
"Oh ya bu manager katanya hari ini adalah hari valentine ya bu manager."ujar Sonia sambil mengunyah makanannya.
"Aku baru ingat, karena kau yang mengingatkannya, itu tidak terlalu penting untukku, karena aku tidak mempunyai pasangan."jawab Gyuri juga memakan ramennya.
"Aku dukung bu manager, hidup jomblo."ucap Sonia.
"Pasti nanti akan banyak poster poster hari valentine, nasib yang jomblo ini."ujar Baegyoel memegang dahinya.
"Kenapa kau pusing, kau kan ada Sonia.Kalian sudah terlihat sangat cocok tu."ucap Gyuri tertawa tipis.
"Bu manager...mulai deh."ngambek.
"Siapa juga yang mau dengan si pendek ini, hem."buang muka.
"Wleee, siapa juga yang mau dengan pria yang bernama Baegyoel seperti kau itu, wleee."mengejek.
"Sudahlah, jangan berantam, kan sudah ku bilang, kita kesini untuk berlibur bukan untuk berkelahi."menghentikan mereka agar tidak berkelahi.
Disisi lain dikamar Do hyun."Oh ya, aku ingat kalau hari ini adalah hari valentine ya, apa aku harus memberikan hadiah kepada Gyuri, ok deh, ku bilang saja itu sebagai tanda terima kasih karena telah membantu ku selama ini."ucap batin Do hyun menyusun rencana.
"Aku ingat, dulu Gyuri sangat suka dengan coklat dan perpaduan bunga mawar putih.Aku akan membelinya untuk hari valentine nanti."
Kembali ke restoran tadi."Oh ya bu manager, setelah ini kita mau kemana lagi?."tanya Sonia memakan mochi nya.
"Kita kembali ke hotel dulu, tunggu informasi dari pak ceo saja, baru kita laksanakan."jawab Gyuri juga makan mochi tersebut.
"Bu manager selalu saja menurut kalau soal pak ceo."menyipitkan matanya.
"Ya karena aku ini asistennya tau, jangan berfikir yang aneh aneh."ucap Gyuri menjetikkan tangannya ke dahi Sonia.
"Aduhh, sakit tau bu manager."mengusap keningnya.
Tertawa."hahahaha, kasian deh lo, makanya jangan asal sembarangan ngomong sama bu manager."mengejek.
"Kauu!!!"kesal.
"Mulai lagi kan, sudahlah, kalau begitu kita pulang saja."berdiri.
"Baik bu manager, gara gara kau ini Baegyoel, jadinya bu manager tidak mau berlama lama denganku, karena ada kau."menunjuk.
"Justru karena ada kau bu manager jadi begini, wleee, aku mau menyusul bu manager saja."menyusul bu manager menuju kasir.
"Hei, tunggu aku."mengejar mereka berdua.
Sesampai hotel setelah makan cukup banyak.
"Arghhh, kenyang ya, yaolo."ucap Sonia memegangi perutnya yang kekenyangan.
Diluar kamar."Oh ya Baegyoel kau kan terpisah dengan kami, jadi tidurlah sendiri, peluk saja sono bantal itu."Sonia mengejek kembali.
"Kau tu, wlee, sudahlah, kalau begitu saya duluan bu manager.kalau ada apa apa hubungi saja aku."pergi menuju kamarnya sendiri.
"Baik Baegyoel, aman itu, kau juga hati hati."melambaikan tangannya.
Baegyoel pun pergi, Sonia dan Gyuri pun masuk ke kamar.
Duduk dibawah sambil menonton televisi setelah siap mandi.
"Bu manager."panggil Sonia yang melihat Gyuri sedang menonton televisi.
"Apa Sonia, orang lagi serius juga nonton televisi."jawab Gyuri menatap wajahnya.
"Percuma bu manager nonton televisi, isinya hari valentine semua, muak aku."ucap Sonia kesal.
"Ya namanya hari valentine, kau pun aneh, Sonia, Sonia."geleng geleng kepala.
Tiba tiba ponsel Gyuri berdering."drrrt....drrttt..."
"Eh, ada yang menelpon, sebentar ya Sonia."berdiri mengambil ponselnya yang berada dikamar.
Mengangkat teleponnya."Halo, ada apa ya."jawab Gyuri.
"Halo, ini aku."jawab tidak lain lagi ialah Do hyun.
"Oh pak ceo, ada apa pak, apa bapak tidak betah disana."ucap Gyuri.
"Bukan seperti itu, ini kan masih siang, bisakah kita bertemu sebentar saja, ada yang mau ku bicarakan denganmu."ujar Do hyun ditelepon.
"Tumben banget pak ceo."kebingungan.
"Sudahlah, ikut saja, lokasi cafe ya akan ku kirim."ujar Do hyun.
"Baik pak, kalau begitu saya tutup teleponnya pak."mau menutup teleponnya.
"Tunggu."ucap Do hyun menghentikannya.
"Kenapa pak?."bingung.
"Selamat hari valentine."ucap Do hyun diteleponnya langsung mematikan ponselnya.
"Ehhh, kenapa pak ceo tiba tiba mengatakan hal seperti itu.Memang hari ini pak ceo menganehkan deh."ujar Gyuri benar benar kebingungan.
"Sudahlah aku harus cepat kesana, baru juga sampe ke hotel, sudah disuruh pergi lagi."keluar dari kamar dan bergegas pergi.
"Ada urusan sebentar, kau diamlah disini.Aku akan pulang cepat kok."jawab Gyuri langsung pergi meninggalkan Sonia.
"Baiklah.....hati hati."teriak Sonia sambil melambaikan tangannya.
Saat menuju restoran tersebut.Gyuri tidak mau naik taxi, dia lebih memilih berjalan kaki.
"Wahhh, indahnya kota swedia ini, aku sangat menyukainya.Jadinya aku ga mau pulang dari sini, karena keindahannya."ucap Gyuri menatap bunga bunga dipinggir jalan.
"Omong omong, kenapa pak ceo mengajak ku berduaan ya, entah kenapa kalau setiap dekat pak ceo, jantung ku selalu saja berdebar kencang,apa aku menyukai pak ceo.Tidak, tidak."geleng geleng kepala.
"Siapa juga yang mau menyukainya, dia itu kan monster dan gila kerja."ucap batin Gyuri ngambek.
"Sudahlah, asalkan sudah bertemu dengannya, dia akan bahagia.
Saat Gyuri sedang memandangi bunga tersebut.Tiba tiba ada seorang laki laki seba hitam menutup mulutnya dari belakang dan Gyuri pun pingsan akibat efek dari kain tersebut yang sudah diberikan obat bius.Gyuri pun dibawa ke gang sempit dan sepi itu.
Digang tersebut."Halo nona gadis, wahh.Ternyata kau cukup cantik juga."ucap orang misterius tersebut sambil memegangi pipi Gyuri.
Orang itu pun langsung menelepon seseorang yang tidak lain lagi ialah Young rae, ini semua perbuatan Young rae.
"Halo nona, gadis tersebut sudah aman."ucap orang misterius tersebut.
"Bagus, kau mau apakan dia terserah mu saja, yang terpenting buat dia menangis dan menderita sebisa mungkin."ucap Young rae tersenyum jahat di telepon.
"Baik nona."mematikan ponselnya.
Saat sedang menelpon.Tiba tiba Gyuri terbangun."Aduh, aku dimana ini.Kenapa aku disini."menatap sekitar dengan tangan dan kaki diikat.
Suruhan Young rae pun sadar kalau Gyuri sudah bangun.Diapun menghampiri Gyuri."
"Halo nona manis, sudah bangun ya."memegang pipi Gyuri.
Mengelak."Jauhkan tangan kotor mu itu di wajahku."ucap Gyuri mendorong tangan orang tersebut.
"Jangan terburu buru, disini tidak ada orang, jadi kita bisa bermain dengan puasss."ucap orang tersebut mau memulainya.
"Kau jangan macam macam, atau kau akan merasakan akibatnya."ucap Gyuri mundur.
"Tidak akan ada yang menyelamatkan mu gadis kecil, karena disini gang sempit dan sepi, jadi mari kita mulai."mulai mendekati Gyuri.
"Jangan....ja.. jangan."ketakutan sampai gemetaran.
Saat orang tersebut mau memulainya dengan memegang tubuh Gyuri.Tiba tiba ada seseorang dari belakangnya menuju mereka.
"Hei, lepaskan dia."ucap tidak lain lagi ialah Do hyun sambil meletakkan tangannya disaku.
Berbalik badan melihat ke arah sumber suara."Lepaskan dia."
Berdiri."Siapa yang kau maksud bocah tengil."ucap orang tersebut.
"Pak ceo, jangan pak ceo, nanti pak ceo bisa terluka."ujar Gyuri menyuruh do hyun untuk tidak berkelahi.
"Mana mungkin aku akan diam melihat mu seperti ini.Diamlah akan ku urus dia."
"Berlagak sok hebat ya, sini kau."ucap orang tersebut mulai memukulnya.
Tanpa basa basi Do hyun juga langsung melawannya."Hyahhh, bug...bag...bug...."bunyi pukulan yang dibuat oleh Do hyun.
"Aduhhh, sakit...ughhh... arghhh."ucap orang tersebut kesakitan.
"Bagaimana,mau lagi."menganyunkan tangannya ke wajah orang misterius tersebut.
"Arghhh, ampun, ampun."kesakitan dan sudah berbaring
Do hyun pun langsung menghampiri Gyuri yang ketakutan hingga menutup matanya.Saat Do hyun mau menghampiri Gyuri, orang misterius tersebut langsung berdiri dan menusuknya dari belakang.
"Awas pak ceo!!!!,teriak Gyuri.
Do hyun pun berbalik badan dan dia pun tertusuk dibagian perut."Arghhh."tumbang ke bawah.
Menghampiri Do hyun"Dasar bocah bodoh,kau pikir aku ini bodoh.Ck.akan ku beri kau pelajaran lagi, sudahlah aku sudah tidak mood lagi, aku pergi dulu."ucap orang misterius tersebut.
"Pak, pak, bapak baik baik saja pak ceo."teriak sambil menangis karena takut.
Preman itu pun pergi meninggalkan mereka, Do hyun yang sedang memegangi perutnya yang berlumuran darah.
Tanpa pikir panjang, Gyuri reflek melihat pisau yang di buang preman tersebut dan dia langsung mengambilnya untuk melepaskan talinya.Dia pun berhasil membukanya dan langsung menghampiri Do hyun dengan menaruhnya di paha ya.
"Pak ceo, kenapa bapak melakukan ini, kenapa."menangis.
"Kau tidak apa apa kan."memegang pipi Gyuri.
"Saya tidak apa apa pak, saya akan menelepon rumah sakit.Tenang saja pak, bapak akan baik baik saja."ucap Gyuri langsung menelepon rumah sakit kota swedia.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan, kalau aku mencintaimu."ujar Do hyun terus memegang pipi Gyuri.
"Sejak pandangan pertama aku benar benar sangat mencintaimu, Gyuri."pingsan.
"Pak, pak, bangun pak.Bapak harus hidup."memeluk Do hyun sambil menangis deras.
Setelah ambulan datang dan langsung membawa ke rumah sakit.