I Became A Pathetic Princess

I Became A Pathetic Princess
4 | Yun Xia



keesokan harinya, keluarga Yun dan Lin Yiyi berangkat menuju kediaman Yun, ayah Yun berkata bahwa selain mereka bertiga tidak ada yang tahu bahwa Lin Yiyi adalah putri keluarga Yun.


"Tuan, apakah tidak apa-apa aku ikut kembali ke rumah keluarga Yun?" Lin Yiyi bertanya dengan nada lembut sambil menundukkan kepalanya


"Apa maksudmu? Kau adalah putri ku, jika ada yang berani menganggumu laporkan kepadaku atau kakakmu. Dan juga nak harusnya sekarang kau memanggilku ayah" ayah Yun menjawab sambil tersenyum lembut dan mengusap puncak kepala Lin Yiyi


"Ayah mu benar nak, kita adalah keluarga. Mulai sekarang tak ada yang akan mengganggumu atau melukaimu" kali ini ibu Yun yang tersenyum


"Terima kasih ayah, ibu" Ayah dan ibu Yun yang mendengar itu tersenyum bahagia karena Lin Yiyi akhirnya memanggil mereka ayah dan ibu


"Dan jangan lupa memanggilku kakak"ucap Yun Heng tak mau kalah dari orang tuanya


"Baik kakak" mereka tertawa bersama dan banyak bercerita saat di dalam mobil. Ayah dan Ibu Yun merasa semakin menyukai putrinya ini. Dia baik dan sangat sopan, dia juga pintar karena bisa mengikuti pembahasan bisnis ayah dan kakaknya


"Nak, apakah kau bersekolah sebelumnya" Ibu Yun bertanya karena menurutnya luar biasa bahwa Lin Yiyi bisa mengerti apa yang mereka bahas


"Aku tak bersekolah, orang tua Lin mengatakan bahwa aku hanya membuang-buang uang jika bersekolah. Di desa ada kakek baik yang mengajariku membaca dan menulis. Aku membaca semua buku dirumahnya dan terkadang berbincang dengannya. Aku juga membantu beberapa anak didesa mengerjakan pekerjaan rumah mereka, sehingga aku juga bisa belajar dari situ" Lin Yiyi menjawab sambil menunduk dan tersenyum lembut. Mendengar ucapan Lin Yiyi, ayah, ibu, Yun Heng merasa sangat sedih. Anak ini sangat pintar sayangnya orang tua jahat itu tak menyekolahkan anaknya.


"Aku mengeluarkan banyak uang untuk putri palsu, anakku yang asli bahkan tak pernah bersekolah. Untunglah ada orang baik yang mengajarinya" perasaan bersalah orang tua Yun makin besar. Putri kecil mereka sudah sangat menderita selama ini.


"Kau tak usah khawatir, setelah kita kembali aku akan memasukkanmu kesekolah. Aku yakin dengan kepintaranmu kau bisa masuk sekolah manapun"


"Ayah terima kasih" Lin Yiyi menjawab dan tersenyum cerah, senyum itu membuat mereka bertiga sangat bahagia. Sangat mudah untuk melihat senyum putri kecil mereka. Mereka sampai di kediaman Yun saat malam hari. Ayah dan ibu Yun keluar lebih dulu, sedangkan Lin Yiyi dibantu oleh kakaknya.


"Ayah, Ibu. Kalian darimana saja, aku menghubungi kalian tapi tak ada yang membalasku" suara ini datang dari arah pintu rumah Yun, itu adalah putri palsu Yun Xia. Ayah dan ibu Yun yang awalnya dalam keadaan senang tiba-tiba muram saat melihat wajah Yun Xia. Yun Xia merasa aneh dengan respon orang tua Yun, biasanya mereka akan langsung memeluk Yun Xia dan meminta maaf kepadanya. Sebelum bersuara lagi Yun Xia melihat kakak nya membantu sesorang keluar dari mobil


"Kenapa?! Kenapa gadis sia*an itu ada disini, aku kira dia menghilang dan mati disuatu tempat. Kenapa dia bersama orang tua dan kakaknya" Yun Xia memandangi Lin Yiyi dengan tatapan membunuh. Lin Yiyi berpura-pura takut dan menundukkan kepalanya. Interaksi ini diperhatikan oleh Yun Heng dan ia merasa jengkel dengan Yun Xia.


"Adik, ini adalah rumah kita. Aku akan mengantarmu kedalam, kau pasti lelah" Yun Heng membawa Lin Yiyi kedalam rumah tanpa melihat Yun Xia sedikitpun. Begitu pula dengan orang tua Yun. Mereka bahkan tak punya tenaga untuk menghadapi iblis licik Yun Xia. Hari ini mereka akan membuat Lin Yiyi beristirahat dulu dan membahas semua masalah besok. Orang tua Yun juga tak lupa memanggil seluruh anggota keluarga Yun untuk datang ke kediaman besok.


Yun Xia yang melihat ketiganya mengabaikannya merasakan perasaan takut dalam dirinya. Dikehidupannya seelumnya saat Lin Yiyi kembali orang tua dan kakaknya masih memperhatikannya walaupun mereka lebih menyayangi Lin Yiyi. Tapi hari ini mereka bahkan menganggapnya tidak ada. Apa yang telah terjadi.


"Aku bahkan sudah bersikap baik sejak kecil, mengapa mereka dengan mudah mengabaikanku. Gadis Sia*an itulah penyebabnya. Aku seharusnya membunuhnya sejak lama" kemarahan Yun Xia semakin besar. Ia sangat takut karena diabaikan oleh orang tua dan kakaknya. Untunglah saat ini Xiao Cheng sudah bertunangan dengannya dan menyukainya. Jadi kemungkinan untuk diusir tidak terlalu besar karena keluarga Yun dan Xiao sangat dekat.


"Xia'er sini peluk nenek. Nenek sangat merindukanmu"


"Aku juga sangat merindukan nenek." Nenek Yun melihat Yun Xia tidak terlalu bersemangat dan ceria, tidak seperti sebelumnya. Ia tahu ada sesuatu yang salah dengannya.


"Xia'er, kenapa kau tidak ceria? Apakah ada masalah. Beritahu nenekmu" tak lama Yun Xia mengeluarkan air matanya dan menangis di pelukan nenek Yun. Nenek Yun terkejut dan mengusap puncak kepala Yun Xia, tidak pernah ada yang berani menganggunya selama ini. Siapa yang membuat cucu kesayangannya menangis seperti ini.


"Nenek, ayah ibu dan kakak mereka mengabaikanku" mendengar ini nenek Yun sangat terkejut, ia sangat tahu bahwa putri kecil ini sangat dicintai. Apa yang membuat mereka mengabaikannya. Tak lama ayah Yun dan Yun heng berjalan keluar, dibelakang mereka diikuti oleh ibu Yun dan seorang gadis kecil yang sangat kurus. Saat mereka memperhatikan gadis itu mereka merasa agak familiar dengan wajahnya, dan setelah dia duduk mereka sadar bahwa gadis ini sangat mirip dengan pemimpin keluarga Yun dan istrinya.


"Menantu perempuan, siapa gadis ini" nenek Yun sangat penasaran dengan gadis kecil ini.


"Ini adalah Yiyi, dia putriku" Jawaban ibu Yun sontak membuat semua orang terkejut, disisi lain Yun Xia menahan emosi nya dan memandangi Lin Yiyi dengan tatapan ingin membunuh


"Kakak Ipar, apa maksudmu dengan putrimu" adik dari ayah Yun menanyainya untuk mendapatkan kejelasan


"Ini adalah putriku yang asli, dan yang disana itu hanyalah rubah licik" ibu Yun memberikan tatapan menghina kearah Yun Xia. Yun Xia yang melihat itu sangat terkejut, selama ini ibu Yun selalu memandanginya dengan penuh cinta, sekarang pandangannya seakan-akan jijik terhadapnya. Nenek Yun sangat terkejut, cucu yang dia rawat sejak bayi ternyata bukan cucu kandungnya. Sebelum semua bisa bereaksi ayah Yun menjelaskan semuanya, mulai dari orang tua Lin yang sengaja mengambil putrinya dan menukarnya hingga kebusukan Yun Xia. Mendengar itu tubuh Yun Xia gemetar, ia tak mengira bahwa mereka akan mengetahui perbuatannya. Sekarang ia mengerti mengapa sikap mereka terhadapnya berbeda.


"Apakah akan berakhir seperti ini lagi, seandainya gadis itu tidak ada semua ini tidak akan terjadi" Yun Xia memandangi Lin Yiyi dengan tatapan membunuh.


"Perhatikan tatapan matamu ke adikku" Yun Heng meneriaki Yun Xia dan membuat Yun Xia terkejut, ia tak menyangka bahwa ia akan diperhatikan oleh Yun Heng. Yun Xia pun hanya menundukkan kepalanya. Satu-satunya harapannya sekarang adalah neneknya.


Nenek Yun merasa sedih tentang Lin Yiyi tapi ia telah sangat menyanyangi Yun Xia, bagaimana pun itu adalah cucu yang ia rawat sejak kecil.


"Pemimpin Yun aku turut sedih dengan putrimu, tapi Xia'er telah bersama kita selama ini. Dia juga telah bertunangan dengan Xiao Cheng, kita tak bisa membiarkan mereka tahu bahwa Yun Xia bukan putri keluarga Yun. Bagaimana jika kita memperkenalkan Yiyi sebagai saudari kembar Yun Xia? Dan juga mungkin Yun Xia tidak memberitahukan keberadaan Yiyi karena takut ia akan diusir. Xia'er masih muda dan belum tahu tindakannya salah" nenek Yun berusaha untuk mengubah keputusan ayah Yun yang ingin mengusir Yun Xia. Ibu, ayah dan Yun Heng tentu tidak setuju dengan usulan nenek Yun. Rubah licik itu sudah sangat berani membahayakan nyawa Yiyi, dan sekarang dia meminta untuk menjadikannya saudara kembar Yiyi. Tidak mungkin!


"Ibu, aku tak peduli dengan pertunangan keluarga Xiao, jika ibu ingin merawat rubah itu silahkan. Yang pasti dia tidak bisa masuk dalam keluargaku. Putriku hanya satu dia adalah Yiyi" mendengar perkataan ayah Yun tubuh Yun Xia bergetar menahan amarah, apakah sikapnya baiknya selama 16 tahun ini tak berarti apa-apa dimata mereka. Mereka bahkan dengan mudahnya mengusirnya setelah menemukan Lin Yiyi. Nenek Yun sadar bahwa ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia sangat tahu bahwa putranya ini tak akan menarik kata-katanya


"Anak kedua, bisakah kau mengakui Xia'er sebagai putrimu? Kita bisa memberitahukan bahwa Xia'er dirawat di keluarga utama karena saat itu putri asli di culik, Xia'er adalah putri dari keluarga kedua Yun"


"Tidak masalah ibu, Xia'er akan menjadi putriku. Istriku juga hamil dengan waktu yang sama dengan kakak ipar, tapi sayangnya anakku meninggal. Kita bisa membuat pernyataan bahwa anak itu tidak meninggal tapi dia adalah Yun Xia" nenek Yun senang mendengar itu, tapi disisi lain Yun Xia sangat tidak senang, dia adalah putri dari keluarga utama awalnya, sekarang bahkan derajatnya lebih rendah dari Lin Yiyi. Ia kembali menatap Lin Yiyi dengan tatapan membunuh tetapi kali ini Lin Yiyi membalasnya dengan senyuman menghina.