
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Hari ini Yun Yiyi dan ketiga temannya akan pergi kerumah Yun Yiyi untuk kerja kelompok bersama dirumah Yun Yiyi.
Setelah kejadian di toilet tadi, Yun Yiyi dan He Weining belum berbicara sama sekali. He Weining tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan dengan Yun Yiyi dan Yun Yiyi juga menunggu He Weining untuk berbicara lebih dulu. Saat Yiyi dan teman-temannya berjalan bersama menuju gerbang depan sekolah terdengar suara teriakan yang mrmanggil Yun Yiyi.
“Yiyi!” Yiyi berbalik dan ternyata itu adalah He Weining
“Iya? Ada apa?”
“Itu.. aku.. ada yang ingin kubicarakan denganmu” ucap Weining dengan sedikit menunduk, ia takut jika Yiyi tidak ingin lagi berbicara dengannya
“Kalau begitu kau ikut saja kerumahku. Kita bisa berbicara lebih nyaman disana”
“apa aku tidak menganggu kalian?”
“tidak apa-apa, benarkan teman-teman?” Yiyi menanyai ketiga temannya
“Iya Ningning kau ikut saja. lagipula kami hanya ingin kerja kelompok”
“Iya aku juga tidak masalah jika Weining ikut”
“Aku juga”
He Weining mengangguk mengerti, ia akhirnya ikut Yun Yiyi dan ketiga temannya, tetapi ia menaiki mobil pribadinya, karena sopir jemputannya ternyata sudah menunggunya. Sedangkat keempat orang tadi naik kemobil Yun Yiyi karena sebelumnya mereka bertiga sudah menghubungi sopir mereka untuk tidak menjemput mereka karena ingin kerumah teman mengerjakan tugas.
Ahirnya mereka tiba dirumah Yiyi. Weining mengamati rumah Yiyi ia sebelumnya sangat benci untuk datang kesini terlebih saat mengingat ini rumah keluarga Yun Yiyi, saat itu ia bahkan bersumpah bahwa itu pertama dan terakhir kalinya He Weining akan masuk kerumah ini, ia tak menyangka kejadiannya akan jadi seperti ini, ia harus benar-benar minta maaf kepada Yun Yiyi juga keluarga Yun Yiyi. Saat mereka semua masuk kedalam rumah, mereka disambut oleh ibu Yun, sebelumnya Yun Yiyi sudah mengabari ibunya bahwa akan ada temannya yang datang berkunjung, tentu ibu Yun sangat senang mendengar putrinya sudah memiliki teman. Karena itu ia berusaha menyiapkan segala hal yang membuat teman-teman Yun Yiyi senang.
“Selamat siang semuanya, aku ibu Yun Yiyi terima kasih sudah mau berteman dengan Yiyi”
“Tidak bibi, kamilah yang berterima kasih karena Yiyi ingin berteman dengan kami, siapa yang tidak ingin berteman dengan gadis cantik dan pintar seperti Yiyi”
“Benar sekali bibi, bahkan satu sekolah iri dengan kami karena bisa berteman dengan Yiyi” Yihua dan Xinxin menjawab apa adanya, mereka benar-benar sering mendapatkan tatapan iri karena berteman dengan Yun Yiyi. Ibu yun sangat menyukai teman-teman anaknya ini, ia sangat asik bercerita dengan Yihua dan Xinxin dan beberapa kali dengan Lili, ia tidak menyadari keberadaan Weining yang terus diam sejak tiba.
“Ya tuhan maafkan aku, bukankah ini Ningning?” ucap ibu Yun terkejut melihat ternyata teman Yun Yiyi bukan Cuma mereka bertiga
“Iya bibi, maaf menganggu”
“Aku tidak tahu kau bersekolah disekolah Yiyi, syukurlah kalian berdua bisa menjadi teman” Weining yang mendengar itu hanya tersenyum, ia tak bisa bilang jika ia bukan bagian dari teman Yun Yiyi. Ibu Yun akhirnya meninggalkan mereka atas permintaan Yun Yiyi
“teman-teman, apakah tidak apa aku meninggalkan kalian dulu. Aku ingin berbicara dengan Ningning dulu”
“Tentu tidak apa-apa Yiyi, kan kita memang sudah membagi tugas, kami yang mencari materinya dan kau yang menyusunnya” Yun Yiyi mengangguk mendengar ucapan Yihua, ia akhirnya mengajak He Weining untuk ikut ketaman belakang rumahnya, disini jarang ada orang jadi lebih nyaman untuk berbicara
“Jadi apa yang ingin kau bicarakan? Jika itu terima kasih atas perbuatanku di toilet tadi, itu tidak perlu. Aku hanya tidak suka mendengar mereka mengolok-olok teman”
“tidak, bukan itu”
“lalu?”
“Aku ingin meminta maaf untuk segala hal yang telah kulakukan. Setelah berbicara denganmu kemarin, aku langsung mencari tahu semuanya dan ya kau benar. Yun Xia tidak sebaik yang kukira. Betul kata kakak aku terlalu mudah dibodohi. Karena itu aku ingin meminta maaf, aku juga akan meminta maaf kepada keluarga Yun. Kau bisa menyuruhku melakukan apapun sebagai permintaan maafku” He Weining menatap Yun Yiyi, ia terkejut Karena tidak menemukan reaksi apapun dari Yun Yiyi, bahkan reaksi terkejut pun tidak seakan Yun Yiyi sudah menunggu dirinya mengatakan ini
“ituu.. aku serius berkata ingin melakukan apapun untuk mendapatkan maafmu” Weining merasa Yiyi belum meresponnya
“sungguh kau akan melakukan apapun?”
“IYA”
“Baiklah, kalau begitu ayo kita berteman” ucap Yiyi sambil mengarahkan tangannya untuk bersalaman dengan He Weining.
“Hahh?!” He Weining terkejut melihat permintaan Yiyi
“Iya aku mau. Tapi bukankah itu terlalu mudah untuk memafkanku?”
“Ya bagaimanapun kau adalah adik dari kakak Fei, jika aku akan menjadi istri dari kakakmu kita harus berteman baik, jadi jika kakak Fei mengangguku aku akan meminta bantuanmu sebagai adiknya” He Weining yang mendengar itu hanya tertawa, ia bahkan sangat takut dengan kakaknya bagaimana bisa ia membantu Yun Yiyi, tapi ia yakin bahwa ini hanyalah alasan Yun Yiyi untuk membuatnya tidak terus merasa bersalah. Ia tidak tahan menahan air matanya. Yun Yiyi yang melihat itu hanya tersenyum dan memeluk He Weining sambil berusaha menenangkannya. Setelah He Weining tenang mereka berdua akhirnya kembali untuk menemui ketiga orang yang mereka tinggalkan tadi
“Ningning ada apa denganmu? Apa kau menangis?” Lili yang pertama kali menyadari kedatangan mereka, mendengar perkataan Lili, Yihua dan Xinxin yang awalnya masih sibuk mencari materi langsung melihat kearah He Weining.
“Yiyi kau apakan Ningning?” kali ini Yihua yang bersuara dengan sok tegas
“Aku? Kau serius bertanya padaku?”
“Tentu saja, kau lupa sebelumnya kau membanting preman dan membuatnya menangis dengan mudahnya, bukan hal sulit untukmu membuat menangis Weining” Xinxin berbicara sambil menahan tawa, ia yakin Weining menangis bukan karena diganggu oleh Yun Yiyi, tetapi ia dan Yihua ingin sedikit bermain dengan Yiyi.
“hahaha kau benar, jika aku mengingat wajah preman itu lagi aku tak bisa menahan tawa ku” Yihua tertawa dengan keras diikuti Lili dan juga Xinxin. Mereka bertiga sungguh tak mengira dibalik penampilan lemah lembut Yun Yiyi, ia memiliki keterampilan bela diri seperti itu.
“Sudah-sudah kalian berdua, itu sudah kejadian seminggu yang lalu tapi masih saja menganggu Yiyi. Ningning ayo duduk disini”
“Hahaha baiklah aku berhenti. Ohya Weining kau tidak kerja kelompok? Bukannya aku ingin mengusirmu yah. Aku hanya ingin tahu karena tugas ini harus langsung dikumpulkan besok”
“itu.. sebenarnya aku belum memiliki kelompok”
“Ehh? Bukannya kau biasanya berkelompok dengan Yun Xia?”
“Aku memiliki sedikit masalah dengannya Karena itu mereka tidak mengajakku”
“Wah kalau begitu kamu bergabung saja dengan kelompok kami, kan harusnya ada 2 kelompok yang jumlah anggotanya 5 bukan 4”
“Aku tidak menolak”
“Nah karena Yiyi juga tidak menolak, kalian berdua bagaimana?”
“Aku sih boleh, lagi pula Weining pintar, itu bahkan menjadi keuntungan kelompok kita jika memiliki Yiyi dan Weining”
“Aku juga setuju”
“Nah kerena semua setuju aku yang akan melaporkan ulang nama kelompok kita ke ibu guru” Yihua akhirnya mengambil hp nya dan menghubungi guru mata pelajaran yang bersangkutan
“Itu apa kalian yakin mengajakku?” tanya He Weining. Ia merasa agak tidak enak bergabung dengan tim Yiyi
“Yakin”
“Yakin”
“Iya” Yiyi, Lili dan Xinxin menjawab bersamaan. Weining tersenyum melihat mereka yang sangat menerimanya.
“Aku sudah melaporkannya kepada guru, Weining resmi menjadi kelompok kami” mereka semua bertepuk tangan
“Yey akhirnya, aku sebenarnya sangat ingin bersama mu lagi Ningning, tapi kau tahu kau sering bersama kelompok Yun Xia, mereka sering melarangku mendekatimu karena mereka bilang keluargaku akan menjadi parasit untuk keluarga He” mendengar hal ini He Weining sangat terkejut.
Keluarga Lili memang tidak terlalu kaya jika dibandingkan keluarga Yiyi, Yihua, dan Xinxin apalagi keluarga Weining. Lili sangat bersyukur ia bertemu dengan Yihua dan Xinxin yang selalu menjadi tameng jika ada orang yang mengatakan dirinya sengaja berteman dengan keluarga kaya untuk mendapatkan keuntungan. Jadi saat teman-teman Yun Xia mengatakan ini, ia langsung menjauh dari Weining karena mengira Weining yang berkata seperti itu.
“Lili maafkan aku, aku sungguh tak mengira mereka akan mengatakan itu, aku sebelumnya juga ingin berteman lagi denganmu, tapi mereka bilang kau dan Yihua serta Xinxin sering berbicara buruk tentangku. Aku sungguh minta maaf, harusnya aku tak mendengarkan perkataan mereka” Weining semakin kesal dengan Yun Xia dan kelompoknya, ia juga kesal dengan dirinya yang sangat bodoh karena mempercayai mereka.
“Sudahlah, lupakan mereka, ayo kita lanjutkan tugas ini. Weining kau bisa mengerjakan presentasinya kan?”
“Iya aku bisa. Dan juga kalian berdua bisa memanggilku Ningning seperti Yiyi dan Lili. Dan maafkan aku karena mengira kalian jahat” Yihua dan Xinxin mengangguk dan tersenyum. Yiyi sendiri tersenyum karena Weining sudah dipihak mereka apakah rencana menjatuhkan Yun Xia bisa ia mulai sekarang?.