
"Apa pak ceo sudah pergi ke perusahaan.Ini hari libur khusus untukku.Tapi aku merasa bosan banget.Apa aku nonton televisi aja ya.Iya deh.Tapi aku mandi dulu."Ucap batin Gyuri bangkit dari kasurnya dan menuju kamar mandi.
Selang beberapa menit.Gyuri pun siap mandi dan berpakaian rumahan.Langsung menuju ruang tamu dan tidak lupa mengambil Snack untuk di cemil.
Menonton televisi di mulai."Nonton kartun Sifa sifa aja deh.Enak tu kayak nya."Mengganti siaran.
"Nah kan.Main juga...., wahh ganteng banget tu si sifa.Aku bukan anak kecil paman.Hahahaah....., padahal dia kan memang masih kecil.Lucu banget."Ucap Gyuri tertawa sambil mengemil makanan ringannya.
"Hahahaha....., itu di belakang mu penjahatnya bodoh.Ishhh...."Kesal Gyuri dengan kartun tersebut.
Setelah beberapa menit.Akhirnya kartun tersebut habis dan Gyuri kekenyangan akibat makan cemilan terlalu banyak."Aduh...., kenyang nya.Gara gara kartun sifa nih.Jadinya begini."Ucap batin Gyuri sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.
"Pak ceo sedang apa ya.Aku kirim pesan aja deh."Mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Do hyun.
Mengirim pesan."Halo pak ceo.Apa pak ceo sibuk?."Tanya Gyuri melalui pesan tersebut.
Senyap.Do hyun tidak membalas pesannya."Kenapa pak ceo tidak membalas pesanku ya.Ada pak ceo sangat sibuk.Yasudah lah."Ucapnya kembali meletakkan ponselnya.
Gyuri berbaring di sofa."Aku harus melakukan apa lagi ya.Aku bosan nih."Mengambil kembali ponselnya karena bosan.
Tiba tiba ada yang menghubunginya yang tidak lain lagi ialah Sonia."Eh...kenapa Sonia menghubungi ku.Apa terjadi sesuatu."Langsung mengangkatnya.
"Halo sonia...., ada apa?."Tanya Gyuri.
"Gawat bu manager, gawat."Panik Sonia.
"Gawat apanya?."Tanya Gyuri.
"Ada seorang wanita yang datang ke perusahaan dan langsung masuk ke ruangan pak ceo."Jawab Sonia.
"Eh..., kenapa kau mengatakan hal itu.Mungkin saja itu teman kerja ya atau asisten yang di kirimkan oleh perusahaan lain untuk memberikan berkasnya."Ucap Gyuri belum curiga karena belum Do hyun langsung yang mengatakannya.
"Benar bu manager.Mana tau seorang wanita yang mau menggoda pak ceo.Kan bisa gawat.Mending bu manager spam pak ceo."Ucap Sonia.
"Baik, baik...., jangan panik.Kok malah dirimu yang panik Sonia.Kalau begitu aku tutup dulu ya telponnya.Terima kasih banyak."Ucap Gyuri langsung mematikan ponselnya.
"Pantas saja pak ceo tidak membalas pesanku.Aku harus spam pesannya."Ucap Gyuri memulai spam pesan Do hyun.
Pesan yang di kirim Gyuri."Pak ceo...., aku kesana ya.Aku sangat rindu dengan pak ceo."Ucap pesan yang di kirimkan Gyuri.
Do hyun mengetik."Wah...dia mengetik juga, setelah ku spam.
Membalas."Jangan kesini.Ada mantan ku.Jangan ke sini."Jawab Do hyun di pesan tersebut.
"Eh...., ternyata mantan nya.Kenapa aku tidak boleh menemuinya.Kan cuma mantan.Ada sesuatu yang tidak beres.Aku harus menemuinya.Larangan adalah perintah.Aku harus menemuinya."Ucap Gyuri berdiri dan bersiap siap untuk ke perusahaan Do hyun.
Diperjalanan menuju perusahaan Do hyun.Gyuri menghubungi kembali Sonia.
Terangkat."Ada apa bu manager.Menghubungi ku lagi?."Tanya Sonia.
"Wanita yang kau bahas tadi.Dia adalah mantannya.Aku akan ke sana dan jangan beritahu kepada pak ceo bahwa aku akan datang."Jawabnya.
"Apa...."Kaget Sonia.
"Baik bu manager...., bu manager cepatlah kemari.Aku akan mengawasinya."Jawab Sonia berkata diam diam.
Sesampai perusahaan.Gyuri langsung masuk ke dalam dengan diam diam."Apa yang di sembunyikan pak ceo.Sampai menyuruh ku tidak boleh datang."Ucap batin Gyuri menghampiri ruang Do hyun.
Dan saat Gyuri sampai.Ternyata pintunya terbuka dan tidak di tutup.Gyuri langsung mengintip dan betapa terkejutnya dia karena melihat mantan Do hyun sedang menarik dasi Do hyun dan mendekat dengan sangat dekat.Seketika itu sontak Gyuri terkejut.
"Apa kau masih ingin menjauhiku."Ucap mantan Do hyun mendekat dan menarik dasinya.
"Apa yang mereka lakukan di situ.Pantas saja aku tidak di perbolehkan datang oleh pak ceo.Ternyata mereka sedang berbincang dengan panas.Dasar."Marah Gyuri langsung pergi dari ruangan tersebut dengan kesal dan keluar dari perusahaan tersebut.
Sonia yang melihat Gyuri keluar dari perusahaan.Sontak mengejarnya."Bu manager...., bu manager kenapa pergi?."Tanya Sonia mengejarnya.
"Tidak usah halangi aku Sonia.Memang mereka punya hubungan spesial.Aku tidak mau melihatnya lagi.Biarkan aku pergi."Jawabnya marah sangat marah.
"Bu manager jangan begitu dulu.Tenang bu manager."Ucap Sonia menenangkannya.
"Tenang gimana...., mereka sedang berduaan begitu.Sudahlah Sonia, jangan menahanku.Aku mau pergi."Ucapnya melepaskan tangan Sonia yang menahannya.
Gyuri pun langsung pergi menaiki taxi."Bu manager...."Teriak Sonia memanggil Gyuri yang sudah pergi.
"Antar saya di pinggiran kota korea."Ucap Gyuri kepada supir tersebut.
"Nona mau kemana di pinggiran kota korea?."Tanya supir tersebut.
"Antarkan saya saja.Jangan banyak tanya."Jawab Gyuri dengan wajah sangat marah.
"Ba...baik."Gugup supir tersebut takut melihat wajah gyuri yang mengerikan ketika marah.
Sesampai di pinggiran kota."Kita sudah sampai nona."Ucap supir tersebut.
Gyuri langsung turun dan memberikan uang."Pak..., saya tolong jangan beritahu siapapun kalau anda mengantarkan saya.Kalau tidakk...."Ucap Gyuri menatapnya dengan tajam.
"Baik...., saya pergi dulu."Ucap supir tersebut ketakutan dan langsung pergi meninggalkan Gyuri.
Disisi lain.Do hyun yang langsung melemparkan tangan mantannya tersebut dan mendorongnya jatuh ke lantai."Apa yang kau lakukan.Jangan bertingkah seolah olah kau wanita murahan.Aku tidak mencintaimu lagi.Karena aku sudah mencintai seorang wanita yang mengerti perasaanku bukan seperti mu."Ucap Do hyun dengan tatapan tajam dan dingin.
"Beraninya kau seperti itu Do hyun.Aku sangat mencintaimu.Tapi kenapa kau malah seperti itu kepadaku.Kenapa...."Berpura pura menangis dan mantan Do hyun bernama Eun Mi.
"Pergi jauh dari sini atau kau tidak akan hidup tenang.Penjaga...., bawa wanita ini keluar dari perusahaan ini."Ucapnya memanggil penjaga perusahaan.
"Baik bos."Langsung menyeret Eun mi.
"Dasar kau Do hyun.Kau tidak akan hidup tenang dan aku tidak akan membuat kalian hidup bahagia."Teriak Eun mi marah.
Eun mi pun berhasil di keluarkan dan Sonia langsung datang menghampiri ruangan Do hyun dan langsung masuk ke dalam dengan keadaan ngos ngosan karena berlari.
"Pak ceo...., ada yang mau saya katakan pada bapak.Ini sangat penting pak."Ucap Sonia berwajah panik.
"Kenapa kau seperti itu.Apa yang terjadi?."Tanya Do hyun.