From Helping To Love

From Helping To Love
episode 59: Lamaran Nikah



Setelah Gyuri berpakaian rapi. Merekapun langsung menuju ke lokasi yang sudah di tujukan oleh Do hyun.


Dalam perjalanan, "kejutan apa yang mau kau tunjukkan sayang?." Tanya Gyuri.


"Tenang saja, ini adalah kejutan yang akan membuat mu bahagia selamanya." Jawab Do hyun tersenyum.


"Ouh ya, aku jadi penasaran"


"Tunggu saja sayang." Jawab Do hyun sudah tidak sabar.


Sesampai lokasi dan ternyata mereka sampai di tepi laut. "Wahhh, kenapa kau membawa ku ke tepi laut?." Tanya Gyuri bingung.


"Di sinilah kejutan nya akan terjadi sayang. Turunlah." Jawab Do hyun turun dari mobil nya dan di ikuti dengan Gyuri.


Bagasi mobil pun di buka dan mereka duduk disana. "Kenapa kita duduk di bagasi mobil sayang?." Tanya Gyuri tambah bingung.


"Sebentar lah, aku harus menghubungi seseorang untuk hadiah nya." Jawab Do hyun menghubungi seseorang.


Dan ternyata datanglah sebuah pelayan menaiki mobil. Pelayan tersebut turun dari mobil nya. "Halo tuan, ini pesanan anda." Ucap pelayan tersebut sambil meletakkan meja yang di bawanya.


"Terima kasih dan kesini kau." Panggil Do hyun mau membisikkan sesuatu kepada nya.


"Iya bos." Mendekat.


"Petasan nya sudah siap kan dan cincin ya sudah kau letakkan di mobil ku kan?." Tanya Do hyun berbisik pelan, agar Gyuri tidak tahu.


"Sudah bos, aman itu." Jawab pelayan tersebut tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu pergi lah." Perintah Do hyun.


Pelayan tersebut pun langsung pergi. "Apa yang mereka bicarakan nya, sampai harus bisik bisik begitu." Ucap batin Gyuri bingung.


Menepuk bahu Do hyun, "kalian bicara apa?." Tanya Gyuri.


"Ada deh sayang. Sekarang kita harus makan dulu. Okey." Jawab Do hyun.


"Baiklah"


Merekapun makan bersama. "Kam tahu sayang, waktu kita kecil dulu. Kamu selalu memberikan ku uang, saat aku bersama ayah ku sedang mengemis. Kamu terlihat begitu cantik saat itu." Ucap Do hyun membahas masa kecil mereka.


"Jadi sekarang aku tidak cantik lagi?." Tanya Gyuri.


"Bukan begitu sayang, kamu sangat cantik sekarang. Bahkan dari dulu kamu memang cantik dan sampai sekarang kamu masih saja cantik." Jawab Do hyun mengelus pipi nya.


"Mulai menggoda deh, "ucap Gyuri membalikkan bola matanya.


"Hahahah, kamu sangat lucu ketika ngambek ya sayang. Tapi lebih cantik lagi ketika tersenyum." Terus memandangi nya.


Seketika itu juga wajah Gyuri memerah karena salting. "Argh, jangan menggoda ku lagi. Kau ini." Mencubit perut Do hyun.


"Hahahah, sakit tau sayang. Iya aku minta maaf." Jawab Do hyun sambil tertawa lebar.


"Tau rasa kan, makanya jangan macam macam dengan Gyuri." Sombong Gyuri.


"Kamu bilang ada kejutan nya. Mana kejutan nya?." Tanya Gyuri sudah tidak sabar.


"Sebentar sayang, aku ambil dulu kejutan nya. Tapi kamu harus tutup mata dulu ya sayang." Jawab Do hyun mengeluarkan sepotong kain.


"Baiklah, aku menurut kali ini." Ucap Gyuri hanya tersenyum saja.


Do hyun pun langsung menutup mata Gyuri. "Tunggu di sini dulu dan jangan mengintip. Okey." Ujar Do hyun.


"Iya sayang," menurut Gyuri.


"Anak itu begitu menggemaskan ketika mau memberi kejutan. Aku jadi penasaran, kejutan apa yang mau di berikan nya." Ucap batin Gyuri senyum sendiri.


Do hyun pun mengambil sebuah kejutan dan kejutan tersebut adalah sebuah cincin pernikahan. "Smoga Gyuri mau menerima ku." Ujar Do hyun memeluk cincin tersebut.


Do hyun pun datang dan langsung bertekuk lutut di hadapan Gyuri. Mata Gyuri yang masih di tutupi oleh kain, belum tau tentang kejutan yang di berikan oleh Do hyun.


Do hyun pun membuka kotak cincin tersebut dan menunjukkan nya di hadapan Gyuri. "Kamu bisa buka penutup mata itu sekarang sayang." Ucap Do hyun tersenyum tipis.


Gyuri pun membuka penutup mata tersebut dan melihat Do hyun yang bertekuk lutut di hadapan nya.


"Maukah kamu menikah dengan ku dan hidup selamanya bersama. Aku akan membahagiakan mu, di setiap duka maupun senang. Bersediakah kamu menikah dengan ku?." Ucap Do hyun tersenyum bahagia.


Gyuri terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. Mata Gyuri pun sudah berkaca kaca.


"Aku bersedia," jawab Gyuri tanpa basa basi apapun.


Do hyun pun memasangkan cincin tersebut di jari kelingking Gyuri.



Dan mereka pun berpelukan. Petasan juga langsung di hidupkan.


Mereka saling berpelukan bahagia, di tengah kembang api yang indah.


"Aku mencintai mu Do hyun." Ucap Gyuri sambil menangis dalam pelukan nya.


"Aku juga mencintaimu sayang." Jawabnya juga memeluk erat tubuh Gyuri.


Dan mereka pun saling berciuman. Di tengah kembang api yang indah.


Setelah mereka berciuman. Merekapun duduk kembali di bagasi mobil dan menatap kembang api yang indah dan Gyuri menyenderkan kepala nya di bahu Do hyun.


"Ini kejutan yang kamu bilang ya?." Tanya Gyuri


"Iya, bagaimana menurut mu sayang?." Jawab Do hyun sekaligus bertanya.


"Sangat bagus. Ini adalah kejutan yang paling bahagia, yang pernah ku rasakan selama hidupku." Jawab Gyuri sangat bahagia.


"Aku tidak akan membiarkan mu, di celakai oleh orang lain dan aku akan melindungi mu, hingga maut memisahkan kita sayang." Ucap Do hyun mengecup kening Gyuri.


"Heheheh, aku bahagia sayang." Jawab Gyuri memandangi kembang api tersebut.


Disisi lain. Dimana Sonia dan Baegyoel sedang di cafe bersama. "Baegyoel, apa yang mau kau katakan malam malam begini?." Tanya Sonia menatap nya.


"Ada yang mau ku katakan padamu." Jawab Baegyoel malu.


"Katakan saja, kita ini kan sudah sahabat. Masa kau harus sembunyi sembunyi, cepat katakan." Ucap Sonia.


Baegyoel pun langsung turun dari kursinya dan bertekuk lutut di hadapan Sonia. "Maukah kau bertunangan dengan ku. Aku menyukai mu sejak lama dari pertama aku bekerja di sini. Aku menyembunyikan nya dengan berkata tidak menyukai mu dan sering mengejek mu. Itu agar kesukaan ku tidak terlihat oleh mu dan sekarang aku malah benar benar menyukai mu." Jawab Do hyun sambil menunjukkan cincin tersebut.


Sontak Sonia kaget. "Bukankah kau pernah juga menyukai bu manager dan kenapa kau bilang sudah menyukai ku, sejak pertama kali kau bekerja?." Tanya Sonia untuk memastikan nya.


"Aku memang pernah menyukai bu manager, tapi itu hanya sesaat. Aku memang pernah mengungkapkan perasaan ku kepada bu manager, tapi itu tidak sepenuh nya. Entah kenapa, yang ada di pikiran ku, hanya kau Sonia." Jawab Baegyoel dengan jujur.


"Sebenarnya aku juga menyukai sejak lama dan sejak pertama kali aku bekerja disini. Aku juga sama seperti mu. Aku menyembunyikan nya, agar aku tidak terlihat menyukai. Aku juga mencintaimu Baegyoel." Jawab Sonia tersenyum bahagia.


"Maukah kau bertunangan dengan ku?." Tanya sekali lagi Baegyoel.


Sonia mengangguk dan Baegyoel pun memasangkan cincin tersebut di jari kelingking Sonia. Dan mereka pun berpelukan. Seluruh pelanggan di cafe tersebut bertepuk tangan dan merekapun sama sama bahagia.