
Disaat yang bersamaan saat Yiyi dan Weifei berciuman di dalam mobil, Weining sedang menunggu di depan gerbang sekolahnya, beberapa teman kelasnya menyapa Weining.
"Ningning selamat pagi" Lili bersama Xinxin menyapa Ningning
"Pagi Lili, Xinxin"
"Ohya kau sedang apa berdiri disini? Kau tidak masuk?"
"Oh itu, aku sedang menunggu Yiyi"
"Ohiya aku baru saja ingin menanyakannya. Dimana Yiyi?" Xinxin melihat sekeliling untuk mencari Yiyi
"Kakakku sedang berbicara dengannya di dalam mobil"
"Ohh.. Jadi kau belum ingin masuk?"
"Iya, aku sudah bilang ke Yiyi kalau aku akan menunggunya"
"Kalau begitu kami berdua juga ikut menunggu Yiyi bersamamu disini" Linlin berbicara sambil tersenyum
"Tidak apa?"
"Tentu saja, kita kan teman Yiyi juga. Dan kami tidak tega melihatmu menunggu sendirian disini"
"Terima kasih" Weining sangat bersyukur memiliki teman seperti mereka.
Mereka menunggu sambil sesekali bercerita tentang kejadian lucu. Dan tak lama kemudian Xinxin melihat Yiyi yang berlari kecil kearah mereka
"Ningning apakah kau menunggu lama? Maafkan aku" tanya Yiyi sambil mengatur nafas nya karena telah berlari tadi
"Aku tidak menunggu lama, bahkan tak terasa karena Xinxin dan Lili menemaniku"
"Selamat pagi Yiyi" Xinxin menyapa Yiyi yang sepertinya belum menyadari kehadirannya dan juga Lili
"Ahh, aku tak melihat kalian. Selamat pagi Lili, Xinxin"
"Pagi, ohya apakah kau sakit Yiyi? Wajahmu memerah" Lili memperhatikan wajah Yiyi yang memerah sejak turun dari mobil tadi
"Ahh ituu, tidak. Aku hanya kepanasan karena berlari" Ningning memperhatikan tingkah Yiyi, ia yakin kakaknya telah berbuat sesuatu kepada Yiyi.
"Sudahlah, ayo kita masuk. Tak lama lagi bel akan berbunyi" ajak Yiyi sebelum mereka memberikan banyak pertanyaan
"Ayo"
Mereka berempat akhirnya berjalan bersama menuju kelas, sepanjang perjalanan beberapa siswa tampak terlihat memperhatikan mereka, awalnya mereka pikir tidak ada apa-apa karena selama ini mereka sudah terbiasa menjadi pusat perhatian karena Yiyi dan Weining di grup mereka. Hingga akhirnya terdengar suara-suara siswa yang membicarakan mereka
"apakah berita itu benar?"
"Yah kurasa itu benar, aku awalnya kagum dengannya yang mendapatkan peringkat 1 padahal baru saja pindah"
"Yah aku sudah curiga, bagaimana bisa gadis yang tidak pernah bersekolah mendapatkan peringkat 1"
"hahaha aku bahkan curiga keluarganya membayar untuk dia agar bisa memasuki kelas unggulan"
"Aku mulai meragukan cerita tentang dia mengerjakan soal tahun ketiga saat tes masuk"
"enak nya jika kau anak orang kaya dan tunanganmu juga sangat kaya"
"Hahahaha. Yun Yiyi benar-benar tak tau malu. Aoakah dia masih pantas disebut keluarga Yun? Kurasa Yun Xia lebih cocok jadi putri dari keluarga utama itu"
Masih banyak ejekan yang mereka arahkan kepada Yiyi, bahkan beberapa mulai mengejek Ningning, Xinxin, Lili dan juga Yihua yang akrab dengan Yiyi.
Ningning ingin memarahi mereka tetapi Yiyi menahannya, mereka akhirnya sampai dikelas.
"Yiyi akhirnya kau datang juga" Yihua berlari ke arah Yiyi
"Wahwah tukang tipu akhirnya datang juga, kelas kita menanggung malu karena mu" suara salah satu siswa yang tentu saja merupakan teman-teman atau lebih tepatnya anak buah Yun Xia
"Apa maksudmu hah? Sudah kubilang Yiyi tak mungkin seperti itu. Kau yang bodoh, kau sekelas dengannya tentu kau tau bahwa berita itu tidak benar"
"Sungguh orang iri hati itu sangat menakutkan" teman-teman Yun Xia akhirnya diam. Mereka tidak menyangka bahwa selain mereka semua siswa kelas 10A malah membela Yiyi
"Yihua, ada apa ini?" Yiyi bertanya pada Yihua yang memasang ekspresi khawatir di wajahnya
"Itu benar Yiyi, aku bahkan sudah menjelaskan tentang hal ini ke temanku di kelas lain tapi mereka tak percaya dan menuduku membelamu karena kau tipe yang kusuka" ketua kelas menjelaskan sambil menahan emosinya, bisa-bisanya temannya tidak percaya padanya
"itu benar Yiyi beberapa dari kami sudah mencoba menjelaskan bahwa kau memang pintar, tapi mereka mengira kau membayar kami hingga kami membelamu" Yiyi yang mendengar itu berterima kasih kepada teman-teman yang membelanya
"Yihua apakah foto-foto itu masih terpasang di mading?"
"Kurasa masih ada. Apa yang akan kau lakukan?"
Tanpa menjawab Yiyi langsung berjalan menuju mading. Ia melihat nilainya yang medapatkan nilai sempurna. Tidak heran jika mereka curiga karena aku tidak pernah sekolah tapi bisa mendapatkan nilai sempurna. setelah melihat nilai, Yiyi beralih melihat foto yang membuat gempar pagi ini.
Yiyi memperhatikan foto itu dan akhirnya ia sadar jika foto ini adalah foto saat pengawas ujian ditemani kepala sekolah meminta maaf kepada keluarganya karena telah memberikan Yiyi soal yang lebih sulit saat tes masuk, dan kertas yang Yiyi terima bukanlah soal ujian melainkan surat pernyataan permintaan maaf dari pengawas ujian. Ternyata ada yang melihat mereka saat makan di restoran hari itu.
setelah melihat itu Yiyi berjalan kembali menuju kelas, secara garis besar ia sudah memahami situasi ini, jadi bagaimana ia harus membuktikan bahwa ia tidak curang?
"Teman-teman terima kasih telah khawatir padaku. Aku akan menyelesaikan masalah ini dan kalian bisa berhenti meminta teman kalian mempercayaiku, aku akan membuktikan sendiri jika aku tidak pernah curang. Melainkan orang lain yang curang". Yiyi berbicara sambil melirik Yun Xia.
Yun Xia di novel memang bersikap curang saat ujian masuk, ia membayar hacker untuk mencuri file soal dari sekolah, cara ini tentu lebih aman dibandingkan dia membeli soal dari pengawas ujian. Yun Xia pintar tetapi dia tidak sepintar itu untuk bisa masuk kedalam kelas unggulan. Jadi setiap ujian dia akan melakukan hal sama. Yaitu meminta hacker untuk mencuri file soal para guru.
Yun Xia sadar akan tatapan Yiyi saat mengatakan curang. Ia sedikit khawatir apakah Yiyi mengetahui bahwa dia curang? Itu tidak mungkin karena ia bahkan merahasiakan identitasnya dengan cara menyuruh orang lain untuk menyewa hacker. bahkan hacker tidak akan tau jika ia sebenarnya yang membutuhkan soal-soal itu.
"Baiklah Yiyi jika kau perlu bantuan hubungi saja kami. Kau telah membantu kami hingga nilai kami meningkat sangat pesat" Yihua menyetujui ucapan Lili, nilainya benar-benar meningkat saat Yiyi mengajarinya. Ia sangat senang berkat nilainya yang naik tapi langsung sedih saat melihat rumor tentang Yiyi. Bahkan rumor itu semakin didukung karena nilai kami berempat meningkat pesat.
"baiklah baiklah, sekarang kembali ke tempat duduk kalian. Guru sebentar lagi akan masuk" Mereka semua akhirnya kembali ketempat duduk masing-masing. Tak lama wali kelas masuk ke kelas mereka.
"Selamat pagi anak-anak"
"Pagi bu"
"Ini sebenarnya bukan jam pelajaran ibu, tapi tentu kalian tau berita pagi ini membuat sekolah heboh dan para murid mulai mempertanyakan akreditas sekolah kita ini. Jadi ibu mau bertanya kepada Yiyi yang bersangkutan"
"Bu, Yiyi tidak mungkin berbuat curang seperti itu" Xinxin berusaha membela Yiyi
"Betul itu. Kami semua percaya kepada Yiyi, yah walaupun ada beberapa yang sepertinya iri hati dan menuduh Yiyi" Ningning menyindir kelompok Yun Xia
"Iya, ibu percaya jika Yiyi tidak pernah berbuat seperti itu, ibu hanya ingin bertanya permasalahan ini akan diselesaikan bagaimana. Tentu masalah ini harus tuntas agar para siswa tidak ragu lagi kepada pihak sekolah" teman-teman yang mendukung Yiyi bernafas lega. Lain halnya dengan kelompok Yun Xia
"Bu maaf sebelumnya, apakah boleh jika besok dijadikan ajang pembuktian bahwa semua berita itu palsu?"
"Maksudmu bagaimana Yiyi?"
"Jadi saya ingin meminta tolong kumpulkan semua siswa di aula besok pagi. Selanjutnya biar saya yang selesaikan"
"Oh tentu bisa, nanti ibu akan membicarakannya dengan kepala sekolah. Apakah pihak sekolah tidak perlu membantumu menjelaskan?"
"Tidak perlu bu, jika pihak sekolah membantuku makin banyak kecurigaan yang akan mereka berikan kepadaku. Jadi aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri. Cukup bantu aku dengan mengumpulkan seluruh siswa dan guru di aula besok pagi"
"Baiklah kalau begitu. Ibu akan melapor dulu ke kepala sekolah. Pelajaran hari ini sampai jam istirahat pertama akan menjadi belajar mandiri. Jangan ribut dan jangan berkeliaran. Apakah kalian paham?"
"Paham bu" Guru mengangguk dan berjalan keluar kelas. Saat guru sepenuhnya keluar beberapa siswa mulai mendekat ke arah Yiyi
"Yiyi apa yang akan kau lakukan besok? Apakah kau sudah punya rencana untuk membuktikan bahwa kau tidak bersalah?"
"Yaa aku yakin cara ini bisa langsung membungkam mereka"
"Cara apa itu?"
"Lihatlah saja besok pagi. Jangan terlambat besok terutama kau Xinxin"
"Iya iya. Tadi aku tidak telat tuh"
"Itu karena aku yang menjemputmu. Jika aku tidak menjemputmu mungmjn kau masih tertidur"
"Hahaha. Besok jemput aku lagi Lili" Lili hanya menatap datar temannya dan yang lain tertawa melihat ekspresi Lili
"Yiyi apakah aku perlu memberitahu kakak tentang hal ini?" Ningning berbisik ditelinga Yiyi
"Tidak usah, aku akan memberitahunya sendiri. Tenang saja masalah ini sangat mudah diselesaikan. Besok pagi semua yang menghinaku akan tertampar fakta yang sesungguhnya"
"Baiklah kalau begitu, aku percaya padamu"
akhirnya Yiyi, Ningning, Lili, Xinxin dan Yihua memutuskan untuk merevisi pelajaran mereka beberapa siswa lain juga ikut bertanya kepada Yiyi jika ada soal yang sulit. Akhirnya suasana kelas 10A sangat damai seperti ada guru yang mengajar.