I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
8 | Pertemuan Keluarga



Tidak terasa seminggu telah berlalu dan hari ini adalah hari pertemuan antara keluarga Yun dan keluarga He. Pertemuan mereka akan dilakukan di kediaman keluarga Yun. Karena hal ini, sejak pagi keluarga Yun sudah sangat sibuk karena mempersiapkan segala macam penyambutan untuk keluarga He.


“Permisi apakah ada hal yang bisa kubantu?” Yun Yiyi memasuki dapur dan bertanya kepada para pelayan. Sejujurnya ia merasa bosan karena hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Dikehidupan sebelumnya ia cukup hobi memasak karena dirumahnya jarang ada orang sehingga ia sering memasak makanan untuk dirinya sendiri dan tanpa ia sadari memasak sudah menjadi hobinya.


“Ahh nona, kenapa anda ada disini. Dapur terlalu panas dan nanti anda bisa terluka” Kepala dapur takut bahwa nona muda mereka ini akan terluka karena berada di dapur. Nona mudanya adalah calon nyonya keluarga He, tentu saja mereka menjadi extra hati-hati dalam menjaga nona mereka agar tak terluka.


“Tidak apa-apa kepala dapur. Aku telah sering melakukan pekerjaan rumah sebelumnya, termasuk memasak. Sebenarnya aku ingin memasak untuk ayah,ibu, kakak Heng dan juga kakak Weifei” Pelayan dapur melihat Yun Yiyi berbicara sambil malu-malu. Kepala dapur merasa sedikit sedih mendengar nona mereka berkata sering melakukan pekerjaan rumah. Seharusnya nona mereka dimanjakan sebagaimana putri keluarga kaya tetapi sangat disayangkan bahwa ada kejadian malang seperti itu yang menimpanya.


“Baiklah nona, tapi jika boleh, izinkan saya dan beberapa pelayan membantu anda, kami takut nanti nona terluka saat memasak”


“Baiklah, mohon bantuannya kepala dapur. Dan terima kasih karena telah mengizinkan aku untuk menggunakan dapur” Kepala dapur tersenyum saat melihat nona mereka tersenyum cerah dan mulai memerintahkan pelayan untuk menyiapkan bahan masakan.


Awalnya para pelayan mengira nona muda mereka hanya akan memasak hal-hal mudah tetapi ternyata itu adalah masakan yang belum pernah mereka lihat dan itu di tata dengan sangat indah, mereka bahkan merasa sayang untuk memakan makanan itu.


Yun Yiyi menyiapkan total 3 jenis makanan yang ia rasa cocok untuk dinikmati oleh para tetua. Yun Yiyi memerintahkan pelayan untuk membawa makanan ke meja makan. Setelah itu Yun Yiyi kembali kekamarnya untuk bersiap karena ibu Yun mengatakan sebentar lagi tamu akan datang. Yun Yiyi mandi dan berpakaian tak lupa ia sedikit menggunakan make up. Yun Yiyi menggunakan dress putih dengan hiasan bunga berwarna biru ia juga menggunakan hiasan rambut berbentuk kupu-kupu berwarna biru. Saat merasa sudah siap, Yun Yiyi berjalan menuju ruang tamu, disana ayah, ibu, dan kakak nya telah menunggu.


Sepanjang perjalanan, Yun Yiyi menarik perhatian para pelayan. Mereka sangat terpesona melihat kecantikan nona mereka. Awal Yun Yiyi datang ke kediaman Yun mereka sudah merasa bahwa ia cantik karena terlihat mirip dengan Ny. Yun. Tetapi kulitnya terlihat kering dan agak kusam. Sekarang setelah beberapa hari tinggal dikediaman Yun, kulit Yun Yiyi terlihat cerah dan lembut bahkan kulitnya terlihat lebih cerah daripada Yun Xia.


“Ibu, Ayah, Kakak. Maaf aku terlambat” Mendengar suara Yun Yiyi, ketiganya langsung tersenyum cerah


“Tidak, kau tidak terlambat. Tamunya juga belum datang. Sini duduk didekat ibu” keempat orang itu berbincang sambil tertawa. Pemandangan itu membuat para pelayan senang. Tak lama kemudian, seorang pelayan memberitahu bahwa keluarga He telah sampai. Keempat orang itu langsung berdiri dan menuju ke ruang depan untuk menyambut keluarga He.


“Selamat datang tuan He. Maaf membuatmu menunggu” Ayah Yun berbicara sambil tersenyum lembut. Mau bagaimanapun ia melihatnya, ia sangat menyukai calon menantunya ini. Semoga saja putrinya bisa bersama dengan He Weifei.


“Tidak apa-apa tuan Yun, kami juga baru sampai” He Weifei tersenyum lembut saat pandangan matanya mengarah ke Yun Yiyi. Keluarga He cukup terkejut dengan senyuman yang diberikan He Weifei kepada Yun Yiyi. Mereka awalnya mengira He Weifei hanya memilih gadis ini karena ia pernah menyelamatkan He Weifei, tetapi sepertinya He Weifei benar-benar menyukai gadis muda ini.


Ibu He yang melihat ini tersenyum bahagia, ia sangat khawatir dengan putranya yang sudah umur 20 lebih tapi belum pernah memiliki kekasih, ia sangat senang anaknya menyukai seorang gadis terlebih lagi gadis di hadapan mereka ini sangatlah cantik, kesan anggun dan elegan terpancar dari dirinya. Ia bertekad untuk membuat gadis ini menjadi menantunya di masa depan.


Saat ini keluarga Yun dan keluarga He sedang bersama di ruang makan. Keluarga He yang hadir hari ini adalah Ayah, ibu, dan adik perempuan He Weifei. Yun Yiyi memperhatikan ekspresi ketiga orang itu. Ibu He sepertinya sangat puas dengannya dan ayah He juga tak memiliki kebencian kepadanya, yang menjadi masalah adalah adik perempuan He Weifei, Yun Yiyi dapat melihat bahwa gadis ini menatapnya dengan pandangan menghina dan juga kebencian. Ia bahkan tak tahu apa salahnya hingga menjadi sasaran kebencian gadis ini.


“Silahkan dinikmati. 3 masakan ini dibuat sendiri oleh Yiyi kami” ibu Yun mempersilahkan keluarga He untuk menikmati makanan


“wah, keluarga Yun sangat diberkati memiliki gadis seperti Yun Yiyi. Aku senang putra kami mendapatkan gadis baik. Tidak seperti gadis dirumah kami, kuharap Yiyi bisa mengajarkan Ningning beberapa resep masakan” Ibu He tersenyum memandangi Yun Yiyi, ia semakin menyukai calon menantunya ini. Jika saja Yun Yiyi sudah selesai bersekolah ia akan menyuruh He Weifei untuk secepatnya mendaftarkan pernikahan mereka.


“Huhh.. hanya masakan seperti itu, aku tak perlu belajar dari gadis desa sepertinya” He Weining berbicara dengan nada sarkas. Keluarga Yun yang mendengar itu terkejut, putri mereka dihina didepan wajah mereka, tetapi mereka tidak bisa apa-apa karena itu adalah putri keluarga He


“He Weining! Sikap macam apa itu. minta maaf ke Yiyi sekarang!” He Weining terkejut karena kakaknya membentaknya. Bahkan jika dia membuat kenakalan kakaknya hanya mengabaikannya seolah itu bukan masalah. Tapi sekarang, ia hanya sedikit mengejek Yun Yiyi tetapi kakaknya semarah itu.


“Ningning jangan membuat masalah, minta maaf sekarang” bahkan ibunya sendiri menyuruhnya meminta maaf. He weining menatap ayahnya meminta pertolongan


“Weining, dengarkan ibu dan kakakmu. Minta maaf ke nona Yun sekarang. Kami tidak pernah mengajarimu bersikap seperti itu” mendengar bahwa ayahnya tak ada niatan untuk membantunya, akhirnya He Weining meminta maaf


“Maafkan aku” He Weining meminta maaf sambil menunduk. Ia tak menyukai Yun Yiyi


“Aku tidak apa-apa” Yun Yiyi menjawab dengan senyum lembut diwajahnya


“Paman, Bibi maafkan perkataan He Weining. Kurasa kami terlalu memanjakannya” ucap He Weifei sambil menunduk meminta maaf


“Tak apa-apa, sudah sewajarnya gadis seumurannya seperti ini” Ayah Yun sebenarnya sangat marah, tetapi karena itu keluarga He akhirnya ia memaafkan perkataan He Weining. Ia juga cukup senang keluarga He masih membela putrinya, jika saja tadi keluarga He memaafkan He Weining maka pertunangan ini tak akan berlanjut. Setelah makan mereka berbincang beberapa saat, keluarga He akan menginap malam ini karena jarak yang ditempuh untuk kembali cukup jauh.


“Yiyi, jadi kau menerima pertunangan kita kan. Keluargaku menyukaimu aku telah memenuhi syarat itu” Saat ini He Weifei dan Yun Yiyi sedang duduk berdua di sebuah taman di kediaman Yun.


“Iya, tapi aku tak ingin membahas pernikahan hingga aku lulus sekolah dan juga jika kakak Fei memiliki seseorang yang disukai dimasa depan aku tidak keberatan memutuskan pertunangan”


“Yah kurasa hal itu tak akan terjadi” He Weifei berbicara dengan suara amat sangat kecil


“Hah? Kau bilang apa?”


“Tak ada. Ohya maafkan perkataan Weining, dia sebenarnya anak baik tetapi kurasa dia telah mendengar hal buruk tentangmu makanya dia bersikap seperti itu. dia terlalu sering dibodohi”


“Aku tidak apa-apa kakak Fei, kurasa cukup mudah membuatnya menyukaiku”


“Hahaha, seperti yang diharapkan dari tunanganku. Kapan kau mulai bersekolah?” He Weifei mengelus puncak kepala Yun Yiyi dengan lembut


“Sebulan lagi” Yun Yiyi menjawab sambil menyandarkan kepalanya di bahu He Weifei. Tidak tau kenapa ia merasa nyaman dengan He Weifei. Keduanya terlihat sangat indah saat bersama. Bahkan cahaya bulan membuat keduanya makin bersinar, orang-orang yang melihat mereka akan berfikir bahwa mereka adalah patung yang sangat indah jika mereka berdua tak bergerak.