
Sebulan sudah berlalu sejak Yiyi menolong pria yang di hajar preman, Yiyi tidak terlalu memikirkan kejadian itu dan melanjutkan kehidupannya seperti biasa. Yiyi saat ini sedang memikirkan kejadian yang akan terjadi di novel asli nya. Sebentar lagi akan ada kejadian yang akan Yun Xia manfaatkan untuk membuat nama baik Yun Yiyi buruk.
"Yiyi apa kau sudah dengar?" Yiyi yang sedang membaca novel menghentikan kegiatannya
"Dengar apa?"
"Katanya akan ada murid baru lagi di angkatan kita" Yihua menjelaskan dengan semangat
"Kau tau darimana?" Xinxin ikut dalam pembicaraan mereka ia sedikit tertarik karena pasti ada alasan kenapa Yihua bisa tau mengenai hal ini. Sebelumnya saat Yiyi akan pindah dia juga yang tau berita lebih dahulu
"sepupu ku yang bersekolah di kota sebelah yang memberitahukannya, katanya siswa ini tampan tetapi sifat dan nilai nya sangat buruk, kemungkinan ia akan berada di kelas pembuangan itu kan?"
"Husstt.. Jangan menyebutnya kelas pembuangan, kau tau mereka yang ada di kelas itu tidak akan menyukainya" Lili memukul lengan Yihua, ia takut jika ada anak kelas itu yang mendengar Yihua ini akan menjadi masalah. Karena bagaimanapun kelas itu adalah kumpulan siswa siswi kaya diangkatan mereka
"Ya kan memang begitu julukan mereka"
"Tapi jangan menyebutnya seperti itu Yihua, kau ingin kelas mereka mencari masalah dengan kelas kita?" Yihua hanya menggeleng. Ia tau betul meskipun mereka di labeli kelas pembuangan tapi mereka sangat solid saat mereka dihina mereka akan membesarkan masalah.
"Nah oke kembali ke topik memang kenapa dengan murid pindahan itu"
"Kau tau? katanya murid itu sepupu dari tunangan Yun Xia"
"Maksudmu tuan muda Xiao?"
"Yaiyalah memangnya Yun Xia bertunangan dengan siapa lagi?"
*ohh ternyata benar second male lead yang pindah kesini* Yiyi melamun, ia memikirkan rencana yang akan ia gunakan untuk menghindari second male lead
"Yiyi!! Kau mendengarku?" Yihua berteriak membuat Yiyi sadar dari lamunannya
"Aku bertanya apakah kau mengenal orang itu? Dia kan sepupu tuan muda Xiao"
"Ahh maaf aku tak mengenalnya, aku tak terlalu dekat dengan tuan muda Xiao, kau tau sendiri bagaimana hubunganku dengan Yun Xia. Jika aku mendekati tuan muda Xiao takutnya ia malah akan menuduhku mendekati tunangannya"
"hah iya betul juga, kenapa juga kau bisa mempunyai sepupu seperti Yun Xia, dia terlihat baik tapi ternyata tidak"
"Kan mereka memang tidak mempunyai hubungan darah" Ningning yang sejak tadi menyimak sambil membaca novel tanpa sadar menjawab perkataan Xinxin
"Apa maksudmu?"
"Ah? aku kenapa?"
"Kau tadi bilang mereka tidak mempunyai hubungan darah"
"Ohh soal itu, aku hanya memikirkan karakter novel ini, mereka saudara tapi yang satu ternyata anak pungut" Yiyi menggeleng mendengar jawaban Ningning ia sangat yakin jika dalam novel itu tidak ada karakter seperti yang Ningning sebutkan
"Sudahlah kalian lanjut saja bercerita aku sedang sibuk membaca" Ningning lanjut membaca novelnya tanpa memperhatikan mereka berempat
"Ehh tadi kau bilang murid pindahan itu tampan kan. Dia setampan apa ya kira-kira"
"Xinxin ingat kau sudah memiliki tunangan"
"Siapa juga yang ingin dengannya, aku hanya bertanya dia setampan apa"
"Sudah-sudah, sana kembali ke tempat duduk kalian jam pertama sudah akan dimulai" mereka berempat mendengarkan Yiyi dan kembali ke tempat duduk masing-masing. Dan tak lama bel benar-benar berbunyi
...****************...
"Permisi, apa kau benar Yun Yiyi" mereka yang duduk di tempat itu awalnya berisik sedikit terkejut dengan seorang siswa yang wajahnya asing mendekati mereka
"Iya, aku Yiyi ada apa?" Yiyi menghentikan makannya dan melihat lawan bicaranya, perasaannya sudah tidak enak karena orang didepannya ini sangat mirip dengan deskripsi dari second male lead
"Perkenalkan nama ku Li Haochen aku" Yiyi hanya menatap tangan yang mengarah kepadanya mengajak berkenalan
"Kau mengenal Yiyi?" Ningning bertanya menghilangkan kecanggungan karena Yiyi mengabaikan orang itu
"Oh itu, aku ingin berterima kasih" Yiyi hanya melihat, kenapa pria yang harusnya mengekor ke Yun Xia malah berterima kasih padanya
"Kau telah menolongku bulan lalu. Di gang sebelah mini market" Yiyi terkejut mendengar itu, ternyata orang yang saat itu di hajar preman adalah Li Haochen
"Tak usah berterima kasih, bukan aku yang menolongmu tapi satpam rumahku"
"Tapi aku tau kau yang menyuruhnya menolongku, aku akan membalas budi"
"tidak usah. Aku sudah selesai makan, aku kembali ke kelas dulu" Yiyi beranjak dari tempata duduknya dan berjalan menuju kelas meninggalkan teman-temannya dan pria itu
"Ahh kalau begitu kami juga ingin kembali ke kelas. Permisi" Mereka meninggalkan pria yang masih berdiri sambil tersenyum menatap tangannya yang ingin bersalaman dengan Yiyi tapi di tolak.
Di kelas keempat teman Yiyi kembali membahas pria yang mengajak mereka bicara tadi
"Yihua, dia murid pindahan itu kan?"
"Iya, dia bilang tadi namanya Li Haochen kan? Kalau betul berarti dia memang murid pindahan itu"
"Dia ternyata sangat tampan!" Lili berseru semangat dan diangguki Yihua
"Tapi tak setampan kakakku! Yiyi kakakku lebih tampan darinya jadi jangan meninggalkan kakakku"
"Hahaha Ningning, kakakmu tidak bisa dibandingkan dengannya, kakakmu sudah seperti dewa ketampanan, jangan menyamakannnya dengan manusia biasa" mereka tertawa mendengar perkataan Yihua
"Oh ya Yiyi kau pernah menolongnya?" Yiyi hanya mengangguk mendengar perkataan Xinxin
"Kapan?"
"Sebulan lalu saat kalian menginap dirumahku. Setelah kalian semua pulang dan Ningning di kamarnya istirahat aku pergi ke mini market untuk membeli bahan kue, dan saat itu aku melihat ada seseorang yang di hajar beberapa preman, karena aku tak mau terlibat aku memanggil satpam perumahan untuk menolongnya"
"Dan sepertinya sekarang ia tertarik denganmu. Kau lihat matanya tadi sangat berbinar melihat Yiyi kita"
"Kita harus menjaga Yiyi, pasangan yang cocok dengan Yiyi hanyalah kakakku!" saat mereka akan melanjutkan percakapan bel masuk telah berbuunyi yabg membuat mereka ke tempat duduk masing-masing
...****************...
Yiyi saat ini sedang melamun di kamarnya, ia memikirkan kejadjan tadi di sekolah. Li Haochen adalah karakter yang harusnya sangat mencintai Yun Xia. Li Haochen andai saja dia adalah karakter baik Yiyi tidak akan terlalu memikirkannya. Di novel di jelaskan karakter Li Haochen yang terlalu mendewakan Yun Xia. Hingga akhirnya Li Haochen akan menabrak Yun Yiyi karena Li Haochen mengira Yun Yiyi adalah penyebab Yun Xia jatuh dari tangga rumahnya. Yun Xia bercerita ke Li Haochen bahwa Yun Yiyi mendorongnya dan itu membuat Li Haochen marah hingga akhirnya saat pulang sekolah ia menyuruh orang menabrak Yun Yiyi dan benar saja Yun Yiyi mengalami luka yang lebih parah dari Yun Xia.
Tidak sampai disitu, seringkali Yun Yiyi di bully oleh teman-teman Li Haochen hingga hampir Yun Yiyi di lecehkan oleh mereka. Puncaknya adalah keterlibatan Li Haochen dengan pembunuhan Yun Yiyi di akhir cerita. Orang yang menabrak mobil Yun Yiyi diakhir cerita novel adalah Li Haochen. Ia sangat marah saat mendengar bahwa Yun Xia keracunan dan pelakunya adalah Yun Yiyi tanpa pikir panjang ia menyetujui saat Yun Xia menyuruhnya untuk mencelakai Yun Yiyi. Li Haochen benar-benar dengan sengaja menabrakan mobilnya ke mobil yang dikendarai Yun Yiyi karena itu mobil Yun Yiyi masuk ke jurang dan mobil Li Haochen sendiri berguling hingga Li Haochen juga meninggal di tempat.
"Hahh kenapa juga karakter gila itu yang kuselamatkan hari itu. Terlalu baik ternyata bisa membawa dampak buruk" sekali lagi Yun Yiyi menghela napas lelah.
Li Haochen harusnya bertemu dengan Yun Xia dirumah sakit saat Xiao Cheng mengunjungi Li Haochen dirumah sakit. Li Haochen terkesima dengan kebaikan Yun Xia, ia iri dengan sepupu nya yang menjadi tunangan Yun Xia. Disaat keluarganya sibuk dengan semua urusan pekerjaan hanya Yun Xia yang sering datang menemaninya dirumah sakit. Bahkan saat ia tak bisa menjalin hubungan dengan Yun Xia, asalkan Yun Xia bahagia ia juga akan bahagia.
"Harusnya begitu karakter Li Haochen, hahh aku benar-benar merusak momen pertemuan mereka. Sekarang Li Haochen malah berutang budi padaku dan aku bahkan tidak tau apakah Yun Xia dan Li Haochen sudah bertemu atau belum.
"Hahh!!! Semakin dipikirkan semakin membuat ku pusing. Lebih baik aku tidur dulu" Yun Yiyi akhirnya berusaha menutup matanya dan tanpa ia sadari ia akhirnya tertidur dengan pulas.