I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
17 | Chin Wag



Sudah seminggu sejak Yiyi mengklarifikasi tuduhan dari para murid di sekolahnya. Beberapa orang masih ada yang tidak suka dengan Yiyi, tapi sebagian besar murid menyukai Yiyi.


Bahkan mereka memberikan Yiyi julukan Princess karena selain pintar Yiyi juga baik dan tidak pelit ilmu. Banyak murid perempuan yang ingin menjadi teman akrab Yiyi dan para murid laki-laki mengagumi Yiyi tapi mereka sadar saingan mereka adalah He Weifei. Mereka lebih sayang nyawa dan tidak akan mengusik He Weifei.


"Yiyiiii... Kamu dari mana? Aku mencarimu sejak tadi"


"Ohh hai Ningning. Aku tadi ke toilet, ada apa?"


"Kakakku menanyakan kenapa kau tidak menjawab telepon darinya dan menyuruhku mencarimu"


"ohh oke baiklah aku akan menghubungi kakak Fei"


"Ehh nanti saja, kita ke kantin dulu yang lain sudah menunggu disana"


"Kamu duluan saja aku akan kembali ke kelas dulu mengambil ponsel ku. Aku takut kakak Fei khawatir jika aku tak menghubungi nya"


"hmm baiklah. Apakah kau ingin ku pesankan makanan?"


"tolong pesankan saja jus apel dan sandwich"


"Baiklah, jangan lama-lama" Yiyi mengangguk dan berjalan menuju kelas.


kelas mereka sunyi karena memang semua siswa sedang beristirahat dan mereka kebanyakan sedang makan siang di kantin.


Kakak Fei😎


Kakak Fei maaf aku tak mengangkat telepon mu. Aku tadi ketoilet dan tidak membawa ponsel ku. Hubungi aku jika kau sudah tidak sibuk🫡


Setelah menulis pesan Yiyi berjalan menuju kantin. Awalnya ia ingin menelepon tapi ia takut jika Weifei sedang sibuk.


Disisi lain suasana tegang sedang terjadi diruang pertemuan. Mereka tau bos mereka sedang dalam perasaan yang sedang buruk, mereka berusaha agar tidak menjadi pelampiasan emosi si bos. Saat peserta rapat sedang presentasi sebuah nada dering terdengar. Peserta rapat ingat nada dering itu. Nada dering yang sebelumnya menyelamatkan mereka dari amukan si bos.


"Istirahat dulu. Rapat dilanjutkan 10 menit lagi" Setelah mengatakan itu Weifei membaca pesan yang ia tahu itu dari Yiyi.


Sekali lagi mereka diselamatkan oleh orang itu. Mereka tak tau siapa itu tapi mereka berterima kasih padanya.


"kau lihat. orang itu menghubungi bos lagi dan bos bahkan menghentikan rapat lagi. Sepenting apakah orang itu"


"kau benar, bahkan aku melihat bos tersenyum tadi saat ia membuka pesan itu. Aku tau tau siapa itu tapi terakhir kali suasana hati bos menjadi baik setelah orang itu menghubungi bos kita. Semoga saja suasana hati bos baik 10 menit kedepan. Aku sungguh gugup presentasi didepannya jika suasana hatinya buruk"


"benar semoga saja rapat nanti tidak sesuram tadi"


"siapa pun yang menghubungi bos kami, aku mohon jangan membuat bos makin marah" mereka mengangguk dan menuju rest area kantor mereka.


Sedangkan Weifei setelah melihat pesan Yiyi ia segera menelepon Yiyi


"Halo kakak Fei"


"Halo Yiyi, apakah kau baik-baik saja? Aku tidak menghubungi mu seminggu ini karena tidak memegang ponsel ku"


"Aku baik. Tidak apa-apa kakak Fei aku tau kau sibuk"


"Hahhhh mendengar suaramu aku jadi merindukanmu. Bisakah aku melakukan panggilan video?"


"Ehh? Tapi itu.. Aku sedang di kantin"


"terus kenapa kalau di kantin?"


"Aku malu" Weifei mendengar suara kecil dari Yiyi, ia bahkan bisa membayangkan wajah malu Yiyi saat ini


"Apakah aku sangat memalukan untuk jadi tunanganmu?"


"Hahh!? Bukan itu maksudku"


"ahahahaha iya iya aku paham. Tapi bagaimana yah aku sangat merindukanmu saat ini, aku tak tahu kapan lagi bisa menghubungimu" mendengar itu Yiyi merasa sedikit bersalah. Ia segera mengalihkan panggilan ke panggilan video


"Wahh aku tak menyangka Yiyi yang akan lebih dulu melakukan panggilan video" Weifei tersenyum lembut menatap Yiyi. Wajah ini sangat ia rindukan


"Wahhh kakak, kau bahkan jarang menelepon keluargamu tapi kau melakukan panggilan telepon dengan Yiyi" Ningning tiba-tiba mengambil ponsel Yiyi


"He Weining kembalikan ponsel nya ke Yiyi, aku ingin melihat Yiyi bukan melihatmu"


"huhh! Aku tak mau"


"He Weining, aku tak ingin bertengkar denganmu, kembalikan ponselnya atau ku potong uang belanjamu"


"baiklah baiklah" Ningning akhirnya mengembalikan ponsel Yiyi dengan wajah cemberut. Yiyi tertawa melihat itu


"kakak Fei jangan terlalu galak ke Ningning, dia merindukanmu makanya seperti itu"


"Yiyi jangan asal bicara! Aku tak akan merindukan manusia kulkas itu" Yiyi dan ke 3 temannya tertawa melihat Ningning.


"hahaha baiklah baiklah. Kakak Fei apakah kau tak sibuk?"


"hahaha semangat kakak Fei"


"aku butuh lebih banyak semangat Yiyi"


"hmm bagaimana kalau setelah kau kembali aku akan memberimu hadiah apapun?"


"apapun?"


"Apapun asalkan masuk akal. Awas saja jika kau meminta aneh-aneh"


"oke baiklah, aku akan berusaha lebih keras dan meminta hadiahku nanti. Bersiaplah Yiyi" Yiyi melihat senyum licik di wajah Weifei


"Aku peringatkan lagi kakak Fei jangan meminta hal aneh"


"Aku tak akan meminta hal aneh, hanya meminta sesuatu seperti yang kita lakukan di mobil saat itu" mendengar itu wajah Yiyi memerah dan langsung mematikan teleponnya. Weifei tertawa melihat itu dan mengirimkan pesan kepada Yiyi. Ia ingin meneleponnya lagi tapi waktu istirahatnya sudah mau habis


YIYI KU💞


Hahaha aku menantikan hadiah ku Yiyi😘


Aku akan menghubungimu saat aku punya saktu luang. Jagalah dirimu baik-baik


Sedangkan di kantin Yiyi masih menutup wajahnya, teman-temannya mendengar Yiyi dan Weifei saat telponan tadi.


"Yiyi apa maksud perkataan kakakku? Kau melakukan apa dengannya di mobil saat itu" Ningning memaksa Yiyi untuk berbicara, sedangkan Yiyi masih menutupi wajahnya


"Yiyi katakan pada kami kalian sudah melakukan apa" kali ini Yihua yang memaksa Yiyi untuk berbicara


"Baiklah tanyakan apa yang ingin kalian tanyakan" Yiyi akhirnya berhasil menenangkan dirinya


"apa yang kau lakukan dengan kakakku hari itu?"


"Hahh.. Sini mendekat, aku akan memberitahu kalian asalkan kalian jangan berisik. Paham?" mereka berempat mengangguk dan mendekatkan diri ke Yiyi


"Hari itu aku dan kakak Fei berciuman di mobil"


"APA!? KAU DAN KAKAK BERCI..hmmmpp"


"Aku bilang jangan berisik" Yiyi menutup mulut Weining. Yihua meminta maaf ke para penghuni kantin karena Weining yang tiba-tiba berteriak


"Apa kau serius? Wahhh kakak. Aku sudah bilang jangan macam-macam dulu"


"Yiyi apa kau hanya berciuman saja?"


"Tentu saja! Memang aku mau apa lagi"


"Yahh siapa tau lebih dari itu, kakak Weifei tidak memegang-megang mu kan?" Yiyi langsung memukul kepala Yihua


"Aku hanya berciuman. Tidak lebih"


"Jadi bagaimana rasanya?"


"Lili serius kau menanyakan itu?" Lili mengangguk dan teman-temannya tertawa mereka baru ingat Lili dan Yiyi adalah yang terpolos di kelompok mereka. Tapi sekarang karena Weifei, kepolosan Yiyi di pertanyakan


"aku serius bertanya tau! Kalian kenapa ketawa?"


"hahaha baiklah maafkan kami yang lupa jika kau sepolos itu"


"memangnya kau sudah pernah berciuman Xinxin?"


"Tentu pernah, jika kau lupa aku juga punya tunangan seperti Yiyi dan ciuman itu sering terjadi tiba-tiba"


"hahh!? Lalu kalian Yihua, Ningning, kalian juga pernah?"


"Aku pernah sekali saat berpacaran dulu" Yihua menjawab sambil melanjutkan makannya yang tertunda tadi


"Aku juga pernah dengan teman kecilku sebelum dia pindah ke luar negeri. Ntahlah itu masih disebut ciuman atau tidak" Ningning menjawab dengan cuek, ia ingat sahabat kecilnya itu menciumnya dan memintanya untuk menunggunya kembali dan jangan sampai Ningning menyukai pria lain selain dirinya


"Jadi hanya aku yang belum pernah?"


"Ya dan jangan pernah mau melakukannya kecuali kami tau siapa pria itu. Paham?" Xinxin bertekad untuk mempertahankan kepolosan Lili, ia sudah kecurian di kasus Yiyi, untung saja yang menciumnya He Weifei jika orang lain mungkin Xinxin akan menghajar orang itu. Ia terlalu takut untuk mrnghajar He Weifei walaupun ia ingin


"Benar itu Lili, jangan mau dicium oleh sembarangan orang. Paham?" Lili mengangguk mendengarkan perkataan Yihua dan Xinxin


"ohya nanti kita jadi ke rumah Yiyi?" Yihua bertanya kepada mereka berempat


"Tentu jadi, aku juga masih ingin menanya Yiyi rasanya berciuman dengan kulkas berjalan"


mereka berempat tertawa mendengar perkataan Ningning dan melanjutkan makan siang mereka. Tak lama bel masuk berbunyi dan mereka berjalan menuju kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.