
"Tidak apa apa.Saya hanya kelelahan saja, kalau kau mau apa apa kau tinggal panggil pramugari ya saja, aku mau tidur sebentar."jawab Do hyun menutup matanya.
Pesawat pun sudah terbang, Gyuri melihat ke jendela."wahhh, cantik banget awannya, kalau dilihat dari atas sini sangat mengagumkan."terpesona.
Tiba tiba perut Gyuri berbunyi.Gyuri yang menyadari langsung memegang perutnya."sepertinya aku lapar deh.Aku lapar, aku harus memanggil pramugari untuk mengambilkan ku pop mie, kebetulan aku lagi kepengen pop mie."ujar batin Gyuri lapar.
"Mbak, mbak pramugari."panggil Gyuri ke arah pramugari tersebut.
Menghampiri Gyuri."ada yang bisa saya bantu nona."jawab pramugari tersebut.
"Bisakah anda buatkan saya pop mie, saya kelaparan karena belum makan tadi."tersenyum.
"Baik nona, ditunggu, akan saya buatkan."langsung pergi meninggalkan Gyuri.
"Fyuh, makanan sudah beres."melihat ke arah Do hyun.
"Kenapa setiap aku menatap wajah pak ceo, kenapa sepertinya ada bayang bayang wajah Do hyun ya, sekilas sangat mirip dengan pak ceo, ini kalau efek kerinduan, aishh, sudahlah."memalingkan wajahnya ke arah berbeda.
Sesampai makanannya."nona, makanan anda sudah sampai."memberikan pop mie ya ke tangan Gyuri.
"Terima kasih banyak mbak, maaf merepotkan mu."mengambil pop mienya dan tidak lupa tersenyum.
"Sama sama, oh ya nona.Apakah yang disamping mu ini pacar mu?."tanya pramugari tersebut.
"Eh, bukan, bukan.Dia hanya bos saya saja, kebetulan kami satu perusahaan."Gyuri terkejut.
"Oh, maafkan saya nona, saya kira kalian pasangan.Abisnya sangat cocok berdua begini, kalau begitu saya permisi dulu."langsung meninggalkan Gyuri, karena merasa ga enak.
"Astaga, selalu saja aku dibilang berpacaran dengan pak ceo, ini sudah ketiga kalinya, aku dibilang berpacaran dengan pak ceo.Dasar, siapa juga yang mau berpacaran dengan monster."ucap Gyuri sambil memakan pop mienya.
Gyuri memakan pop mie nya sambil melihat ke arah jendela, dia tidak tahu bahwa Do hyun sudah terbangun dan mendengarkan apa yang sudah dikatakan Gyuri.
"Apa aku sebegitu buruk di matamu."ucap Do hyun berkata di telinganya.
Reflek melihat ke arah sampingnya."Eh, huk...huk...."batuk Gyuri karena tersedak mienya, akibat terlalu terkejut.
"Nih minumlah."memberikan botol minumnya.
Langsung meminumnya."hahh... segarnya, terima kasih banyak pak ceo."tersenyum.
"Saya tanya kembali, apa saya begitu buruk bagimu?."tanya kembali Do hyun mengintrogasinya.
"Eh, bukan seperti itu pak, maksud saya tadi.Bapak tidak cocok dengan saya, karena saya ini bawahan bapak, sangat tidak cocok.Bisa saya lihat sekarang, bapak ini kan pemilik perusahaan terbesar di kota Korea, masa bapak berpacaran dengan gadis biasa, bapak harus berpacaran dengan yang berjabat tinggi juga dong pak."jawab Gyuri menjelaskan dengan rinci agar tidak dicurigai Do hyun.
"Benarkah seperti itu?".
"Benar kok pak."tiba tiba ponsel Gyuri berdering.
"Sebentar ya pak, ada yang menghubungi saya."mengangkat ponselnya.
"Halo ada apa ya?."
"Ini aku bu manager, Sonia.Bu manager dimana, dari tadi kami mencari bu manager, tidak dapat dapat."ujar Sonia di telepon.
"Aku berbeda dengan kalian, aku mendapatkan tiket VIP karena aku asisten khusus perusahaan, jadi aku tidak bisa bersama kalian deh."jawab Gyuri merasa bersalah tidak bersama mereka.
"Aishhh bu manager.Aku sangat rindu dengan bu manager, masa aku harus duduk dengan si cerewet Baegyoel ini."
"Baegyoel merebut handphone Sonia."halo bu manager."sapa baegyoel di ponsel Sonia.
"Halo Baegyoel, apa kau baik baik saja?."tanya Gyuri.
"Aku baik baik saja bu manager, yang tidak baik ialah kucing grandong yang ada di samping ku ini."
"Sudahlah, kalian jangan bertengkar, ini di pesawat, ingat jangan melakukan hal yang buruk karena kita sedang di pesawat."tegas Gyuri.
"Baik bu manager."menurut.Takut Gyuri marah kepada mereka.
"Baiklah, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya."langsung menutup teleponnya.
Kembali melihat arah Do hyun."maaf pak membuat anda menunggu, tadi itu Sonia dan Baegyoel, menanyakan kemana saya.Saya bilang saya di ruang VIP karena saya asisten bapak jadi saya mendapatkan tiket VIP, begitu deh saya bilang, jika yang sebenarnya saya bilang, mereka pasti akan kemari."tersenyum.
"Baiklah, sebentar lagi kita akan sampai di swedia."ucap Do hyun sambil melihat jam tangannya.
"Wahhh, saya jadi tidak sabar ingin cepat cepat ke swedia, melihat keindahannya."terbayang.
"Anak itu selalu saja begitu menggemaskan, huh..., tahan Do hyun, tahan."ujar batin Do hyun tiba tiba pipinya memerah.
Saat Do hyun melihat ke arah Gyuri, ternyata Gyuri sudah tertidur.
"Anak ini, baru saja berbicara bahagia.Sudah langsung tidur saja.Ini mungkin karena dia sudah sangat kelelahan, maafkan aku karena berbuat berlebihan kepadamu."ucap batin Do hyun kemudian membelai rambut Gyuri.
Saat sedang membelai, tiba tiba poster tubuh Gyuri miring ke arah Do hyun.Otomatis kepala gyuri ber senderan di bahu Do hyun.
"Anak ini, baru saja dibelai, sudah se nyenyak ini, kasian sekali gadis kecil ini."memegang pipi Gyuri.
Saat pesawat sudah sampai di bandara swedia, Gyuri pun terbangun.
"Huamm, eh.Apa aku tertidur, dan aku tidur dimana senyaman ini."bangkit.
"Eh, pak ceo.Apa sudah sampai, kenapa disini sepi?".tanya Gyuri bingung.
"Semua sudah turun, tinggal kita yang belum turun, aku merasa kasihan membangunkan mu, sepertinya kau sangat kelelahan, jadi aku membiarkan mu tertidur sebentar.Eh malah kebablasan sampai sudah sampai di swedia."ujar Do hyun menerangkan kebenarannya.
"Dan kenapa pak ceo masih disini, kenapa pak ceo tidak keluar juga?."tanya Gyuri kembali.
"Bagaimana saya bisa keluar, sejak dari tadi kau tidur di bahuku.Saya tidak tega membangunkan mu, jadi saya biarkan saya dirimu tertidur di bahu ku ini.
"Astaga, maafkan saya pak ceo, maafkan saya, abisnya kemarin saya begadang jadinya tidak cukup tidur, belum lagi ditambah kerjaan tadi, jadi saya agak lelah sedikit pak, maafkan saya pak."tersenyum.
"Sudahlah, setelah ini, tidurlah dulu kau di kamar hotel mu, besok baru kita akan bekerja."ucap Do hyun memerintah.
"Baik pak ceo, terima kasih banyak pak.
Merekapun turun dari pesawat dan berada di bandara kota swedia.dibandara swedia, Gyuri bertemu dengan Sonia dan Baegyoel.
"Soniaaaa.... Baegyoel...."panggil Gyuri dari kejauhan.
Mereka reflek melihat bersama."eh, itu kan bu manager, iya itu bu manager, bu managerrrr...
."panggil Sonia juga berlari menghampiri Gyuri.
Gyuri dan Sonia pun berpelukan."argh, bu manager kenapa meninggalkan ku, seharusnya kita bersama bu manager, bukan malah menjauh begini."ucap Sonia memeluk Gyuri.
"Benar banget, tapi karena masalah jabatan, kita jadi berbeda tempat, yang terpenting kita sudah kembali bersama."tersenyum.
Melepaskan pelukannya."Omong omong, kenapa bu manager bisa bersama pak ceo."bingung.
"Hanya sebagai rekan kerja saja, paham.Jadi jangan bertanya yang aneh aneh."jawab Do hyun menatap dingin wajah Sonia.
"Eh, bukan seperti itu kok pak, saya hanya bertanya saja.Kalau begitu yuk bu manager kita pergi."menarik tangan Gyuri.
"Hei tunggu aku, dari tadi kalian mencueki aku tau." ujar Baegyoel langsung mengikuti mereka dari belakang.