I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
13 | Lawan Yun Xia



Keesokan harinya sekolah dikejutkan dengan kedatangan Yun Yiyi yang datang bahkan semobil dengan He Weining. Sebelumnya sudah menjadi rahasia umum jika He Weining membenci Yun Yiyi. Sudah terdengar kabar bahwa He weining tidak merestui hubungan Yun Yiyi dengan kakaknya. Dan tentu saja berita itu bersumber dari kelompok Yun Xia.


“saudara Yiyi, Ningning selamat pagi. Tadi aku melihat kalian berada di mobil yang sama saat tiba, apakah kebetulan kalian bertemu dijalan?” Yun Xia menyapa sambil tersenyum, ia sebenarnya kesal melihat pemandangan digerbang tadi. Ia sudah susah-susah membuat He Weining membenci Yun Yiyi, tapi apa yang terjadi hari ini mereka berangkat bersama.


“Oh selamat pagi saudari Xia, aku bukannya kebetulan bertemu Ningning. Tapi kami memang dengan sengaja berangkat bersama. Karena kemarin Ningning bermalam dirumahku” jawab Yiyi sambil tersenyum tidak lupa ia mengeraskan suaranya agar sekitar mereka mendengar bahwa hubungannya dan Ningning sudah membaik. Disisi lain He Weining menatap datar Yun Xia, ia sungguh ingin menampar wajah itu, wajah yang selalu berpura-pura khawatir padanya, wajah yang seakan-akan menganggapnya teman berharga dan wajah yang menolongnya hari itu.


“wah syukurlah hubungan kalian membaik, bahkan Ningning sudah menginap dirumah paman, aku saja tidak dibolehkan menginap disana padahal dulu aku tinggal disitu” Yun Xia menjawab dengan membuat ekspresi sedih, perkataannya itu bisa saja membuat orang-orang kasihan padanya dan membenci Yun Yiyi terutama karena rumor yang ia berikan sebelumnya tentang bagaimana Yun Yiyi meminta orang tua Yun untuk mengusirnya dari rumah dan tidak memperbolehkannya untuk kembali kerumah keluarga utama Yun


“Tentu saja kau tidak dibolehkan tinggal disana, kau hanyalah orang numpang jika dipikir-pikir merupakan hal benar untuk tidak membiarkan orang asing untuk masuk kedalam rumah kan, mana kita tahu nanti akan ada barang yang hilang jika membiarkan orang asing masuk. Dan aku? Aku akan menjadi bagian dari keluargan Yun tentu saja mereka mengizinkanku tinggal disana, jika kau lupa kakakku adalah tunangan Yun Yiyi” yang menjawab kali ini adalah He Weining, ia tahu betul niat Yun Xia untuk membuat nama Yun Yiyi semakin rusak, jika itu adalah dirinya yang dulu ia yakin bahwa ia akan percaya pada akting sedih Yun Xia tadi.


“Ningning apa maksudmu berbicara seperti itu, aku bukanlah orang asing bahkan jika aku bukanlah putri kandung paman dan bibi, aku masihlah keponakan mereka. Aku juga sudah tinggal bersama mereka sejak bayi mereka sudah kuanggap seperti orang tuaku” setetes air mata jatuh ke wajah Yun Xia, orang yang melihat itu akan sedih melihat Yun Xia


“Hahh benar-benar yah” He weining bangkit dari duduknya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Yun Xia


“Dengarkan ini baik-baik Yun Xia, aku sudah tahu semua kebusukanmu, dan juga aku belum akan melapormanmu terkait dengan penyeranganku. Tapi jika kau banyak bertingkah seperti ini aku tak segan-segan menindaklanjuti kasus penyerangan itu dan aku berjanji akan membuatmu membusuk di penjara, jangan sekali-kali berani menganggu Yiyi lagi, apalagi menyebarkan rumor tidak masuk akal itu” Yun Xia yang mendengar bisikan He Weining menahan amarahnya, pantas saja He Weining menjauhinya, ia telah mengetahui semua kebenaran itu.


“Apa kau paham Yun Xia? Ohya berhenti memanggilku Ningning, itu hanya panggilan untuk teman dekatku” kali ini Weining tidak lagi berbisik. Yun Xia hanya mengangguk tanpa menjawab ia sedang susah payah menahan emosinya


“Baguslah jika kau paham, kau bisa pergi kan? Aku masih ingin membahas tugas dengan Yiyi” mendengar itu Yun Xia langsung berbalik, ia benar-benar menahan amarahnya.


“Ohiya Yun Xia” suara He Weining terdengar lagi. Yun Xia menghentikan langkahnya tanpa berbalik


“Aku ingin keluar dari semua tugas kelompok yang sebelumnya bersamamu. Aku sudah mengurusnya dengan para guru dan guru sudah menyetujuinya, ohya dan kurasa kau serta teman-temanmu itu akan dipanggil karena aku memberitahukan kepada guru bahwa semua tugas kelompok itu hanya aku sendiri yang mengerjakannya jadi nilai kalian semua akan dihapus dan kalian mungkin akan dihukum.. hahaha”


Yun Xia mendengar itu semakin marah, ia berjalan keluar dan membanting pintu. Sedangkan teman-temannya yang lain terkejut mendengar perkataan He Weining, mereka semua tahu bagaimana tingginya nilai kelompok Yun Xia, mereka mengira itu karena ada Yun Xia dikelompok itu. Yun Xia bagaimana pun juga merupakan orang dengan nilai tertinggi di tes masuk mereka. Ternyata semua tugas itu hanya dikerjakan oleh He Weining.


“Hai selamat pagi. Apa yang terjadi dengan Yun Xia, aku melihatnya marah-marah di depan toilet” Yihua yang baru tiba langsung bertanya pada Yiyi


“Hahaha andaikan kau datang lebih awal Yihua, kau tidak melihat bagaimana kerennya Ningning melawan Yun Xia hanya dengan perkataan haha” perkataan Xinxin diangguki oleh Lili sedangkan Ningning hanya tersenyum malu mendengar perkataan Xinxin


“Ningning kenapa kau tidak menungguku datang jika ingin melakukan hal itu” mereka semua tertawa mendengar perkataan Yihua, disisi lain Yiyi melihat Yun Xia yang kembali dengan ekspresi kesal diwajahnya


“Terlalu mudah mengalahkan Yun Xia, apa dia memang selemah ini, sungguh kasihan Yun Yiyi yang asli kalah dari orang seperti Yun Xia. Niatku ingin langsung mengalahkannya tapi setelah melihat bagaimana He Weining membuang Yun Xia, kurasa seru juga jika secara perlahan membuat semua orang membenci Yun Xia, seperti apa yang dilakukan Yun Xia pada Yun Yiyi yang asli” tentu tidak ada yang menyadari pikiran Yun Yiyi ini, teman-temannya sudah mengetahui Yun Yiyi tidak selemah kelihatannya tapi mereka tidak akan mengira Yun Yiyi juga mempunyai sifat licik. Dan tentu saja Yun Yiyi tidak berniat membuat mereka melihat dirinya yang seperti ini, ia harus tetap dikenal dengan sikap rendah hatinya.


“Yiyi apa yang kau pikirkan?”


“Ahh tidak ada, apakah tidak apa kau membuat Yun Xia marah seperti itu?”


“Aku sudah berbaik hati tidak melaporkannya kepolisi karena penyerangannya kepadaku, lagipula aku adalah He Weining siapa yang berani melawanku disekolah ini”


“Hahaha betul juga, kau terlalu sombong Ningning. Ohya apa kau sudah memikirkan tawaran ayahku semalam?”


“Hmm aku masih memikirkannya, aku sudah menanyai ayah ibu dan kakak, mereka semua menyerahkan keputusan kepadaku”


“Kalau begitu terima saja, akan seru jika kita tinggal bersama lagipula aku kadang kesepian sendiri dirumah”


“Baiklah, aku akan menghubungi kakak dulu untuk memberitahunya keputusanku”


“kalau begitu aku akan menghubungi orang rumah dulu untuk menyiapkan kamarmu”


Yiyi segera menghubungi ayahnya untuk memberitahukan bahwa He Weining bersedia tinggal dirumah mereka.


Flashback


Setelah Yiyi dan teman-temannya selesai mengerjakan tugas mereka disaat bersamaan ayah Yun pulang dari kantor, awalnya teman-teman Yiyi ingin langsung pulang tetapi ayah Yun menyuruh mereka untuk makan malam bersama terlebih dahulu, akhirnya mereka pun ikut makan malam dirumah keluarga Yun.


“Betul paman perkenalkan namaku Zhu Yihua”


“Perkenalkan namaku Yang Xinxin. Terima kasih sudah mengundang kami makan malam”


“Tidak tidak, terima kasih sebelumnya sudah menjadi teman Yiyi”


“Yiyi sudah banyak menolong kami paman, kami yang harusnya berterima kasih”


“Hahaha baguslah sering-seringlah kalian bermain kesini, Ohya dan gadis ini siapa namamu?”


“Perkenalkan namaku Jia Li”


“Wah jadi kamu putri keluarga Jia, baru-baru ini aku melihat proposal bisnis yang dibuat perusahaan Jia, itu sangat menarik perhatian kurasa aku harus menyetujui kerja sama ini sebagai bentuk terima kasih karena telah berteman dengan Yiyi”


“Tidak paman jangan seperti itu, aku berteman dengan Yiyi bukan karena ingin mendapat keuntungan seperti itu”


“Hahaha aku paham, aku sebenarnya sudah berniat untuk menerima kerja sama itu. teruslah berteman baik dengan Yiyi”


“Tentu saja paman. Terima kasih” Ayah Yun tersenyum puas melihat teman-teman Yun Yiyi, dan terakhir akhirnya dia menyapa He Weining. Ia awalnya terkejut mengetahui He Weining yang berteman dengan Yiyi mengingat bagaimana pertemuan pertama mereka dan mengingat jarak rumah keluarga He dan sekolah yang sangat jauh.


“Ningning aku tidak tahu kau juga bersekolah di sekolah Yiyi, aku senang kau dan Yiyi bisa akur”


“Yiyi sudah banyak membantuku disekolah paman. Aku yang harusnya berterima kasih”


“Bukankah cukup jauh untukmu bolak balik rumah ke sekolah?”


“Aku tinggal sendiri di apartemen kakak, aku hanya pulang kerumah seminggu sekali”


“Bukankah cukup sepi jika kau tinggal sendiri, bagaimana kalau kau tinggal saja dirumah ini. kau bisa bersama Yiyi. Aku kadang sedih melihatnya sendiri dirumah, akan menyenangkan jika kita menambah anggota keluarga dirumah” Ayah Yun bersungguh-sungguh, ia sering sedih melihat putrinya yang hanya berdiam diri dikamar, mereka semua terlalu sibuk dan tidak bisa terlalu sering menghabiskan waktu dengan Yiyi, jika Ningning tinggal bersama mereka ia akan menjadi teman mengobrol Yiyi.


“Apakah tidak akan merepotkan?”


“Tidak apa-apa. Kau juga pasti kesepian kan tinggal sendiri di apartemenmu. Bagaimana jika kau menanyakannya terlebih dahulu kepada keluargamu, kapanpun kami akan menerima mu untuk tinggal disini” He Weining sebenarnya sangat ingin, tapi ia tidak enak akan menganggu keluarga Yun, bagaimana pun beberapa hari lalu ia masih sangat membenci Yun Yiyi dan keluarganya.


Flashback End


“Ningning aku sudah memberitahu ayah. Bagaimana denganmu?”


“Aku juga sudah memberitahu kakak, ia akan membantuku memindahkan barangku kerumahmu”


“Hah? Kakak Fei sendiri yang akan datang?”


“Iya apakah ada masalah?” Ningning bertanya sambil tersenyum


“Tidak apa-apa”


“Ohh aku tahu, kau rindu kakakku bukan. Sudah lama kalian tidak bertemu” Ucap Ningning menggoda Yiyi


“Tidak! siapa bilang aku rindu?”


“Mengaku sajalah Yiyi, sebenarnya kakakku juga sangat merindukanmu, sebelumnya saat aku pindah ke apartemen ia bahkan tidak melihatku apalagi membantu memindahkan barang, kau pikir karena siapa dia mau membantuku memindahkan barang kerumahmu” Tiba-tiba Ningning tertawa keras saat melihat ekspresi memerah di wajah Yun Yiyi, ia merasa mendapatkan hobi baru yaitu menggoda Yun Yiyi tentang kakaknya