
Saat di kamar mandi hotel, Gyuri pun berganti pakaian.Saat Gyuri sedang mengganti pakaiannya di bagian baju ya tiba tiba Do hyun masuk tanpa mengetuk pintu.
"Gyuri...."Panggil Do hyun masuk.
"Arghhhhhh......"Teriak Gyuri malu.
"Maafkan aku."Berbalik badan lalu keluar dan menutup pintu.
Didalam Gyuri yang sangat malu hingga menutupi wajahnya."Astaga..., kenapa pak ceo masuk saat aku masih mau berpakaian sih, gimana aku mau menenangkannya dianya saja tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu."Ucap batin Gyuri sangat malu hingga pipinya memerah.
Diluar pintu do hyun yang juga malu plus salting."Yaolo....apa itu tadi, kenapa aku tidak mengetuk pintu ya, jadinya kan seperti ini.Astaga, badannya begitu seksi, astaga Do hyun apa yang kau pikirkan...."Ucap batin Do hyun menutupi wajahnya karena salting plus menampar wajahnya karena berfikiran mesum.
Gyuri pun siap memakai baju renang dan sedang menatap cermin untuk melihat pakaian tersebut."Astaga....baju ya ini sangat terbuka, dasar Sonia, dia memberikan baju penggoda seperti ini.Apa aku harus menggantinya y."Ucap batin Gyuri menatap cermin sambil melihat body ya.
"Aku ganti aja deh dengan pakaian renang milikku yang sedikit tertutup, bisa bisa aku di marahin pak ceo lagi gara gara berpakaian terlalu terbuka."Ucap Gyuri kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Setelah siap berpakaian milik dia sendiri dan tidak jadi memakai baju renang ya di belikan sonia.Gyuri pun keluar dari kamar dan langsung menuju ke pantai.
"Bu manager....eh, kenapa bu manager tidak memakai baju yang aku berikan?."Tanya Sonia yang sudah memakai baju renang.
Berbisik."Baju yang kau berikan itu terlalu terbuka tau, kau pikir aku ini penggoda."Jawab Gyuri berbisik ke telinga Sonia.
"Kan memang kita mau menggoda pria disini tau bu manager."Ucap Sonia juga berbisik.
Mengetuk kepala Sonia."Kau pikir aku semurah apa....dasar Sonia....sudahlah, aku mau duduk dulu di tepi pantai."Ucap Gyuri meninggalkan Sonia.
"Aduh....sakit tau bu manager..., tunggu bu manager."Menahan Gyuri pergi.
"Kenapa?."Tanya Gyuri.
Meraih tangan Gyuri lalu menyadari kalau ada cincin di jari kelingkingnya."Ini cincin apa bu manager...., apa bu manager menikah?."Tanya Sonia sambil melihat dengan jelas cincin tersebut.
"E...ehm...it..itu...cincin yang di berikan karena kemarin aku memenangkan giveaway berhadiah cincin ini Sonia."Jawab Gyuri berbohong.
"Wah...kenapa bu manager tidak mengajakku kalau bu manager sedang mengikuti lomba.Ajak aku dong lain kali."Ucap Sonia percaya dengan Gyuri.
Mengelus dadanya."Fyuhh....untung aja anak ini percaya dengan apa yang aku bilang."Ucap tenang Gyuri.
"Bu manager kenapa, apa bu manager sakit?."Tanya bingung Sonia melihat Gyuri seperti orang sakit karena memegang dadanya.
"Eh... tidak apa apa kok, kalau begitu aku mau duduk dulu di tepi pantai, kau goda saja pria yang berada di pinggir sana itu."Jawab gyuri sambil menunjuk pria yang berada cukup jauh.
"Tidak jadi deh bu manager."Jawab Sonia menolaknya.
"Kenapa, padahal tadi kau sangat ambisi kalau soal lelaki tampan?."Tanya Gyuri bingung karena Sonia tiba tiba berubah jawaban.
"Aku baru ingat, aku kan ada Baegyoel, ngapain aku dengan lelaki lain....yang terpenting aku bisa bersama Baegyoel saja deh."Jawab Sonia tersenyum.
"Wah...sudah muncul benih benih cinta nih dengan Baegyoel, kiw kiw."Ucap Gyuri menggodanya.
"Apa sih bu manager...jangan aneh aneh deh, aku dan baegyoel hanya sebatas rekan kerja saja tidak lebih..."Jawab Sonia ngambek.
Tiba tiba Do hyun datang menghampiri mereka berdua."Manager Gyuri."Panggil Do hyun.
"Eh pak ceo....ada apa pak?."Tanya Gyuri menatapnya.
"Ada hal yang mau saya bicarakan denganmu, mari ikut saya."Jawab Do hyun pergi.
"Sonia, aku pergi dulu ya...ada hal yang harus di siapkan."Ucap Gyuri memegang tangan Sonia.
"Baik bu manager...hati hati kalian."Jawab Sonia tersenyum.
Setelah Do hyun dan Gyuri pergi."Kenapa pak ceo juga memakai cincin ya, apa bu manager dan pak ceo couple an cincin ya....heran aku."Ucap batin Sonia bingung plus heran.
Di hotel dekat pantai berada dan mereka berdua sedang berada di ruang tamu.Do hyun yang langsung duduk dan terdiam, Gyuri yang bingung karena Do hyun memanggilnya tapi tak mengatakan apapun.
"Kenapa pak ceo membawa saya kesini?."Tanya Gyuri menatap wajah Do hyun.
Do hyun hanya terdiam."*******".
"Pak...."Melambaikan tangannya menyadarkan Do hyun yang terdiam.
Tiba tiba Do hyun menarik tangan gyuri dan gyuri terduduk di atas paha Do hyun."Eh...kenapa pak ceo menarik saya?."tambah bingung Gyuri.
Memegang pinggang Gyuri."Kau tau kan apa kesalahanmu?."Tanya kembali Do hyun menatapnya.
"Kesalahan apa pak....saya kira, saya tidak melakukan apa apa kok."Jawab Gyuri bingung
Do hyun langsung menciumnya saat Gyuri sedang berfikir."cup...."Bunyi ciuman pipi.
"Ehh...kenapa bapak mencium saya, dasar mesum."Ucap Gyuri mau menjauh dari Do hyun tapi Do hyun langsung menarik pinggangnya kembali agar Gyuri tetap berada di pahanya dan berada tepat di wajahnya.
"Kau harus menjawab pertanyaan ku dulu dan kenapa kau memakai baju yang begitu terbuka tadi?."Tanya detail Do hyun.
"Kan itu tadi dan saya tanya pak ceo, kenapa pak ceo tidak mengetuk pintu dan langsung masuk saja ke kamar saya."Tanya Gyuri juga mengintrogasi Do hyun kembali.
Mengelus lehernya dan tiba tiba pipinya memerah."Itu....itu karena aku pikir kau sedang kenapa dan aku pikir kau marah padaku."Jawab Do hyun malu mengatakannya.
"Kenapa pak ceo harus malu, kan aku ini tunangan pak ceo.Apa pak ceo tidak menyayangi ku lagi."Memasang wajah imut.
Menutupi wajahnya karena salting."Jangan memasang wajah itu lagi, atau aku akan menerkam mu."Ucap Do hyun tidak tahan menatap wajah imut Gyuri.
Memegang wajah Do hyun dan mengarahkannya ke arah wajahnya."Pak ceo lihat saya ini, apa saya tidak secantik wanita di luar sana?."Tanya Gyuri memegang wajah Do hyun yang memerah.
"Jangan mengatakan soal itu, tentu saja kau yang paling cantik sayang...."Jawab Do hyun memegang pinggangnya.
"Terus...kenapa pak ceo memasang wajah marah dan kembali dingin kepada saya, bukannya pak ceo mencintai saya.Kenapa pak ceo memasang wajah seperti itu, aku tidak suka tau."Ucap Gyuri memasang wajah menyedihkan.
Meletakkan kepalanya di dada gyuri."Maafkan aku sayang....tadi aku cemburu karena melihat mu membahas pria lain.Padahal aku ada disana dan kau membahas pria lain."Jawab Do hyun memasang wajah imut.
Seketika detak jantung gyuri berdetak dengan sangat kencang."Astaga anak ini, selalu saja membuatku gila...."Ucap batin Gyuri pipi memerah karena salting.