I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
11 | He Weining Sadar



Sudah Seminggu Yun Yiyi bersekolah. Ia semakin akrab dengan Lili, Yihua dan Xinxin. Ia juga sudah mulai akrab dengan teman-teman kelasnya yang lain kecuali teman-teman Yun Xia. Seminggu ini Yun Xia belum pernah mengganggu ataupun mendekatinya.


“Yiyi aku ingin bertanya tentang soal ini” salah seorang teman kelas Yiyi menanyainya. Tentu saja Yiyi menyambutnya dengan baik. Ia harus membuat citra baiknya semakin tersebar


“Oh untuk soal ini kau tinggal menggunakan rumus di halaman 74. Kau tinggal menyamakan persamaan ini setelah itu masukkan rumus yang ini. nah hasilnya disini akar kuadrat kau tinggal menghilangkannya seperti ini dan ini hasil akhirnya. Untuk soal selanjutnya juga metode pengerjaan soalnya juga seperti ini. apa kau paham? Maaf jika aku tak menjelaskannya dengan baik”


“tidak tidak, kau menjelaskan lebih baik dari guru. Terima kasih Yiyi aku telah paham. Jika kau butuh bantuanku katakan saja” Yun Yiyi hanya mengangguk dan tersenyum


“berhentilah berpura-pura baik seperti itu. kau terlihat menjijikkan” Yun Yiyi memandangi He Weining, ini pertama kalinya He Weining berbicara lebih dulu kepadanya


“Apa maksudmu berkata seperti itu?” Yun Yiyi telah menunggu kesempatan ini. ia harus menyadarkan He Weining bahwa Yun Xia tidak sebaik itu. Bagaimanapun He Weining akan menjadi saudari iparnya jika ia dan He Weifei benar-benar menikah


“Aku hanya jijik melihatmu bersikap sok baik seperti itu. jadi tidak usah pura-pura bersikap baik kepada semua orang”


“Atas dasar apa kau menuduhku berpura-pura baik?”


“Aku sudah mengetahui semuanya. Yun Xia telah memberitahukan betapa buruknya sifatmu”


“Hahaha dan karena perkataannya itu kau percaya saja dengannya? Kukira Karena kau adik dari kakak Fei kau bisa sedikit lebih pintar. Tidak heran kakak Fei mengatakan kau sangat mudah di bodohi”


“Apa maksudmu berbicara seperti itu?”


“Maksudku kau terlalu bodoh dan egois hingga mempercayai semua perkataan Yun Xia. Apakah kau pernah melihat aku melakukan semua hal yang Yun Xia katakan padamu? Atau apakah kau ada bukti bahwa aku telah melakukan semua itu?”


“Aku sudah mengenal Yun Xia lebih dulu, dia gadis baik tidak mungkin ia akan menuduhmu jika kau tak menganggunya lebih dahulu”


“Memang sudah berapa lama kau mengenalnya? Seingatku kau mengenalnya tidak terlalu jauh sebelum kau mengenalku. Aku hanya akan mengatakan ini karena kau saudari dari kakak Fei, Yun Xia tidak sebaik yang kau pikirkan. Jika kau tidak percaya silahkan kau menyelidiki bagaimana keadaanku saat aku belum kembali ke keluarga asliku, itupun jika kau tidak mau terlalu lama dibodohi oleh Yun Xia. Ohya aku dengar Yun Xia pernah menolongmu sebelumnya kan, sebelum kau menyelidiki ku lebih baik kau menyelidiki kasus penyeranganmu hari itu, lihatlah Yun Xia yang kau lihat sebagai dewi penolongmu itu apakah benar-benar dewi atau hanya iblis yang berpura-pura menjadi dewi” setelah mengatakan itu Yun Yiyi meninggalkan He Weining yang terdiam dengan semua perkataannya. He Weining baru menyadari kenapa ia sangat mempercayai semua perkataan Yun Xia padahal tidak ada bukti, apakah karena Yun Xia pernah menyelamatkannya sekali hingga ia merasa sepercaya itu kepada Yun Xia.


Malam harinya He Weining yang kepikiran dengan perkataan Yun Yiyi akhirnya menghubungi kakaknya


“Halo kakak”


“Ada apa? Tumben kau menelponku lebih dulu. Kau tidak membuat masalah kan?”


“Kakak aku ingin meminjam sekretarismu untuk menyuruhnya menyelidiki sesuatu, apakah boleh?”


“Boleh. Aku akan mengirimkan nomornya kepadamu. Ingatlah Weining jangan terlalu mudah percaya dengan seseorang. Belum tentu orang yang kau percaya itu benar-benar baik atau hanya pura-pura baik”


“baik kakak, sebelumnya maafkan aku atas semua perkataan ku tentang Yun Yiyi”


“Baiklah, jangan lupa kau juga harus meminta maaf kepadanya. Aku hanya mengatakan ini karena kau adikku. Yun Xia tidak sebaik yang kau kira. Baiklah aku akan kembali bekerja”


“Baik kakak, terima kasih” He Weining menutup teleponnya


“Bahkan perkataan mereka berdua pun sama” He Weining hari ini mendapatkan 2 nasihat yang isinya sama.


He Weining melihat pesan yang dikirimkan kakaknya, itu berisi nomor dari sekretaris pribadi kakaknya. He Weining akhirnya menyuruhnya untuk menyelidiki penyerangan hari itu, saat Weining diserang hari itu ia memerintahkan untuk melupakan saja kasus itu dan ia baru ingat itu saran dari Yun Xia agar dia tidak memperbesar masalah karena bagaimanapun He Weining baik-baik saja.


He Weining akhirnya membaca semua file yang sekretaris itu kirimkan. Ia terkejut dan tertampar fakta yang sangat menyedihkan. Ia telah tahu jika Yun Yiyi berasal dari desa tapi ia tidak mengira jika ia sangat menderita seperti itu, disaat Yun Yiyi tumbuh dalam penderitaan Yun Xia malah mendapatkan kasih sayang yang sangat banyak dari orang tua kandung Yun Yiyi.


He Weining kemudian melanjutkan untuk membaca data itu dan ia melihat surat keterangan dokter tentang semua cidera yang dialami Yun Yiyi, ia semakin merasa bersalah kepada Yun Yiyi dan akhirnya ia sampai di file yang menjelaskan tentang Yun Xia yang menyuruh orang tua aslinya untuk menjual Yun Yiyi kepada lelaki tua demi mendapatkan uang. Jika saja saat itu Yun Yiyi tidak mealarikan diri dan tanpa sengaja bertemu ayah kandungnya ntah apa yang sekarang terjadi kepada Yun Yiyi.


He Weining merasa sangat dibodohi oleh Yun Xia, akhirnya ia tahu fakta ini.


Orang tua asli Yun Yiyi juga mengusir Yun Xia bukan karena permintaan Yun Yiyi tapi itu karena perbuatan Yun Xia sendiri, ia telah mengetahui bahwa dia bukanlah putri asli tapi bukannya memberitahukan hal tersebut kepada orang tua Yun Yiyi ia malah berniat mencelakai Yun Yiyi.


Perasaan marah yang sangat besar semakin besar saat sekretaris mengirimkannya file penyerangan hari itu, ternyata dalang dari penyerangannya hari itu adalah Yun Xia. Ia menyewa penjahat itu dan bertindak seakan-akan ia menolong He Weining, tidak heran hari itu Yun Xia melarang He Weining untuk menyelidiki kasus ini. He Weining akhirnya tertidur dengan perasaan sedih, marah dan merasa bersalah, besok ia harus meminta maaf kepada Yun Yiyi


Keesokan harinya Weining benar-benar ingin berbicara dengan Yun Yiyi tapi ntah hanya perasaannya atau memang kebetulan Yun Yiyi seperti menjauhinya, ia tak menemukan momen yang tepat untuk berbicara dengan Yun Yiyi. Yun Yiyi selalu dikelilingi oleh teman-temannya dan ia tak memiliki ruang untuk menganggu mereka. Saat sadar dari lamunannya He Weining melihat bahwa Yun Yiyi sudah tidak bersama teman-temannya


“Lili aku mau tanya, apakah kau tahu Yiyi pergi kemana?”


“Ah Ningning, tadi Yiyi mengatakan bahwa dia ingin ke toilet”


“Terima kasih Lili”


“Sama-sama, apa aku perlu menemanimu untuk mencari Yiyi?”


“Tidak usah, aku kebetulan ingin berbicara berdua saja dengan Yiyi. Kalau begitu aku pergi dulu” Lili hanya mengangguk. Weining dan Lili memang akrab, bisa dikatakan mereka berdua sudah mengenal sejak kecil, mereka pernah jadi tetangga, tapi saat keluarga He semakin sukses mereka memutuskan untuk pindah dan sejak itu Weining dan Lili sudah tidak pernah bertemu lagi hingga mereka bertemu lagi disekolah ini. saat itu Weining sudah berteman dengan Yun Xia dan Lili sendiri sudah bersama dengan temannya semenjak SMP yaitu Yihua dan Xinxin, karena hal ini mereka berdua tidak lagi bersama walaupun mereka teman sejak kecil.


He Weining mencari Yun Yiyi di toilet yang ada di lantai 2 dan 3. Karena lantai ini memang khusus untuk para siswa tahun pertama. Setelah mencari hingga toilet ke3 He Weining akhirnya mendengar suara Yun Yiyi yang berbicara, awalnya ia ingin masuk tapi setelah ia mendengarkan namanya disebut ia mengurungkan niat untuk masuk.


“Aku tanya sekali lagi, apa maksudmu berkata seperti itu tentang Ningning, aku pikir kalian berteman” suara Yun Yiyi terdengar dengan sedikit intonasi tinggi


“Yahh kita berteman dengannya hanya karena dia berasal dari keluarga He, kau pikir kami tahan berteman dengan gadis egois dan sok sepertinya?”


“Hahaha benar sekali, harusnya dia bersyukur kita menerimanya dalam kelompok. Dan tadi kau bertanya apa maksud kita berkata seperti itu? apakah aku mengatakannya kurang jelas? Baiklah aku akan mengatakannya lagi, jadi aku berkata kami berteman dengan He Weining karena reputasi dan kekayaannya”


He Weining yang mendengar dari luar terkejut mendengar ini, ia bahkan menganggap mereka semua teman baiknya karena itu ia sering membelikan mereka barang-barang mewah. Saat air mata He Weining hampir jatuh ia mendengar suara tamparan


“HEII APA MAKSUDMU MENAMPARKU!” gadis itu berteriak marah, tetapi Yun Yiyi mengabaikannya dan menampar gadis yang satunya lagi. Tamparan Yun Yiyi sangat keras hingga membuat bibir kedua gadis itu agak robek. Yun Yiyi menampar mereka berdua berkali-kali, ia tak memberikan waktu untuk mereka melawan balik. Saat melihat mereka berdua sudah lemas ia menghentikan tamparannya.


“kau.. kau tunggu saja, aku akan melaporkan hal ini” suara gadis itu sangat kecil dan ia menahan sakit di bibirnya saat berbicara


“Ahahaha.. kau ingin melaporkanku? Silahkan laporkan, aku Cuma mau mengingatkan aku adalah putri keluarga Yun. Apakah kau fikir Yun Xia bisa membantumu? Heii jangan membuat lelucon, Yun Xia hanyalah orang numpang dirumah keluarga Yun. Ohh ataukah kau ingin meminta tolong Yun Xia agar kau dibantu oleh tuan muda Xiao? Ingatlah bahwa aku adalah tunangan dari He Weifei, kau pikir keluarga Xiao akan membantumu melawan keluarga He? Kau pikir kau siapa?”


kedua gadis itu terdiam ia baru menyadari mereka tidak bisa melawan Yun Yiyi, mereka kira Yun Yiyi adalah gadis lemah seperti yang dikatakan Yun Xia, karena dari itu mereka berani melawan Yun Yiyi, tapi apa ini? sifat dan kekuatan Yun Yiyi tidak seperti dengan apa yang dikatakan Yun Xia. Yun Yiyi melihat mereka menunduk dan terdiam, ia akhirnya memperbaiki penampilannya dan berjalan meninggalkan kedua gadis yang masih terduduk dilantai itu.


“Ohya satu lagi, aku diam bukan berarti aku tak bisa melawan, aku bisa berubah menjadi iblis jika kalian berani mengusikku atau orang-orang disekitarku. Jadi jangan pernah berani-berani membuatku marah. Katakan itu juga kepada Yun Xia” Yun Yiyi mengatakan itu dan benar-benar meninggalkan kedua gadis itu, saat ia membuka pintu ia melihat He Weining duduk depan pintu dan menutup wajahnya.


“Kau tak apa-apa?” He Weining tidak menjawab ia hanya mengangguk. Mereka berdua akhirnya berjalan bersama menuju kelas tanpa membahas apapun.