I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
14 | First Kiss



Malamnya He Weifei tiba di rumah keluarga Yun. Tak lama mobil yang membawa barang-barang He Weining juga tiba. He Weifei menyuruh sekretarisnya untuk mengontrol pemindahan barang sedangkan dia masuk kedalam rumah keluarga Yun.


"Selamat malam paman, terima kasih telah membiarkan Ningning tinggal disini. Maafkan aku jika Ningning merepotkan" Weifei menyapa ayah Yun yang kebetulan keluar rumah saat ia ingin mengetuk pintu


"Halo Weifei, aku yang justru berterimakasih karena telah memperbolehkan Ningning menemani Yiyi dirumah. Aku senang rumah menjadi semakin ramai. Ohiya ayo kita masuk, Ningning dan Yiyi sudah memasak untukmu tadi"


"Baik paman"


He Weifei dan ayah Yun berjalan bersama menuju ruang makan. Disana sudah ada Yun Heng dan Ibu Yun sedangkan Yiyi dan Ningning masih didapur untuk membantu pelayan menyiapkan makan malam


"Bibi, Yun Heng. Selamat malam" Weifei menyapa mereka terlebih dahulu karena keduanya sibuk bercerita tadi hingga tidak menyadari kehadiran Weifei.


"Ohh kau sudah datang. Ayo sini duduk, sebentar lagi kita akan makan malam. Yiyi dan Ningning menyiapkan makanan khusus untukmu" Ibu Yun tersenyum lembut melihat calon menantunya ini. Ia semakin menyukai He Weifei


"Duduk sebelahku Weifei" He Weifei akhirnya duduk di sebelah Yun Heng, Mereka berbincang mengenai perusahaan ayah Yun juga ikut bercerita bersama mereka.


Tak lama Yiyi dan Ningning keluar membawa hidangan yang sudah mereka masak. Yiyi agak terkejut melihat Weifei yang ternyata sudah tiba dan saat ini tersenyum kearahnya.


"Kakak kau sudah tiba" He Weining menyapa dengan ekspresi datar, beginilah interaksi diantara mereka sebagai saudara


"Kau sudah melihatku disini dan kau masih mengeluarkan kata-kata itu?"


"Huhhh kau tau aku hanya basa basi kak, apakah barangku tiba dengan selamat?" Weining bertanya sambil duduk disebelah kakaknya


"Iya, sekretarisku sudah mengurusnya dan mungkin sudah dibawakan ke kamarmu"


"ohh baiklah terima kasih" Weifei hanya mengangguk. Dan mengalihkan pandangannya ke Yiyi yang baru saja duduk di depannya


"Yiyi apa kabar" Weifei tersenyum lembut kearah Yiyi. Belum sempat Yiyi menjawab Weining berbicara lebih dulu


"Kak, bukankah kau terlalu bias? Aku adikmu selama belasan tahun tapi kau bahkan tidak menanyai kabarku. Dan saat berbicara denganku kau tak tersenyum seperti itu!" Weining menatap datar kakaknya, ia sebenarnya tidak terlalu memperdulikan ini, ia hanya ingin menggoda kakaknya dan Yiyi


"aku sudah tau kau baik-baik saja, kenapa aku harus bertanya jika sudah tau?"


"Bagaimana kau bisa tau aku baik-baik saja?"


"Nah seperti itu, aku tau jika adikku He Weining baik-baik saja jika ia berbicara dengan cuek seperti itu"


He Weining makin menatap datar sang kakak, awalnya ia hanya ingin menggoda kakaknya tapi saat ini malah ia yang terbawa emosi.


"Sudah sudah, kok kalian malah bertengkar. Kakak Fei aku baik-baik saja. Dan Ningning sudah jangan membuat keributan lagi, kau tau kakakmu seperti apa" mendengar ucapan Yiyi, Weifei dan Weining mengangguk seperti peliharaan yang mengikuti perintah majikannya


"Hahahaha Yiyi, kau apakan adik kakak ini hingga mereka mengikutimu seperti itu" Yun Heng tertawa melihat interaksi mereka bertiga


"sudah sudah, ayo kita makan nanti makanannya keburu dingin karena tunggu kalian selesai berdebat. Weifei silahkan dimakan"


"Baik paman"


Mereka makan dengan tenang hanya terdengar suara sendok dan piring.


"Kakak bagaimana masakanku" tanya Weining dengan nada yang terdengar agak menyebalkan di pendengaran Weifei


"Masakanmu? Kukira kau hanya menganggu Yiyi di dapur tadi"


"Ikan yang kau makan tadi itu masakanku tau, walaupun aku memasaknya dengan arahan dari Yiyi tetap saja itu masakanku"


"Yah ada gunanya juga kau tinggal disini, belajar lah memasak lebih sering dari Yiyi, biar nanti calon suami mu beruntung sepertiku"


"Hahh? Kenapa sepertimu?"


"Tentu saja beruntung sepertiku karena aku mendapatkan Yiyi yang pintar memasak" Ucapan Weifei membuat Yiyi tersedak karena kebetulan saat itu ia sedang minum, Weining menatap tidak percaya kepada kakaknya yang mengatakan hal memalukan seperti itu sedangkan orang tua Yun dan Yun Heng tertawa mendengar itu, tentu saja mereka menyukai jika Yiyi dipuji seperti itu


"Kakak aku hanya mengingatkan mu, Yiyi hanya Calon istrimu, ingat? Hanya CALON. Bisa saja Yiyi mendapatkan calon suami yang lebih baik darimu kak"


"Aku adalah pilihan terbaik untuk Yiyi. Betulkan paman"


"Kau pilihan terbaik jika Yiyi menyukainya"


"Yiyi tentu saja kau menyukaiku kan?"


*****


Keesokan harinya Yiyi dan Ningning berangkat sekolah diantar oleh Weifei. Semalam Weifei menginap dirumah keluarga Yun dan setelah makan malam ia tak melihat Yiyi lagi karena ia berbincang tentang bisnis dengan ayah Yun dan Yun Heng.


"Yiyi apakah kau tidak sedih kita berpisah seperti ini saja?"


"Kakak Fei sebenarnya apa yang salah denganmu tiba-tiba kau menjadi tak tau malu seperti ini" walaupun mengatakan ini Weifei melihat wajah memerah Yiyi kemudian mengelus pipi Yiyi dan setelah itu memegang tangannya. Ia menggenggam tangan Yiyi sambil tetap menyetir. Posisi duduk mereka memang sebelahan dan Weining duduk dibelakang


"Kak apa kau tidak menganggapku ada? Huh sungguh ini masih pagi aku sudah melihat pemandangan seperti ini"


"Yah kau kuanggap sebagai penganggu" Ningning menatap kakaknya kemudian kembali melihat ponselnya.


Disisi lain Yiyi berusaha mengontrol detak jantungnya, berpegangan dengan pria ini merupakan hal yang tidak umum untuk Yiyi, bahkan dikehidupannya sebelumnya. Weifei menyadari jika Yiyi sedang tegang karena berpegangan tangan dengannya tetapi ia tidak berniat melepaskan tangan gadis itu.


Tak lama mereka sudah sampai disekolah


"Ningning, aku mau berbicara sebentar dengan Yiyi bisakah kau keluar duluan?"


"Iya iya, kak jangan macam-macam dengan Yiyi ingat dia masih dibawah umur!"


"Jangan khawatirkan hal seperti itu, aku cukup percaya diri dengan pengendalian diriku"


"Baiklah terserah kau saja, Yiyi aku akan menunggumu di gerbang"


"Kau duluan saja takutnya kau lama menungguku"


"Aku akan menunggumu" Weining akhirnya keluar dari mobil duluan.


"Ada apa kakak Fei?"


"Aku akan keluar negeri untuk beberapa bulan, bukan hanya satu negara tapi beberapa, aku ingin berpamitan sebenarnya malam tadi karena seharusnya pagi ini aku sudah berangkat. Tapi kita tidak memiliki banyak waktu semalam" Belum sempat Yiyi menjawab He Weifei langsung menarik Yiyi dalam pelukannya


"Kakak Fei?" Jujur saja detak jantung Yiyi saat ini sangat keras ia akan malu jika Weifei merasakannya


"Biarkanlah sebentar kita tidak akan bertemu untuk waktu yang lama, jadi biarkanlah dulu seperti ini" Yiyi akhirnya bisa lebih rileks berada di pelukan Weifei


"Yiyi kau tau?" Tanya Weifei yang masih berada di pelukan Yiyi


"Hmm?"


"Seperti kataku sebelumnya ke Ningning, aku cukup percaya diri dengan pengendalian diriku, tapi saat ini aku benar-benar ingin menyerangmu" Suara Weifei yang serak membisik ditelinga Yiyi, Tak lama Yiyi merasakan Weifei menghirup dalam bagian lehernya dan mengeratkan pelukannya.


Yiyi menjadi tegang lagi, Weifei kemudian agak mengendurkan pelukannya dan beralih menatap Yiyi


"Yiyi, bolehkah?" Weifei mengelus pipi Yiyi kemudian beralih je bibir mungilnya sambil terus menatap mata Yiyi.


Yiyi tentu paham apa yang dimaksud Weifei, ia tak sepolos itu. Tapi apakah boleh ia membiarkan first kiss nya untuk pria didepannya ini? Ia bahkan belum pernah berciuman selama 2 kehidupan ini.


Yiyi merasakan bibirnya masih terus dielus oleh Weifei, ia tau jika ia menolak Weifei tentu menghargai pilihannya, lagipula ia sudah sadar bahwa ia sudah tentu menyukai Weifei dan tidak ada alasan baginya untuk menolak karena bagaimanapun mereka sudah bertunangan.


Yiyi akhirnya mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan Weifei, tanpa lama menunggu Weifei langsung mencium bibir Yiyi, awalnya hanya kecupan tapi lama-lama Weifei semakin memperdalam ciumannya.


"Yiyi sini sebentar" Weifei melepas ciumannya untuk membiarkan Yiyi bernapas terlebih dahulu kemudian menarik Yiyi untuk naik kepangkuannya. Sekali lagi ia mencium bibir Yiyi dan Yiyi hanya diam menerima ciuman Weifei dan tidak membalasnya karna jujur saat ini ia tidak tau bagaimana harus mambalasnya, ia menyukai ciuman mereka bahkan ia tidak sadar saat Weifei menariknya kepangkuannya


"Yiyi buka mulutmu kemudian balas ciumanku" Sekali lagi Weifei melepas ciuman mereka, Yiyi yang mendengar suara serak Weifei mengikuti perintahnya dan membuka sedikit mulutnya.


langsung saja Weifei mencium Yiyi kembali dan sekarang lidahnya mulai masuk kedalam rongga mulut Yiyi. Yiyi mulai membalas ciuman itu walaupun ia sendiri tidak tau apakah sudah melakukannya dengan benar atau tidak.


Weifei tersenyum saat merasa Yiyi mulai membalas ciumannya, ia semakin memperdalam ciuman itu, ia menghisap lidah Yiyi, menelusuri tiap sudut mulutnya dan mengabsen tiap gigi Yiyi dengan lihainya. Ia benar-benar di mabukkan oleh manisnya ciuman ini, jika bisa ia tak ingin melepaskan ciuman itu.


Weifei tidak menyangka ciuman akan membuatnya merasa seperti ini, ia bersyukur karna ciuman pertamanya ia lakukan dengan Yiyi dan sepertinya untuk Yiyi juga ini yang pertama kalinya. Mereka berciuman cukup lama untuk kali ini dan akhirnya melepaskan ciuman mereka karena kehabisan napas.


"hahhh.. Hhh.. Kakak Fei" napas Yiyi terengah, Tubuh Yiyi terasa panas. Weifei telah melepaskan ******* pada bibirnya, lidahnya sedikit terulur menampakkan benang saliva tipis yang terhubung dengannya


"Ini sangat manis Yiyi, aku sudah mengiranya tapi tak kusangka akan semanis ini" Weifei mengelap bibir Yiyi menggunakan jarinya. Yiyi hanya menunduk malu. Weifei menarik Yiyi dalam pelukannya. Dan Yiyi baru menyadari seberapa intim mereka saat ini.


"Jaga dirimu saat aku pergi, jangan lupa menjawab telponku dan ingat jangan membuatku khawatir" Yiyi hanya mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya di dada Weifei. Tak lama Weifei akhirnya melepaskan Yiyi, dan Yiyi akhirnya keluar dari mobil setelah Weifei memperbaiki penampilan gadisnya itu.