Yun Yiyi yang berkata seperti itu membuat ibu Yun sadar, mengapa Yun Yiyi yang mengikuti ujian masuk diberikan soal tahun ketiga, jika anaknya tak pintar mungkin Yun Yiyi tidak bisa menjawab soal-soal itu. ibu Yun melihat pengawas dengan mata sinis dan tak suka.


“Maafkan aku nona Yun. Aku telah diberitahu bahwa anda hanyalah siswa bodoh yang mengandalkan uang orang tuamu. Anda mengikuti ujian hanya untuk formalitas saja. sehingga aku merasa tak suka dan sengaja membuat soal yang sulit dengan maksud mempermalukanmu. Tetapi setelah melihat hasil ujianmu aku tau aku salah karena mempercayai sesuatu tanpa melihatnya sendiri. Sekali lagi maafkan aku” Pengawas itu menunduk malu, di dalam hatinya ia memarahi Yun Xia karena berbohong padanya.


Padahal ini adalah kejadian sesungguhnya dikehidupan pertama yang diingat Yun Xia. Saat itu Yun Yiyi gagal mengikuti ujian karena memang dia tak pernah belajar sehingga Ayah dan Ibu Yun membayar agar Yun Yiyi bisa bersekolah. Tetapi yang tidak diketahui Yun Xia adalah, bahwa tubuh ini sekarang memiliki jiwa Sera, gadis yang terkenal sangat pintar di kehidupannya sebelumnya.


“Siapa yang beraninya mengatakan hal seperti itu kepadamu. Putriku sangat pintar. Walaupun ia tak bersekolah sebelumnya, ia belajar sendiri dan kau lihat bahkan soal sulit itu bisa dijawabnya!” Pengawas sangat takut saat ibu Yun meninggikan suaranya. Ia sekarang bahkan membuat nyonya keluarga Yun marah. Jika ibu Yun ingin ia bahkan bisa kehilangan pekerjaannya sekarang. Pengawas masih menundukkan kepalanya tanpa berani melihat ibu Yun. Kemarahan terhadap Yun Xia semakin besar di hati pengawas itu.


“Maafkan Ny. Yun. Aku diberitahu oleh Yun Xia. Kemarin dia menemuiku dan menanyakan apakah sepupunya akan mengikuti ujian masuk atau tidak. Dan saat aku mengatakan iya, dia langsung memberitahuku bahwa nona Yun ini bodoh dan juga liar. Ia bahkan tak pernah bersekolah sebelumnya. Aku memercayainya karena dia adalah gadis yang terkenal baik di sekolah dan dia juga anggota keluarga Yun jadi aku tak berfikir dia akan berbohong soal kepintaran nona Yun Yiyi.” Ibu Yun yang mendengar itu merasa sangat marah. Gadis palsu itu bahkan berbohong seperti itu untuk mempermalukan putrinya. Jangan kira ibu Yun akan membiarkannya. Yun Yiyi melihat kemarahan di mata ibu Yun.


“Baiklah, sekarang saatnya menjadi putri baik hati” Yun Yiyi memegang tangan ibu Yun dan menenangkannya


“Ibu, tenanglah. Jangan marah kepada saudari Xia. Dan benar perkataannya aku memang tidak pernah bersekolah, tidak salah orang-orang mengira aku bodoh. Aku juga mengerti perasaan pengawas saat mengira aku bodoh dan akan mengandalkan uang keluarga. Bagaimana pun ini adalah sekolah yang terkenal dengan prestasinya, sebagai guru, tuan pengawas pasti hanya ingin menerima siswa pintar, jadi saat mendengar perkataan saudari Xia, tentu saja ia akan merasa marah ” Yun Yiyi mengatakan itu sambil tersenyum lembut. Senyuman itu membuat kemarahan di hati ibu Yun hilang, bahkan pengawas yang mendengar perkataan Yun Yiyi merasa bahwa ia melihat sorang malaikat baik hati. Bahkan ia merasa ia melihat sayap putih terbuka lebar di punggung Yun Yiyi.


“Nona Yun ini bahkan sangat baik. Aku mengerti pasti Yun Xia merasa cemburu dengannya sehingga membuat kebohongan seperti itu. Yun Xia, tunggu saja bagaimana aku membalasmu” guru pengawas itu bersumpah akan membalas perbuatan Yun Xia


“Putriku sangat baik, dia bahkan maish membela rubah licik itu. aku akan memberitahu Yun tua dan Heng’er. Dan membuat rubah licik itu 1 kelas dengan putriku, agar ia tahu perbedaan yang asli dan palsu”. Mereka berdua tenggelam dalam pikiran mereka saat melihat senyuman Yun Yiyi. Ia melihat mata kedua orang itu dan dapat melihat rasa iba, terima kasih dan juga sedikit kemarahan. Ia sangat yakin kemarahan itu ditujukan kepada Yun Xia. Yun Yiyi sangat senang melihat respon mereka seperti apa yang dia harapkan.