
"Oh ya pak ceo, bagaimana kita memberitahu yang lainnya tentang hubungan kita ini?."tanya Gyuri duduk di pangkuan Do hyun.
"Sementara kita harus menyembunyikannya dan jika aku marah marah di perusahaan, kau harus memakluminya agar yang lainnya tidak curiga kau mengerti." jawab Do hyun sambil menjetikkan tangannya ke hidung Gyuri.
"Terserah pak ceo saja, omong omong besok kita akan kemana?."tanya Gyuri lagi.
"Besok ada kejutan untuk mu, jadi kau harus berdiam saja."ucap Do hyun mencium pipinya.
"Ehmm, kau selalu saja seperti itu, langsung menerobos, tau aturan dong."ngambek.
"Ya sayang, seterusnya aku akan meminta izin padamu kalau aku ingin menciummu.Lagian kita kan sudah bertunangan.
"Walaupun sudah bertunangan.Kita kan belum nikah, bisa saja ada orang yang mengambil diriku darimu."ucap Gyuri.
"Tidak akan ada yang mengambil mu dari ku, aku akan menjaga mu."memeluk Gyuri dari belakang.
Saat mereka sedang bermesraan, tiba tiba ponsel Gyuri berdering.Ponsel mu berdering sayang, angkat dulu."ucap Do hyun.
"Baiklah."mengambil ponselnya.
"Halo."panggil Gyuri.
"Bu manager dimana, apa bu manager tersesat.Dari tadi aku menghubungi Bu manager tapi Bu manager tidak mengangkat, aku khawatir, dimana Bu manager sekarang?."tanya yang tidak lain lagi Sonia yang khawatir.
"Kau jangan khawatir, aku berada dirumah pak ceo, karena masih ada urusan yang harus ku selesaikan, jadi aku tidak pulang.Karena ada urusan rapat yang harus di siapkan malam ini juga."jawab Gyuri yang berada di pangkuan Do hyun.
"Baiklah bu manager, kalau ada apa apa hubungi aku ya bu manager."ucap Sonia lega.
"Ya sayang, aku baik baik saja, kalau begitu sudah dulu ya."
"Baik bu manager, selamat malam?."langsung mematikan ponselnya.
"Selamat malam juga."mematikan ponselnya juga.
Tiba tiba Do hyun memeluk ya dari belakang dan meletakkan kepalanya di pundak belakang Gyuri.
"Ada apa pak ceo, kenapa tiba tiba manja?."mengelus rambut Do hyun.
"Kenapa kau memanggil ya dengan sebutan sayang.Kepadaku kau tidak mau mengatakannya."ucap manja Do hyun.
Membalikkan badannya ke hadapan do hyun."Cup...cup....cup, anak yang manja.Bukannya seperti itu, dia kan temanku, aku sedikit canggung kalau mengatakannya dengan pak ceo."memegang pipi Do hyun.
"Setidaknya katakan it....."ucapan Do hyun terhenti karena tiba tiba gyuri menciumnya.
Melepaskan ciumannya."Diamlah, kau semakin cerewet.Lain kali aku akan memanggil mu dengan sebutan itu, sudahlah kita tidur saja yuk."ucap Gyuri menatap mata Do hyun.
Memegang pinggang Gyuri."Baiklah sayang, yuk kita ke tempat tidur."ujar Do hyun mengecup dahi Gyuri.
Sesampai tempat tidur."Astaga, apa aku harus tidur satu ranjang dengan pak ceo, tidak...., Gyuri, kau jangan gugup.Lagian aku sudah pernah tidur dengan pak ceo, tahan..."ucap batin Gyuri malu.
"Kenapa kau berdiri saja Gyuri, apa kau tidak mau tidur denganku?."tanya Do hyun menatapnya.
"Ehh..bukan seperti itu, saya hanya merasa canggung saja, akan tidur satu ranjang dengan pak ceo."jawab Gyuri mengelus lehernya.
"Bukannya kita sudah pernah tidur seranjang."ujar Do hyun.
Terkejut."Ehh...jangan dibahas lagi dong pak ceo, saya malu."menutupi wajahnya.
Tertawa tipis."Hahahah, kau memang lucu, aku tidak akan melakukan apapun padamu.Kau tidurlah.Selamat malam."ucap Do hyun langsung berbaring dan berarah ke kiri.
Gyuri yang masih malu dengan perkataan Do hyun barusan."Berbaring dan menatap ke atas."Aku tidak menyangka, aku akan bertunangan dengan pria yang selama ini aku cari.Selama ini dia ada disini dan aku tidak sadar, akhirnya aku bisa menggapai ya kembali."reflek melihat ke arah punggung Do hyun.
"Aku tidak akan menyia-nyiakan nya lagi, aku akan menjaganya untuk tetap selalu di sisiku."ucap batin Gyuri meneteskan air mata bahagia.
Do hyun pun melihat ke arah Gyuri dan dia melihat Gyuri yang belum tidur dan malah menangis.
"Kau kenapa Gyuri, kenapa kau menangis, apa ada sesuatu yang membuat mu risih?."tanya Do hyun khawatir.
Gyuri tidak mengatakan apapun langsung memeluk Do hyun."Kau kenapa, katakan yang sebenarnya?."tanya Do hyun kembali.
Mengusap air mata gyuri."Aishh, aku kira kenapa, ternyata karena kau memikirkan ku."ucap Do hyun tersenyum.
"Siapa yang memikirkan pak ceo."ngambek.
"Jadi, kau kenapa kau menangis, dasar cengeng."mencubit pipi Gyuri.
"Pokoknya pak ceo jangan jauh jauh dariku, kalau tidak aku akan menangis."menatap mata Do hyun.
"Siapa juga yang akan meninggalkan bidadari secantik ini."memeluk Gyuri.
"Aku sayang pak ceo."ucap Gyuri mencium do hyun.
"Aku juga sayang padamu Gyuri."merespon ciuman Gyuri.
Merekapun berciuman dengan romantis di malam yang romantis.
Pagi pun tiba dimana Do hyun yang sudah bangun dan sedang menyiapkan sarapan untuk mereka makan.
Gyuri terbangun."Huamm."nguap Gyuri bangun tidur.
Mengusap matanya."Dimana pak ceo, apa pak ceo sudah bangun duluan ya."ucap Gyuri bangkit dari tempat tidur dan langsung mengarah ke dapur.
Sesampai dapur."Selamat pagi Gyuri."sapa Do hyun yang sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi pak ceo, pak ceo sedang apa?."tanya Gyuri duduk di ruang makan.
"Aku sedang menyiapkan sarapan, dari pada beli di luar, lebih baik aku masa sendiri.Mandilah dulu, baru kita akan makan bersama."jawab Do hyun.
"Baiklah pak ceo, aku mandi dulu."ucap Gyuri menuju kamar mandi.
Selesai mandi dan sudah berpakaian rapi."Kemarilah, mari kita makan bersama."ucap Do hyun sudah menyiapkan sarapan diatas meja makan.
"Wahhh... kelihatannya begitu enak, kenapa banyak sekali pak ceo, apa ini semua bapak yang buat?."tanya Gyuri kagum sekaligus selera melihat makanannya.
"Tentu saja, sudahlah duduklah, jangan berdiri saja."ucap Do hyun menyuruhnya duduk.
Gyuri pun mencicipi makanan buatan do hyun."Wahhh....enak banget ya tuhan..."ucap Gyuri kagum dengan masakan Do hyun.
"Sejak kapan bapak pandai memasak makanan seenak ini?."tanya Gyuri sambil memakan makanannya.
"Sejak aku di London, aku sementara belajar memasak disana, jadi aku bisa sedikit sedikit saja."jawab Do hyun mengunyah makanannya.
"Kalau kau mau, aku akan membuat makanan untuk mu."ucap Do hyun menatapnya.
"Baiklah pak ceo, terima kasih banyak."tersenyum.
"Oh ya pak ceo, ada yang mau saya katakan pada pak ceo."ucap Gyuri menatap Do hyun.
"Apa itu."ujar Do hyun juga menatapnya.
"Saya dengar dengar, pak ceo punya mantan ya?."tanya Gyuri berubah ekspresi.
"Itu benar, tapi hubungan kami tidak lama,kami putus beberapa minggu, karena dia berselingkuh di belakang ku."jawab Do hyun dengan jujur.
"Pasti mantan pacar pak ceo itu lebih cantik dari ku."ucap Gyuri buang muka.
Memegang tangan Gyuri."Tentu saja tidak, bahkan kau lebih cantik darinya dan mengalahkan bidadari dari kayangan mana pun."jawab Do hyun menenangkannya.
"Pfftttt....yang terpenting pasti mantan pacar pak ceo lebih cantik dari ku, iya kan."melipat tangannya.
"Sudahlah, jangan dibahas itu, aku tidak mau mengatakannya lagi, seterusnya aku akan terus bersama mu sayang."mengelus pipi Gyuri.
"Janji."memberikan jari kelingking ya.
"Janji."ucap Do hyun meraih jari kelingking Gyuri dan jari kelingking merekapun saling berjanji.