I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
2 | Bertemu



Seminggu telah berlalu sejak aku melarikan diri dari rumah orang tua Lin. Aku menyewa sebuah kamar kecil di daerah tempat proyek yang akan didatangi ayah Yun. Aku menunggu kejadian itu beberapa hari lagi. Kejadian kecelakaan ayah Yun yang membuat keluarga Yun sadar bahwa Lin Yiyi dan Yun Xia tertukar. Ayah Yun kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor darah sehingga membuat mereka semua menguji golongan darah semua keluarga, tetapi ternyata hal tak terduga ditemukan. Yun Xia bukanlah anak dari keluarga Yun. Keluarga Yun menyelidiki rumah sakit 17 tahun yang lalu dan mengetahui bahwa ada 2 putri yang terlahir disaat bersamaan. Ayah Yun menyelidikinya lagi, dan akhirnya mengetahui bahwa Lin Yiyi adalah putrinya. Karena rasa bersalahnya ayah Yun membawa Lin Yiyi kembali ke keluarga Yun, tetapi tak mengusir Yun Xia karena ia juga merasa Yun Xia adalah anaknya


“Jika keluarga Yun mengusir Yun Xia, Lin Yiyi tak akan menderita sedemikian rupa. Walaupun keluarga Yun baik dan hanya termakan asutan Yun Xia aku masih sedikit kesal kepada mereka karena tidak mempercayai Lin Yiyi”. Aku berjalan-jalan sambil melihat barang-barang yang ada di pasar. Saat melewati sebuah gang kecil disana ada seorang pria yang terluka parah. Darahnya sangat banyak, aku terkejut dan melihat kondisi pria itu. saat akan memeriksa kondisinya, tangan pria itu menahan tanganku dan memberiku tatapan tajam.


“Wah dia sangat tampan” aku tersadar dari lamunan bodohku “Tuan namaku Lin Yiyi dan aku akan melihat lukamu, aku memiliki sedikit pengetahuan medis. Jika kita tak segera merawat lukamu itu akan bertambah buruk. Kau juga telah kehilangan banyak darah, kita harus menghentikan pendarahannya” setelah aku mengatakan itu, kulihat pria itu melepaskan tanganku dan detik berikutnya ia pingsan. Aku terkejut dan berusaha menggendong pria yang tubuhnya lebih besar dariku itu. aku membawanya ke tempatku menginap dengan susah payah, untungnya tak ada orang yang melihatku.


Setelah meletakkan pria itu ditempat tidur aku segera melakukan pertolongan pertama pada luka tusuk yang kuingat dikehidupanku sebelumnya. Aku membersihkan tanganku dan mulai membersihkan area yang terkena luka dan menghentikan pendarahannya, kemudian mengoleskan obat antibiotik yang ku minta dari pengurus penginapan tadi dan menutup luka pria itu. Setelah itu aku membuka pakaian atas pria itu, dapat kulihat bentuk badannya yang sangat bagus (*jangan ditiru* ini cara obatinnya untuk luka ringan, jika lukanya parah segera ke RS)


“Ya Tuhan, baru kali ini aku melihat langsung yang namanya badan roti sobek” Aku sangat ingin menyentuh badan itu tapi aku tau itu seperti pelecehan apalagi pria ini sedang terluka. Setelah mengobati pria ini aku berniat untuk membelikan dia sebuah baju dan keluar penginapan menuju pasar. Tetapi aku teringat bahwa ini adalah hari kecelakaan ayah Yun, ia akan terkena reruntuhan dari gedung baru. Aku harus tepat waktu karena jika tak hati-hati maka aku yang akan mati saat menyelamatkan ayah Yun.


Saat sampai dilokasi dapat kulihat bahwa sebuah mobil mewah datang dan melihat seorang paruh baya keluar dari mobil. Fitur wajah ayah Yun sangat mirip dengan wajah Lin Yiyi, sekali lihat pun dapat diketahui bahwa mereka mirip, wajah Lin Yiyi lebih cantik jika dibandingkan ayah Yun tapi itu masih terlihat mirip jika mereka bersama.


“Tuan Awas!!” Aku melihat keatas dan melihat reruntuhan mulai jatuh aku berlari dan mendorong ayah Yun tetapi sialnya aku terjatuh dengan sangat keras dan tanpa sengaja kepalaku menabrak batu. Terakhir yang kuingat sebelum pingsan adalah pria yang terluka di kamarku.


Author POV


Ayah Yun yang masih terkejut dengan kejadian barusan dengan panik melihat gadis yang menyelamatkannya itu mulai kehilangan kesadaran dan kepalanya berdarah karena membentur batu.


“Tuan Yun apakah anda tak apa-apa?” Tanya seorang yang berpakaian pengawal


20 menit kemudian mereka sampai dirumah sakit dan membawa Lin Yiyi ke UGD. Ia menyerahkan Lin Yiyi kepada perawat yang bertugas dan menunggu di luar. Pakaiannya sekarang penuh dengan bercak darah dari gadis itu. tak lama seorang perawat keluar


“Tuan, kami kekurangan darah. Gadis itu kehilangan banyak darah, kita harus melakukan transfusi sekarang. Tetapi kami kehabisan stok golongan darah A”. mendengar itu dengan panik ayah Yun menawarkan diri untuk mendonorkan darahnya. Secara kebetulan ia bergolongan darah A


“Ambil darahku, aku bergolongan darah A. aku juga selalu melakukan pemeriksaan kesehatan dan sering mendonorkan darahku”. Mendengar itu perawat pun mengangguk dan mengambil darah ayah Yun.


Setelah mendonorkan darahnya, ayah Yun menunggu di ruang tunggu. Beberapa jam kemudian dokter keluar dan mengatakan bahwa Lin Yiyi baik-baik saja dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Ayah Yun memerintahkan pengawalnya untuk mengurus keperluan administrasi dan meminta Lin Yiyi untuk dirawat di ruangan VIP. Sedangkan ayah Yun berjalan bersama dokter karena dokter berkata ingin berbicara sesuatu tentang keadaan gadis itu


Setelah berbicara dengan dokter ayah Yun pergi keruangan tempat Lin Yiyi dirawat. Ayah Yun melihat gadis yang menyelamatkannya tadi dan merasa fitur wajah gadis ini sangat mirip dengannya dan sisanya adalah mirip kecantikan istrinya. Ia menatap sedih gadis ini. Dokter mengatakan bahwa ditubuh gadis ini terdapat banyak bekas luka dan memar yang diduga karena penyiksaan selama bertahun-tahun.


Semakin ayah Yun memperhatikan gadis ini ia semakin yakin bahwa gadis ini mirip dengannya. Ayah Yun mengambil inisiatif untuk memeriksa leher belakang gadis ini dan ia semakin terkejut karena ada tanda lahir yang dia ingat dulu. Ketika anaknya lahir ia tanpa sengaja melihat tanda lahir di bagian belakang leher putrinya, tetapi saat membawa anaknya pulang kerumah ia tak melihat tanda lahir itu, ia bahkan mengira dirinya salah lihat waktu itu. kecurigaan semakin memenuhi perasaan ayah Yun dan menghubungi asistennya untuk menyelidiki rumah sakit tempat istrinya melahirkan dan meminta asistennya untuk mencari tahu informasi bayi yang lahir dihari yang sama.


Beberapa jam kemudian asistennya memberikan semua informasi yang telah ditemukan dan ia sangat kaget bahwa gadis ini juga lahir dihari yang sama dan hanya mereka berdua putri yang lahir hari itu. ayah Yun akhirnya meminta dokter untuk mengambil sampel darah gadis ini dan melakuakan tes DNA. Setelah hasilnya keluar ayah Yun merasa sangat sedih, perasaan bersalah menyelimuti dirinya. Gadis kecil ini adalah putrinya sedangkan yang ada dirumahnya saat ini bukanlah putrinya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah informasi yang diberikan oleh asistennya menunjukkan bahwa ayah keluarga Lin baru saja mendapatkan sejumlah uang yang sangat besar untuk menjual putrinya ke orang tua kaya di desa itu dan setelah diselidiki ternyata yang menyuruh ayah Lin adalah putrinya sendiri Yun Xia, sejak kapan putri yang ia rawat menjadi seperti ini.


“Apakah dia tahu bahwa dia bukanlah putriku dan mencoba mencelakai putriku yang asli” Memikirkan ini ayah Yun merasakan perasaan marah yang belum pernah ia rasakan. Ia kemudian menelpon anak laki-laki nya dan istrinya untuk datang kerumah sakit sekarang. Dan ia juga memberitahukan bahwa mereka tidak boleh mengajak Yun Xia.